Meadow

Meadow
Aku juga merindukanmu


__ADS_3

Risa mendekati Ayatha yang sedang berada di kebun, dia memastikan benar kalau itu a


Ayatha, dan itu memang dia.


" Ayatha" kata Risa, Ayatha melihat ke arah suara dan terkejut melihat risa ada di depannya


" Risa?" kata ayatha bingung


" Ayatha, kenapa kau ada di sini? " kata Risa memegang kedua tangan sahabatnya


" Aku kerja di sini, dan kenapa kau bisa di sini?" kata Ayatha tersenyum


" Aku bersama temanku, ahh..aku sangat merindukanmu Ayatha " kata risa dengan wajah sedih


" Aku juga merindukanmu, " kata Ayatha lucu melihat tingkah Risa yang manja


" Kau bohong, kau tidak menghubungiku waktu itu, aku menunggumu hingga malam, dan setelah itu handphonemu tidak bisa di hubungi, apa lagi kau juga tidak menghubungi ku? " kata Risa sedih


" Sudah, sudah jangan sedih, aku minta maaf, kemarin aku ingin menghubungimu, tapi aku terkena musibah, " kata Ayatha menenangkan temannya


" Kenapa? kau kenapa? Kau terluka? " kata Risa cemas


" Tidak… aku sudah sembuh kok, " kata Ayatha lagi.


" Ayatha, aku mau peluk, " kata Risa manja.


Ayatha tersenyum lucu melihat kelakuan sahabatnya, dia segera memeluk Risa, Risa kegirangan, tidak disangka dia akan bertemu dengan sahabatnya ini di sini.


" Hei, apa yang sedang kalian lakukan? " kata Wayren yang heran melihat Risa dan Ayatha berpelukan


Risa langsung melepaskan pelukannya, menatap sinis pada Wayren, dia menganggu saja, pikirnya


" Selamat sore Tuan Muda Wayren, " kata Ayatha


" Hah, kau bekerja untuk pria gila ini? " kata Risa tidak percaya


" Ayatha, kau kenal dengan wanita aneh ini?" kata Wayren juga tidak percaya


Ayatha tersenyum melihat mereka, ternyata Wayren dan Risa dekat.


" Iya Tuan, dia sahabat saya, " kata Ayatha

__ADS_1


" Gadis aneh ini sahabatmu?" kata wayren


" Dan cowok gila ini adalah bosmu, kau pasti sangat menderita kerja di sini, " kata Risa bersandar pada Ayatha


Ayatha hanya tersenyum lucu melihat kelakuan Wayren dan Risa, dan tak lama dia melihat Andra muncul di belakang adiknya.


" Selamat sore Tuan Muda Andra," kata Ayatha memberi salam


Andra hanya tersenyum, Wayren melihat abangnya yang ada di belakangnya. Risa terdiam, dia terkejut, pria ini… pangeran impiannya, yang waktu itu dia temui di sekolah lamanya.


" Kau?" kata Risa tanpa sadar menunjuk ke arah Andra, Andra mengerutkan dahi, dia mengingat, sepertinya dia juga pernah bertemu dengan wanita ini.


Sedangkan Wayren dan Ayatha juga kaget, apakah Risa mengenal Andra juga?


" Oh, kau gadis yang aku jumpai di sekolah waktu itu bukan? "kata Andra ingat


" Iya, " kata Risa malu-malu


" Kakak, kau juga kenal dengan wanita aneh ini?"


" Siapa yang kau sebut aneh, jadi dia kakakmu?" kata Risa tak percaya Wayren punya kakak seperti Andra, dia pangeran sempurnanya.


" Iyaa, dia kembaranku, " kata Wayren lagi


" Siapa yang kau sebut Kakak, yang boleh menyebutnya kakak cuma aku, " kata Wayren kesal


Ayatha dan Andra saling pandang dengan wajah yang aneh melihat kedua orang itu terus bertengkar, lalu mereka sama-sama tertawa.


...................................................................


Andra, Wayren, Risa dan Ayatha duduk di kursi taman belakang, sebenarnya Ayatha tidak ingin duduk, namun Andra menyuruhnya untuk duduk. Setelah Wayren dan Risa selasai adu mulut tadi, Andra mengajak mereka ke sana.


