
Semua berjalan seperti biasa malam itu, Ayatha menyiapkan makanan dan mengantarkannya
pada Andra, Ayatha berpikir dia tidak mungkin terus seperti itu pada Andra,
karena bagaimanapun dia bekerja untuk Andra.
Andra juga begitu, dia juga bersikap seperti biasa, semua berjalan seperti biasa saja.
Jam sudah menujukkan jam 11 malam, Ayatha terbangun dari tidurnya, dia ingin mengambil
minuman di dapur, dengan wajah yang tampak mengantuk Ayatha berjalan pelan
kearah dapur. Langkahnya sedikit terhenti ketika mendengar suara yang berisik
di dapur, dia perlahan melihat kearah arah dapur.
" Tuan Muda
" kata Ayatha kaget melihat siapa yang sedang memasak di dapur.
" Ayatha,
kau belum tidur? " Kata Andra
yang juga terkejut melihat Ayatha.
" Iya.. Saya
ingin mengambil minum," kata Ayatha yang masih
mengerutkan dahinya, dia bingung apa yang dilakukan Andra malam-malam seperti
ini di dapur, apa dia memasak? Pikir Ayatha yang memperhatikan Andra yang masih
sibuk dengan urusannya.
" Oh...
" kata Andra seadanya karena dia masih sibuk
" Apa
yang ada lakukan?" Tanya Ayatha
" Oh..
Aku hanya memasak, biasanya di Amerika aku memasak sendiri, aku
sedikit merindukan aktifitasku di sana," kata Andra
" Mari
saya bantu," kata
Ayatha mendekati
" Tidak perlu,
aku sudah selesai." kata Andra
" Baiklah." kata
Ayatha mengurungkan niatnya
" Mau
menemaniku makan? " kata Andra
" Baik Tuan," kata
Ayatha sambil melihat Andra menuangkan saus keatas pastanya.
Ayatha lalu
duduk, memperhatikan Andra yang masih sibuk, dia memperhatikan bahu Andra yang
bidang, dia baru tahu bahu Andra begitu bidang.bahkan dari belakang Andra
sangat mengoda, jantung Ayatha kembali berdegup kecang, dadanya terasa ingin
meledak, dia tidak tahu kenapa? namun dia mencoba menenangkan diri.
Saat Ayatha
ingin menenangkan diri, Andra siap dengan spagettynya, dia meletakan piringnya
di antara mereka, Ayatha menatapnya, jantungnya terus berdegup kencang.
" Ini cobalah," kata
Andra mengambil dua buah garpu
" Baiklah," kata
Ayatha mengmabil garpu yang disodorkan oleh Andra
Mereka
mengambil spageti bersama- sama dan lalu mencicipi spagetty buatan Andra.
Ayatha
__ADS_1
terdiam... Begitu juga Andra, mereka saling berpandangan, Andra mengerutkan
wajahnya, Ayatha juga mengerutkan wajahnya sambil mencoba tersenyum.
" Ini spagetty
terasin yang pernah ku makan," kata Andra segera mengambil
minuman
Ayatha juga
merasakan hal yang sama, spagetty ini sangat asin, mungkin Andra salah
mengambil bumbu, atau apa yang salah, Ayatha juga tidak tahu.
" Aku benar-benar
tidak pernah bisa lulus memasak," kata Andra masih dengan
wajah keasinannya
Ayatha
tersenyum kecil melihat tingkah Andra, tidak disangkanya, Andra bisa
bertingkah dan mengeluarkan wajah seperti itu.
" Kau jangan
memakannya, OK!" Kata Andra sambil kembali meminum minumannya
" Baik Tuan,
apakah anda lapar? " Kata Ayatha
tersenyum geli
" Sebenarnya
iya " kata Andra mengakuinya
" Aku akan
memasakannya untuk Anda, " kata Ayatha tersenyum
" Baiklah
" kata Andra membalas senyum Ayatha.
Ayatha
segera mengambil bahan-bahan yang ingin dimasaknya, Andra hanya melihat Ayatha,
namun Andra tersenyum manis melihat Ayatha yang sedang berkerja.
