Meadow

Meadow
Ayo kita ketaman bermain


__ADS_3

Setelah selesai bersiap-siap, Ayatha segera menemui Andra, dia melihat Andra yang sedang bersandar di mobilnya. Andra yang melihat Ayatha datang langsung tersenyum manis.


" Ayo masuk, " kata Andra membukakan pintu


Ayatha terdiam, saat ini mereka sedang di rumah, dan Andra membukakan pintu untuknya. Hati Ayatha terasa sangat berbunga-bunga sekarang.


Dengan segera dia langsung masuk, Andra menutup pintunya, dan segera menuju ke tempat supir lalu mengendarai mobilnya.


Saat sampai di rumah sakit, Ayatha dengan perlahan membuka pintu kamar Momo, walaupun begitu Momo langsung melihat mereka.


" Kakak!" teriak Momo dengan suara seraknya, Ayatha langsung menghambur mendekati gadis kecil itu.


Dia memeluknya namun dengan hati-hati, dia tidak menyangka bisa memeluk gadis kecil ini lagi.


" Kakak sangat merindukanmu, " kata Ayatha lagi


" Aku juga, " kata Momo memeluk Ayatha erat.


" Jangan membuat kakak cemas lagi ya, " kata Ayatha sambil mencubit kecil hidung Momo, Momo hanya tertawa lepas, dia benar-benar gembira.


Lalu pandangan Momo beralih pada Andra yang ada di belakang Ayatha.


" Kakak pasti Kak Andra kan?" kata Momo riang, tidak tampak bahwa dia baru saja melewati masa kritis.


" Oh, iya, aku Andra" kata andra mendekat pada Momo


" Kak, bawa aku ke taman bermain sekarang, " kata Momo tiba-tiba menarik lengan baju Andra. Andra terkejut dengan permintaan Momo, dia melihat ke arah Ayatha yang juga melihat ke arah Andra.


" Kita akan pergi ke sana, tapi besok yah, hari ini Nomo istirahat dulu saja ya, " kata Andra lembut menjelaskan.


" Tidak mau, aku mau sekarang, aku sudah beristirahat sangat lama, aku tidak ingin beristirahat lagi, " kata amomo merengek pada Andra.


" Momo tidak boleh begitu, amomo kan masih sakit, " kata Ayatha mencoba menenangkan Momo


" Aku sudah sehat, aku tidak sakit lagi, aku tidak mau tidur... kalau aku tidur aku takut akan lama bangun lagi, " kata mlMomo tetap menarik tangan Andra, Andra hanya tersenyum.


" Kakak janji, pasti membawa Momo ke sana, tapi hari sudah malam, tidak baik buat Momo, " kata Andra menjelaskan


Momo akhirnya melepaskan tangannya dari lengan baju Andra, tapi dari wajahnya dia masih cemberut.


" Maaf, Tuan andra, bisa kita bicara sebentar," kata Dokter yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan Momo.


" Baiklah, " kata Andra. Dia memandang Ayatha seperti meminta izin, dan Ayatha tau itu.


Andra langsung pergi menuju ruangan dokter. Dia mengetuk pintu ruangan dokter tersebut.


" Silahkan masuk dan duduk lah di sini Tuan Andra, ada yang saya harus bicarakan dengan Anda" kata dokter tersebut.


Andra langsung duduk di depan meja dokter tersebut.


" Ada apa dok?" tanya Andra penasaran.


" Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya kepada anda, Momo tidak punya orang tua, dan yang bertanggung jawab atas pengobatannya adalah anda, maka dari itu saya akan menjelaskan keadaan Momo pada anda, " kata Dokter tersebut, terlihat berat untuk menyapaikan sesuatu


" Baiklah, " kata Andra lagi

__ADS_1


" Awalnya kami mendiagnosa bahwa momo terkena meningitis, namun setelah mendapatkan hasil dari pemeriksaan lebih lanjut, kami baru menemukan, bahwa Momo memiliki kanker otak stadium 4, Momo saat ini siuman itu sebuah keajaiban, " kata dokter itu lagi


Andra terdiam, dengan tubuh mungilnya, ternyata Momo menyimpan penyakit yang begitu parah.


" Berapa lama dia akan hidup? " kata Andra serius menatap dokter itu, perasan Andra sekarang seperti dia menelan pil sangat pahit.


" Kita tidak bisa memprediksi umur seseorang, namun saya bisa mengatakan, bahwa setiap jam yang Momo lewati sangat berharga, " kata dokter tersebut


" Baiklah, saya mengerti, " kata Andra Suram, berdiri dan langsung keluar dari kamar dokter.


Dia bingung harus apa, jika dia menyampaikan hal ini pada Ayatha, Ayatha pasti sangat sedih, terngiang wajah Ayatha yang beberapa waktu lalu sangat bahagia mengetahui bahwa Momo siuman. Dan dia tidak mau menghapus wajah bahagia itu dengan berita ini.


Dia langsung menelepon seseorang.


" Asisten Wang, maaf menganggumu, tolong sewa tempat bermain paling dekat dengan rumah sakit liberty, dan tolong sediakan dokter dan peralatan lengkap di sekitarnya, aku mau semua selasai dalam 30 menit, " kata Andra serius


" Baik Tuan, " jawab Asisten Wang dengan tegas


Andra menutup panggilannya, lalu segera menyusuri lorong rumah sakit yang sepi itu, kembali ke kamar Momo.


Dia membuka pintu kamar Momo dengan perlahan, di lihatnya Ayatha masih saja membujuk Momo agar tidak cemberut, namun Momo tetap saja cemberut. Momo melihat sekilas ke arah Andra.


