Meadow

Meadow
Disini banyak hantunya


__ADS_3

Ini masih pagi, masih pukul 5.30 pagi, Wayren keluar dari pondoknya, udara dingin menusuk kulitnya, dia sedikit bersyukur dia ada di pondok itu. Kalau tidak dia akan mati beku jika ada di tenda, pikirnya.


 


 


Dia melihat sekitar, semua masih terselimuti kabut, cahaya matahari masih enggan bersinar, membuat pemandangan disana sangat indah. Saat matanya memutari daerah itu, tanpa sengaja dia melihat Risa berjalan menghilang di balik perpohonan pinus. Ngapain cewek aneh itu pergi sendirian, pikirnya. Tanpa disadarinya dia mengikuti Risa.


 


 


Risa berjalan menyusuri hutan pinus, udaranya sangat segar, wangi pohon pinus seolah menghipnotisnya untuk masuk lebih jauh kedalam hutan. Dia sangat suka daerah pegunungan, rasanya tenang dan sejuk, beda sekali dengan di kota.


 


 


Risa terus berjalan, berputar, benar-benar menikmati saat saat sendirinya, yah seperti itulah yang dia pikirkan tanpa tahu sebenarnya dia diam-diam dikuti oleh Wayren. Wayren beberapa kali tesenyum melihat tingkah laku Risa, wanita ini lucu juga ternyata, pikirnya.


 


 


Risa sangat senang melihat ada sungai di tengah hutan itu, sungainya dangkal dengan batu-batu sedang, airnya sangat jernih membuat Risa tertarik untuk datang kesana. Dia meloncati satu per satu batunya, bermain-main dengan air yang dingin tapi segar itu.


 


 


Dia sangat kegirangan.


Wayren yang melihat tingkah laku Risa benar-benar merasa Risa sangat konyol, membuat dia beberapa kali tidak bisa menahan tawanya. Tapi dia terus memperhatikan gadis itu dari jauh.


 


 


Tiba-tiba saat ingin melompati batu, Risa terpeleset, dia jatuh ke sungai, untung sungai itu sangat dangkal, dia Cuma basah kuyup. Melihat itu sebenarnya Wayren ingin membantu, namun mengurungkan niatnya karna cewek gila itu akan mengiranya menguntit, walaupun memang itu yang sedang dia lakukan.


 


 


Air itu sangat dingin, sedangkan baju Risa bagian luar basah, dia sengera membuka bajunya karna tidak tahan menyisakan tank top putihnya. Wayren yang melihat Risa membuka bajunya langsung terbelakak., dia kaget dengan kelakuan Risa. Apa yang sedang dipikirkan anak gila itu? Membuka baju di tengah hutan, bagaimana jika...


 


 


Belum selesai Wayren berpikir, apa yang dipikirkannya jadi nyata, dari belakang, Wayren melihat seseorang, sepertinya orang itu juga mengikuti Risa, orangnya gendut dan sepertinya umurnya sudah lumayan tua, dia melihat Risa seperti mangsa.


 


 


" Hei! " teriak Wayren yang segera mendekati Risa


 


 


Risa tentu kaget mendengar teriakan Wayren, dia melihat kearah Wayren, lalu melihat kearah belakang, betapa kagetnya dia melihat pria tua gendut itu.


 


 


Wayren segera berdiri di depan Risa yang gemetaran karena takut.


 


 


" Siapa dia? " tanya Risa pada Wayren


 


 


" Ya mana aku tahu, lagi pula kenapa kau buka baju di tangah hutan begini, " kata Wayren kesal


 


 


" Dan kau kenapa di sini??" kata Risa lagi


 


 


" Harusnya kau bersyukur aku di sini, ah... berantemnya nanti aja, ini lebih penting, kau siapa? " kata Wayren pada pria gendut itu.


 


 


" Kau yang siapa? Aku sudah mengikuti Nona manis itu dari tadi, kau merusak kesenanganku saja, " kata pria itu seperti mabuk


 


 


" Sepetinya dia mabuk," kata Risa pada Wayren


 


 


" Aku juga tau," kata Wayren


 


 


" Ah, kalian banyak omong, " kata pria itu lansung melayangkan tinju pada wajah Wayren, Wayren yang kaget tidak bisa mengelak, kalau mengelak, pasti Risa kena.


 


 


Karena pukulan itu, bibir Wayren sobek. Risa yang melihat itu langsung teriak dengan histeris.


