Meadow

Meadow
Kau harus mengundangnya


__ADS_3

Nyonya Renata duduk di kantor Andra, membawakan beberapa makanan untuk kedua anak kesayangannya. Wayren datang duluan.


" Hai ibu, tumben sekali datang ke kantor? " kata Wayren


" Ibu hanya kesepian di rumah, kalian berdua benar-benar sibuk sekali bekerja, ibu


jadi merasa sendiri jika dirumah, mana kakakmu? " kata Nyonya renta meletakkan


makanan di meja, sejak tuan ray tidak ada, Nyonya Renata memang jadi rajin


memasak, dia belajar semua jenis makanan, memasak adalah hobi barunya.


" Kakak sedang di ruangannya sendiri, tidak dapat diganggu, seperti biasa bekerja terus


menerus," kata Wayren


" Ah... Ibu selalu khawatir melihat sifat Andra, sepertinya kegilaannya akan pekerjaan di warisakan oleh Ayahnya," kata Nyonya Renata


" Kita tunggu saja, tadi Asisten Wang sudah mengatakan Ibu datang, " kata Wayren


" Wayren, kapan kau akan menikah dengan Risa? " kata Nyonya Renata menatap Wayren,


Wayren yang sedang minum langsung tersedak.


" Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu? " kata Wayren kaget


" Ibu kan sudah tua, rumah sangat sepi tanpa seorang menantu, jika ada menantu, pasti


ada yang menemani ibu, apa lagi ada cucu, hidup ibu pasti sangat sempurna," kata


Nyonya Renata menatap Wayren

__ADS_1


Wayren membuang wajahnya, seakan tidak berminat dengan topik pembicaraaan ini.


" Kami masih mau menikmati masa pacaran, " alasan Wayren


" Kalian sudah pacaran lebih dari 2 tahun, mau pacaran sampai kapan? " kata Nyonya Renata


" Aku kan adik, suruh Kakak menikah duluan, aku tidak ingin mendahuluinya, " kata Wayren


kesal


" Kau tahu Kakakmu, entah dia mau


menikah lagi atau tidak, " kata Nyonya Renata sedih


" Ada apa ini? Wayren akan menikah? " tanya


Andra yang baru saja masuk, mendengar sedikit pembicaraan ibunya dengan Wayren.


Renata, Andra duduk disamping ibunya.


" Tidak, ibu meminta menantu, kau kan Kakak, aku tidak ingin melangkahimu, menikahlah, " kata Wayren menatap Andra, Andra bisa melihat kekesalan di wajah Wayren.


" Bukan begitu, Wayren dan Risa sudah berpacaran sangat lama, ibu hanya meminta mereka meresmikan hubungan, dia malah menjawab seperti itu, " kata Nyonya Renata


" Apakah ibu kesepian di rumah? " kata Andra


" Iya, Ibu kesepian, tapi tidak apa-apa ibu tidak memaksamu," kata Nyonya Renata mengerti


hati Andra hanya milik ayatha


" Lalu kenapa Ibu memaksaku? Bukan berarti karena aku punya pacar, aku harus menikah duluan, walaupun cuma beda 2 hari, Andra lebih tua, " kata Wayren lagi

__ADS_1


Andra tesenyum kecut, dia tidak ingin menikah, tidak akan pernah, tidak tanpa


Ayatha,itu sudah janjinya, ayatha adalah wanita terakhir baginya.


" Oh, bagaimana hubunganmu dengan Jessy? " kata Wayren lagi, membuat lamunan Andra buyar, Nyonya Renata yang mendengar itu kaget, namun senang.


" Siapa Jessy? " kata Nyonya Renata


" Teman Risa, dia mengenalkannya dengan kakak, sepertinya mereka cocok, " kata Wayren senyum-senyum kepada ibunya


" Benarkah, kenapa tidak kau bawa dia menemui Ibu, undanglah dia kerumah, Wayren jika Andra tidak ingin mengundangnya, kau undang saja dia bersama Risa, Ibu ingin


melihatnya, " kata Nyonya Renanta dengan berbinar


Andra menangkap nada gembira di suara ibunya, dia menatap ibunya, ibunya jarang


sekali bahagia seperti itu, biasanya dia selalu menjadi wanita yang sendu,


wanita yang tertekan karena pernikahannya, wanita yang tegar, selalu tersenyum


walaupun penuh luka.


Setelah Andramengalami kecelakaan itu, satu-satunya alasan dia bisa melanjutkan hidup adalah ibunya, siang malam menjaganya bagai menjaga dirinya sendiri, tak peduli walaupun Andra marah atau Andra tidak meresponnya, tapi dia selalu sabar,


benar-benar menjaga Andra begitu tulus, jika ditanya sekarang, wanita yang ingin di bahagiakan olehnya hanya ibunya.


" Baiklah, aku akan mengundangnya, " kata Andra


Wayren dan Nyonya Renata terdiam, tertegun, kaget, Andra ingin mengundang Jessy, yang benar?


Nyonya Renata sangat senang, dia bahkan tersenyum sangat lebar, langsung menyediakan makanan untuk Andra, Wayren tersenyum sedikit, dia tahu apa perasaan Andra hanya untuk menyenangkan ibunya.

__ADS_1


__ADS_2