Meadow

Meadow
langkah pertama sudah terlewati...


__ADS_3

Siang itu, Andra mengantar Ayatha pulang ke rumah di perumahan white piony, setelah membersihkan


diri sedikit dan berganti pakaian, Ayatha turun menemui Andra yang menunggunya


di ruang tengah. Nyonya Renata membujuk Ayatha agar Raphael tinggal di rumah, dia masih kangen katanya, jadi disana hanya ada Andra dan Ayatha


" Ingin menemui kakak sekarang? " kata Ayatha


" Iya, " kata Andra, dia kelihatan sedikit gugup


" Jangan gugup," kata Ayatha mengenggam tangan calon suaminya


" Tidak, hanya sedikit takut, " kata Andra tersenyum manis


" Takut kenapa? Kakakku orang yang baik, " kata Ayatha


" Iya aku tahu dia orang yang baik, tapi...aku tahu juga pandangannya terhadapku, "  kata Andra


" Aku yakin kakak akan setuju, dia menyerahkan semuanya padaku, " kata Ayatha menatap Andra sangat


lembut, wajah Andra sedikit terlihat lebih tenang.


" Baiklah, " kata Andra


" Aku akan menelepon dia dulu, dia sangat sibuk, bahkan hari libur juga bekerja "


" Iya "


Ayatha mengambil handphonenya, langsung menelepon kakaknya. Setelah bunyi tut 3 kali,


panggilannya di jawab...


" Halo, kakak, " kata Ayatha, mendengar itu Andra makin gugup, Ayatha langsung mengeratkan gengaman


tangannya, terus memandang Andra dengan lembut.


“ Halo, iya ada apa Ayatha?  "  kata Maxi


 "  Aku ingin tahu kakak sekarang ada dimana? Aku ingin bertemu" kata Ayatha


 " Sedang di luar, ada urusan pekerjaan, "  kata Maxi


 " Kakak ini hari libur dan kau masih bekerja? Kak Christine akan marah jika tahu kau


melakukan ini," kata Ayatha


" Minggu depan mereka akan pulang, karena itu aku harus menyelesaikan semuanya jadi minggu depan lebih banyak waktu bersama mereka,  "  kata Maxi menjelaskan


" Owh, baiklah kalau begitu "


 " Ada apa kau ingin tahu aku dimana?  "  kata Maxi


" Aku ingin bertemu, Andra juga, " kata Ayatha memandang Andra, Andra pun hanya memandang Ayatha.


 "  Andra? Maksudmu Andra Tadder?  " kata Maxi sedikit terkejut, walaupun dia tahu cepat atau lambat mereka juga kembali bersama, namun tidak menyangka akan secepat ini.


" Ya" kata Ayatha lagi


Maxi terdiam, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, kalau Andra dan Ayatha


ingin bertemu, kemungkinan besar mereka akan membicarakan pernikahan. Sekarang


dia tahu rasanya seorang ayah yang ingin melepas anaknya untuk menikah, bahagia


namun tidak rela pula.


 " Tmui aku di cafe Golden Lotus, di ruang VVIP biasa, jam 1 aku akan ada disana, mari makan siang bersama "


" Baiklah kakak, sampai ketemu di sana," kata Ayatha tersenyum, dia memutuskan panggilan terleponnya.


" Bagaimana? " kata Andra


" Aku sudah bilang jangan terlalu khawatir, kakak mengajak makan siang, nanti jam 1 di cafe Golden Lotus, " kata Ayatha menjelaskan dengan senyuman


" Owh, baiklah, " kata Andra, hal itu tidak membuat dia tanang, malah tambah gugup.


" Hei, tidak apa-apa, jangan begitu gugup, " kata Ayatha lagi.


" Yah... aku akan berusaha, " kata Andra, dia sedikit takut atas tanggapan Maxi padanya, dia dan Maxi sebenarnya memiliki hubungan yang pasang surut, ada kalanya hubungan mereka sangat rengang, namun


juga ada saatnya mereka begitu dekat dan bisa bekerja sama. Kemarin terakhir


kali bertemu, hubungan mereka sangat tidak baik, Andra penuhi emosi, dan dia takut Maxi akan menolaknya.