 


 


" Wayren, kau tidak apa-apa? " kata Risa ketakutan


 


 


" Pria ini mau main-main rupanya, " kata Wayren


 


 


Wayren segera melayangkan pukulannya kearah wajah pria itu, karena dia mabuk dia tidak bisa menghindar, setelah itu Wayren segera memukul ulu hati pria itu, membuat pria itu tersungkur jatuh, dan terkapar begitu saja.,


 


 


" Cih,dasar tua brengsek! " kata Wayren, dia sedikit puas karna bisa menyalurkan emosinya ke pria itu.


 


 


Tak lama 2 bodyguard Wayren datang, melihat kejadian itu mereka segera mendekati Wayren


 


 


" Maafkan kami Tuan, kami datang terlambat, " kata body guard itu pada Wayren


 


 


" Sudah, bereskan dia, aku tidak mau lihat dia lagi," kata Wayren


 


 


" Baik Tuan," kata kedua bodyguard itu lansung mengotong pria tua gendut itu, dan membawanya pergi.


 


 


Wayren langsung melihat Risa yang kelihatan masih gemetar ketakutan.


 


 


"Hei, sudah tidak apa-apa," kata Wayren


 


 


" Eh..Wayren, bibirmu terluka, " kata Risa yang panik melihat sudut bibir Wayren mengeluarkan darah, Risa segera memegang luka Wayren. Wayren membuang muka.


 


 


" Hanya luka kecil, tendanganmu di kakiku dulu lebih sakit dari pada ini, " kata Wayren, membuat Risa menatapnya sinis


 


 


" Aku kan hanya khawatir dengan mu, " kata Risa cemberut


 


 


" Kau ini aneh, pakai ini, " kata Wayren menyerahkan jaketnya


 


 


" Bajuku basah, jadi aku membukanya, air ini dingin sekali, " kata Risa memakai jaket yang diberikan Wayren


 


 


" Ya sudah , ayo kembali," kata Wayren pergi


 


 


" Iya..kau tidak kedinginan, " kata Risa mengikuti langkah Wayren


 


 


" Aku sedang emosi, jadi seluruh badanku panas, " kata Wayren seadanya.


 

__ADS_1


 


Mereka berjalan kearah pulang, namun sudah hampir 1 jam mereka tidak sampai juga.


 


 


" Wayren berapa lama lagi sih?, kayaknya tadi tidak sejauh ini," kata Risa yang masih mengikuti Wayren, Wayren juga mulai meresa mereka tersesat.


 


 


" Entahlah, ini semua salahmu, lagi pula pakai acara masuk ke hutan segala, " kata Wayren memarahi Risa


 


 


" Yah, aku kan sedang menikmati pagi, bukan salah aku, kau yang menunjukan jalan untuk pulang," kata Risa tak mau kalah


 


 


" Ah... liburanku hancur karena kau," kata Wayren frustasi


 


 


" Sudah ah, aku mau istirahat saja," kata Risa duduk di batu besar yang ada di dekat mereka. Wayren mengeluarkan handphonenya, namun sinyal handphonenya tidak ada. Wayren benar-benar frustasi. Dia lalu duduk disamping Risa. Dia menatap Risa dengan kesal


 


 


" Jangan bilang ini salah aku lagi, kita sama-sama salah," kata Risa seperti tahu apa yang ingin dikatakan Wayren. Wayren tidak jadi bicara.


 


 


" Hah... kalau tahu begini, aku akan di rumah saja, aku pikir bisa menghilangkan penat, ternyata malah begini, " kata Wayren mengeluh


 


 


" Aku juga aku kira ke sini akan bisa menghilangkan penat, " kata Risa menatap lurus, Wayren merasa Risa sedang ada masalah


 


 


" Kau bisa juga penat? "kata Wayren


 


 


" Tentu, memangnya kau saja, aku sedang melarikan diri dari keluargaku, " kata Risa, Wayren mengernyitkan dahi,


 


 


" Kenapa dengan keluargamu?"


 


 


" Dulu, keluargaku sangat menyenangkan, Ayah dan Ibu selalu ada bersamaku, Ayahku akan memelukku setiap malam walaupun sudah lelah bekerja keras seharian, Ibuku akan memasakan makanan kesukaanku dan setiap malam kami bisa makan bersama dan ngobrol tentang apapun, walaupun kami tidak punya banyak uang, tapi kami bahagia," kata Risa menerawang jauh


 


 


" Trus?" kata Wayren menangkap nada sedih di balik cerita Risa


 


 


" Sekarang, Ayah terlalu sibuk dengan segalanya, dia lebih sering dikantor, untuk bertemu dengannya juga susah, ibuku juga sama, semenjak dia melahirkan adik laki-lakiku, semua tentang adikku, aku jarang di perhatikan, karena itu aku selalu memutuskan untuk lari dari rumah, "  kata Risa tersenyum kecut pada Wayren.


