
Ayatha membuka matanya pagi itu, dia melihat Andra sudah tidak ada, dia melihat jam, sudah jam 6.00 pagi, biasanya jam segini Andra sedang berolahraga, Ayatha bangun lalu ke kamar mandi dan mencuci muka juga mengosok giginya, belum ingin mandi.
Dia keluar ke balkonnya, melihat ke arah halaman rumahnya, Andra sedang jogging, mengitari halaman rumahnya, Ayatha melihat suaminya dengan tersenyum,Andra begitu sungguh pemandangan yang sangat indah.
Andra melihat ke arah balkon, menemukan istrinya sedang melihat ke arahnya, dia menghentikan larinya, lalu melambaikan tangannya dia tersenyum sangat hangat, tubuhnya sudah bercucuran keringatan, wajahnya penuh dengan keringat, hal itu membuatnya Andra tambah menarik. Andra memutuskan untuk menyelesaikan joggingnya, lalu menuju kedalam rumah, Ayatha juga turun untuk menemui suaminya.
" Maaf aku bangun kesiangan,, "kata Ayatha yang mendekat kearah Andra
" Tidak apa-apa, bagaimana keadaanmu? " kata Andra
" Aku rasa aku sehat, "kata Ayatha.
" Baiklah, aku akan mandi dulu, setelah itu kita akan pergi kekantor sama-sama, " kata Andra
" Baiklah, aku akan menyiapkan sarapan dulu, " kata Ayatha
" Terima kasih. " katam Andra mencium dahi istrinya
Andra naik ke kamarnya, Ayatha masuk kedalam dapur, saat di dapur ternyata pelayan sudah menyiapkan semuanya.
" Nyonya kami sudah menyiapkan semuanya, " kata Pelayan itu
" Wah, terima kasih, aku memang bangun kesiangan, " kata Ayatha tersenyum.
" Sama-sama Nyonya, " kata para pelayan
Ayatha lalu memutuskan untuk naik keatas, masuk kedalam kamarnya dan menyiapkan pakaian untuk Andra dan dirinya, tak lama Andra keluar dari kamar mandi, Ayatha lalu masuk dan membesihkan diri.
Setelah dia selesai mandi, Ayatha segera bersiap-siap, dia sedikit memakai make up agar tidak terlalu pucat, dia menata rambutnya sedikit, mengenakan gaun berwarna hijau tua dengan potongan simple dan kerah v yang terlihat manis di tubuhnya, Andra memperhatikan istrinya lalu bergabung dengan istrinya meliahat kearah cermin.
" Lihatlah, bagaimana aku bisa meninggalkan wanita secantik ini demi wanita lain," kata Andra tersenyum, melihat pantulan bayangan Ayatha di cermin, Ayatha tersenyum tersipu, masih saja malu dengan godaan suaminya.
__ADS_1
" Selalu saja mengoda ya, " kata Ayatha
" Aku tidak mengoda, itu semua benar, " kata Andra lagi.
" Ayo kita sarapan, para pelayan sudah membuatnya tadi, " kata Ayatha
" Baiklah, mau kah Anda berjalan dengan hamba? " kata Andra menjulurkan tangannya.
" Dasar, kau ini " kata Ayatha mengapai tangan Andra, lalu mereka turun bersama, sarapan hari ini terasa lebih hangat, para pelayan menjadi senang melihat Ayatha dan Andra kembali hangat.
Andra dan Ayatha sampai di kantornya, Andra segera turun, dia melihat Tresna sudah menunggunya, Ayatha juga melihat wanita itu sudah berdiri di pintu khusus yang biasanya Andra masuki, Andra mengenggam tangan Ayatha sebentar, baru dia keluar.
Begitu melihat Andra, Tresna langsung ingin menghampirinya, namun Andra langsung berputar dan membukakan pintu mobil untuk Ayatha, Ayatha keluar, Tresna hanya mematung melihat kelakuan Andra, Andra tersenyum manis pada Ayatha, Ayatha menatap kearah Tresna, Andra segera mengenggam tangan istrinya, menuntunnya untuk mendekat pada Tresna.
" Kakak," kata Tresna menyapa, namun belum bisa menutupi rasa terkejutnya
Andra hanya menaikkan sedikit sudut bibirnya.
" Dia…dia cemburu, " kata Tresna menatap Ayatha lekat-lekat, Ayatha mengerutkan dahinya.