" Ayatha, " kata Andra melihat Ayatha yang sedang menatap layar handphonenya, membalas pesan dari


hanna


" Iya, "kata Ayatha menatap Andra


"Ehm..saat Wayren menikah, dia menemui ayah, " kata Andra, Andra tahu Ayatha begitu trauma dengan ayahnya, dia ingin menanyakan pendapat Ayatha, apakah perlu menemui ayahnya atau tidak, namun dia sedikit kesulitan menyampaikannya.

__ADS_1


" Ayahmu? " kata Ayatha, wajah Ayatha sedikit berubah..


" Iya, bagaimana pendapatmu, haruskah aku datang kesana memberitahunya? " kata Andra


Ayatha menantap Andra dalam, membayangkan wajah Tuan Ray yang sangat menakutkan baginya, Ayatha


menunduk.


" Aku hanya ingin tahu pendapatmu, bagaimana? Kalau memang menurutmu tidak perlu, aku tidak


akan memberitahukannya pada Ayah, " kata Andra.


" Bagaimana perasaanmu jika Raphael menikah namun kau tidak tahu? " kata Ayatha menatap Andra


" Aku pasti sedih," kata Andra


" Aku rasa walaupun dia tidak menyukai kita, tapi mengetahui kita menikah tanpa


memberitahunya, akan membuat dia tidak di anggap dan sedih, ehm... aku tidak


tahu bagaimana Ayahmu sekarang, sudah berubah atau belum? Tapi seburuk


apapun ayahmu, dia tetap saja Ayahmu, darahnya mengalir di tubuhmu, " kata Ayatha


Andra menatap Ayatha, Ayatha selalu begitu, memikirkan setiap sudutnya, walaupun di matanya


masih terlihat kengerian, tapi dia tetap menghormati orang tuanya. Andra


menarik Ayatha dalam pelukannya.


" Baiklah, kalau begitu akan menemuinya," kata Andra.


" Iya, itu lebih baik, " kata Ayatha


Andra tersenyum lalu mencium dahi Ayatha, lalu memeluknya dengan erat.


Saat jam menunjukkan pukul 1 tepat, Andra dan Ayatha sampai di cafe golden lotus,


setelah membukakan pintu untuk Ayatha, Andra dan Ayatha berjalan bersama ke


dalam cafe itu, Ayatha mengandeng tangan Andra dengan mesra.


Mereka lalu di antarkan ke ruangan VVIP biasa tempat kakaknya makan, sesaat sebelum masuk


kedalam sana, Andra gugup sekali. Ayatha menyentuh tangan Andra, menatap dan tersenyum sangat lembut, mencoba menenangkan Andra.


Pintu terbuka, terlihat Maxi masih sibuk dengan laptopnya, hidangan baru saja di sajikan, melihat Ayatha datang, dia tersenyum, Ayatha pun membalasnya, lalu melihat Andra, senyumnya sedikit pudar. Andra merasakan itu, tapi dia juga berusaha sopan, bagaimana pun di keluarga Ayatha dia adalah kakaknya.


" Kakak, "kata Ayatha dengan senyuman sumringah


" Apa kabarmu Andra? "kata Maxi memulai pembicaraan, dia tahu kalau dia diam, Andra pun sama diamnya.


" Baik, bagaimana dengan mu? "kata Andra


" Seperti yang kau lihat, cukup sibuk, " kata Maxi tersenyum, Andra sedikit lebih rilex dengan respon Maxi


" Kakak, ada yang ingin kami bicarakan, " kata Ayatha


" Aku tahu apa yang ingin kalian bicarakan, tapi mari makan dulu, aku menjamu kalian, " kata Maxi


dengan sopan, melihat reaksi Maxi yang begitu, Andra dan Ayatha hanya


berpandangan, tidak enak menolak untuk makan, mereka lansung makan dengan diam.


Setelah selesai makan, Maxi memandang mereka berdua, Andra masih sedikit gugup.


" Max, aku datang kesini untuk meminta izin dari mu untuk menikah dengan Ayatha, " kata Andra


mencoba menutupi kegugupannya. Dia memengang tangan Ayatha, meletakknya dia


atas pahanya.