 


 


Wayren terkejut, ternyata di balik gadis yang tampak ceria ini, ada juga kesedihan yang tersimpan.


 


 


" Ah... aku bodoh, kenapa aku berbicara ini padamu, kau seorang Tadder, keluarga terkaya di sini, mana mungkin tahu tentang hal seperti ini, hidupmu pasti sangat sempurna," kata Risa


 


 


" Sebeneranya... aku baru di tolak oleh seorang gadis kemarin, " kata Wayren memotong, Risa hampir tidak percaya, siapa yang akan menolak seorang Wayren, dirinya adalah pengecualian


 


 


" Hah? Benarkah? Apa gadis itu gila menolak mu?, kau seorang Tadder, tidak akan ada yang menolakmu, apalagi kau cukup ganteng, " kata Risa, mendengar itu Wayren tesenyum pada Risa.


 


 


" Benarkah? Tapi kenyataanya memang begitu, dia menyukai orang lain, " kata Wayren tersenyum kecut, Risa menangkap kesedihan Wayren


 


 


 


 


" Dia menyukai kakak ku," kata Wayren


 


 


" Oh… pantas, wanita itu sangat licik, dia menolakmu dan mencoba mengoda kakakmu, dasar wanita seperti itu," kata Risa mulai mendumel.


 


 


" Dia bukan wanita seperti itu, dia sangat baik dan polos, " kata Wayren menerawang jauh, membuat Risa terdiam


 


 


" Kau akan mengatakan begitu tentang orang yang kau sukai, " kata Risa


 


 


" Bagaimana dengan mu? Sudah pernah menyukai seseorang" kata Wayren menatap Risa


 


 


" Aku tidak yakin, aku pernah bertemu seseorang dan aku suka dengan wajahnya, dia sangat tampan, tinggi,putih, tapi…" kata Risa


 


 


" Tapi apa? Pangeranmu sepertinya sangat sempurna," kata Wayren


 


 


" Iya dia sempurna, tapi aku rasa aku hanya kagum padanya, karna aku baru sekali melihatnya," kata Risa mengingat wajah Andra


 


 


" Bagaimana kau kagum dengan seseorang yang baru pertama kali kau lihat seperti itu? Kau aneh, " kata Wayren


 


 


" Makanya, aku rasa aku kagum, kau harus bisa membedakan apakah kau suka, cinta, atau hanya sekedar kagum, " kata Risa, Wayren terdiam,dia melihat kearah Risa...


 


 


" Bagaiman caranya? " kata Wayren


 


 


" Kalau kau belum tau apa-apa tentangnya dan tiba-tiba kau merasa tertarik padanya, itu artinya kagum..tapi setelah kau mengenalnya dan kau tidak ingin lepas dari nya dan egomu untuk memilikinya itu berarti kau menyukainya, tapi..." kata Risa lagi


 


 


" Tapi apa?" kata Wayren menatap Risa, mata Risa bertemu dengan Wayren, entah kenapa Risa malah tersipu melihat mata Wayren yang sangat indah.


 


 


" Tapi kalau bisa merelakan dia untuk bahagia, maka kau mencintainya," kata Risa membuat wajahnya, wajahnya memanas teringat sorot mata Wayren.


 


 


Wayren terdiam, Risa benar juga, sekarang dia tidak mengerti perasaannya pada Ayatha, cinta kah, suka kah?


 


 


" Pasti sangat sakit ya?" kata Risa lagi


 


 


" Apanya?" kata Wayren


 


 


" Perasaanmu, melepaskan seseorang, karena orang itu menyukai kakak kita sendiri. " kata Risa


 


 

__ADS_1


Wayren tersenyum kecut


 


 


" Sebenarnya yang lebih sakit, ketika aku tahu dia akan terluka jika menyukai kakakku, tapi di saat bersamaan aku tidak bisa melarangnya, karena itu juga melukainya, " kata Wayren menahan emosinya


 


 


" Maksudmu?" kata Risa


 


 


" Kakakku pewaris utama keluarga kami, dia sudah lama dijodohkan dengan wanita lain, dan kakakku orangnya sangat ambisius, dia akan melakukan apapun untuk keluarga kami, dan aku yakin dia tidak akan memilih dia," kata Wayren lagi


 


 


" Kau benar juga, aku sedikit kasihan pada wanita itu, " kata ris


 


 


" Iya, terima kasih sudah mau mendengar ceritaku," kata Wayren tersenyum manis, baru kali ini Risa melihat senyuman Wayren sangat manis, dia jadi tersipu dan detak jantungnya seperti sedang terpacu.


