Meadow

Meadow
Aku yang egois


__ADS_3

Andra memandang Ayatha yang sudah terlelap, hatinya sakit. Dia baru sadar apa yang dilakukannya, mungkin karena terlalu khawatir, takut terjadi apa-apa pada Ayatha, walaupun 2 tahun Ini mereka hidup damai, tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang tidak diinginkan bukan?, ditambah lagi otaknya penuh dengan masalah kesehatan Ayatha, juga tiba-tiba ada masalah tentang Tresna, hari ini rasanya menumpuk jadi satu, hingga dia lepas control dan tidak dapat berpikir jernih.


Andra lalu mandi, setelah membersihkan dirinya, di tidur di sebelah Ayatha, Ayatha membuka matanya, namun Andra tak bisa melihatnya karena dia membelakangi Andra. Tanpa sadar air matanya mengalir… kenapa Andra tidak menghapus air matanya?.


Baru saja Andra ingin terlelap, tiba-tiba handphonenya berbunyi, dia melihat handphonenya, panggilan itu dari nomor tak di kenalnya, Andra tidak pernah mengangkat telepon dari nomor tak di kenal, dia hanya mengabaikannya. Penelepon itu meneleponnya 2 kali, namun Andra tak bergeming, Ayatha yang belum tidur hanya mendengarkan derit handphone Andra, tiba-tiba suara pemberitahuan pesan masuk, Andra penasaran, lalu membukanya


' Kakak, aku Tresna, tolong aku'


Andra mengerutkan dahi, bagaimana Tresna tahu nomor handphonenya, baru saja dia ingin meletakkan hanpdhonenya, Tresna kembali meneleponnya, Andra takut jika tresna kambuh seperti tadi lagi, ntah kenapa dia malah mengangkatnya..


" Halo? " kata Andra terduduk suaranya sedikit di kecilkan agar tidak menganggu Ayatha, tapi Ayatha yang mendengar itu malah menjadi terganggu oleh ulah Andra.


" Terima kasih Tuhan, Kakak akhirnya menagangkat panggilanku," kata Tresna kedengaran sedikit panik


" Ada apa? "kata Andra datar


" Maafkan aku menganggu kakak," kata Tresna


" Tidak menganggu, tapi istriku sedang tidur, " kata Andra bangkit dari ranjangnya, dia lalu melangkah agak jauh, Ayatha yang mendengarkan itu hanya terdiam, air matanya menetes lagi.


" Aku rasa Yosa merindukanmu, jadi aku meneleponmu, benar kan jantungku rasanya langsung nyaman," kata Tresna tersenyum


" Dapat dari mana teleponku? " kata Andra


" Seseorang memberikannya, itu tidak penting, " kata Tresna, Andra mengerutkan dahi, melihat Ayatha yang masih tertidur.

__ADS_1


" Sudah kan? Akan aku tutup, " kata Andra.


" Kakak, sebentar lagi… aku rasa nyaman mendengar suaramu, aku sungguh mengira akan tidak bisa tidur lagi malam ini, " kata Tresna


Andra terdiam, dia kembali menatap Ayatha, rasanya tidak benar jika begini.


" Maaf, tapi aku harus tidur sekarang, akan kumatikan, " kata Andra, dia lalu mematikan panggilannya, merasa Tresna akan menghubunginya lagi, dia lalu mematikan handphonenya.


Dia lalu kembali ke ranjangnya, Ayatha tak bergeming walaupun air matanya sudah membasahi bantalnya. Andra tertidur, sedangkan Ayatha tidak bisa tertidur, dia lalu berbalik, memperhatikan wajah Andra, pria ini kenapa sekarang begitu kejam, teganya menutupi segalanya dari dia.


Ayatha sama sekali tidak tidur, setiap kali dia memejamkan mata, gambaran itu pasti muncul, membuatnya semakin mengila, Ayatha lalu memutuskan untuk menyiapkan sarapan, Ayatha turun, mengeluarkan semua bahan makanan, mulai memasak satu demi satu masakan, para pelayan saja heran, bagaimana ayatha bisa memasak bahkan mereka belum bangun?


