
Andra dan Ayatha
berhenti di depan penjaga itu, penjaga langsung keluar dari posnya.
" Selamat siang Tuan Andra, " kata penjaga itu memberi hormat, Ayatha kaget, bagaimana penjaga ini tahu Andra?.
" Selamat siang, aku ingin masuk, boleh kah? " kata Andra
" Tentu Tuan, " kata Penjaga itu dengan
sigap membukakan pintu
Ayatha hanya menatap dengan heran, setelah gerbang terbuka, Andra lalu masuk sambil menarik Ayatha.
Sekolah itu ramai, jauh lebih ramai dari saat Ayatha sekolah di sana, 9 tahun itu mengubah segalanya
ya,
" Bagaimana kau kenal dengan penjaga disini? " kata Ayatha
" Yah, aku kenal semua pegawai di sini, " kata Andra
Ayatha tambah heran, lalu tak lama seseorang pria mendekati mereka, tanpak
tergesa-gesa.
" Selamat pagi Tuan Andra, maaf tidak menyambut Anda, Anda tidak memberitahu terlebih dahulu, " kata Pria itu, Ayatha memandang pria itu, dia ingat bukannya itu Pak Hary, guru fisikanya dulu.
" Tidak apa-apa Pak, saya datang kesini tidak dalam bekerja, jadi tidak perlu sungkan, " kata Andra , Ayatha semakin bingung.
" Baiklah Tuan, " kata Pak Hary, pandangannya lalu tertuju pada Ayatha, dia seperti pernah melihat Ayatha. Ayatha tersenyum dan memberi hormat, bagaimana pun Pak Hary pernah menjadi gurunya.
" Apa kabar Pak? Masih mengenaliku? " kata Ayatha.
" Anda…" kata Pak Hary mencoba mengingat
" Saya Ayatha, Pak, " kata Ayatha lagi
Pak Hary tampak kaget, dia lalu tersenyum
"Owh, iya, aku ingat gadis yang suka melamun itu kan? " kata Pak Hary
Ayatha hanya tersenyum, Andra juga tersenyum
" Dia istriku, " kata Andra, Pak Hary tambah terkejut, tidak pernah tahu bahwa Andra memiliki seorang kekasih, dia selama ini terlihat sangat dingin, tidak banyak bicara, namun saat ini terlihat sangat bahagia.
" Wah, selamat, saya tidak tahu anda sudah menikah, " kata Pak Hary
" Kami baru menikah beberapa hari lalu, Ayatha, sekarang Pak Hary adalah kepala sekolah di sini, " kata Andra
__ADS_1
" Iya, benar Nyonya, saya adalah kepala sekolah di sini, Tuan Andra adalah pemilik sekolah ini sekarang, " kata Pak Hary menjelaskan.
" Kau membeli sekolah ini? " kata Ayatha
" Yah, beberapa tahun lalu sekolah ini hendak di tutup, kalau di tutup tempat sejarah kita akan hilang, makanya aku membelinya, tidak masuk dalam jaringan High Empire, ini
milikku pribadi, " kata Andra menjelaskan, Ayatha tambah kaget, sebegitu pentingkah tempat bersejarah mereka? Sampai harus membeli seluruh sekolah.
" Baiklah, saya permisi dulu tuan, sebentar lagi kelas akan di mulai, " kata Pak Hary
" Iya, selamat bekerja Pak, " kata Andra tersenyum hangat
" Terima kasih, " kata Pak Hary juga membalas senyuman Andra
Pak hary meninggalkan mereka, Ayatha menatap Andra, merasa pria ini terlalu berlebihan atau memang sangat mencintainya hingga hal seperti ini menurutnya penting.
" Haus tidak? " kata Andra menatap Ayatha
" Yah, lumayan, " kata Ayatha
" Baiklah, akan aku belikan air, tunggu saja di taman, " kata Andra tersenyum
" Iya"
Andra meninggalkan Ayatha, berjalan menuju kantin sekolah, disana banyak sekali
siswa, para siswa menatapnya, tentu saja karena penampilannya, pria yang sangat
melihat Andra hingga berkumpul.
