
" Apa kau merindukanku? "
bisiknya, karena kaget Ayatha lansung berbalik
" Randi, kenapa kau di sini?
bukannya kau sedang ada di Raja Ampat? "kata Ayatha kaget melihat Randi
yang sedang tersenyum manis.
Randi pria dengan tubuh tinggi, sedikit kekar dan tegap karena sering berolahraga,
wajahnya percampuran antara asia dan bule, kulitnya sedikit legam karena sering
bekerja di luar ruangan, namun jika tersenyum sangat manis karena lesung
pipinya yang dalam, dia memandang Ayatha dengan mata coklatnya.
" Karena aku merindukanmu, " kata Randi
Maxi yang telah selesai membelikan es krimuntuk Andra lalu berjalan menuju Ayatha
dan Randi.
" Halo, calon Kakak ipar, "kata Randi
lagi, Maxi tersenyum, Randi menyerahkan tangannya, Maxi menyambutnya, mereka
bersalaman.
" Papi, "kata Andra sedikit berteriak.
" Wah, kemari... Papi
begitu merindukanmu, " kata Randi, Andra mengangkat tangannya ingin di
gendong, dengan cepat Randi mengendongnya. Ayatha hanya tersenyum.
"Dari mana saja kau ini? " kata Maxi duduk di tempat duduknya, Ayatha
juga duduk, Randi duduk di samping Ayatha.
" Pergi melihat beberapa tempat yang indah, " kata Randi
" Jangan terlalu sering pergi meninggalkan adikku sendiri, kau membuatnya kesepian,
jangan sampai kau tidak pulang, " kata Maxi memandang Randi.
" Kemanapun aku pergi, Selena adalah tempatku pulang, " kata Randi mencium kepala Ayatha.
Maxi tersenyum, Andra tampak berontak ingin turun, Randi menurunkannya, lalu dia
berlari kearah suster yang menjaganya, Ayatha melihat itu sedikit cemas.
" Andra di luar sangat
__ADS_1
panas!" kata Ayatha lagi
" Sudahlah, biarkan saja, dia kan sama sepertiku, suka dengan tempat terbuka," kata Randi lagi, Ayatha menatap Randi, bagaimana dia bisa sama dengan Randi, dia kan bukan
anaknya.
" Randi, aku ingin bertanya padamu, itu kenapa aku menyuruhmu pulang hari ini," kata Maxi,
Ayatha menekuk dahinya, menatap pada kakaknya dan Randi yang serius.
" Iya? " kata Randi
" Kalian sudah berhubungan 1 tahun, tidak ada rencanamu untuk lebih serius dengan Selena? " kata Maxi serius
Ayatha kaget... dia tidak
pernah memikirkan untuk menikah dengan Randi, dia dan Randi memang memiliki
hubungan, namun Ayatha belum siap untuk melanjutkannya ke jenjang lebih serius.
Ayatha menatap Randi...
Randi seorang petualang, dia sering bepergian untuk mendokumentasikan tentang alam. Dia datang ke setiap tempat yang menurutnya mengagumkan, dia masuk ke hutan, dia pergi mengeksplor alam.
Ayatha mengenalnya di sebuah acara saat di pantai, saat itu Ayatha baru pindah ke
indonesia, Randi lah yang membantunya beradaptasi, mengenalkan betapa indahnya
tempat tinggalnya yang sekarang, mengajarkannya bahasa sehingga sekarang dia sudah mengerti bahasa disini.
Randi sangat baik, bahkan dari awal, dia tidak pernah memaksa, Randi sangat sabar menunggu Ayatha agar bisa menerimannya, setelah begitu banyak penantian dan kesabaran, akhirnya Ayatha luluh, dia menerima Randi sebagai pacarnya. Tapi Ayatha menerimanya bukan karena memiliki perasaan, hanya tak ingin mengecewakan Randi..dia sudah terlalu baik pada Ayatha dan anaknya.
bukanlah hubungan yang saling mengikat, hubungan yang terasa bebas.
Randi juga sangat suka anak-anak, dengan cepat bisa dekat dengan Andra, Andra juga sangat menyukainya, itu juga salah satu pertimbangan Ayatha untuk menerimanya.