" Kalau begitu, dia bukan Yosa yang aku kenal, maafkan aku, aku harus bekerja, " kata Andra menarik Ayatha agar masuk.
" Kakak! " teriak Tresna
Andra berhenti, dia lalu melihat kearah Tresna, menatapnya dengan heran, dia mau apa lagi? Pikirnya
" Kau ingin apa lagi? "kata Andra dingin
" Kenapa kau begitu kejam, kau tahu kan Yyosa sangat mencintaimu? " kata Tresna, Ayatha memperhatikan Tresna, menatapnya nanar.
" Maaf, tapi aku tidak mencintainya, aku sangat mencintai istriku, mulai sekarang, kalau memang di dirimu itu adalah Yosa, katakan untuk melepaskanku, lagi pula bukannya Yosa sendiri yang mengatakan untuk menjaga Ayatha, itu permintaan terakhirnya, aku sudah melakukannya, akan ku jaga dia dengan seluruh hidupku, seharusnya dia senang kami bersama" kata Andra dingin, terlihat emosi di matanya.
__ADS_1
" Mana mungkin, setiap malam dia merindukanmu, setiap malam aku memimpikanmu, " kata Tresna lagi, matanya merah menahan tangis.
" Kalau begitu dia bukan Yosa, dan aku juga curiga denganmu, Siapa yang mengirimkan semua foto itu pada istriku? siapa yang mengizinkanmu membuat istriku menangis?! " kata Andra lagi, kali ini suaranya meninggi, membuat suaranya terasa memenuhi basement itu, para pegawai di sana yang melihat jadi mematung, Pak Wang memerintahkan mereka pergi, Andra yang dingin itu jika marah memang terlihat menakutkan.
" Foto apa? " kata Tresna, dia memegang dada kirinya, sedikit meringis kesakitan, Ayatha melihat itu sedikit takut, takut Tresna akan pingsan. Namun Andra tak mengizinkan Ayatha untuk mendekati Tresna.
" Foto kita saat kemarin aku menolongmu, kenapa kau mengirimnya kepada istriku? " kata Andra meantap Tresna tajam
Tresna terdiam, tangannya mengepal tanda dia menahan emosinya, dia menatap Ayatha lekat-lekat, seakan tidak rela wanita yang seperti ini menjadi istri Andra.
" Aku mengirimnya karena aku ingin memiliki mu, " kata Tresna
Andra tersenyum sedikit sinis, membuat Tresna tambah terintimidasi
" Sudah berapa lama kau mengikuti kami? " kata Andra lagi
" Cukup lama, aku benci melihatmu bersamanya, aku benci melihat kalian hidup begitu bahagia sedangkan aku harus menderita menahan semua rasa sakit jika aku melihat kalian, kau tidak tahu bagaimana sakitnya," kata Tresna menangis.
" Tapi tindakanmu juga tidak benar, " kata Andra.
" Aku tahu, aku hanya tidak bisa mengendalikan diriku, aku ingin memilikimu, mengodamu agar kau ingin bersama ku, tapi belum apa-apa kau sudah menolakku mentah-mentah, " kata Tresna lagi
" Kalau begitu semua usahamu akan sia-sia, Pak Wang, mulai detik ini jika ada seseorang yang menemuiku, orang pertama yang harus di beritahu adalah Nyonya, jika aku ingin menemui siapapun, Anda juga harus memberitahukan semuanya pada Nyonya, " kata Andra merintahkan pada Pak Wang
" Baik Tuan, " kata Pak Wang patuh.
Tresna tidak percaya, sebegitu cintanya kah Andra dengan wanita ini?, hingga dia melakukan hal seperti ini. Dia sama sekali tidak di anggap. Air mata mengalir begitu saja dari mata Tresna yang indah.
Ayatha melepaskan genggaman Andra, dia mendekati Tresna, Andra tidak melarangnya, hanya memperhatikannya.
Ayatha bediri tepat di depan Tresna, Tresna menatapnya dengan emosi, wanita ini pasti ingin memarahinya karena sudah menganggu suaminya. Ayatha menatap Tresna dalam-dalam.
__ADS_1
" Ayo bicara, " kata Ayatha dengan lembut, Tresna terdiam, dia pikir Ayatha akan menamparnya, memukulnya, paling tidak memakinya karena sudah merusak hubungannya dengan suaminya, tapi wanita ini dengan suaranya yang lembut, dan caranya yang elegan malah mengajaknya bicara.