
" Wayren! " Suara seorang wanita menyapa Wayren, Wayren melihat ke arah suara itu, Risa juga, Risa melihat seorang wanita, sangat cantik, tubuhnya langsing, tinggi semampai, rambut hitam lurusnya sepunggung, mengunakan gaun putih yang sangat cocok dengannya, kulitnya putih, wah... Kenapa wanita ini cantik sekali? Ternyata banyak juga wanita cantik di dunia ini, melihat wanita itu berjalan mendekatinya dan Wayren, Risa jadi minder.
Wayren menatap wanita itu, dia tidak ingat dengan wanita itu, memandangnya dengan
wajah penasaran.
" Kau lupa dengan ku? Ya ampun, aku Clara," kata Clara
" Clara, oh, yang dulu saat SMP bukan? " kata Wayren mengingat-ingat
" Benar, kau ini... Terlalu banyak wanita ya sampai lupa dengan ku? " Kata Clara lagi, Risa hanya mendengarkan, dia mundur sedikit menjauh dari Wayren yang berbicara dengan Clara, namun langsung di tahan oleh Wayren dari belakang, dia lalu mengenggam tangan Risa erat.
" Tidak juga,"kata Wayren seadanya
" Lihatlah kau masih sangat tampan, " kata Clara menatap Wayren dengan tatapan mengoda, Wayren hanya menarik sudut bibirnya sedikit membuat Clara
tersipu, tak lama Clara menyadari genggaman tangan Wayren pada Risa, mengamati Risa
dengan wajah bertekuk, lalu canggung menatap Wayren.
" Ehm...dia... " Kata Clara
" Oh, dia pacarku, Risa namanya, " kata Wayren, merangkul dan menarik Risa dalam pelukannya.
Clara tampak tak percaya, dia bahkan tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang melongo, melogo saja sangat kelihatan cantik.
" Tapi kau bilang, kau tidak akan pacaran dengan wanita yang tidak kau suka? Kau
bilang gitu kan padaku dulu, " kata Clara terkejut
" Iya, aku kan tidak menyukaimu, kalau aku pacaran, aku hanya ingin pacaran dengan
orang yang aku suka," kata Wayren, mendengar itu, kembali jantung Risa
rasanya ingin copot, berdegup begitu keras.
" Apa kau serius? " Kata Clara
tak percaya, dia bahkan jauh lebih cantik dari Risa.
" Tentu, dia pacarku, aku menyukainya, apa itu masalah bagimu? " Kata Wayren.
Clara tak habis pikir, dulu di sekeliling Wayren begitu banyak wanita cantik, berlomba
untuk mendapatkan hatinya, namun tidak satupun dari mereka mendapatkan status
pacar Wayren, mereka hanya dekat, saat Wayren bosan mereka akan ditinggalkan, tapi apa istimewanya gadis ini? Tak terlalu cantik, bahkan terlalu pendek untuk tubuh Wayren yang tinggi, namun Wayren sangat bangga memamerkannya sebagai pacarnya. Clara iri sekali.
" Nona Risa, tempat anda sudah siap, " kata pelayan
" Baiklah, senang bertemu denganmu lagi, kami pergi dulu, " kata Wayren cuek meninggalkan Clara yang bengong.
Wayren dan Risa duduk di meja yang sudah di persiapkan untuk mereka, setelah memesan makanan, Risa hanya memandangi wajah Wayren.
__ADS_1
Yap, Wayren sangat tampan, punya kharismanya sendiri, berbeda dengan Andra yang pendiam dan tenang, wajah Wayren lebih sedikit terlihat nakal, wajahnya halus, bibirnya merah dan seksi, hidungnya mancung dan lancip, yah matanya tak usah di ragukan lagi indahnya, bahkan sama dengan milik Andra. Bentuk tubuhnya juga tinggi dan
tegap, Andra dan Wayren punya pesonanya masing-masing.
" Kenapa menatapku begitu? " Kata Wayren
memperhatikan tingkah Risa.
