Meadow

Meadow
Jangan sering-sering datang kemari ya


__ADS_3

Andra keluar kamarnya pukul 8, sebenarnya dia sama sekali tidak bisa tidur, rumah itu masih


sepi, hanya penjaga Andra yang tampak sudah mempersiapkan makanan di ruang


makan.


" Kau sudah bangun bung? " Kata Randi menatap Andra, Randi sepertinya juga baru


bangun, dia sedang menuruni tangga saat melihat Andra, Andra menatapnya dalam,


ada amarah di matanya.


" Ya, terima kasih sudah menolongku, " kata Andra sebisa mungkin menahan


emosinya, dia ingat kejadian tadi malam, Randi bisa saja meninggalkannya, namun


dia tetap membawa Andra, walaupun dia belum mengenalnya, setidaknya Andra tahu Randi


orang yang baik.


" Yah, sama-sama, Wayren,benar? Selena bilang namamu Wayren, " kata Randi


mendekat


Andra terdiam, Ayatha bahkan tidak ingin Randi tau siapa dia sebenarnya, Andra


memperhatikan Randi lagi, pria ini baik... Andra rasa dia bisa menyerahkan Ayatha


dan Raphael padanya, lagi pula yang dipilih Ayatha adalah Randi, hati Andra


sakit mencoba menerimanya.


" Yah, Wayren, " kata Andra seadanya


" Ya, kau adik Ayah Andra bukan? Aku turut berduka cita atas kehilangan Kakakmu, "


kata Randi


Andra hanya tersenyum kecut, dia masih hidup...


" Selena sepertinya terkena insomnia lagi, dia memang suka begitu, aku rasa di


tidak membawa obatnya, dia akan bangun siang nanti, " kata Randi


menjelaskan


" Insomnia? Dia juga punya masalah itu? " Kata Andra tak percaya


" Yah, kata Maxi dia punya masalah semacam depresi setelah dia kecelakaan, kadang dia


terserang serangan panik, kalau dia sudah kumat, dia akan sangat tidak


terkontrol, " kata Randi menjelaskan


Andra kembali terdiam, separah itukah? Andra juga memiliki masalah kejiwaan, tak


disangka Ayatha pun begitu, bahkan Ayatha masih merasakannya sampai sekarang.


" Ayah? " Kata Raphael baru bangun tidur, dia berjalan menuju Andra, Andra menatap


lekat pada Raphael, Raphael mengangkat kedua tangannya tanda dia ingin di


gendong ayahnya. Andra tersenyum lembut lalu mengendong Raphael, Raphael

__ADS_1


memeluk leher Andra, menaruh kepalanya di bahu Andra dengan manja.


"Tidak menyapa Papi? " Kata Randi sedikit cemburu, dia sudah dekat dengan Raphael


bahkan dari dia kecil, namun begitu 'Wayren' ini datang, Raphael langsung


lengket bagai perangko.


Raphael hanya memperhatikan Randi dengan malas, di kembali manja dengan ayahnya.


Andra menatap Raphael suram, dia tidak ingin melepaskan Ayatha terlebih lagi


melepaskan Raphael, bagaimanapun ikatannya dengan Raphael adalah ikatan darah,


dia memeluk Raphael erat, sangat erat...dia ingin mengingat bagaimana rasanya


memeluk anaknya itu, ntah kapan lagi dia akan merasakan pelukan ini lagi


nantinya, entah dia bisa bertemu lagi atau tidak dengan Raphael.


Andra menikmati semua waktu yang tersisa baginya bersama Raphael, dia mengajak Raphael


bermain, menyuapinya untuk sarapannya, saat Raphael ingin mandi, baru Raphael


lepas dari pandangannya. Suster yang memandikannya.


" Ehm.. sepertinya kau sangat suka anak-anak ya, " kata Randi yang baru selesai


berolahraga


" Ya, "kata Andra seadanya


" Wayren, bagaimana wajah ayah Andra? " Kata Randi penasaran, dia ingin tahu


pria yang meluluhkan hati Ayatha itu sebenarnya seperti apa? Randi yakin dia


Andra mentap Randi dengan wajah berkerut, apa Randi tidak bisa melihat kemiripan antara Andra


dan Raphael.


" Kenapa kau ingin tahu? " Kata Andra dingin


" Hanya ingin tahu, bagaimana orang yang sampai sekarang ada di hati Selena, "


kata Randi tersenyum


" Dia sepertiku, kami kembar, " kata Andra menatap Randi serius


" Yang benar? Wow, pantas saja, aku sedikit merasa senang dia sudah tidak ada, kalau


ada aku pasti kalah bersaing, " kata Randi dengan diselingi tawa.


Andra tak tertawa, dia malah marah..


" Maaf bung, bukan berarti aku suka kakakmu meninggal, " kata Randi tahu bahwa


wajah Andra berubah tak enak di lihat.


" Selamat atas pertunaganmu, Jagalah mereka, " kata Andra serius


" Baiklah," kata Randi


" Aku akan pergi sekarang, tak perlu membangunkan Selena, " kata Andra

__ADS_1


" Owh, ok, Bisakah aku minta sesuatu padamu? " Kata Randi


"Apa? "


" Bisakah kau jangan terlalu sering bertemu dengan Selena, kalau kau datang aku


takut dia tidak akan bisa melupakan ayahnya Andra, kalian kan kembar, pasti


sangat mirip, maaf, bukan aku tidak suka dengan mu, " kata Randi.


Andra tersenyum sinis.


" Ya, tenang saja, " kata Andra


" Baiklah, hati-hati ya," kata Randi


Andra pergi, tak melihat kebelakang sama sekali. Sejak dia menginjakkan kakinya keluar dari


rumah itu, sejak itu lah dia sudah menyerah.


Membenamkan semua rasanya, cinta, rindu, hasrat... Baginya sekarang, Ayatha dan Raphael


hanya kenangan. Sekuat tenaga dia akan melepaskan, mereka akan hidup dengan


bahagia tanpanya, membanyangkan itu, Andra tersenyum namun air matanya


mengalir.


Ayatha terbangun ketika matahari sudah sangat tinggi, sudah pukul 11.00, kepalanya sangat


pusing. Dia segera turun dari ranjang, pergi ke kamar mandi, mencuci mukanya


dan mengosok gigi, tidak ingin terburu-buru untuk mandi karena badannya terasa


kurang sehat.


Dia turun ke bawah, suara tawa Andra kecil memenuhi ruangan, dia sedang bermain dengan Randi.


" Ibu, " kata Andra kecil menghambur ke arah ibunya, dia memeluk kaki Ayatha, Ayatha


lalu mengusap kepala anaknya.


" Baru bangun? "kata Randi tersenyum manis pada Ayatha


" Yah, " kata Ayatha


" Kau kelihatan sedikit pucat, sakit? " kata Randi


" Tidak, karena tidur terlalu pagi, jadinya begini " kata Ayatha lagi


"Owh, iya, siapa? Ehm..Wayren, dia sudah pergi tadi pagi, dia tidak ingin aku


membangunkanmu, setelah makan dan bermain sebentar dengan Andra, dia pergi, dia


mengucapkan selamat untuk kita, " kata Randi menjelaskan


Tiba-tiba kepala Ayatha seperti terpukul sesuatu, hatinya sakit, nyeri sekali mendengar


kata-kata Randi, entah kenapa dia merasa sangat sedih mendengar Andra telah


pergi.


" Hei, makan lah, lalu istirahat, " kata Randi

__ADS_1


" Baiklah, " kata Ayatha yang kembali di dunianya


" Ok, "kata Randi bermain kembali dengan Andra.


__ADS_2