
Andra berjalan ke ruangan Raphael, tidak mengetuk, membuka pintu perlahan, melihat
sebentar ke dalam, dia bersyukur tidak mengetuk pintu, karena melihat Ayatha
yang sedang tertidur di samping Andra, dia membuka jas semi formalnya di
letakkan ke badan Ayatha sebagai selimut.
Dia kembali duduk di tempat duduknya tadi, melihat Ayatha yang tertidur, wajahnya melembut,
tidak dingin seperti tadi. Dia menatap Raphael dan Ayatha, Raphael memang
memiliki mata Andra, namun secara keseluruhan malah Andra melihat, Raphael
sangat mirip dengan Ayatha. dia jadi tersenyum melihat mereka berdua.
Rapahel sedikit mengoyangkan tangannya, Andra mengenggam tangan anaknya, ada perasaan
hangat ketika dia mengenggam tangan Raphael, Raphael tampaknya mulai sadar, dia
membuka matanya, Ayatha yang melihat itu langsung terbangun karena kaget, saat
melihat Andra, Ayatha juga kaget.
" Dia sadar, " kata Andra melihat Ayatha dengan senyum manisnya
" Andra, Ibu di sini, " kata Ayatha langsung melihat kearah anaknya, Raphael
memperhatikan Ibunya
" Ibu, " kata Raphael lemah, tidak seperti biasanya yang sangat semangat, Ayatha senang,
sangat senang hingga meneteskan air mata.
" Iya, ini Ibu, " kata Ayatha
Andra hanya memperhatikan mereka, hatinya tersentuh, Ayatha sudah menjaga anaknya sendiri
selama ini, dia pasti sangat menyayangi Raphael. Raphael menatap Andra, lalu
sedikit tesenyum
" Ayah, " kata Raphael, Ayatha menatap Andra.
" Iya, Ayah juga di sini, " kata Andra lembut, membuat Ayatha tersentuh
" Ayah jangan pergi, nanti Ibu sedih, " kata Raphael walaupun lemah dia masih
menyampaikan keluhannya pada Andra
Andra melihat kearah Ayatha... dia hanya tersenyum, tidak berani berjanji, karena dia
takut tidak bisa menepatinya, ada rasa sakit di hati Ayatha, Andra tidak
menjawab perkataan Raphael.
" Raphael, sehat ya, jaga Ibu nanti, " kata Andra
__ADS_1
" Iya, Ibu jangan menangis, " kata Raphael melihat Ibunya yang menangis
" Ibu menangis senang, bukan karena sedih, Ibu punya Andra, jadi Ibu pasti akan
senang," kata Ayatha menatap anaknya lekat.
Mendengar itu Andra sedikit sakit, dia hanya terdiam.
" Andra, Andra mau makan, Ibu akan menyuapi," kata Ayatha
" Mau... tapi tidak mau makan sup ikan, " kata Raphael yang tahu jika dia sakit Ibunya
selalu memaksannya makan itu.
Ayatha tersenyum pada Raphael, dia sangat mirip sifatnya dengan Andra, tidak suka sup
ikan, tidak juga bisa kena hujan. Mereka benar-benar mirip.
Andra hanya tersenyum mendengar kata-kata Raphael, mereka sama-sama tidak suka makan sup
ikan, kilasan peristiwa saat Andra dulu sakit, Ayatha pun memaksanya makan itu.
" Baiklah, Ibu tidak akan menyuruhmu makan sup ikan, " kata Ayatha
" Iya. " kata Raphael lemah.
Ayatha segera berdiri, dia segera memposisikan Raphael untuk duduk, dan seperti tidak
merasakan sakit, Raphael dapat duduk dengan baik.
tertawa.
" Ayah, tanganku sakit, " kata Raphael menunjukkan tangannya yang di infus
" Tidak
apa-apa, itu obat untuk Raphael, besok setelah itu Raphael akan jadi anak yang
lebih kuat, " kata Andra menenangkan Raphael
" Ya, Raphael kuat untuk jaga Ibu, "kata Raphael mengalihkan pandangan kepada Ayatha.
Andra terdiam.., dia tidak ingin meninggalkan Raphael, terlalu singkat untuknya bisa
melihat anaknya sendiri. Tapi dia tidak mungkin juga terus disini, kalau tidak,
dia akan bisa meninggalkan mereka.
Andra hanya diam, melihat Ayatha menyuapi Raphael dengan sabar, pemandangan ini seharusnya
miliknya, melihat Ayatha mengurusi dirinya dan anaknya, begitu ingin dia
memiliknya, namun sekarang hal itu hanya mimpi baginya.
Mungkin karena terlalu lama duduk, Raphael jadi pusing dan ingin tiduran lagi, Ayatha
menyelimutinya lagi, tak lama dia tertidur.
__ADS_1
Andra masih di situ,tidak berkata, tidak melakukan apapun, hanya duduk diam. Setelah
melihat keadaan Raphael, dia yakin ini saatnya dia pergi.
Dia berdiri, mendekat sedikit kearah Ayatha yang sedang duduk seperti tadi di samping Raphael.
" Aku rasa Raphael keadaanya sudah membaik, " kata Andra menatap Ayatha untuk
yang terakhir kalinya, hatinya sakit, namun dia ingin melihat Ayatha lagi.
" Iya benar, " kata Ayatha tersenyum senang, Andra menyukainya.
" Aku tidak bisa mengucapkan selamat tinggal, tapi aku rasa tugasku di sini sudah
selesai, kirimkan salamku pada Randi, dia tadi bilang dia ada urusan, mungkin
akan segera kembali, semoga kalian bahagia, " kata Andra dengan suara beratnya,
menyamarkan suaranya yang gemetar.
Ayatha melihat Andra, matanya suram... dia kira Andra akan ada disini lebih lama, tapi
memang semakin lama Andra disini, semakin dia tidak ingin melepaskannya. Ayatha
menatapnya nanar.
" Aku akan pulang. " kata Andra lagi mengigit bibirnya
" Baiklah, " kata Ayatha mencoba tegar.
" Katakan pada Raphael aku minta maaf karena tidak bisa bersamanya, aku harap dia
punya kenangan manis tentang ku, " kata Andra menarik napas panjang
sekali, serak dan tercekat oleh rasa sakit yang menjalar sampai ketengorokannya, matanya basah. Ayatha merasakan kesedihan Andra, tega sekali dia memisahkan seorang ayah dengan anaknya?.
Andra berjalan mendekat, memegang kepala Ayatha di bagian belakang, lalu mengecup
dahinya dengan dalam menekan kepalanya, hatinya sedih, sedih sekali. Namun
harus di lakukannya, Ayatha mendapat perlakuan seperti itu, tanpa sadar setitik
air matanya mengalir langsung jatuh ke tangannya.
Andra menyudahi ciumannya, menatap Ayatha, matanya berkabut, dia segera berjalan
keluar, dia tidak ingin melihat Ayatha, karena kalau dia melihat Ayatha dia
pasti ingin tinggal.
Ayatha menangis tersedu, menahan suaranya agar Raphael tidak bisa mendengarnya,
tangisnya pilu, 1 hari ini, penuh dengan air matanya, tubuhnya sampai bergetar
menahkan sakit di hatinya. Namun dia tidak mengejar Andra, ini memang yang
terbaik bagi mereka berdua.
__ADS_1