" Jadi, jangan-jangan wanita yang kau sukai itu, Ayatha?" kata Risa memulai pembicaraan


Wayren yang sedang minum langsung terbatuk, Andra danayatha terkejut karena Risa begitu terus terang. Semua orang menatap Wayren.


" Kau memang ya... tidak bisa menyimpan rahasia sama sekali, " kata Wayren kesal Risa membongkar rahasianya, sedangkan Ayatha jadi salah tingkah karena Risa


" Kan aku cuma ingin tahu, " kata Risa


" Dan jangan-jangan, pangeran sempurnaku itu, Kakak ku?" kata Wayren membalas dendam

__ADS_1


Sekarang Andra yang bingung, kenapa tiba-tiba dia dikaitkan oleh Risa, Ayatha memandang Risa? Benarkah Risa menyukai Andra?


" Kau ngomong apa, bukan-bukan, bukan kak Andra" kata Risa salah tingkah, sebenarnya kalau dia tidak tahu Ayatha menyukai Andra, pasti dia akan mengakuinya, tapi dia tidak mau membuat Ayatha sedih, jadi dia harus berbohong. Risa tersenyum namun di balik matanya terlihat suram, hanya Wayren yang melihatnya, sekilas saja namun Wayren bisa tau, kenapa semua wanita yang dia temui menyukai kakaknya?.


" Kalau benar juga tidak apa-apa, " kata Wayren cuek.


" Dasar kau ini, " kata Risa memukul kepala Wayren


Andra dan Ayatha kaget dengan kelakukan Risa, belum ada yang berani melakukan itu pada Wayren.


" Kau ini, aku bisa jadi bodoh kalau kau terus memukul kepalaku, " kata Wayren.


Ini juga membuat Andra kaget, biasanya Wayren akan marah besar, tapi ini dia hanya menegur Risa.


" Ah sudahlah… jadi Ayatha, benarkah kau bertunangan dengan Maxi, Tuan Muda keluarga Medison itu, " kata Risa langsung to the point sambil mengenggam tangan Ayatha


Ayatha terkejut, dari mana Risa tahu, dia bahkan baru tahu tadi siang, apa lagi Wayren dan Andra ada di situ, sebenarnya dia tidak ingin ada yang tahu tentang ini, tapi Risa..


" Bagaimana kau tau?" kata Ayatha kaget


" Jadi itu benar?" kata Wayren, dia berubah dari orang yang kesal menjadi orang yang serius, ada kesedihan pada wajahnya.


" Wah, benar? Kau hebat sekali, Maxi itu juga sangat popular kan," kata Risa senang


" Hebat apanya? Kau yakin dia tidak berbohong," kata Wayren kesal dengan Risa, dia juga kesal karena tahu ternyata benar.


Andra hanya terdiam, wajahnya suram


" Aku belum mengiyakan ajakannya menikah, " kata Ayatha pelan


" Apa? dia mengajakmu menikah, yang benar saja? " kata Wayren berdiri, dia sangat marah, di pukulnya meja taman itu untuk melampiaskan emosinya.


Ayatha dan Risa kaget dan ketakutan melihat Wayren marah, ternyata kalau marah Wayren seram juga, pikir Risa.


" Aku pergi, " kata Wayren pergi, dia tak mau di sana, melihat Ayatha dia takut kehilangan kontrol lagi.


" Aku akan menenangkan dia, nona risa senang bertemu dengan mu, " kata Andra berdiri dan juga meninggalkan Risa dan Ayatha.


Risa jadi tak enak setelah melihat wajah Andra yang suram, dia rasa, Andra juga punya perasaan pada Ayatha.


Ayatha terdiam, dia bingung harus apa, dia juga baru tahu kalau Maxi adalah tunangannya. Dia juga tidak punya rasa apapun pada Maxi, melihat wajah Andra tadi, hatinya sedih.

__ADS_1


" Ayatha, jangan sedih ya, maafkan aku, " kata Risa memeluk sahabatnya, hangatnya pelukan Risa membuat Ayatha tak bisa menutupi sedihnya.


__ADS_2