
Suasana rumah itu sekarang seperti mencekam, Bibi Moi juga mengatakan Tuan Ray sangat perfeksionis, dia tidak suka jika ada yang tidak sesuai dengan peraturannya, maka dari itu semua pelayan juga bekerja dengan baik, apa lagi saat Tuan Ray di rumah,dia selalu diikuti oleh 4 bodyguard. Dia benar-benar orang yang menakutkan pikir Ayatha.
Ayatha sedang berdiri di depan kamar Andra, dia benar-benar berdiri dengan tegak, takut tiba-tiba Tuan Ray lewat. Dan benar saja tidak berapa lama Tuan Ray lewat diikuti dengan asisten pribadinya di belakang dan Bibi Moi. Ayatha langsung memberi hormat.
Tidak berapa lama Tuan Ray berhenti sejenak.
" Siapa dia?" kata Tuan Ray yang tampak penasaran melihat Ayatha yang berdiri di depan kamar Andra.
" Namanya Ayatha, pelayan pribadi Nyonya Renata, sementara ini Nyonya Renata memerintahkan dia jadi pelayan pribadi Tuan Andra, Tuan, " kata Bibi Moi menjelaskan dengan sangat sopan
" Oh? Itu sangat aneh Renata ingin memiliki pelayan pribadi," kata Tuan Ray melirik Ayatha kemudian kembali berjalan.
Ayatha yang mendengar itu langsung sedikit ciut, suara Tuan Ray sangat berat dan beribawa, dia benar-benar bisa mengintimidasi siapapun dengan suara itu, apakah nanti Andra akan seperti ayahnya?, pikir Ayatha yang melihat kepergian Tuan Ray dengan tergesa-gesa.
Saat Ayatha masih melamun melihat kepergian Tuan Ray, tiba-tiba dating 5 orang pria dengan setelan serba hitam, 4 orang langsung berdiri di depan pintu kamar Andra, sedangkan seseorang lagi berdiri di sisi pintu disebelah Ayatha.
" Selamat pagi, " salam Ayatha
" Selamat pagi, " kata pria yang ada disebelahnya sambil sedikit tersenyum.
Setelah itu, pintu kamar Andra terbuka, dan Andra segera keluar, Ayatha sampai tertegun melihat penampilan Andra, rambutnya di tata sangat rapi, wajahnya tampak dingin namun sekarang tampak memunculkan aura berwibawanya, dia memakai setelan jas berwarna cream, dia kelihatan sangat dewasa, jauh dari umurnya, melihat Andra, dia sangat berbeda dari yang sering dilihatnya.
Wow, gen keluarga Tadder memang hebat, pikir Ayatha hampir tidak berkedip.
" Selamat pagi Tuan Muda Andra, " kata pria yang ada di samping Ayatha, membuat dia kembali dari lamunannya
" Selamat pagi Tuan Muda, " kata Ayatha setelah sadar, Andra hanya tersenyum pada Ayatha sambil memegang ujung jas yang ada di pergelangan tangannya.
" Selamat pagi Asisten Han, apa jadwalku hari ini? " kata Andra dengan suara beratnya menamabah wibawa nya, saat ini Ayatha benar-benar merasa Andra sangat berbeda, dia terlihat sangat jauh darinya. Kenapa perasaanya jadi tidak enak.
__ADS_1
" Hari ini Tuan Ray akan memperkenalkan anda di rapat para pemegang saham di perusahaan utama kita, " kata Asisten Han mengikuti Andra yang mulai berjalan.
Para bodyguardnya pun mengikutinya. Andra sama sekali tidak memperhatikan Ayatha yang berdiri di sana.
Ayatha hanya menatap Andra, Andra terasa jauh, ah… apa yang dipikirkannya, Andra adalah pewaris utama keluarga terkaya di sini, dan dia hanya pelayan untuk apa Andra memperhatikannya.
" Hei, kau sedang apa? " kata Wayren yang berjalan menuju ke arah Ayatha, seperti dia sudah bersiap untuk sekolah.
" Oh, selamat pagi Tuan Muda Wayren, " kata Ayatha memberi hormat
Wayren tersenyum manis, lalu berhenti di depannya.
" Aku harus sekolah sekarang"
" Aku tidak bisa terlalu sering berbicara padamu, akan jadi masalah jika ayah tau apa yang aku lakukan, jadi mengertilah kalau aku akan sedikit menjauhimu, " kata Wayren lembut
" Baik Tuan. " kata Ayatha menatap Wayren
" Baiklah aku pergi dulu, " kata Wayren meninggalkan Ayatha, namun baru beberapa langkah,
" Wayren…. Kau mau ke mana? " kata Nanny sedikit berteriak, menghentikan Wayren
" Dia ingin pergi ke sekolah, " kata Nyonya Renata yang menemani Nanny
" Wah, benarkah? Apa akan terjadi gempa disini sehingga Wayren bisa serajin itu? " kata Nanny dengan wajah tidak percaya, Nyonya Renata hanya tersenyum menanggapi gurauan mertuanya.
__ADS_1
" Kalian terlalu membesar-besarkan masalah yang tidak penting, " kata Wayren tampak kesal, lalu segera pergi setelah tersenyum pada Ayatha lagi
Nanny dan Nyonya Renata berjalan mendekati Ayatha. Ayatha langsung memberikan salamnya
" Siapa Nona Muda ini? " kata Nanny sambil melihat Ayatha
" Dia Ayatha bu, dia pelayan pribadi Andra, " kata Nyonya Renata menjelaskan
" Dia masih sangat Muda, " kata Nanny tersenyum dan memegang lengan Ayatha dengan lembut. Ayatha hanya tersenyum sungkan
" Iya, " kata Nyonya Renata senang, dia tahu bahwa Nanny menyukai Ayatha
" Bisakah dia menjadi pelayan pribadiku selama disini, aku tidak mau merepotkanmu, kau sudah sangat sibuk dengan segala urusan keluarga ini, biar dia saja yang menemaniku, " kata Nanny pada Nyonya Renata,
" Baiklah, mulai sekarang Ayatha, kau harus terus bersama Nanny ya"
" Iya Nyonya " kata Ayatha sungkan
" Anak yang manis, " kata Nanny segera berjalan, Ayatha juga mengikuti mereka,
Setelah ngobrol beberapa saat, Nyonya Renata harus menyelesaikan beberapa pekerjaan, sehingga Ayatha yang menemani Nanny untuk minum teh di kebun belakang, Nanny sangat senang dengan teh buatan Ayatha.
" Teh ini sangat enak, dari mana kau tahu teh kesukaanku? " Tanya Nanny penasaran
" Tuan Muda Wayren yang memberitahukan saya teh kesukaan Nyonya besar " kata Ayatha tersenyum.
" Benarkah? Anak itu… " kata Nanny menyerumput sedikit teh nya, dia sepertinya sangat senang, Ayatha hanya tersenyum
__ADS_1