
Andra mengetuk pintu hotel Nadine, asistennya segera membuka pintunya.
" Siapa? " Kata Nadine pada asistennya, Nadine saat itu sedang mengunakan
gaunnya.
" Tuan muda Andra, Nona, " kata asistennya
Nadine terdiam, dia memang sengaja berdandan sangat cantik demi mengoda Andra lagi, dia harus mendapatkan hatinya lagi, tidak boleh sampai kalah dengan wanita
pengoda itu.
" Suruh masuk, kalian keluarlah, aku ingin berduaan dengan Andra, " kata Nadine
Andra masuk, dia melihat Nadine masih sibuk berhias diri, dia menatap wanita itu.
" Andra, mendekatlah, " kata Nadine pada Andra
Andra dengan tatapan dinginnya berjalan kearah Nadine, Nadine berbalik, memperlihatkan belakang gaunnya yang belum di kancing.
" Bisa kah kau membantuku untuk mengancingkannya?" Kata Nadine, dia memang sengaja tidak mengancingnya, mencoba mengoda Andra dengan pungungnya yang putih bersih bak porselen itu.
" Kenapa tidak kau suruh asistenmu saja? " Kata Andra
" Mereka di luar, kau disini, jadinya aku minta tolong padamu saja, " kata Nadine
tersenyum mengoda.
Andra dengan malas mengancing 1 persatu kancing di belakang gaun Nadine, Nadine memang sempurna, bahkan dari belakangpun dia sangat mengoda, jika di hati Andra
sekarang tidak ada Ayatha, mungkin saja dia bisa tergoda, apa lagi statusnya
adalah calon tunangannya, dan tentu nantinya dia akan jadi miliknya.
" Sudah, " kata Andra
" Oh, terima kasih, ada apa ke sini? Tidak sibuk dengan kerjaan? " Kata Nadine
memeluk leher Andra
__ADS_1
" Ayahku mengundangmu untuk makan malam di rumah nanti malam untuk membicarakan tentang pertunagan kita, " kata Andra melepaskan tangan Nadine yang melingkar di pundaknya.
Melihat penolakan itu, Nadine sedikit kesal,dia sudah mencoba mengoda Andra, namun responnya hanya seperti biasa saja, apa sih yang di miliki wanita itu yang
tidak di miliki oleh Nadine?
Nadine mendekat, memaksa mencium Andra, namun Andra kaget dan menghindar. Nadine yang merasa di tolak, marah.
" Kenapa? Kenapa kau tidak mau menciumku? " Kata Nadine
" Tidak ada alasan khusus, aku akan pergi, " kata Andra mulai berjalan meninggalkan Nadine
" Kau mau pergi karna urusan kantor? Atau ingin bertemu dengan wanita murahan
itu?" Teriak Nadine emosi
Andra terhenti, wanita siapa maksudnya? Ayatha? Dia berbalik menatap Nadine
" Siapa maksudmu?" Kata Andra
" Jangan pura-pura tidak tahu, aku sudah tahu semuanya, " kata Nadine tersenyum sinis
Andra terdiam, menatap Nadine, dia harus hati-hati tidak tahu Nadine hanya mengertak
" Kau tahu, aku juga sudah menemuinya, aku sampai mengotori tanganku hingga bibirnya
berdarah, " kata Nadine dengan tatapan kesal
" Apa yang kau lakukan padanya? " tanya Andra menatap Nadine dingin, dari sorot
matanya terlihat emosi, tangannya mengepal kuat.
" Kenapa? kau sangat perhatian padanya, bagaimana dengan ku? Aku calon tunanganmu, aku yang berhak mendapatkan perhatianmu, " kata Nadine emosi
" Aku tanya apa yang kau lakukan padanya? " kata Andra dengan suara sedikit
meninggi, Nadine belum pernah melihat Andra marah, baru kali ini dan Andra
sangat menyeramkan, namun Nadine juga tidak mau kalah.
__ADS_1
" Aku menamparnya, kau puas, wanita pengoda seperti itu harus di beri pelajaran,
" kata Nadine lagi
" Jangan pernah menyetuh dia lagi atau..." kata Andra menatap Nadine tajam
" Atau apa? Kau milikku, tidak ada yang boleh memilikimu selain aku, " kata Nadine
menantang, Nadine dari kecil hidup dengan memiliki segalanya, sebagai anak
satu-satunya dia terbiasa mendapat apapun yang dia inginkan, sekarang yang dia
inginkan hanya Andra, dan dia harus mendapatkannya.
" Aku tidak akan setuju bertunangan dengan mu, aku tidak mau memiliki tunangan wanita
seperti mu, aku akan menolak pertunangan kita, " kata Andra geram, emosinya sudah sampai puncak, kalau saja Nadine adalah pria, mungkin sekarang dia sudah memukulnya.
" Kau tidak akan berani, akan ku ceritakan semua pada Paman Ray, " kata Nadine
" Cobalah, aku tidak peduli, " kata Andra
" Jika Paman tahu, kau akan di berhentikan sebagai pewaris keluarga Tadder, "
kata Nadine yang mengerti kedudukan Andra
" Aku sudah bilang, aku tidak perduli lagi dengan semua ini, " kata Andra
" Kau benar-benar menyerahkan semuanya hanya untuk wanita murahan itu, " kata Nadine tidak percaya, Andra yang dia kenal sangat ambius, kenapa sekarang dia mau
menyerah.
" Jangan pernah memanggil dia seperti itu, aku benar-benar bersyukur tidak menjadi
tunanganmu, nanti malam aku akan membatalkan semuanya, di hadapan ayahku dan keluargamu, " kata Andra masih marah, lalu keluar dari ruangan itu.
Nadine terpaku, Andra sangat berbeda sekarang, biasanya jika menyangkut ayahnya, Andra akan sangat patuh, tapi sekarang, sepertinya hal itu tidak lagi berlaku.
Nadine mengambil handphonenya lalu menelepon seseorang.
__ADS_1
" Halo, Paman, sepertinya kita harus merubah rencana," kata Nadine lagi, lalu dia
keluar dari ruangannya.