
Sore itu Wayren hanya duduk di balkon kamar hotelnya sendiri, dia terdiam menatap kearah laut, ntah apa yang ada dipikirannya, semilir angin membuat rambut nya berjatuhan ke rambutnya, pemandangan yang sangat indah.
" Silahkan Tuan, " kata Ayatha yang datang membawakan teh pada Wayren, membuat lamunan Wayren terpecah.
" Terima kasih, " kata Wayren tidak seperti biasanya tidak terlalu peduli.
Ayatha hanya melihat Wayren yang tidak seperti biasanya hanya diam saja, tanpa kata-kata dan kelakuan jahilnya. Namun Ayatha tidak berani bertanya, dia perlahan-lahan pergi.
" Hey, ayatha kau disini saja, " kata Wayren tiba-tiba memanggil Ayatha, Wayren menyuruh Ayatha di depannya.
Ayatha hanya menurut, suasana sangat diam, tidak seperti biasanya, Ayatha hanya diam saja, bertanya-tanya namun tidak berani bertanya, tiba-tiba Wayren menghembuskan napas panjang dan segera mengambil tehnya, sebelum meminumnya, Sayren melihat Ayatha sebentar, Ayatha pun sedang memandangnya.
" Kalian sedang minum teh, " tiba-tiba Nyonya Renata datang, Ayatha langsung berdiri dan memberi hormat pada Nyonya Renata.
" Iya bu, ada apa? " kata Wayren.
" Bolehkah ibu ikut? " kata Nyonya Renata.
" Silahkan, " kata Wayren, Ayatha yang tidak mau menggangu mereka segera memberikan hormat pada Wayren dan Nyonya renata, Wayren yang tahu langsung mengangguk tanda memberikan izin Ayatha pergi, dia langsung meninggalkan anak dan ibu itu.
" Ada apa bu? " kata Wayren.
" Tidak apa-apa, sepertinya kau tidak menyukai tempat ini, " kata Nyonya Renata menatap laut.
__ADS_1
" Tidak, aku hanya sedang menikmatinya, " kata Wayren mengikuti gaya ibunya melihat jauh ke lautan biru yang ombaknya saling mengejar.
" Ehm... Kenapa kau tidak siap-siap, " kata n
Nyonya Renata lagi.
" Aku tidak ikut ke pesta itu, aku malas...aku hanya ingin ikut karena ingin merasakan suasana baru, " kata Wayren menatap ibunya, Nyonya Renata hanya mengerutkan dahinya.
" Ini kali pertamanya kakakmu mengikuti pesta seperti ini, dia pasti sangat canggung, kau harus menemaninya, " kata Nyonya Renata.
" Akan aneh jika kita bertiga di sana, ibu akan selalu bersama kakak, dan aku hanya akan di belakang kalian, rasanya pasti jauh lebih membosankan dari pada hanya menemani ibu, aku enggak mau, " kata Wayren dengan wajah malasnya, Nyonya Renata hanya menghembuskan napas beratnya, melihat anaknya ini.
" Ibu hanya merasa ini adalah kesempatan yang jarang bisa kita lakukan, " kata Nyonya Renata, Wayren tampak sedang berpikir sampai tiba-tiba dia mendapatkan ide.
" Syarat? Syarat apa?" kata Nyonya Renata dengan wajah bertanya.
" Aku akan mengajak Ayatha ke pesta itu, " kata Wayren tersenyum lebar.
" Ayatha? Kau tahu siapa yang akan di pesta itu, ibu takut hal ini malah membuat Ayatha tidak enak, " kata Nyonya Renata pada anaknya.
" Serahkan semunya pada ku, " kata Wayren tersenyum.
" Baiklah, ibu harus bersiap-siap, " kata Nyonya Renata yang tahu bagaimana sifat anakknya yang aneh dan tidak bisa dibantah, toh jika di tolak, Wayren tetap akan melakukannya.
__ADS_1
Ayatha sedang berdiri di depan kamar Andra, Nyonya Renata sebelumnya sudah mengingatkannya jika baju Andra siap dia harus memberikannya pada Andra. Namun dia ragu untuk masuk ke dalam kamar Andra, dia ingat tatapan Andra yang sangat sinis jika bertemu dengannya, apa yang akan dilakukannya jika di dalam nanti?, pikir Ayatha. Namun mau tidak mau dia harus mengetuk pintu itu.
" Siapa?" suara dari dalam
" Saya tuan, saya membawakan baju, " kata Ayatha menjawab
" Masuklah. " kata Andra
Ayatha dengan hati-hati membuka kamar Andra, jantungnya sudah berdegup kencang, namun saat melihat kamar hotel itu kosong Ayatha sedikit bernafas lega.
" Letakkan saja di atas ranjang, " kata Andra yang keluar dari kamar mandi dengan jas mandinya, Ayatha yang terkejut segera cepat-cepat menaruhkan baju andra dan segera berbalik kebelakang dengan gugupnya, tentu itu membuat Andra langsung kaget melihat tingkah laku Ayatha, kenapa dia? Pikir Andra.
" Kakak! " kata Wayren tiba-tiba membuka pintu kamar Andra dan segera masuk, Wayren langsung bingung kenapa Ayatha membelakangi kakaknya yang menatapnya dengan bingung, Ayatha yang kaget melihat kedatangan Wayren segera memberi hormat dan pamit.
" Permisi, Tuan Wayren, " kata Ayatha buru-buru keluar dan meninggalkan Wayren dan Andra yang binggung.
" Kenapa dia? " tanya Aayren pada kakaknya.
" Entahlah, aku hanya keluar dan dia langsung berbalik, " kata Andra
Wayren tersenyum lebar, dia ingat dengan kelakuan Ayatha saat dia menjahilinya di kolam renang, ini alasannya kenapa dia sangat menyukai gadis itu.
" Kakak.. Aku pinjam pelayan mu malam ini, " kata Wayren dengan senyum sangat lebar bahkan sangat bersemangat, dia langsung keluar dari kamar kakaknya tanpa menunggu jawaban dari Andra, Andra hanya berdiri tambah kebingungan melihat kelakuan adiknya, ada apa dengan dua orang itu? Pikirnya.
__ADS_1
Dia segera mengambil baju yang tadi di antar Ayatha, tiba- tiba wajahnya menjadi kembali dingin, apa yang akan dilakukan adiknya pada Ayatha? Pikir Andra.