" Kita akan pergi ke taman bermain sekarang, " kata Andra mengelus kepala Momo dengan senyuman lembutnya, tulang pipi Momo menonjol, tangannya sangat lemah, bibirnya pucat. Namun senyum manis tersunging di bibirnya ketika mendengar kata-kata Andra.


Ayatha kaget dengan apa yang dikatakan Andra? Ke taman bermain? Selarut ini? Apa ada taman bermain yang masih buka? Dan bukannya Momo terlalu lemah? Pikir Ayatha sambil menatap Andra tidak percaya.


Andra hanya tersenyum padanya seakan mengatakan 'tidak apa-apa'.


" Hore!!! Aku akan naik biang lala dan komedi putar, " kata Momo kegirangan.


Setelah menyiapkan semuanya, akhirnya Momo bisa keluar dari rumah sakit dengan bantuan kursi roda. Andra mendorong kursi roda Momo, dia terus tersenyum melihat tingkah Momo yang sangat kegirangan sambil mengenggam tangan Ayatha.


Ayatha memaksakan senyumnya, masih penasaran namun tidak bisa bertanya pada Andra.


Mereka lalu pergi dengan mobil Andra, Andra yang mengemudikan mobilnya, disamping duduk Bibi panti asuhan, sedangkan Ayatha dan Momo ada di belakang.


Tak terlalu lama mereka sampai di taman bermain itu, taman bermain itu bersinar terang, seluruh wahananya menyala, lampu-lampu menghiasi taman bermain itu membuat suasana sangat gemerlap.


Mereka langsung turun, Momo sudah sangat tidak sabar untuk masuk ke dalam taman bermain, namun Ayatha merasa ada yang janggal, tidak mungkin taman bermain buka semalam ini?.


" Selamat Tuan Muda, semua yang ada perintahkan sudah saya lakukan, " kata Asisten Wang menemui Andra


"Oh, baguslah, terima kasih, " kata Andra.


Asisten Wang hanya mengangguk


" Ini ada apa Tuan?" kata Ayatha tidak tahan lagi menahan rasa penasarannya.


" Tidak ada apa-apa, pergilah, Momo sudah tidak sabar, kalau kau butuh sesuatu, aku ada di sini, " kata Andra tersenyum lembut, namun Ayatha merasa masih ada yang aneh.


" Baiklah, " kata Ayatha berjalan ke arah Momo


" Ayatha! " panggil Andra


" Iya?"

__ADS_1


" Tersenyumlah, Momo suka kau tersenyum"


" Iya, " kata Ayatha tersenyum pada Andra.


Dia lalu menghampiri Momo.


" Ayo kak... ayo... aku sudah tidak sabar, " kata Momo menarik-narik tangan Ayatha


" Baiklah, Momo mau naik yang mana?" kata Ayatha tersenyum lepas


" Aku mau naik yang itu, " kata Momo menunjuk ke arah komedi putar.


" Ok, kita ke sana ya, " kata Ayatha sambil mendorong kursi roda Momo.


Andra mengikuti mereka dari belakang, agak jauh, agar Ayatha dan Momo tidak melihat wajah suramnya.


Momo dan Ayatha akhirnya naik komedi putar, setelah itu Momo tidak terlalu banyak bermain, dia hanya ingin berkeliling, bercerita... betapa dia sangat senang melihat banyak lampu warna warni yang gemerlap.


Di sana hanya ada mereka saja, tidak ada orang lain membuat suasan semakin syahdu.


" Wah, biang lalanya sangat tinggi , " kata Momo saat mereka mendekati biang lala.


" Iya, apa Momo takut? " kata Ayatha.


Sebeneranya Ayatha yang takut karena dia dari kecil memang takut ketinggian.


" Tidak, ayo naik yang ini kak, " kata Momo


" Yang ini? " kata Ayatha dengan ragu


" Iya, ini pasti menyenangkan, " kata Momo lagi


Andra yang dari tadi mengikuti mereka melihat wajah ragu Ayatha. Dia segera mendekati Ayatha.


" Tidak apa-apa aku akan ikut, " kata Andra lagi membuat Ayatha kaget.


" Wah asik! Kak Andra juga ikut," kata Momo


" Baiklah, ayo naik, " kata Andra mengendong Momo dari kursi rodanya. Ayatha masih ragu, dia sangat takut ketinggian.


Andra yang melihat Ayatha masih ketakutan berhenti di depan wahana, menjulurkan tangannya.


" Ayo, tidak apa-apa, " kata Andra, melihat Andra yang menjulurkan tangannya, dan melihat Momo yang bersemangat, Ayatha memberanikan dirinya.


Dia menyambut tangan Andra. Andra tersenyum lalu mengandengan tangan Ayatha hingga mereka masuk ke dalam biang lala.


Ayatha duduk di samping Momo yang kegirangan, sedangkan Ayatha hanya bergetar, dia menutup matanya beberapa kali, dia sangat takut melihat kebawah.


Melihat itu Andra yang duduk di depan Ayatha mengeratkan pegangannya. Ayatha yang merasa tangannya di remas oleh Andra lalu membuka matanya. Di depannya Andra tersenyum lembut, menenangkan Ayatha sejenak.


Tempat mereka berhenti di puncak biang lala, memperlihatkan seluruh pemandangan kota itu, lampu-lampu kota membuat suasana menjadi indah. Momo sangat menikmatinya. Dia bersender di lengan Ayatha.


" Kakak, terima kasih sudah menemaniku, " kata Momo tersenyum dengan bibir pucatnya.


Dia menatap Andra, Andra hanya membalasnya dengan senyuman.

__ADS_1


__ADS_2