
Keesokan harinya, Andra dan Ayatha akhirnya pergi ke desa, hanya mereka berdua,
sebenarnya Ayatha ingin mengajak Raphael untuk bersama pergi ke desa, namun Nyonya Renata meminta untuk jangan membawanya, alasannya adalah dia tidak tahan berpisah
dengan Raphael dan juga memberikan waktu untuk Andra dan Ayatha berdua. Walaupun sedikit tidak setuju, akhirnya Ayatha mengalah.
Di jalan, Andra menelepon seseorang.
" Hallo, Pak Wang, tolong kirimkan para penjaga ke rumah, perintahkan mereka untuk menjaga Raphael, jika dia keluar, tolong di ikuti, tidak perlu terlalu dekat, cukup di
jaga kemanapun dia pergi" kata Andra
" Baik Tuan " kata Pak Wang
" Terima kasih Pak Wang" kata Andra
Andra mematikan sambungan teleponnya, menatap kearah Ayatha. Ayatha yang dari tadi
kelihatan sedikit cemas, hanya membalasnya dengan senyuman.
" Jangan cemas, kita hanya pergi 2 hari, " kata Andra mengelus kepala istrinya
" Yah, baiklah, aku tidak khawatir, " kata Ayatha
" Perjalanan ke sana itu lama, kau bias tidur, nanti jika sudah sampai akan aku bangunkan, "kata Andra
" Baiklah, " kata Ayatha, menyandarkan dirinya, namun belum bisa memejamkan matanya, melihat beberapa pepohonan yang mereka lewati, sudah 6 tahun bahkan jalan ke sana saja dia sudah tidak ingat.
" Kau sering pergi ke pusara Yosa?"kata Ayatha memecah kesunyian.
" Tidak juga, selama 6 tahun ini aku baru datang kesana 2 kali, " kata Andra lagi
" Kenapa begitu? "
" Yah, lebih fokus untuk mencarimu, " kata Andra tersenyum
" Yosa pasti marah kalau tahu kita menikah, " kata Ayatha tersenyum
" Aku rasa dia tidak akan marah, " kata Andra menatap Ayatha sekilas
" Kenapa? " kata Ayatha
" Selama bersamaku, dia selalu mengatakan bahwa aku cocok denganku, dulu aku pikir Yosa itu aneh, aku menyukainya, namun selalu mengatakan aku cocok dengan mu, lama kelamaan aku merasa Yosa mengatakan itu untuk menolak rasa sukaku padanya, makanya awalnya aku tidak menyukaimu, " kata Andra
" Benarkah dia mengatakan itu? "kata Ayatha
tidak percaya
" Iya, dia bahkan mengirimkan aku foto mu, kalau tahu aku akhirnya bersama mu, dari awal dia mengatakan itu, aku akan langsung menemuimu, " kata Andra tertawa kecil
Ayatha ikut tertawa, hidup memang susah di tebak, Andra awalnya bertemu Yosa,
menyukainya dengan sungguh-sungguh tapi Yosa malah memperkenalkan Andra pada Ayatha, dengan kematiannya lah yang membuat mereka akhirnya bersatu,sebuah
kehilangan dalam kehidupan membuat jalan untuk kehidupan yang lain.
Hening, mereka tidak lagi berbicara, Ayatha perlahan-lahan tertidur, beberapa hari ini
dia bangun cepat karena menyiapkan sarapan untuk suaminya, sekaligus seluruh
__ADS_1
keluarga. Andra memperhatikan istrinya, menepikan mobilnya lalu mengambil
selimut yang ada di jok belakang mobil, dengan penuh kasih sayang menyelimuti
istrinya.
Perjalanan cukup panjang, mereka sampai disana hari sudah mulai sore, Ayatha terbangun saat mereka mulai memasuki desa itu, sudah banyak sekali yang berubah, desa itu sudah bertambah ramai, bahkan jalannya sudah sangat bagus, desa itu bukan
terlihat seperti desa lagi, melainkan kota kecil yang asri.
" Wah, sudah ramai sekali, " kata Ayatha memperhatikan
" Sudah bangun? "kata Andra
" Yah, kau tidak lelah, menyetir begitu lama? " kata Ayatha
" Tidak, apa sudah lapar? Kita cari makanan di sini, " kata Andra
" Baiklah, sekalian cari beberapa bahan makanan, nanti malam aku akan memasak, " kata Ayatha tersenyum
" Ok, nanti kita akan cari, " kata Andra
Mereka menyisir desa itu, Ayatha terkagum-kagum, benar-benar banyak yang berubah, bahkan dia tidak mengenalinya lagi, setelah makan dan membeli beberapa kebutuhan, mereka langsung menuju ke rumah Ayatha.
Ayatha keluar, melihat rumah tua itu, rasanya aneh melihat rumah itu setelah 6 tahun,
di sekelilingnya sudah penuh dengan rumah, padahal dulu rumah disana sangat
jarang dan berjauhan. Sekarang sudah banyak rumah-rumah besar di sekitarnya.
