
Andra membukakan pintu untuk Ayatha, Ayatha lalu masuk, dan Andra mengikutinya, Andra
mengendarai mobil sendiri. Mereka lalu melaju, Ayatha menatap jalan-jalan di
sekitarnya, 5 tahun berlalu, banyak sekali yang berubah.
" Jangan khawatir, aku yakin Pak Wang akan menjaga Raphael dengan baik, lagi pula kita
hanya makan sebentar, " kata Andra lembut
" Yah, aku tahu kok, " kata Ayatha sekenanya saja, serasa
sedikit canggung berbicara dengan Andra seperti ini
" Ehm... kenapa memutuskan pulang? "kata Andra
" Owh, tidak ada, hanya ingin pulang, sudah lama tidak kembali kesini, ingin mengenalkan Raphael
di mana tempat
asalnya, juga ingin ke tempat kedua orangtua ku juga Yosa, " kata Ayatha menatap sekilas
pada Andra
" Aku juga sudah lama tidak kesana, mau pergi bersama? " kata Andra juga melihat Ayatha
sekilas
" Nanti aku akan memikirkannya, " kata Ayatha, dia sebenarnya tidak ingin pergi dengan Andra,
akan sangat canggung
" Kenapa? " kata Andra yang merasa ditolak
" Tidak apa-apa, " kata Ayatha
" Kau takut Randi akan marah? " kata Andra mencoba menerka apa yang
terjadi
Ayatha melirik kearah Andra, wajah Andra terlihat dingin, Andra tidak suka sebenarnya
membicarakan tentang Randi, apa lagi saat mereka sedang
berdua.
" Kau seharusnya tahu hubunganku dengan Randi kan? " kata Ayatha
Andra menghentikan mobilnya di tepi jalan, melihat serius tapi dingin ke arah Ayatha.
" Aku tidak tahu, " kata Andra dengan suara berat
" Tapi kau punya mata-mata yang memata-matai ku dan Raphael, " kata Ayatha lagi
" Aku memata-matai keadaan kalian, mereka melaporkan keadaan kalian, apakah kalian
sehat? Atau kesusahan? Aku tidak ingin memata-matai bagaimana hubunganmu dengan
__ADS_1
randi, aku tidak perlu tahu kalian berdua sedang apa? " kata Andra menjelaskan pada Ayatha,
di matanya terlihat emosi karena dia cemburu.
" Ya kalau begitu baguslah," kata Ayatha seadanya saja
" Maksudmu? Owh, jadi kau senang aku tidak memata-matai hubungan kalian berdua, jadi kalian
tidak terganggu, begitu? " kata Andra tambah emosi, dia seorang yang pecemburu, mendengar respon Ayatha yang seperti itu, hatinya terasa panas, ada gejolak di dalam dadanya.
" Kenapa kau harus marah? Kita bukan siapa-siapa, " kata Ayatha menatap Andra
" Kau Ibu dari anakku, itu hubungan kita, " kata Andra
Ayatha menatap Andra, sedikit kecewa ketika Andra mengatakan hal itu, artinya kalau
tidak ada Raphael, mereka memang sudah tidak ada hubungan apapun..tapi bukannya
Ayatha yang memintanya begitu?
" Iya, aku memang ibu dari anakmu, lalu apa? Bukan berarti kau harus tahu hubunganku
dengan Randi, " kata Ayatha juga jadi kesal
" Aku harus tahu, aku ingin tahu siapa yang nantinya jadi ayah penganti bagi anakku,"kata Andra
lagi dengan mata suram, hatinya sedikit sakit mengatakan ayah penganti...dia
tidak ingin di gantikan.
Andra terdiam, tidak punya hubungan lagi? Artinya Ayatha dan Randi putus? Mereka tidak akan jadi
menikah, Andra terlihat lebih tenang, di lubuk hatinya yang paling dalam dia sangat senang.
" Owh, begitu, " kata Andra seadanya saja.
Ayatha memasang wajah kesalnya, tidak ingin menjawab perkataan Andra.
" Maafkan aku, aku hanya... " kata Andra, dia terdiam, Ayatha menatapnya masih dengan tatapan kesal
" Hanya apa ? " kata Ayatha menatap Andra
" Cemburu, " kata Andra menatap Ayatha
Ayatha sedikit kaget, Andra cemburu? Bukannya dia sudah melepaskannya?
" Kau bilang kau sudah melepaskanku? Kenapa cemburu? " kata Ayatha
" Aku bilang aku melepaskanmu, tapi bukan berarti cintaku padamu juga lepas, aku sudah mencintaimu lebih dari 5 tahun, tidak mungkin terhapus hanya dengan waktu 1 bulan, aku bisa melepasmu, tapi tidak bisa berhenti mencintaimu, hanya kau yang bisa melakukan itu,"kata Andra, suaranya sedikit mengecil, terdengar lirih, Ayatha mengamati wajah Andra yang tampak suram, menatap lurus ke jalan yang sepi.
