
Ayatha kembali duduk di cafe itu, menatap jendela, merasakan semilir angin di
wajahnya. Usianya belum genap 20 tahun...namun dia sudah pernah menikah dan
sebentar lagi dia akan menjadi janda, hidup benar-benar tidak dapat di tebak,
bukan?.
" Melamun sendiri itu tidak baik loh? " Kata seseorang mengacaukan
lamunannya.
Dia menatap sumber suara, Jeremy berdiri di sana dengan senyumannya
" Jeremy? " Kata Ayatha semangat
" Apa kabar gadis manis ? " Kata Jeremy duduk di depan Ayatha
" Baik aku rasa, " kata Ayatha
" Aku kaget bisa bertemu kau di sini, " kata Jeremy tersenyum manis, dia
menunjukkan gestur memanggil pelayan, pelayan datang.
" Tolong 1 kopi americano dingin, " kata Jeremy lagi
" Baik Tuan, " kata pelayan itu
" Sedang apa disini sendirian? " Kata Jeremy
" Tidak ada, hanya sarapan saja, " kata Ayatha tersenyum
" Dimana pacarmu yang tampan itu? Siapa namanya? Andra, " kata Jeremy lagi
Wajah Ayatha bersemu merah, pacar? Terasa lucu juga
" Aku tidak yakin kami pacaran, " kata Ayatha
" Benarkah? Kalau begitu aku masih punya kesempatan, " kata jeremi tertawa.
Ayatha ikut tertawa melihat candaan Jeremy.
" Ehem... Kesempatan apa? " Kata Andra tiba-tiba ada di samping Jeremy
membuat Jeremy dan Ayatha kaget. Bukannya Andra bilang dia tidak akan datang?
Andra
menatap Jeremy dengan tatapan dingin, membuat Jeremy sedikit tidak enak...
Tatapan Andra bisa membuat semua orang terintimidasi, dia duduk di samping Ayatha,
tangan Ayatha langsung di genggamnya diletakan di atas pahanya.
" Wah,kebetulan sekali, aku baru menanyakanmu pada Ayatha," kata Jeremy mencairkan
suasana.
" Benarkah? " Kata Andra menatap Ayatha, ada raut wajah cemburu di wajahnya,
Ayatha memangkap hal itu namun dia tidak tahu bahwa Andra cemburu.
" Yah, seperti itu lah, " kata Jeremy tersenyum
" Jadi, sedang apa kau di sini Dok? Atau kalian punya janji bertemu berdua
disini?" Kata Andra lebih seperti mengintrogasi dari pada bertanya.
" Ah tidak... Aku sedang off, ingin bersantai namun tidak sengaja melihat Ayatha,
" kata Jeremy meminum minumannya yang sudah datang.
__ADS_1
" Oh... Kami harus segera pergi, maaf jika meninggalkanmu sendiri, " kata Andra
berdiri, karena tangan Ayatha masih di genggam, Ayatha mau tak mau ikut
berdiri.
" Oh baik lah itu tidak masalah, " kata Jeremy tersenyum
" Kami jalan dulu ya, " kata Ayatha tersenyum, Andra melihat itu dan ada raut
wajah tak suka, Andra segera menarik Ayatha.
Andra membawa Ayatha sampai ke parkiran mobilnya, membuka pintu untuk Ayatha, Ayatha
mengikuti maunya Andra, sepertinya moodnya hari ini tidak baik, pikir Ayatha.
Andra masuk kedalam mobilnya, dia menutup pintunya agak keras. Terdiam sebentar, lalu
memandang Ayatha, Ayatha bingung dengan kelakuan Andra.
" Kau tahu seberapa mudahnya kau bisa mengoda seseorang? " Kata Andra menatap Ayatha
serius namun terkesan lembut
" Maksud mu? " Kata Ayatha bingung
" Ah... Susah ya punya pacar yang disukai banyak pria? " Kata Andra mendumel
sendiri
Ayatha mengangkat 1 alisnya? Pacar? Memangnya mereka pacaran?
" Ehm? Memangnya kita pacaran? " Kata Ayatha menatap Andra
Mendengar itu Andra langsung menatap Ayatha, benar juga...mereka belum memiliki status
apapun.
hanya diam, namun wajahnya sedikit kaget.
