Meadow

Meadow
Ayatha! Aku hanya mencintaimu!


__ADS_3

" Kau memang tidak bisa melupakan Yosa, di hatimu hanya ada dia, dari awal hanya dia kan? Padaku hanya pelarian kan? "kata Ayatha menatap Andra dengan tangan mengepal, matanya merah membara.


" Kau ini bicara apa sih? " kata Andra kesal, baginya Yosa bukan siapa-siapa lagi, dia hanya merasa bersalah, karenanya Yosa meninggal, karenanya lah Ayahnya turun tangan untuk membuat Yosa gagal mendapatkan transplantasi.


" Aku bisa bicara yang sebenarnya, aku tahu itu sampai sekarang Yosalah orang yang kau cintai, "kata Ayatha sambil menahan tangis, suaranya begetar mengatakan itu, hatinya sakit, sakit sekali, rasanya seluruh sendi di tubuhnya sakit, dia tidak ingin mempercayainya namun mau tak mau dia harus mengakui itu


" Ayatha, wanita yang ku cintai hanya kau, di hatiku juga hanya ada kau, jika aku tidak mencitaimu aku tidak akan mengorbankan segalanya untukmu, aku rela…bahkan jika aku harus mengorbankan hidupku untuk mu, aku akan melakukannya. " kata Andra menatap mata Ayatha dengan sangat tegas dan mantap, tidak ada keraguan yang terdengar, hanya keseriusan yang terlihat.


Ayatha terdiam menatap mata Andra yang tegas itu, membuat Ayatha terpaku, terpatung.


" Kau pernah bertanya bukan, siapa yang aku pilih jika Yosa saat ini kembali?, sekarang aku akan menjawabnya, aku pasti akan memilihmu, jika aku harus mengulangi lagi hidupku, aku pasti tetap memilihmu, karena aku hanya mencintaimu, Yosa memang pernah di hatiku, tapi aku tidak pernah segila ini mencintai seseorang kecuali denganmu, bahkan sangat tergila-gila hingga aku rela mati untukmu, " kata Andra dengan tegas, sangat tegas membuat Ayatha tersentuh, hatinya perlahan-lahan melembut, emosinya perlahan-lahan hilang. Andra benar-benar dapat menyakinkannya.


Ayatha mengalihkan pandangannya tanpa memberi jawaban, menunduk hingga sisa air matanya menetes ke karpet kamarnya.


" Aku tidak peduli kau bisa hamil lagi atau tidak, kau sudah memberiku anak, itu sudah cukup untukku, aku tidak akan mengantimu dengan apapun, bahkan untuk seorang anak, Ayatha! aku benar-benar mencintaimu, belum cukup kah aku membuktikannya? " kata Andra lembut, membuat hati Ayatha makin melembut, nyeri di hatinya semakin menghilang.


" Apakah aku memang ada di hatimu? " kata Ayatha.


" Iya, tidak ada orang lain, bahkan untuk Yosa sekalipun, " kata Andra memeluk istrinya, dia hampir kehilangan wanita ini,  tidak lagi, jangan lagi.


" Aku mengatakan padanya, aku sudah menikah, aku memiliki seorang istri, dia sudah tahu tentang mu, akan ku pertemukan kalian berdua, aku tidak ingin kau salah paham lagi, " kata Andra tersenyum

__ADS_1


Ayatha tidak mengatakan apapun, hanya memperhatikan Andra, Andra menghapus air mata Ayatha, mencium air matanya. Ayatha menatap Andra dengan dalam, Andra pun begitu, Sudah lebih dari 2 minggu mereka tidak pernah sedekat ini, karena masalah kemarin membuat mereka menjaga jarak,  Andra menghirup wangi tubuh Ayatha yang segar dan harum. Andra menatap Ayatha di matanya penuh dengan kerinduan, walaupun mereka selalu bersama, tapi 2 minggu ini rasanya sungguh jauh, Andra menciumnya dengan lembut, memeluknya dengan erat.


" Percayalah, aku sudah menunggumu begitu lama, tidak mungkin akan melepaskanmu hanya karena masalah ini, " kata Andra.


" Baiklah, kali ini aku akan percaya padamu, " kata Ayatha menyakinkan dirinya sendiri


" Aku tidak akan pernah mengkhianatimu sampai kapanpun " kata Andra


" Baiklah,tapi lain kali aku tidak akan semudah ini percaya padamu, " kata Ayatha


" Tidak akan ada lain kali, ini yang terakhir kali aku membuatmu menangis "


" Baiklah "


Mendengar itu ayatha tertawa kecil…


" Bagaimana kau bisa cemburu dengan pria yang masih ingusan begitu, aku lebih cocok jadi kakaknya, " Kata Ayatha menatap Andra


" Sudah pernah aku bilang, kau tidak tahu seberapa gampangnya kau membuat pria-pria tergoda "


" Haha, kau ini… tidak jadi conference? "

__ADS_1


" Tidak, bagaimana aku bisa lupa kalau aku sudah berjanji untuk memberikan waktuku pada istriku, malam adalah waktuku bersamamu "


" Jangan mengoda malam-malam, aku masih kesal padamu," Kata Ayatha dengan tatapan kesal yang di buat-buat


" Kalau begitu ini agar tidak kesal lagi, " kata Andra mulai mengelitiki pinggang istrinya, Ayatha kaget dan kegelian, dia menahan tangan Andra, namun tenaga Andra begitu kuat, hingga dia terus kegelian,Andra  menarik pinggang kecil istrinya masuk kedalam pelukannya.


 


Dia mencium bibirnya, membuat napas mereka berbaur, dan malam ini mereka habiskan berdua di atas ranjang tanpa sehelai benang pun.


Setelah selesai mereka berpelukan di dalam selimut, Andra masih memeluk ayatha, kehangatan itu hingga masuk kedalam hati.


" besok, ikutlah denganku, aku akan menegaskan padanya," kata Andra, Ayatha sedikit tidak ingin bertemu dengan Tresna, dia tidak tahu harus bagaimana dengannya.


" Haruskah aku ikut? "


" Harus, dia harus tahu siapa istriku, agar dia tidak menggangguku, benar kan?"kata Andra tersenyum


" Baiklah kalau begitu "


" Aku rasa berdua begini sampai tua juga tidak buruk, jadi perhatianmu tidak akan terbagi-bagi, perhatianku juga hanya padamu seoarang, " kata andra mencium dahinya

__ADS_1


Hati Ayatha menghangat, dia memeluk Andra lagi, merasakan hangatnya tubuh Andra, benar, begini pun tidak apa-apa.


__ADS_2