Meadow

Meadow
Hari-Hari yang indah


__ADS_3

Andra bekerja dengan sangat baik, dia sangat pintar mengurus perusahaan itu, bersunguh-sunguh dalam melakukan pekerjaan. Maxi sangat senang dengan kinerja Andra, dia tidak salah memilih Andra mengurus seluruh oprasional perusahaan itu.


Andra baru selesai rapat hari ini, dia segera melangkah menuju kantornya, dia sedikit


pusing, karena beberapa hari ini dia tidak tidur dengan baik, karena dia punya banyak sekali pekerjaan, dia ingat hanya tidur 3 jam tadi malam.


Dia membuka pintu ruangannya... lalu tersenyum melihat siapa yang ada disina.


" Kapan Nona Ayatha datang? " katanya melihat Ayatha sudah duduk di kursinya


" Baru saja tadi, " kata Ayatha tersenyum indah, dia berjalan menuju Andra, tersenyum sangat manis.


Andra meletakkan kepalanya di bahu Ayatha, Ayatha mengusap kepalanya.


" Kau bergadang lagi ya? " kata Ayatha


Andra menaikkan kepalanya, tersenyum manis


" Akhir-akhir ini banyak sekali pekerjaan, jadi tidak bisa tidur tenang, " kata Andra, dia menuju ke mejanya


" Pantas akhir-akhir ini jika aku menghubungimu selalu sulit, " kata Ayatha yang sedikit cemberut.


" Maafkan aku, " kata Andra


" Sudah makan siang? "


" Belum, sedikit tidak berselera "


" Kenapa? harus tetap makan walaupun sibuk"


" Baiklah, ayo makan siang bersama "


" Baik"


Andra segera berjalan, dia mengandeng tangan Ayatha, Ayatha jadi sedikit malu.


" Kita sedang ada di kantor, " kata Ayatha


" Kenapa? Biar saja... biar mereka tahu aku sudah jadi milikmu," kata Andra lalu keluar menuju mobil mereka. Di sepanjang perjalanan, banyak karyawan yang sedikit kaget dan memperhatikan mereka. diantara mereka banyak karyawan wanita.


" Apa ada yang mencoba mengodamu? " kata Ayatha


" Ada tidaknya, aku kan tidak peduli, sekarang aku yakin mereka tidak akan berani mengoda ku lagi, karena ada kau, " kata Andra, Ayatha tersenyum senang, dia jadi sumringah.


Mereka pergi ke sebuah cafe, di tempat itu terdapat tempat private yang seharusnya boleh di isi 6 orang, namun Andra membooking tempat itu untuknya danAyatha.


" Mengapa membooking 1 tempat sebesar ini? " kata Ayatha bingung


" Kita jarangbersama, jika bersama aku tidak ingin terganggu dengan orang lain, " kata Andra, Ayatha menatap Andra, itu artinya dia hanya ingin berdua dengannya.


Andra duduk di samping Ayatha, setelah memesan beberapa macam makanan, Andra menatap Ayatha.


" Ada apa? " kata Ayatha


" Tidak apa-apa, hanya senang melihatmu, " kata Andra


" Aku juga, " kata Ayatha seadanya


Andra menaruh kepalanya di pundak Ayatha lagi. Ayatha menatap Andra


" Kanapa? "kata Ayatha


" Hanya sedikit pusing karena kurang tidur, " kata Andra tetap dalam posisinya.


Andra itu tinggi, dan Ayatha adalah gadis yang mungil, tentu posisi Andra terlihat tidak


nyaman.. Ayatha mengeser sedikit bahunya, Andra tahu Ayatha tidak nyaman.


" Ada apa? "kata Andra


" Tidurlah di pangkuanku, begitu terlihat sangat tidak nyaman," kata Ayatha


Andra tersenyum, lalu dia mulai merebahkan kepalanya di pangkuan Ayatha, kursi mereka


merupakan sofa yang lumayan panjang, jadi Andra bisa berbaring.