Saat pukul 4 pagi, Ayatha sudah beres menyiapkan makanan, ada 5 macam makanan yang sudah di selesaikannya, saat ini dia malah ingin membuat pudding…bagaimana orang makan pudding untuk sarapan? Namun Ayatha tidak peduli, dia rasa agar dia tidak gila, dia harus melakukan hal ini.


" Nyonya sudah memasak dari pukul 2 pagi, " kata Kepala pelayan itu mengatakan pada Andra, Aandra hanya mengangguk, dia mengendong Ayatha menuju kamar mereka di lantai dua.


Dengan perlahan dan lembut Andra menidurkan istrinya, dia menyelimuti Ayatha, memperhatikan wajahnya yang pucat, sudah hampir 2 minggu mereka menjauh, jarang berbicara, jarang juga bertemu. Itu semua salah Andra, dia memang begitu, jika ada masalah dia lebih suka sendiri, membuat semua orang di sekitarnya merasa terlupakan, merasa tidak di anggap. Hati Andra menjadi sakit melihat keadaan Ayatha, istrinya juga pasti tertekan, disaat itu pasti dia ingin di perhatikan oleh Andra, namun Andra egois, memilih untuk menenangkan dirinya sendiri. Dia mengecup dahi Ayatha, membuat Ayatha sedikit terganggu.


Setelah berolahraga sebentar, Andra kembali ke kamar untuk melihat keadaan Ayatha, dia masih terlelap, Andra lalu membersihkan dirinya, setelah dia mandi dan besiap-siap ingin ke kantor pun Ayatha belum bangun.


Andra lalu makan masakan Ayatha yang sudah di siapkannya, pelayan membantu untuk memanaskan makanannya. Lalu dia pergi bekerja, Ayatha masih belum bangun, insomnianya kambuh.


Sepanjang perjalanan, pikiran Andra terbang ke Ayatha, dia sudah menyuruh pelayan untuk menghubunginya jika Ayatha bangun, dia ingin berbicara dengan Ayatha.


Saat sampai di perusahaan, Andra seperti biasanya dengan wajahnya yang dingin langsung masuk keperusahaan, karena punya jalan masuk khusus dia tidak melewati lobby, tidak melihat bahwa Tresna sudah menunggunya.

__ADS_1


" Tuan, nona yang kemarin itu datang lagi, "kata Pak Wang memberitahukan


" Katakana padanya aku sedang tidak bisa di ganggu, " kata Andra dingin


" Baiklah Tuan," kata Pak Wang, Andra menunggu lift khususnya.


" Kakak! " Teriak Tresna yang menangkap sosok Andra, dia berjalan mendekat, Andra sebenarnya tidak ingin berurusan dengannya lagi hari ini. Para penjaga segera menghentikannya, namun Tresna juga memaksa, membuat sedikit keributan, Andra tidak suka keributan, apa lagi di kantornya.


" Biarkan dia, " kata Andra, Pak Wang seperti memberi isyrat pada para pangawal, mereka melepaskan Tresna.


Tresna dengan kesal mendatangi Andra, Andra menatapnya dengan dingin.


" Selamat pagi kakak, jangan menatapku dengan muka seperti itu dong," kata Tresna ceria seperti biasanya.


" Apa maumu? " kata Andra


" Aku hanya ingin bertemu Kakak, ada yang ingin aku katakan, " kata Tresna


Andra melihat sekitar, banyak karyaawan menatap ke arah mereka


" Baiklah, tunggu di ruang tunggu kemarin," Kata Andra


" Terima kasih, "kata Tresna senang.


Pintu lift terbuka, Andra masuk, sebelum pintu tertutup, dia masih bisa melihat wajah Tresna yang sangat sumringah.

__ADS_1


__ADS_2