
Wayren segera melajukan mobilnya, menyusuri jalan-jalan di kota itu, hingga
meninggalkan daerah perkotaan, Ayatha mengajaknya ketempat pusara ibunya Andra,
dia ingin sekali pergi kesana, selain tempat itu menenangkan dengan padang
rumputnya, Ayatha juga ingin memberikan sedikit bunga kepusara ibunya Andra,
entah kenapa beberapa hari ini, dia terus bermimpi tentang padang rumput itu.
" Kenapa kau tiba-tiba ingin ke sana ? " kata Wayren sedikit penasaran
" Entahlah,aku rasa aku menyukai tempat itu, beberapa hari ini aku bermimpi tentang padang
rumput itu, aku berdiri di sana, dan... " kata Ayatha menatap lurus ke
jalanan
" Dan... " kata Wayren
" Dan aku bisa meresakan sesuatu di sana, " kata Ayatha seadanya.
" Rumah itu milik keluarga Ibunya Andra, Ayahku dan Hara adalah teman kecil, mereka
tumbuh bersama, ayahku dari kecil menyukai Hara, namun harus meneruskan
pertunangannya dengan Ibuku, Ayahku selalu berjanji, kemanapun dia pergi, dia
akan menemui Hara di sana, " kata Wayren menceritakan
" Benarkah? Aku tidak tahu ceritanya, " kata Ayatha
" Iya, makanya saat Hara meninggal, Ayah mengebumikannya di sana, " kata Wayren
" Ayahmu pasti sangat mencintainya, " kata Ayatha
" Iya, namun Ayah juga melukainya, menunggu orang yang di cintai seperti itu, siapa
yang akan tahan? kalau di pikir-pikir aku rasa, kau dan Andra juga punya
percintaan yang sama " kata Wayren
Ayatha terdiam, apakah nanti dia akan bernasib sama dengan Hara? Meninggal sendirian
bahkan pusaranya pun jarang di datangi. Tidak, Ayatha tidak ingin jadi orang
seperti itu...
" Tenang saja,aku tidak akan biarkan kau jadi seperti Hara, setidaknya kau memilikiku,
walaupun nantinya kau tidak bersama ku, aku pastikan kau tidak akan seperti Hara
" kata Wayren tersenyum manis, mencoba menenangkan Ayatha.
" Oh, bisa berhenti sebentar, aku ingin membeli bunga di sana, tidak enak rasanya
pergi ke pusara tanpa membawa bunga, " kata Ayatha
" Ok, aku tunggu di sini saja ya," kata Wayren memberhentikan mobilnya di toko
bunga yang dulu Ayatha dan Andra datangi.
Ayatha segera turun dan segera memilih beberapa bunga untuk di bawa kesana.
__ADS_1
" Wah, aku baru ingat, Anda Nona itu bukan? Yang dulu datang dengan Tuan yang membeli
banyak bunga camelia? " kata penjual itu akhirnya mengingat siapa Ayatha
Ayatha hanya tersenyum
" Iya, beberapa hari lalu, Tuan itu juga datang ke sini, membeli banyak bunga camelia
kembali, dia juga bersama seorang wanita, aku kira itu kamu Nona, tuan itu
tampak sangat murung, tidak seperti saat bersamamu, dia seperti banyak masalah,
" kata penjaga bunga itu lagi
Ayatha terdiam, dia hanya memandangi penjaga bunga itu, Andra kemari? Apakah dengan
nadine? Dan dia tampak sedih? Pikir Ayatha.
" Apakah sudah semuanya? " kata Wayren yang memecah lamunan Ayatha, penjaga itu
melihat ke Wayren, dia sedikit mengerutkan dahi, Wayren dan Andra memang mirip,
namun sepertinya pria ini bukan tuan yang itu, atau dia lupa? Pikir penjual
bunga itu terus menatap Wayren
" Ada apa Nona? " kata Wayren karena risih dilihatin terus
" Oh, tidak apa-apa, ini Nona bunga anda," kata Penjaga bunga itu
" Terima kasih, ayo, nanti kita kesorean, " kata Ayatha tersenyum
Penjaga toko bunga itu tidak berhenti menatap Ayatha, bahkan sampai mereka pergi, dia merasa
sudah sangat cocok dengan Tuan yang kemarin, pikirnya sambil mengelengkan
kepala
Ayatha dan Wayren kembali melanjutkan perjalannya, Ayatha jadi banyak terdiam, tampak melamun,
pikirannya jauh meninggalkan tempat itu, pikirannya terbang ke Andra.