Andra menatap wajah Ayatha dengan dalam, Ayatha juga menatapnya.


" Lain kali jangan sampai tidak tidur kalau bekerja, katanya ingin membantuku jika sudah menikah, begini saja sudah terlihat kau akan lebih sibuk bekerja dari pada bersamaku, " kata Ayatha sedikit mengerutu


Andra hanya melihatnya, membuat Ayatha gugup, pandangan Andra sangat mempesona, mata hitamnya sungguh bagus.


" Apakah sudah kesalnya? "kata Andra yang ternyata menunggu Ayatha menyelesaikan unek-uneknya


" Sudah, " kata Ayatha cemberut

__ADS_1


Andra sedikit bangkit, mencium bibir Ayatha sebentar, membuat Ayatha terdiam, di


ruangan ini kan ada CCTV nya.


" Kalau kau bertingkah begitu mengemaskan, bagaimana aku bisa tidur? " kata Andra menatap Ayatha sangat dekat. Ayatha sampai mematung, terperangkap dalam mata Andra yang mempesona.


" Baiklah, tidurlah, " kata Ayatha salah tingkah


" Iya, aku akan tidur, " kata Andra,


dia kembali merebahkan kepalanya lagi di kaki Ayatha.


Andra sudah menutup matanya, tak lama langsung tertidur, Ayatha menatap wajahnya yang halus, rambutnya yang hitam, hidungnya yang mancung dan lancip, Ayatha sedikit


penasaran mengapa tuhan menciptakannya begitu sempurna, Ayatha sangat suka


melihat Andra tertidur, wajahnya damai... dia sangat mencintai pria ini, bahkan


rela melakukan apapun untuknya.


Andra hanya tidur sebentar, hanya 15 menit, itu pun karena Ayatha tidak membangunkannya karena makan mereka sudah datang, namun sepertinya Andra memang orang yang punya jam biologis sendiri, dia bisa bangun jika merasa masih ada pekerjaan yang dia harus lakukan.


" Kenapa tidak membangunkanku? "kata Andra menatap Ayatha


" Kau tidur sangat nyenyak," kata Ayatha


" Maafkan aku sudah membuat mu menunggu, " kata Andra mengecup dahi Ayatha


" Tidak apa-apa, makanannya juga baru datang," kata Ayatha


" Ayo makan, " kata Andra tersenyum manis, lalu mereka dalam tenang


Ayatha menatap Andra, saat-saat manis seperti ini, walaupun hanya sebentar saja, hanya sebatas makan siang membuat hati Ayatha hangat.


Setelah selesai makan, Andra mengatarkan Ayatha kembali kerumah, dan dia akan kembali ke kantor.


" Tuan Andra, " kata Ayatha


menegur Andra yang sudah ingin pergi, Andra melihat Ayatha


" Ya? " kata Andra mendengar Ayatha


memanggilnya Tuan


" Baiklah, sana segera masuk, aku tidak bisa pergi kerja kalau kau terus menatapku seperti itu, " kata Andra


" Kalau begitu aku akan menatapmu seperti ini setiap kau ingin pergi kerja," kata Ayatha


tertawa kecil


" Kalau itu namanya curang, "kata Andra


juga tertawa


" Biar saja, aku kan ingin lebih lama bersamamu, " kata Ayatha


" Aku akan bersamamu, aku janji, " kata Andra


" Baiklah " kata Ayatha tersenyum


Andra menatap Ayatha, seakan tidak ingin berpisah, namun dia tetap harus pergi,


dengan berat hati melajukan mobilnya dan pergi.


____________________________________________


Andra baru selesai mengerjakan pekerajaannya hari itu, dia ingin makan siang dengan Ayatha.


" Pak Wang, aku akan pergi menemui Ayatha" kata Andra pada Pak Wang


" Baiklah Tuan, saya


akan menunggu di sini," kata Pak Wang lagi


" Baiklah," kata Andra meninggalkan Pak Wang, menuju ke basemen khusus,


menaiki mobilnya lalu segera keluar dari sana.