" Silahkan Tuan
Muda," kata
Ayatha sengera menghidangkan makanannya di depan Andra.
" Terima kasih," kata Andra sendikit
tersenyum
Andra segera
memakan makanan yang di hidangkan oleh Ayatha, dia berhenti
sembentar.
Ayatha
menjadi terdiam, kenapa Andra berhenti? Apa makanan Ayatha tidak enak.. Pikir Ayatha
sambil melihat Andra dengan gugupnya.
" Kenapa
Tuan? Ada yang salah," tanya Ayatha takut makanan yang dia buat tidak
enak.
Andra tetap
diam, Lalu dia mulai mengunyah makanannya, sambil memandang Ayatha. Ayatha
langsung gugup melihat gaya Andra.
" Ternyata kau
benar-benar pandai memasak, pantas Wayren sangat menyukai makananmu," kata
Andra tersenyum manis lalu segara memakan makanannya
Ayatha hanya
terdiam melihat senyuman Andra yang sangat manis, pipinya terasa panas,
jantungnya berdegup kencang, itu pemandangan yang paling indah yang pernah dia
__ADS_1
lihat, Ayatha terus memandang Andra yang lahap memakan makanannya.
Sampai
tiba-tiba Andra menatap Ayatha, Ayatha langsung salah tingkah, dia langsung
menundukkan kepalanya, dia tidak mau Andra melihat wajahnya yang bersemu merah.
Andra hanya
menatap Ayatha dengan kerutan dahi, kenapa tiba-tiba Ayatha menunduk, namun dia
hanya melanjutkan makannya. Ayatha perlahan kembali melihat Andra, dia hanya tersenyum.
Tanpa mereka
sadari, Wayren dari tadi menatap mereka dari celah pintu dapur yang tidak
tertutup sempurna. Dia hanya berdiri sambil memasukkan tangannya ke kedua
kantong celananya, menatap diam, wajahnya tanpa eksperesi, namun beberapa saat
dia tampak sedih. Dia sedih melihat wajah Ayatha yang tampak tersipu karena
sedang bersama Andra. Hatinya sebenarnya sakit... Namun dia hanya berdiri, tak
bergeming.
Bahkan hanya
dengan melihatnya saja, kau bisa begitu bahagia, kata hati Wayren, dia segera memalingkan
wajahnya, sudah tidak sanggup melihat ekspresi Ayatha yang bahagia namun bukan
karena dirinya. Lalu dia pergi begitu saja.
" Kenapa kau
memandangiku seperti itu? " Tanya
Andra pada Ayatha
Ayatha
tersadar, dia tersentak karena pertanyaan Andra, bagaimana Andra tahu kalau
dari tadi dia sedang melihatnya? Bukankah dari tadi dia sedang memakan
makanannya.
" Tidak
apa-apa Tuan, hanya saja... " kata Ayatha
" Kenapa? " Kata Andra menatap Ayatha
serius
" Hanya saja, Anda tampak
kelaparan, " kata Ayatha
gugup dan bingung dengan apa yang ingin dijawabnya.
" Benarkah?
" kata Andra
" Iya "
" Mungkin
karena makanan ini enak sekali, terima kasih, " kata Andra tersenyum lagi,
dia segera mengambil minuman karena makanan yang di buat Ayatha telah habis
dimakannya semua.
" Sama-sama Tuan," kata
Ayatha tersenyum membalas Andra
" Kalau begitu,
aku akan kembali ke kamar, tidurlah, sudah malam," kata Andra segera bangkit
dari duduknya. Ayatha segera berdiri.
" Baik Tuan," kata
Ayatha sambil tersenyum
Andra segera
berjalan keluar dapur, Ayatha yang melihat Andra tetap berdiri bahkan saat Andra
sudah tidak ada lagi disana, Ayatha tetap memandang lurus, dia terus teringat
wajah, senyuman dan bahu Andra yang dari tadi mencuri perhatiannya, membuat
jantungnya tidak bisa tenang, dan wajahnya memerah, apakah ini artinya dia
__ADS_1
menyukai Andra ? Pikir Ayatha yang membuat jantungnya tambah berdetak dengan
sangat kencang.