" Kenapa? " kata Wayren
" Tidak apa-apa, " kata Ayatha sambil memegang rangkaian bunganya.
Tak berapa lama, mereka sampai juga, Ayatha segera menaiki tempat itu, berjalan perlahan,
hingga sampai di padang rumput di belakang rumah villa itu, Ayatha baru sekali
kesana, namun rasanya hatinya sudah jatuh cinta pada tempat itu, sangat tenang,
ada perasaan dekat dengan tempat itu.
Dia berjalan perlahan menuju ke pusara ibu Andra, dia melihat rangakian bunga camelia yang
mulai layu, Andra memang datang kesana beberapa hari yang lalu.
" Sepertinya Kakak kesini beberapa hari yang lalu, " kata Wayren juga melihat rangkaian
bunga itu
" Iya " kata Ayatha, dia segera meletakkan bunga itu pada pusara, Hara gadis
__ADS_1
yang manis, tawanya terukir abadi di batu nisan yang sangat indah. Ayatha
mengusap nisannya, membersihkan beberapa debu yang ada disana.
Jika saja Hara masih hidup? Akankah Andra sekarang seperti ini? Pikir Ayatha.
" Halo, Bi apa kabarmu? " kata Wayren sama seperti yang di ucapkan oleh Andra dulu
waktu pertama kali Ayatha pergi bersamanya
Hanya semilir angin yang mejawab pertanyaan Wayren.
" Kau pergi begitu cepat bi, kau meninggalkan Ayah seperti itu, dia jadi orang yang
sangat keras sekarang, bisakah kau datang kemimpinya dan memarahinya karena
sudah membuat Andra seperti itu? Kau pasti menangis melihat kelakuannya pada Andra,
" kata Wayren lagi
Ayatha hanya bisa menatap Wayren, ada sedikit kesedihan di wajah Wayren, bagaimana pun Andra
tetap kakaknya.
" Aku rasa aku akan menunggu di mobil, lanjutkan lah, " kata Wayren
" Baiklah" kata Ayatha
Wayren berjalan menuju ke arah mobilnya terparkir, namun saat dia ingin turun, dia
melihat Andra yang juga menuju ke arahnya. Wayren dan Andra tampak sama-sama
terkejut, lalu dia Wayren tersenyum, dia menepuk pundak kakaknya.
" Rupanya kau yang memanggilnya, dia di sana, aku akan menunggu di sini, " kata Wayren
Andra tampak mengeryitkan dahinya, dia bingung kenapa Wayren ada di sini? dan apa yang dia
katakan?
Wayren berjalan turun, lalu masuk ke dalam mobilnya.
Andra berjalan menuju ke pusara ibunya, siapa yang menunggunya disana?
Jangan-jangan... dia terus berjalan, bahkan mempercepat jalannya, dia terhenti
tepat di depan pusara ibunya, melihat Ayatha yang sedang menaburkan beberapa
bunga yang dibawanya.
" Wayren, aku masih mau di sini untuk beberapa saat lagi, " kata Ayatha tanpa
melihat siapa yang datang, namun karena Wayren tidak menjawab, Ayatha jadi
penasaran dan melihat ke belakang.
Jantungnya hampir terhenti, itu dia, orang yang ada di dalam mimpinya, dia bermimpi
melihat Andra ada disana, menunggunya, ingin bertemu dengannya, namun setiap
kali Ayatha mendekatinya di dalam mimpi, dia selalu terbangun, mimpi itu
sekarang jadi kenyataan, akankah sekarang dia akan terbangun?
__ADS_1