Meadow

Meadow
Hanya memandang saja sudah bahagia


__ADS_3

Semua berjalan seperti biasa malam itu, Ayatha menyiapkan makanan dan mengantarkannya


pada Andra, Ayatha berpikir dia tidak mungkin terus seperti itu pada Andra,


karena bagaimanapun dia bekerja untuk Andra.


Andra juga begitu, dia juga bersikap seperti biasa, semua berjalan seperti biasa saja.


Jam sudah menujukkan jam 11 malam, Ayatha terbangun dari tidurnya, dia ingin mengambil


minuman di dapur, dengan wajah yang tampak mengantuk Ayatha berjalan pelan


kearah dapur. Langkahnya sedikit terhenti ketika mendengar suara yang berisik


di dapur, dia perlahan melihat kearah arah dapur.


" Tuan Muda


" kata Ayatha kaget melihat siapa yang sedang memasak di dapur.


" Ayatha,


kau belum tidur? " Kata Andra


yang juga terkejut melihat Ayatha.


" Iya.. Saya


ingin mengambil minum," kata Ayatha yang masih


mengerutkan dahinya, dia bingung apa yang dilakukan Andra malam-malam seperti


ini di dapur, apa dia memasak? Pikir Ayatha yang memperhatikan Andra yang masih


sibuk dengan urusannya.


" Oh...


" kata Andra seadanya karena dia masih sibuk


" Apa


yang ada lakukan?" Tanya Ayatha


" Oh..


Aku hanya memasak, biasanya di Amerika aku memasak sendiri, aku


sedikit merindukan aktifitasku di sana," kata Andra


" Mari


saya bantu," kata


Ayatha mendekati


" Tidak perlu,


aku sudah selesai." kata Andra


" Baiklah." kata


Ayatha mengurungkan niatnya


" Mau


menemaniku makan? " kata Andra


" Baik Tuan," kata


Ayatha sambil melihat Andra menuangkan saus keatas pastanya.


Ayatha lalu


duduk, memperhatikan Andra yang masih sibuk, dia memperhatikan bahu Andra yang


bidang, dia baru tahu bahu Andra begitu bidang.bahkan dari belakang Andra


sangat mengoda, jantung Ayatha kembali berdegup kecang, dadanya terasa ingin


meledak, dia tidak tahu kenapa? namun dia mencoba menenangkan diri.


Saat Ayatha


ingin menenangkan diri, Andra siap dengan spagettynya, dia meletakan piringnya


di antara mereka, Ayatha menatapnya, jantungnya terus berdegup kencang.


" Ini cobalah," kata


Andra mengambil dua buah garpu


" Baiklah," kata


Ayatha mengmabil garpu yang disodorkan oleh Andra


Mereka


mengambil spageti bersama- sama dan lalu mencicipi spagetty buatan Andra.


Ayatha

__ADS_1


terdiam... Begitu juga Andra, mereka saling berpandangan, Andra mengerutkan


wajahnya, Ayatha juga mengerutkan wajahnya sambil mencoba tersenyum.


" Ini spagetty


terasin yang pernah ku makan," kata Andra segera mengambil


minuman


Ayatha juga


merasakan hal yang sama, spagetty ini sangat asin, mungkin Andra salah


mengambil bumbu, atau apa yang salah, Ayatha juga tidak tahu.


" Aku benar-benar


tidak pernah bisa lulus memasak," kata Andra masih dengan


wajah keasinannya


Ayatha


tersenyum kecil melihat tingkah Andra, tidak disangkanya, Andra bisa


bertingkah dan mengeluarkan wajah seperti itu.


" Kau jangan


memakannya, OK!" Kata Andra sambil kembali meminum minumannya


" Baik Tuan,


apakah anda lapar? " Kata Ayatha


tersenyum geli


" Sebenarnya


iya " kata Andra mengakuinya


" Aku akan


memasakannya untuk Anda, " kata Ayatha tersenyum


" Baiklah


" kata Andra membalas senyum Ayatha.


Ayatha


segera mengambil bahan-bahan yang ingin dimasaknya, Andra hanya melihat Ayatha,


namun Andra tersenyum manis melihat Ayatha yang sedang berkerja.


