Meadow

Meadow
Akhirnya juga harus menikah


__ADS_3

Hari berlalu, tidak banyak yang berubah, walaupun Andra berusaha lebih perhatian


pada Jessy namun menurut Jessy sama sekali tidak ada perubahan.


Andra mencoba sekuat tenaga untuk melakukan semuanya seperti yang dia lakukan pada Ayatha,


namun hatinya malah makin sakit setiap kali melakukannya untuk Jessy.


Jessy benar-benar ingin mengerti, dia berusaha menahan segala keinginan dan hasratnya pada Andra, tapi bagaimanapun dia tetap perempuan, dia butuh seseorang yang


menyayanginya, dia punya pacar, namun seperti tidak punya pacar sama sekali.


Jessy tahu Andra masih berjuang, namun sampai kapan dia harus bertahan, berada di bayang-bayang wanita yang di cintai Andra. Tidak! Dia harus memastikan apakah Andra memang mau dengannya, atau dia hanya pelarian semata.


Andra sedang duduk di ruang rapat sendiri menatap laptopnya dengan serius, saat tiba-tiba Jessy datang, Andra menatapnya dengan dahi berkerut.


" Jessy? ada apa datang kesini? " kata Andra


menatap Jessy


Jessy mendekati Andra, menutup laptop Andra, lalu melihat Andra dengan kesal.


" Kau tahu betapa aku merindukanmu, kau sibuk sekali dengan pekerjaanmu, " kata Jessy cemberut


Andra berdiri, lalu tersenyum, tidak memeluk, hanya mengusap kepala Jessy.


" Maafkan aku, tapi pekerjaanku memang sangat banyak, " kata Andra lagi

__ADS_1


Jessy melihat Andra, melihatnya dengan dalam, lalu tiba-tiba dia mencium bibir Andra,


Andra kaget lalu mundur, dia tidak pernah mencium Jessy sebelumnya walaupun


mereka sudah berpacaran lebih dari beberapa bulan. Jessy kaget melihat reaksi Andra,


dia tak habis pikir, bagaimana Andra menolak menciumnya, masa hanya berciuman


pun Andra tak mau melakukannya dengan Jessy? Apa dia benar-benar pacarnya?


" Kau masih mencintai dia bukan? " kata Jessy sedih, air mata tampak mengumpul di


matanya


Andra terdiam, dia memang masih mencintai Ayatha, namun melihat Jessy yang menangis,


" Andra di sini yang ada hanya aku, dia sudah tidak ada, di dunia ini hanya ada aku untuk mu, kenapa kau tidak bisa menerimaku? Jadi untuk apa kita berpacaran? " kata Jessy


lagi terisak, air matanya mengalir deras, Andra mengigit bibirnya, menatap Jessy


suram.


" Maaf kan aku, " kata Andra


mendekat kearah Jessy memeluk wanita itu dengan erat, dia merasa sangat bersalah


memperlakukan Jessy begini, dia benar-benar sudah mencobanya, namun perasaan

__ADS_1


itu tak pernah sedikit pun muncul untuk Jessy, sepertinya memang dia tidak bisa


lagi mencintai seseorang selain Ayatha. Andra juga bingung harus apa? karena


betapa baiknya pun dia memperlakukan Jessy, ternyata belum cukup.


" Aku akan memaafkanmu, tapi jawablah, apa kau menyukaiku? “Kata Jessy


Andra terdiam, tak sanggup menjawab, Jessy merasa diam Andra adalah penolakan, dia


berontak, menatap Andra dalam...


" Kenapa tidak menjawab? " Kata Jessy menuntut


" Jessy, kita sudah berpacaran, apa lagi yang kau mau? " Kata Andra jadi sedikit kesal, dia merasa terlalu di tuntut lebih


" Nikahi aku, " kata Jessy pada Andra


" Ok kalau memang itu mau mu! " Kata Andra


berbicara dengan emosi, kalau memang harus begitu, ya sudahlah...pikirnya, toh


mau tidak mau akhirnya memang harus menikahi gadis ini agar ibunya bahagia,


cepat atau lambat, entah ada atau tidak ada rasa, akhirnya juga harus


menikah...

__ADS_1


__ADS_2