" Siapa dia? " Kata Risa penasaran
" Seorang wanita saat aku SMP," kata Wayren tenang
" Berapa banyak wanitamu dulu? " Kata Risa
" Maksudmu? " Kata Wayren lagi
" Yah, berapa banyak pacarmu dulu, sepertinya banyak, " kata Risa
" Pacar? Kau yang pertama," kata Wayren menatap Risa
" Ha? Masa? Aku pacar pertamamu, " kata Risa
" Iya, maunya sih Ayatha tapi mendapatkanmu juga tidak buruk, " kata Wayren bercanda
" Dasar... kalau kau bersama Ayatha aku juga ikhlas, " kata Risa, padahal hatinya sakit
mengatakannya
" Jadi dari dulu banyak wanita yang mengejarmu? " Kata Risa lagi
" Tentu lebih banyak Andra lagi, kau jangan khawatir, kan sudah aku bilang, aku
memilihmu, aku akan bersamamu, siapapun yang mendekatiku aku pasti menolak," kata
Wayren tersenyum menawan.
" Kalau Ayatha? " Kata Risa
" Kalau dia aku akan pikir-pikir lagi, " kata Wayren tertawa
" Tuh kan! " Kata Risa
cemberut karena cemburu.
Wayren tersenyum manis, lalu mencium dahi Risa, membuat Risa yang tadinya ingin
ngambek jadi tidak bisa ngambek.
" Tenanglah, kau pacarku, aku menyukaimu, mulai sekarang duniaku hanya tentangmu, tidak usah khawatir tentang Ayatha, aku sekarang hanya menyukaimu, dengannya hanya sebatas sahabat yang ingin melindungi," kata Wayren lembut, membuat
hati Risa hangat dan nyaman.
" Baiklah kalau begitu," kata Risa senang, tak lama makanan mereka datang, mereka langsung memakan makanan mereka, Wayren sedekit kesal, Risa mengambil makanannya.
__ADS_1
" Kenapa kau ambil makananku? " kata Wayren
" Kau yang duluan ambil punya ku," kata Risa
" Aku kan ambil yang kecil, " kata Wayren
" Mana ada yang kecil, " kata Risa
melirik Wayren
" Dasar wanita aneh, " kata Wayren
" Biarin, yang penting sekarang aku pacarmu, pacarmu orang aneh, " kata Risa
Wayren tertawa mendengar kata-kata Risa.
" Iya kau benar juga, " kata Wayren mengacak-acak rambut Risa
" Jangan lakukan itu, nanti jadi jelek, " kata Risa lagi
" Memangnya kau cantik? " Kata Wayren
" Oh, iya, iya, aku tahu Clara yang tadi jauh lebih cantik dari aku," kata Risa ngambek lagi
Wayren menatap Risa serius, Risa jadi gugup di tatap oleh Wayren begitu dalam.
" Ada apa? " Kata Risa
" Jangan bertingkah seperti itu," kata Wayren serius
" Kenapa? " Kata Risa
" Kalau tidak aku tidak akan bisa menahan diri untuk menciummu, " kata Wayren lagi, membuat Risa tersipu dan terpaku.
Melihat wajah Risa yang seperti itu, sangat imut, membuat Wayren tambah gemas, dia lalu mencium bibir Risa, hanya sekejab, namun bisa membuat Risa menjadi kaku,
mematung.
" Makan lah, nanti dingin, " kata Wayren melanjutkan makannya, sekarang Risa
yang sudah tidak lapar di perlakukan seperti itu, rasanya laparnya hilang begitu saja.
Setelah makan, mereka berjalan-jalan... menikmati kencan mereka walau kadang ada sedikit pertengkaran ciri khas mereka, namun hari itu mereka habiskan berdua, Wayren
mengantar Risa pulang kerumah saat hari hampir malam, sebenarnya Wayren belum
mau berpisah, namun tetap harus berpisah. Wayren tidak masuk kerumah, melihat Risa
masuk kerumah baru dia pergi kembali. Hatinya sangat senang hari itu, tersenyum
sepanjang perjalanannya pulang.
Risa punbegitu, dia tersenyum riang... Kehidupan cintanya sangat manis.
__ADS_1