 


 


" Sama-sama, " kata Risa membuang mukanya lagi


 


 


" Ah! Pada akhirnya jika aku tidak dengannya, aku akan menikah denganmu saja," kata Wayren bercanda


 


 


" Hah? Siapa yang mau menikah denganmu?" kata Risa


 


 


" Bukannya kau yang bilang, tidak ada gadis yang akan menolak aku, so… will you marry me?" kata Wayren mengejek


 


 


" No, never, " kata Risa kesal


 


 


" By the way, aku minta maaf," kata Wayren, mebuat Risa terdiam


 


 


" Minta maaf untuk apa? " kata Risa penasaran


 


 


" Aku minta maaf untuk ciuman yang kemarin, kau tampak sangat sedih, " kata Wayren, wajah Risa kembali memanas, itu bukan hal yang harus di omongkan lagi, dia sudah berusaha kuat melupakannya.


 


 


" Aku tidak akan memaafkan mu," kata Risa membuang muka kesal


 


 


" Hei, aku kan sudah minta maaf, lagi pula itu hanya ciuman biasa, bukan masalah besar,"kata Wayren


 


 


" Mungkin itu bukan masalah besar, tapi bagiku itu masalah yang bisa di buat jadi candaan, itu ciuman pertamaku," kata Risa lemah, mendengar kata-kata itu Wayren kaget, ciuman pertama?


 


 


" Apa ciuman pertama itu penting bagi wanita?" tanya Wayren


 


 


" Mungkin bagi laki-laki itu enggak penting, tapi kami itu penting, " kata Risa marah


 


 


" Oh, aku kan sudah minta maaf, aku tidak akan menciummu lagi, " kata Wayren tidak enak, Risa membelakangi Wayren.


 


 


" Memangnya kapan first kiss mu?" tanya Risa


 


 


" Mungkin saat umurku 10 atau 11 tahun, aku tidak terlalu ingat, aku mencium banyak wanita, " kata Wayren, mendengar itu Risa jadi benar-benar kesal, bagaimana bisa ciuman pertamanya diambil oleh orang seperti Wayren, dia sangat tidak rela, tapi tak mungkin lagi kembali


 


 


" Kau!! Dasar playboy!!! Kembalikan ciuman pertamaku, "kata Risa memukul kepala Wayren


 


 


" Aduh, sakit tau, kau benar mau aku kembalikan ciuman pertamamu, kemari, " kata Wayren mendekat pada Risa, Risa yang melihat itu langsung mundur kebelakang, sehingga dia terjatuh dari batu itu. Wayren hanya tersenyum puas.


 


 


" Dasar kau, cowok mesum," kata Risa.


 


 


" Kemarikan tanganmu," kata Wayren menyodorkan tangannya, tapi Risa menepisnya


 


 


" Aku bisa sendiri," kata Risa bangkit


 


 


" Ah, kita di mana ini?" kata Wayren yang teringat bahwa mereka masih tersesat.


 


 


" Sudah tunggu saja di sini, kau orang hebat, pasti banyak yang akan mencarimu," kata Risa


 


 


" Oh, iya kau benar juga, tapi aku tidak mau di sini sampai malam, di sini banyak hantunya," kata Wayren mencoba menakuti Risa


 


 


" Benarkah?"


 


 


" Benar"


 


 


" Kalau gitu, cepat cari jalan keluar"


 


 


" Kenapa aku? Kau yang punya ide masuk ke hutan kan?"


 


 


" Pokoknya cari saja, aku tidak mau di sini sampai malam"


 


 


" Bagaimana? Kau masih bisa menikmati hutan?" kata Wayren menjahili Risa, Risa tampak cemas, membuat Wayren puas.


 


 


" Kalau kau tidak mau, aku jalan sendiri saja," kata Risa pergi meninggalkan Wayren


 


 


" Hei, cewek gila, kau meninggalakan ku sendiri, " kata Wayren berteriak melihat Risa pergi


 


 


" Iya, kau tunggu saja, mungkin ada hantu yang bisa kau cium seenaknya, " kata Risa dari kejauhan, Wayren tertawa kecil, gadis ini lucu juga, pikirnya.


 


 

__ADS_1


__ADS_2