" Aku sungguh serius dengan Selena, kalau tidak aku tidak akan menunggunya, namun aku rasa pertanyaan Kakak lebih tepat di tanyakan pada Selena, apakah dia serius dengan ku? " kata Randi menatap Ayatha dengan lembut, tangan Ayatha di genggamnya erat. tampak kasih sayang di matanya yang coklatnya.
Ayatha kaget, dia tiba-tiba bingung ingin mengatakan apa? dia benar-benar belum siap
untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, bahkan belum pernah memikirkan ingin
menikah dengan siapapun. sejak Andra lahir yang ada dipikirannya hanya membahagiakan
anaknya.
" Selena, bagaimana? " kata Maxi
" Aku akan memikirkannya, " kata Ayatha mengigit bibirnya, ada kekecewaan
di mata Randi, namun dia cepat-cepat membuang wajahnya.
" Selena, kau harus memikirkan umur dan Andra, umurmu sudah 25 tahun bukan? jangan terlalu asik dengan kesendirianmu, Andra butuh sosok ayah untuknya, " kata Maxi
menatap Ayatha, Ayatha kembali mengigit bibirnya sambil menunduk
__ADS_1
" Tidak apa-apa, tidak perlu memaksa, kita jalanin saja pelan-pelan." kata Randi tersenyum manis, membuat Ayatha merasa bersalah. Dia menarik kepala Ayatha
masuk dalam dekapannya.
" Kami akan mengatakannya pada Kakak jika kami sudah siap, " kata Randi membela Ayatha. Randi memang selalu begitu, terlalu pengertian untuk apapun, dia selalu tersenyumwalaupun dia kecewa.
" Baiklah, kalau memang keinginan kalian seperti itu, aku tidak bisa lagi memaksa, " kata Maxi
Tiba-tiba hujan turun.. Ayatha kaget, bagaimana bisa turun hujan padahal langit tadi cerah?, namun di iklim seperti ini, memang biasa seperti itu, lalu dia teringat
akan Andra.
" Andra ! " kata Ayatha panik, dia segera
berjalan keluar melihat Andra.
" Ada apa? "kata Maxi mengikuti Ayatha
yang panik.
" Andra tidak boleh kena air hujan, dia akan langsung sakit nanti, " kata Ayatha
panik mencari anaknya, hujan yang datang tiba-tiba itu deras, Randi juga
mencari Andra, namun dia tidak menemukannya.
" Ibu! " teriak Andra
Ayatha langsung melihat kearah suara, dia melihat Andra ada di sudut ruangan diluar,
susternya memayunginya. Ayatha menghembuskan napas lega, Andra lalu berlari kepada ibunya dengan senyum sumringah, tidak tahu betapa cemas ibunya.
" Andra tidak kena hujan kan? " kata Ayatha
" Tidak, kata ibu tidak boleh kena hujan, nanti sakit, " kata Andra dengan suaranya
yang lucu
" Benar, anak pintar, " kata Ayatha memeluk anaknya... dia sangat menyayangi Andra, walaupun saat mengandungnya dia mencoba bebarapa kali untuk bunuh diri, tapi setelah melihat Andra untuk pertama kali, dia memutuskan untuk hidup dan mati hanya untuk anaknya, dia satu-satunya alasan kenapa dia bisa bertahan sampai sekarang. Hanya dia satu-satunya hal yang di tinggalkan Andra untuknya.
" Baiklah, ayo masuk, " kata Maxi lagi
Ayatha membawa Andra masuk, lalu mereka kembali berbincang, Randi sesekali bermain
dengan Andra, Ayatha hanya memperhatikannya.
" Dia sangat dekat dengan Andra ya? " Kata Maxi
" Iya, Andra sudah mengenalnya sejak umur 2 tahun," kata Ayatha
" Aku rasa dia sosok ayah yang cocok untuk Andra, aku akan tenang kalau Randi menjadi
suamimu, " kata Maxi menatap Ayatha, Ayatha menatap kakaknya.
" Ehm, akan ku pertimbangkan," kata Ayatha lagi
__ADS_1
" Baiklah, katakan padaku jika kau sudah memikirkannya, " kata Maxi
Ayatha hanya terdiam, menatap Randi yang sedang bermain dengan Andra, Andra tertawa sangat senang karena Randi gagal menangkap bola yang di lemparkannya, padahal Randi memang sengaja mengalah. Benarkah Randi bisa menjadi sosok ayah untuk Andra?