" Ada apa? " kata Andra seterlah mengambil koper mereka dari bagasi mobil
" 6 tahun, pasti banyak yang berubah, ayo masuk, di sini udaranya lebih dingin, kau
hanya memakai pakaian begitu tipis, nanti sakit jika terlalu lama di luar, " kata Andra perhatian, Ayatha tersenyum
" Baiklah "
Ayatha memasuki halaman rumahnya yang cukup luas, tidak ada yang berubah di rumah itu, Maxi masih mengurus rumah itu dengan baik, dia membuka pintu rumahnya, benar-benar seperti apa yang di ingatnya, tidak berubah sama sekali, letaknya, prabotnya, keadaanya.
Andra mengikuti Ayatha yang masih menatap ke sekitar, Ayatha melihat frame foto
yang ada di sana, foto Ibu dan Ayahnya bersama dengannya, usianya masih 3 tahun, tersenyum dengan sangat bahagia, tanpa sadar Ayatha pun ikut tersenyum.
" Ayah dan ibu? " kata Andra yang baru pertama kali melihat ayah dan ibu Ayatha
" Iya " kata Ayatha tesenyum
" Kau lucu sekali saat kecil, aku harap anak perempuan kita nantinya selucu dirimu, " kata Andra
Ayatha melihat Andra, mendengar perkataanya, hati Ayatha menghangat bahagia.
" Kakak menjaga rumah ini dengan baik, " kata Andra kembali melihat kesekitar, dia menatap sebuah foto, di foto itu ada Ayatha, Yosa dan seorang pria, sepertinya Jeremy.
Andra menatap foto itu, dia sudah lama sekali tidak melihat Yosa, dia bahkan sudah
hampir lupa bagaimana wajahnya, melihat ini dia kembali teringat cinta pertamanya. Lalu dia tersenyum melihat Ayatha yang ada di samping Yosa, Ayatha masih sangat muda, mungkin masih berumur belasan tahun, namun senyumnya sudah terlihat sangat manis. Dia lalu memalingkan wajah menatap Ayatha, dia tersenyum sangat manis memperhatikan istrinya yang sedang menatap foto lain.
" Kenapa tersenyum sambil melihatku begitu, " kata Ayatha menatap suaminya
__ADS_1
Andra mendekat, lalu memeluk istrinya…
" Aku sangatmencintaimu, terima kasih sudah hadir di hidupku, terima kasih sudah mau
menjadi istriku, terima kasih sudah bersedia menjadi ibu untuk anak-anakku, " kata Andra
memeluk Ayatha erat, Ayatha kaget… Andra belum pernah begini sebelumnya, namun
dia hanya mengangguk, merasakan rasa cinta yang hangat di antara keduanya.
Andra melepaskan pelukannya, menatap Ayatha dengan sangat dalam…
" Ayatha, aku tidak tahu, di depannya akan ada apa, tapi asal kau dan Raphael bersama ku, aku akan jadi kuat menjaga kalian, sampai kapanpun, jadi jangan pernah pergi
dariku, kalian kekuatanku, " kata Andra sendu
Ayatha tersentuh,diamengangguk, memeluk kembali suaminya. Andra tersenyum, rasanya perasaan itu menumpuk di dadanya, kali ini bukan perasaan yang menyesakkan, melainkan perasaan kebahagiaan yang begitu banyak.
" Aku ingin siap-siap untuk memasak, sebentar lagi malam,"kata Ayatha
" Baiklah, aku akan membantu, " kata Andra
Ayatha mengambil beberapa bahan makanan yang mereka beli, lalu membawanya menuju
dapur, dapurnya pun masih terlihat sama. Dia lalu mencari barang-barang untuk memasak,
Ayatha tertawa, bahkan alat-alat makannya pun masih terawat. Rasanya seperti
terbang ke 9 tahun yang lalu saat dia masih SMA dan tinggal di rumah ini.
Ayatha mencuci beberapa sayuran, Andra datang, dia sudah menukar bajunya dengan kaos yang lebih santai, dia lalu berdiri di dekat Ayatha.
" Kemari, biar aku saja yang mencucinya, " kata Andra
" Kau bisa melakukannya?"kata Ayatha
" Tentu, walaupun sudah lama, aku tinggal di amerika sendiri, tanpa pelayan dan yang
lain membantuku, aku masih ahli kalau hanya mencuci sayuran,"kata Andra tertawa kecil
" Baiklah, ini, aku akan menyiapkan bumbu, " kata Ayatha
Andra mengambil alih mencuci sayuran-sayuran itu dengan serius, Ayatha mulai menyiapkan bumbu di dekatnya, Ayatha sesekali menatap Andra, Andra pun begitu,
tidak berbicara, namun saling tersenyum. Kehidupan begini memang terasa begitu
indah.
Andra menemani Ayatha selama memasak, menunggunya dengan sabar, sesekali membantunya. Saat makanan sudah hampir selesai, Andra pergi untuk mandi, Setelah semuanya selesai Ayatha ingin menghidangkannya…
" Sudah aku saja, masakan ini
masih panas, biar aku yang membawanya ke meja makan, mandilah, setelah kau
mandi, kita makan bersama," kata Andra tersenyum
" Baiklah, hati-hati itu panas, "kata Ayatha
" Iya, jangan khawatir,"kata Andra
__ADS_1