" Aku bisa melakukan apa? "kata Ayatha
" Berhenti mencintaiku, " kata Andra, matanya sangat suram, memandang Ayatha, ada luka di hatinya.
Ayatha terperangkap kembali di matanya yang hitam, tidak ingin lama-lama terperangkap, lalu membuang mukanya.
" Siapa yang bilang aku sudah berhenti mencitaimu? "kata Ayatha namun hanya memandang jendela mobil Andra.
__ADS_1
Andra terdiam, Andra sebenarnya tahu kalau Ayatha juga masih mencintainya, menyuruhnya pergi hanya agar Raphael aman, namun bisa mendengarnya lagi langsung dari bibir Ayatha, terasa lebih menyenangkan.
" Jadi kau mencintaiku? " kata Andra mengoda Ayatha,
" Apa aku harus mengatakannya? " kata Ayatha melihat Andra, Andra tesenyum karena lucu, mereka bagaikan anak remaja yang bertengkar karena cinta, padahal umur mereka sudah dewasa
" Baiklah, tidak perlu, aku tahu kok, " kata Andra sumringah
" Jadi kalian sudah resmi putus, membatalkan pernikahan kan? " kata Andra lagi dengan senang
" Iya, " kata Ayatha seadanya
" 3 tahun ini, apa yang sudah kalian lakukan? " kata Andra menatap Ayatha, dia ingin tahu...
" Apa aku harus menjawabnya? " kata Ayatha menatap Andra lagi
" Tentu, aku harus tahu, " kata Andra
" Lalu apa yang kau lakukan dengan Jessy, kalian juga sudah ingin menikah kan? " kata Ayatha membalas
" Aku tidak melakukan apapun, tidak pernah melakukan apapun seperti yang kita lakukan, lagi pula kami bersama hanya 5 bulan, " kata Andra langsung, membuat Ayatha sedikit gugup mendengarnya.
" Owh, begitu, " kata Ayatha
" Ya, bagaimana denganmu?, kalian sudah bersama bertahun-tahun,"kata Andra menatap Ayatha curiga
" Apa kau pikir aku wanita seperti itu, aku tidak melakukan apapun dengannya, menciumnya saja tidak pernah, " kata Ayatha kesal dengan tatapan curiga Andra
" Tapi dia mencium dahimu, " kata Andra lagi, dia sekarang suka melihat wajah imut Ayatha yang kesal, dia sebenarnya percaya Ayatha dan Randi tidak melakukan apapun, tapi dia hanya ingin melihat Ayatha yang kesal. Wayren benar, saat Ayatha kesal dia terlihat lebih manis.
" Memangnya kau tidak pernah mencium dahi Jessy? " kata Ayatha memandang Andra lagi
" Owh, pernah sih, " kata Andra tenang, Ayatha kaget, ternyata Andra pernah mencium dahi jessy.
" Kau pernah mencium dahinya? " kata Ayatha tak percaya, kenapa sekarang dia merasa jadi tak nyaman, rasa kesalnya bertambah
" Yah, kami sudah ingin menikah, mencium dahi itu hal yang wajar, " kata Andra.
" Bagaimana kau bisa bilang itu hal yang wajar? " kata Ayatha, dia baru merasakan cemburu.
Andra melihat Ayatha, dia tersenyum..
" Kenapa malah tersenyum? " kata Ayatha
" Kau cemburu padaku. " kata Andra senang
Ayatha terdiam, dia memalingkan wajahnya tidak mengiyakan, tidak juga mengatakan tidak, dia merasa terjebak oleh Andra. Andra memegang dagu Ayatha, memutar wajahnya agar memandang dirinya. Sebelum Ayatha mengucapkan kata-katanya, Andra sudah mencium bibirnya yang lembut, lembut bibir Ayatha seperti permen kapas, manis...
Andra menciumnya hanya diam saja, tidak lama...hanya ingin melampiaskan sejenak gelora rindu yang ada di dalam dadanya.
" Tapi aku hanya melakukan ini padamu." kata Andra, melihat Ayatha yang terdiam menatapnya, pipi Ayatha merona, dia jadi malu. Mereka benar-benar bertingkah seperti anak remaja yang baru saja mengenal cinta, cinta seperti ini lebih berwarna.
" Ayatha, kembalilah padaku, " kata Andra lagi
Ayatha tertegun, tidak tahu harus mengatakan apa...tapi di hatinya merasa sangat ingin, dia ingin bersama pria ini, menghabisakan seluruh waktunya bersama.
" Akan ku pikirkan, " kata Ayatha seadanya,
__ADS_1