Meadow

Meadow
Merasa bersalah


__ADS_3

Ayatha menemani Nanny di ruang makan untuk makan siang, tidak ada yang datang, hanya Nanny yang makan sendirian disana.


 


 


" Hah, ini sangat membosankan, makan sendiri di sini, di sini dan di Kanada tidak ada bedanya, " kata Nanny menghembuskan napas berat


 


 


" Aku ada di sini jika Nyonya Besar membutuhkan teman, " kata Ayatha


 


 


Namun tak berapa lama, Wayren datang ke ruang makan lalu duduk di dekat neneknya, Nyonya Besar kaget melihat kedatangan Wayren, bukannya tadi dia sekolah ?


 


 


" Bukannya seharusnya kau masih di sekolah ?" Tanya Nanny


 


 


" Aku sedang tidak mood sekolah, " kata Wayren menatap Ayatha namun dia langsung membuang wajahnya, dia gugup, dia merasa bersalah, apa yang akan di katakana Ayatha jika dia tahu, pagi ini dia mencium risa.


 


 


Melihat kelakuan Wayren, Ayatha jadi mengerutkan dahi, mungkin ini yang dia bicarakan tadi pagi, dia akan sedikit menjauhi Ayatha.


 


 


" Ah aku sudah tahu, kau tidak mungkin serajin itu, " kata Nanny mengejeknya, namun tidak bisanya, Wayren hanya diam, dia benar-benar merasa bersalah pada Ayatha.


 


 


Setelah itu semua, Wayren lebih banyak mengurung diri.


 


 


Jam menunjukan pukul 17.45, Ayatha masih menunggu di tempatnya berdiri, hari ini dia berdiri di depan kamar Nanny, tidak jauh dari kamar Andra, Wayren tidak menganggunya hari ini, rumah benar-benar terasa sepi jika begini.


 

__ADS_1


 


" Selamat sore Tuan Muda Andra, " terdengar suara dari depan memberitahukan kehadiran Andra, Ayatha dengan cepat memperbaiki caranya berdiri. Tak lama dia bisa melihat Andra berjalan ke arah kamarnya. Dia masih setampan tadi pagi, Ayatha tersenyum.


 


 


Andra berjalan kearah kamarnya, saat dia melihat Ayatha sedang berdiri di depan kamar neneknya, entah kenapa dia senang melihat Ayatha di sana, dia ingin menyapanya, namun segera diurungkannya. jika dia lakukan mungkin akan ada masalah, jadi dia langsung masuk ke kamarnya saja.


 


 


Suasana malam hening, di meja makan hanya ada Nyonya besar dan Andra, ternyata Tuan Ray sudah pergi keluar negeri untuk mengurus pekerjaan yang lain, sedangkan Nyonya Renata menyusulnya tadi sore, Wayren sampai jam makan malam tidak menunjukkan batang hidungnya.


 


 


" Bagaimana hari pertamamu?" kata Nanny


 


 


" Baik, tidak terlalu buruk, Ayah lumayan pintar mencari orang kepercayaan, hingga perusahan tidak terlalu dalam masalah, " kata Andra


 


 


 


 


" Entahlah Nanny, aku juga tidak melihatnya saat aku pulang, " kata Andra melihat kesekitar


 


 


" Ayatha, bisa kah kau melihat Wayren, aku sedikit khawatir melihat anak itu, tadi dia pulang cepat dari sekolah dan tampak murung, " kata Nanny menyuruh Ayatha, Andra mengerutkan dahi, kenapa Wayren murung? Dia jarang sekali begitu?


 


 


" Baiklah Nyonya Besar, " kata Ayatha bergegas ke arah kamar Wayren


 


 


Ayatha mencoba mengetuk pintu kamar Wayren


 

__ADS_1


 


" Siapa? " suara Wayren dari dalam


 


 


" Saya Ayatha Tuan, Nyonya besar mengajak anda makan malam, " kata Ayatha


 


 


" Aku sudah menyuruh bibi moi untuk mengantar makananku ke kamar , kau boleh pergi sekarang, " kata Wayren


 


 


" Baiklah Tuan, " kata Ayatha sambil mengerutkan dahi, tumben sekali Wayren bertingkah seperti itu.


 


 


Saat ingin beranjak dari sana, Andra ternyata sendang menuju ke sana.


 


 


" Ada apa? " kata Andra pada Ayatha


 


 


" Tuan Wayren tidak ikut makan, makanannya sudah di antar Bibi Moi ke kamar Tuan, " kata Ayatha


 


 


Andra mengerutkan dahi, kenapa dengan Wayren, tapi dia tahu adiknya sekarang pasti tidak bisa diganggu.


 


 


" Baiklah, ayo kembali ke ruang makan ," kata Andra tersenyum, membuat jantung Ayatha berdegup kencang.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2