" Silahkan Tuan


Muda," kata


Ayatha sengera menghidangkan makanannya di depan Andra.


" Terima kasih," kata Andra sendikit


tersenyum


Andra segera


memakan makanan yang di hidangkan oleh Ayatha, dia berhenti


sembentar.


Ayatha


menjadi terdiam, kenapa Andra berhenti? Apa makanan Ayatha tidak enak.. Pikir Ayatha


sambil melihat Andra dengan gugupnya.


" Kenapa


Tuan? Ada yang salah," tanya Ayatha takut makanan yang dia buat tidak


enak.


Andra tetap


diam, Lalu dia mulai mengunyah makanannya, sambil memandang Ayatha. Ayatha


langsung gugup melihat gaya Andra.


" Ternyata kau


benar-benar pandai memasak, pantas Wayren sangat menyukai makananmu," kata


Andra tersenyum manis lalu segara memakan makanannya


Ayatha hanya


terdiam melihat senyuman Andra yang sangat manis, pipinya terasa panas,


jantungnya berdegup kencang, itu pemandangan yang paling indah yang pernah dia

__ADS_1


lihat, Ayatha terus memandang Andra yang lahap memakan makanannya.


Sampai


tiba-tiba Andra menatap Ayatha, Ayatha langsung salah tingkah, dia langsung


menundukkan kepalanya, dia tidak mau Andra melihat wajahnya yang bersemu merah.


Andra hanya


menatap Ayatha dengan kerutan dahi, kenapa tiba-tiba Ayatha menunduk, namun dia


hanya melanjutkan makannya. Ayatha perlahan kembali melihat Andra, dia hanya tersenyum.


Tanpa mereka


sadari, Wayren dari tadi menatap mereka dari celah pintu dapur yang tidak


tertutup sempurna. Dia hanya berdiri sambil memasukkan tangannya ke kedua


kantong celananya, menatap diam, wajahnya tanpa eksperesi, namun beberapa saat


dia tampak sedih. Dia sedih melihat wajah Ayatha yang tampak tersipu karena


sedang bersama Andra. Hatinya sebenarnya sakit... Namun dia hanya berdiri, tak


bergeming.


Bahkan hanya


dengan melihatnya saja, kau bisa begitu bahagia, kata hati Wayren, dia segera memalingkan


wajahnya, sudah tidak sanggup melihat ekspresi Ayatha yang bahagia namun bukan


karena dirinya. Lalu dia pergi begitu saja.


" Kenapa kau


memandangiku seperti itu? " Tanya


Andra pada Ayatha


Ayatha


tersadar, dia tersentak karena pertanyaan Andra, bagaimana Andra tahu kalau


dari tadi dia sedang melihatnya? Bukankah dari tadi dia sedang memakan


makanannya.


" Tidak


apa-apa Tuan, hanya saja... " kata Ayatha


" Kenapa? " Kata Andra menatap Ayatha


serius


" Hanya saja, Anda tampak


kelaparan, " kata Ayatha


gugup dan bingung dengan apa yang ingin dijawabnya.


" Benarkah?


" kata Andra


" Iya "


" Mungkin


karena makanan ini enak sekali, terima kasih, " kata Andra tersenyum lagi,


dia segera mengambil minuman karena makanan yang di buat Ayatha telah habis


dimakannya semua.


" Sama-sama Tuan," kata


Ayatha tersenyum membalas Andra


" Kalau begitu,


aku akan kembali ke kamar, tidurlah, sudah malam," kata Andra segera bangkit


dari duduknya. Ayatha segera berdiri.


" Baik Tuan," kata


Ayatha sambil tersenyum


Andra segera


berjalan keluar dapur, Ayatha yang melihat Andra tetap berdiri bahkan saat Andra


sudah tidak ada lagi disana, Ayatha tetap memandang lurus, dia terus teringat


wajah, senyuman dan bahu Andra yang dari tadi mencuri perhatiannya, membuat


jantungnya tidak bisa tenang, dan wajahnya memerah, apakah ini artinya dia

__ADS_1


menyukai Andra ? Pikir Ayatha yang membuat jantungnya tambah berdetak dengan


sangat kencang.


__ADS_2