
Hari berlalu, tidak banyak yang berubah, walaupun Andra berusaha lebih perhatian
pada Jessy namun menurut Jessy sama sekali tidak ada perubahan.
Andra mencoba sekuat tenaga untuk melakukan semuanya seperti yang dia lakukan pada Ayatha,
namun hatinya malah makin sakit setiap kali melakukannya untuk Jessy.
Jessy benar-benar ingin mengerti, dia berusaha menahan segala keinginan dan hasratnya pada Andra, tapi bagaimanapun dia tetap perempuan, dia butuh seseorang yang
menyayanginya, dia punya pacar, namun seperti tidak punya pacar sama sekali.
Jessy tahu Andra masih berjuang, namun sampai kapan dia harus bertahan, berada di bayang-bayang wanita yang di cintai Andra. Tidak! Dia harus memastikan apakah Andra memang mau dengannya, atau dia hanya pelarian semata.
Andra sedang duduk di ruang rapat sendiri menatap laptopnya dengan serius, saat tiba-tiba Jessy datang, Andra menatapnya dengan dahi berkerut.
" Jessy? ada apa datang kesini? " kata Andra
menatap Jessy
Jessy mendekati Andra, menutup laptop Andra, lalu melihat Andra dengan kesal.
" Kau tahu betapa aku merindukanmu, kau sibuk sekali dengan pekerjaanmu, " kata Jessy cemberut
Andra berdiri, lalu tersenyum, tidak memeluk, hanya mengusap kepala Jessy.
" Maafkan aku, tapi pekerjaanku memang sangat banyak, " kata Andra lagi
__ADS_1
Jessy melihat Andra, melihatnya dengan dalam, lalu tiba-tiba dia mencium bibir Andra,
Andra kaget lalu mundur, dia tidak pernah mencium Jessy sebelumnya walaupun
mereka sudah berpacaran lebih dari beberapa bulan. Jessy kaget melihat reaksi Andra,
dia tak habis pikir, bagaimana Andra menolak menciumnya, masa hanya berciuman
pun Andra tak mau melakukannya dengan Jessy? Apa dia benar-benar pacarnya?
" Kau masih mencintai dia bukan? " kata Jessy sedih, air mata tampak mengumpul di
matanya
Andra terdiam, dia memang masih mencintai Ayatha, namun melihat Jessy yang menangis,
" Andra di sini yang ada hanya aku, dia sudah tidak ada, di dunia ini hanya ada aku untuk mu, kenapa kau tidak bisa menerimaku? Jadi untuk apa kita berpacaran? " kata Jessy
lagi terisak, air matanya mengalir deras, Andra mengigit bibirnya, menatap Jessy
suram.
" Maaf kan aku, " kata Andra
mendekat kearah Jessy memeluk wanita itu dengan erat, dia merasa sangat bersalah
memperlakukan Jessy begini, dia benar-benar sudah mencobanya, namun perasaan
__ADS_1
itu tak pernah sedikit pun muncul untuk Jessy, sepertinya memang dia tidak bisa
lagi mencintai seseorang selain Ayatha. Andra juga bingung harus apa? karena
betapa baiknya pun dia memperlakukan Jessy, ternyata belum cukup.
" Aku akan memaafkanmu, tapi jawablah, apa kau menyukaiku? “Kata Jessy
Andra terdiam, tak sanggup menjawab, Jessy merasa diam Andra adalah penolakan, dia
berontak, menatap Andra dalam...
" Kenapa tidak menjawab? " Kata Jessy menuntut
" Jessy, kita sudah berpacaran, apa lagi yang kau mau? " Kata Andra jadi sedikit kesal, dia merasa terlalu di tuntut lebih
" Nikahi aku, " kata Jessy pada Andra
" Ok kalau memang itu mau mu! " Kata Andra
berbicara dengan emosi, kalau memang harus begitu, ya sudahlah...pikirnya, toh
mau tidak mau akhirnya memang harus menikahi gadis ini agar ibunya bahagia,
cepat atau lambat, entah ada atau tidak ada rasa, akhirnya juga harus
menikah...
__ADS_1