" Atau kau masih mau berkeras agar aku menjauh dari mu, " kata Andra sambil
mendekat dengan Ayatha.
Ayatha yang melihat tingkah Andra mundur ke belakang hingga dia terhalang pintu, namun Andra
terus maju.
" Tidak, " kata Ayatha sedikit ketakutan
" Bagus, jangan pernah menolakku lagi ya? " kata Andra tersenyum
" Iya, " kata Ayatha tersipu karna Andra sekarang sangat dekat dengannya.
Wajah Andra semakin mendekat, Ayatha bahkan bisa mendengar suara nafas Andra, dan tanpa
menunggu lama, Andra mencium Ayatha. Ciuman Andra kali ini sangat lembut,
membuat Ayatha bisa menikmatinya hingga dia menutup matanya.
Andra melepaskan bibirnya, menatap wajah Ayatha yang bersemu merah, Ayatha membuka
matanya, dia sebenarnya sangat malu di pandang seperti itu oleh Andra, Andra
hanya tersenyum manis.
" Akan aku antarkan kau pulang, " kata Andra tersenyum
" Baiklah, Mungkin besok aku akan keluar dari hotel, " kata Ayatha
" Kau akan tinggal dimana? Pilihlah satu rumah, aku akan membelikannya, " Kata Andra
__ADS_1
hendak bersiap melajukan mobilnya.
" Tidak perlu, aku akan kembali ke rumah di white piony, " kata Ayatha memasang
seatbeltnya.
Andra terhenti, bukan kah itu rumah Maxi?
" Kenapa kau kembali kesana? Bukannya kalian akan bercerai? " Kata Andra
sedikit kesal
" Iya, kami akan bercerai, dia sedang mengurusnya, Maxi memberikan rumah itu padaku,
dia bilang itu sebenarnya hadiah pernikahan, sekarang jadi hadiah kakak ke
adiknya, aku di larang menolaknya " jelas Ayatha
" Jangan tinggal disana, akan ku belikan rumah yang lain, " kata Andra
" Ehm... Aku rasa aku tidak perlu terlalu banyak rumah, " kata Ayatha
" Kau menerima pemberiannya, tapi menolak pemberianku? " Kata Andra kesal dengan
sikap Ayatha
" Bukan begitu, itu hanya rumah, nanti jika kita menikah baru belikan aku 1 rumah yang
lain, jangan marah ya, " kata Ayatha dengan senyum manisnya, mendengar
kata menikah hati Andra jadi senang... Ayatha ingin menikah dengannya?.
" Tentu, aku tak akan bisa marah padamu, dan skill mengodamu memang hebat, "
kata Andra mencium dahi Ayatha. Ayatha hanya tersenyum.
" Baiklah aku tidak bisa bekerja kalau seperti ini terus, " kata Andra
" Iya, " kata Ayatha
" Ehm... Ayahku sudah pulang, maaf kalau aku jarang menghubungimu nanti, jaga
diri ya, " kata Andra tersenyum
" Baik lah, terima kasih, " kata Ayatha, Ayatha senang sekali, Andra sangat
perhatian.
" Tak perlu terimakasih, aku kan calon suamimu, " goda Andra
Ayatha hanya tertawa kecil.
" Ayatha, percaya yah... Aku akan memperjuangkan hubungan ini, aku akan bicarakan
tentang ini secepatnya pada ayah, dan aku akan membatalkan pertunanganku,
" kata Andra serius
Ayatha terdiam... Kenapa hatinya sekarang merasa takut? Apa yang sudah di
perbuatnya... Akankah ini berdampak buruk nantinya?.
Andra menatap Ayatha yang terlihat ragu, dia tahu Ayatha takut.. di genggamnya jari
jemari Ayatha... Ayatha yang di perlakukan seperti itu menatap pada Ayatha.
" Jangan takut, aku disini, aku akan selalu bersamamu, " kata Andra
Ayatha jadi sedikit tenang, namun rasa takut itu tak pernah hilang, bahkan ketika Ayatha
sudah sendiri di kamar hotelnya. Apa yang akan terjadi pada Andra nantinya?...
__ADS_1