
Andra duduk di depan Nadine, dia masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
" Kenapa? Kau ingin melihat ku terus seperti itu?" kata Nadine sambil tersenyum mengoda.
Nadine gadis yang sangat cantik, wajahnya percampuran antara gadis asia dan eropa, tentu saja ibunya adalah orang korea, sedangkan ayahnya adalah seorang keturunan bangsawan dari jerman, bagaimana Nadine tidak cantik? Tubuhnya semampai, bahkan helaian rambutnya sangat indah.
Namun yang membuat Andra hanya memandanginya saja karena dia masih tidak percaya, kenapa harus sekarang Nadine datang?, di saat dia seharusnya disamping Ayatha. Andra hanya mengigit bibirnya...
Andra sudah beberapa kali bertemu dengan Nadine saat dia tinggal di amerika, Nadine sering datang menemuinya, sebagai calon istrinya yang sudah di rencanakan dari dulu, Andra selalu memperlakukan Nadine dengan sangat baik.
" Kenapa tiba-tiba pulang ?" kata Andra seadanya menyeremput tehnya
" Kenapa? Kau tidak suka aku datang?" kata Nadine yang menangkap nada cuek dari tunangannya.
Andra hanya menatapnya, lalu tersenyum...
" Tidak, hanya aku tidak menyangka kau datang. " katanya membuat Nadine jadi sedikit tenang
__ADS_1
" Aku sangat merindukanm," kata Nadine memegang tangan Andra, Andra membalikkan tangannya, memegang tangan Nadine sebentar lalu melepaskannya.
" Kau pasti capek, perjalan Jerman ke sini sangat jauh bukan?" kata Andra lagi tersenyum
" Tidak juga, " kata Nadine dengan wajah cemberutnya, dia merasa Andra sedikit berubah
" Ayo, aku antar ke hotel. " kata Andra berdiri
" Tidak, aku hanya banyak pekerjaan, kau tahu, aku sudah bekerja sekarang." kata Andra berbicara selembut mungkin menutupi rasa bingungnya.
Dia bingung harus memperlakukan Nadine bangaimana, sedangkan sekarang pikiran dan hatinya ada di tempat Ayatha.
" Baiklah kalau begitu, tapi berjanjilah jika malam ini kau akan menemaniku, ayah dan ibuku akan datang besok, jadi aku akan sendirian malam ini." kata Nadine
__ADS_1
" Baiklah. " kata Andra.
Nadine mengandeng tangan Andra, Andra hanya tersenyum tipis, lalu Andra membawa Nadine ke hotel.
..,..........
Jam sudah menunjukan pukul 01.00 dini hari, Andra berdiri di depan pintu hotel Ayatha. Sejak tadi dia menemani Nadine di hotelnya, sebenarnya Nadine menyuruh untuk menemaninya disana, namun dengan berbagai alasan, akhirnya Nadine mengizinkannya pulang. Setelah dia pulang, dia langsung menuju hotel Ayatha.
Andra memiliki 1 kunci kamar hotel Ayatha, dia membuka pintu kamar Ayatha dengan hati-hati, karena dia tahu mungkin Ayatha sudah tidur. Dia melihat Ayatha berbaring di ranjangnya, tidurnya pulas, mungkin karena terlalu lelah. Andra juga lelah...lelah menghadapi semuanya.
Sekarang Nadine sudah pulang, apa yang harus di lakukannya? Ayatha statusnya pun sudah istri orang? Bagaimana sekarang?... dia duduk di samping Ayatha, menatap gadis itu dalam-dalam, dia sangat merindukannya, sangat...sampai rasanya dia ingin meledak. Dia membenarkan beberapa helai rambut ayahta yang jatuh di wajahnya. Ayatha tak secantik Nadine, namun setiap melihat wajahnya, hanya ada ketenangan di hati Andra.
Apa yang harus aku lakukan padamu sekarang? Kemarin kau selalu menghindar dari ku, kenapa? pikir Andra. Andra mendekatkan wajahnya pada Ayatha, lalu mengecup bibir Ayatha, bibir Ayatha terasa lembut dan hangat...manis sekali, Andra menyukainya...
Ayatha bergerak sedikit, namun tidak terbangun, Andra menyudahi ciumannya pada Ayatha, dia hanya menatap wajah wanita itu dengan penuh perasaan. Andra segera menarik selimut Ayatha, mebenarkannya. Lalu dia tidur di samping Ayatha.
__ADS_1