Sesampainya di tempat tujuan, Andra segera keluar, Ayatha sepertinya belum datang, dia


berjalan menuju tempat itu, namun dia terhenti. Melihat Wayren yang berdiri di


sana, melihat ke arahnya juga. Wayren di kelilingi pengawal yang biasanya mengikutinya dulu, sepertinya Wayren


sudah mengantikan posisinya di perusahan High.

__ADS_1


Wajah Andra melembut, tersenyum pada Wayren. Wayren lalu mendekatinya.


" Mari makan siang, " kata Andra


Wayren memerintahkan pengawalnya untuk pergi dengan gesturnya, melihat itu mereka


mengerti dan pergi.


" Baiklah, " kata Wayren.


Andra dan Wayren


duduk berdua, Andra baru selesai mengirimkan pesan pada Ayatha untuk menunda makan siang mereka, sebagai gantinya Andra akan menemani Ayatha makan malam.


" Bagaimana kabarmu? " kata Andra


terlihat lebih santai, Wayren bisa melihat itu, sepertinya dia bahagia setelah keluar dari keluarganya.


" Baik, " kata Wayren dengan wajah datarnya, Andra bisa melihat ketidak nyamanan Wayren .


" Baguslah, bagaimana kabar Ibu? " kata Andra lagi


" Cukup baikaku rasa, dia sehat, namun hanya boleh keluar jika ada izin ayah, ayah melarang


segala sesuatu tentang mu," kata Wayren lagi, tampak sedikit suram.


" Maafkan aku, tidak memberitahu kalian, " kata Andra merasa sedikit bersalah.


" Kita sudah tahu akan begini, lagi pula kau


berhak bahagia, " kata Wayren meminum tehnya


" Dan sekarang kau sudah mulai bekerja di sana? " kata Andra


" Ah, sebenarnya aku sama sekali tidak berminat, namun ayah memaksa, lihatlah, aku tidak bisa kemana-mana tanpa 4 orang itu disekelilingku, " kata Wayren mengeluh, sikap


wibawanya hancur.


Andra tetawa kecil melihat sifat asli Wayren keluar.


" Bagaimana denganmu? " kata Wayren


" Aku bekerja di Crown Empire


sebagai COO di sana," kata Andra


memakan sedikit makanannya yang sudah datang


Wayren terdiam, Crown Empire, itu kan milik Maxi, dan perusahaan itu adalah saingan utama perusahaannya.


" Bagaimana kau bisa bekerja di sana? " kata Wayren tidak percaya


" Maxi menawariku pekerjaan di sana," kata Andra


" Jadi sekarang sebenarnya kita saingan? " kata Wayren


" Ya bisa dikatakan begitu, " kata Andra tersenyum


" Wah, maxi hebat juga, dengan begini dia akan tahu kelemahan perusahaan kita," kata


Wayren lagi


" Tidak, dia bukan orang begitu, kami bersaing secara sehat dengan perusahan mu, " kata Andra


" Ah, masalah bisnis ini memusingkan," kata Wayren tampak malas


" Bekerja lah yang baik, kau harus meneruskan semua itu nantinya, " kata Andra menasehati adiknya.


" Kau tidak ingin kembali? Melihat Ibu?" kata Wayren


Andra terdiam, jika ibu...dia juga merindukannya...


" Tidak... aku tidak akan kembali," kata Andra


" Ibu sangat merindukanmu, setiap hari bertanya bagaimana kabarmu? " kata Wayren lagi


" Kirim salamku padanya," kata


Andra menatap Wayren serius, Wayren tahu kalau kakaknya sudah memunculkan wajah


itu, tidak ada yang bisa merubahnya.


" Baiklah, aku rasa aku akan makan sekarang, sebelum 4 orang itu akan datang dan berkata waktu makan siangku habis, " kata Wayren


Andra tertawa,  lalu mengikuti adiknya makan.

__ADS_1


__ADS_2