Andra jarang datang kesana, jika datang biasanya kelas sedang kosong, atau sedang liburan, jadi mereka tidak tahu kalau pria tampan ini adalah pemilik sekolah mereka, lagi pula, walaupun sekarang usia Andra sudah 27 tahun, wajahnya masih terlihat
sangat muda, jika dia pakai seragam sekolah, banyak orang yang akan percaya
bahwa dia masih remaja.
Andra membeli 2 buah air mineral, saat dia sudah selesai membeli, dia tidak sadar
bahwa sudah ada beberapa orang siswi yang mengitarinya, dia sedikit terkejut.
" Kakak, boleh berkenalan dengan Anda? "kata salah satu siswi, dari gelagatnya dia
terlihat sangat gugup, namun memaksakan diri untuk ingin berkenalan dengan Andra.
Andra hanya tersenyum, tidak di sangka dia masih bisa menarik perhatian gadis
remaja.
Ayatha memperhatikan kerumunan anak-anak remaja itu disana, dia hanya tersenyum, Andra memang menarik perhatian siapa
__ADS_1
saja.
" Maaf, tapi istriku sedang menunggu di sana, " kata Andra menunjuk kearah Ayatha,
semua siswi yang berkumpul serentak melihat kearah Ayatha, membuat Ayatha
menjadi gugup, wajah mereka menjadi kecewa.
" Terima kasih kakak, " kata
mereka, tampak lesu dan membubarkan diri.
Andra tertawa, mengelengkan kepalanya tanda tidak percaya, lalu dia mendekati Ayatha, duduk di sampingnya, dan membukakan air mineral itu untuk Ayatha.
" Fans mu banyak sekali, " kata Ayatha mengoda
" Hanya anak remaja, " kata Andra tersenyum
" Hati-hati yah, aku orangnya pencemburu loh, " kata Ayatha sambil meminum minumannya
" Haha…iya, aku tahu, lagi pula satu-satunya wanita yang aku cintai itu cuma kamu, " kata Andra, dia memeluk Ayatha
" Kita sedang di sekolah, tidak boleh memberikan contoh yang tidak baik," kata Ayatha pada suaminya
" Baiklah, aku akan melepaskanmu," kata Andra melepaskan pelukannya
Angin menghembus hangat, menerbangkan beberapa helai daun maple yang banyak disana, suasananya sangat nyaman.
" Aku ingin tanya, jika saat ini Yosa tidak meninggal dan kita tetap bertemu, apakah kau akan menyukaiku juga? " kata Ayatha
Andra diam, tidak tahu harus mengatakan apa…
" Aku tidak tahu, " kata Andra meminum minumannya
" Owh, lalu kalau seandainya dia ada disini sekarang, siapa yang akan kau pilih? Aku atau
dia? " kata Ayatha, Andra merasa pertanyaan
Ayatha sedikit konyol, makanya dia hanya tertawa.
" Itu pertanyaan aneh, jangan dipikirkan, yang penting sekarang wanita yang ada di
hidupku cuma dirimu, lagi pula dia tidak mungkin hidup kembali kan? " kata Andra
Ayatha merasa jawaban Andra itu mengambang, tersirat keraguan, Ayatha jadi sedikit bimbang, akan kah dia memang satu-satunya di hati Andra?, atau masih ada tempat di hati Andra untuk Yosa. Ayatha
tersenyum, menutupi pikirannya.
Yah, benar, Yosa sudah tidak ada lagi, untuk apa di pikirkan lagi bukan?. Setelah duduk beberapa saat lagi, Ayatha dan Andra kembali ke rumah, saat sorenya mereka pergi ke
__ADS_1
pemakaman orang tua Ayatha, setelah itu kembali lagi ke rumah, bersiap-siap untuk pulang ke kota besok paginya.