Maxi memandangi kembali Andra, dia memandang Andra sangat dalam, Andra pun menjaga


eye contact mereka, tidak ingin menunduk, kalau menunduk dia takut Maxi akan


mengiranya ragu.


" Aku sungguh salut padamu Andra, aku tidak meragukan sedikitpun cintamu pada adikku,"kata Maxi


menatap Andra, dia tesenyum dengan ciri khasnya


" Ehm... "kata Andra tak tahu ingin mengatakan apa


" Aku juga kagum dengan kalian, begitu banyak rintangan dan kembali bersama, aku benar-benar


tidak bisa melakukan apapun, itu namanya takdir, kalian begitu berjodoh, walau


berpisah akhirnya bertemu lagi, Ayatha, apakah kau memang mau menikah dengan Andra? " kata Maxi lagi


Ayatha melihat kearah kakaknya, lalu berpaling kearah Andra, Andra juga melihatnya,

__ADS_1


mengamati wajah Andra, Ayatha lalu kembali melihat Maxi.


" Iya" kata Ayatha


" Bahkan dengan semua yang sudah terjadi padamu? "kata Maxi lagi dengan nada tidak percaya


" Iya, aku yakin aku ingin menikah dengannya, " kata Ayatha mantap.


Maxi terdiam, bersandar ke tempat duduknya, lalu tersenyum manis.


" Andra aku pernah berkata, kalau kau berhasil menemukan Ayatha,maka aku akan angkat


tangan, sekarang aku akan melakukannya, " kata Maxi tersenyum


" Maksudmu? "kata Andra


" Aku angkat tangan, jika nasib saja sudah menyatukan kalian, bagaimana aku yang hanya


manusia bisa menentang itu, aku akan menyutujui pernikahan kalian, " kata Maxi tersenyum lembut.


Andra tampak lega mendengar kata-kata Maxi, Maxi ternyata masih sama, bukan orang yang keras


kepala dan pendendam, kalau dia pendendam,sudah di pastikan dia tidak akan


setuju. Ayatha tampak sumringah, berdiri lalu memeluk kakaknya. Maxi membalas


pelukan hangat adiknya.


" Terima kasih Kak," kata Andra


Maxi tertawa, dia ingat waktu dia melamar Christinedi depan keluarganya, dia sama


gugupnya seperti Andra tadi.


" Kapan kalian akan menikah? Jika butuh bantuanku, katakan saja, " kata Maxi


" Secepatnya, akan segera mengurus segala keperluannya, " kata Andra, dia mengetatkan


genggaman tangannya pada Ayatha.


" Baiklah, Andra...tolong jaga adikku, sekali lagi terjadi apa-apa dengannya, aku pastikan tidak ada lagi


kesempatan bagimu, " kata Maxi menatap lembut namun juga tampak keseriusan.


" Baiklah, " kata Andra mantap


" Ah... Akhirnya kalian menikah, aku sudah pusing memikirkan kau dan Ayatha, di sini kau tidak mau menikah, di sana juga Ayatha tidak mau menikah... aku sampai bingung memikirkan bagaimana hidup kalian? Karena


bagaimanapun kalian begitu gara-gara aku," kata Maxi, dia juga seperti


terlepas 1 beban.


" Iya, " kata Andra dengan suara beratnya.


" Owh, mana Raphael, aku sudah beberapa hari tidak bertemu dengannya, " kata Maxi


" Dia sedang ada di rumah ibu, ibu tidak ingin melepaskannya, " kata Ayatha tersenyum.


" Nenek jika sudah bertemu dengan cucu pasti tidak bisa di pisahkan, Liam juga begitu,


ibunya Christine sangat tidak rela aku membawa mereka kemari, " kata Maxi tertawa


" Kakak, sepertinya aku akan pindah ke kediaman tadder, ehm, ibu bilang akan lebih mudah


mengurus keperluan pernikahan jika ada di sana," kata Ayatha


" Yah, pernikahan memang memusingkan, kalau menurutmu itu yang terbaik, silahkan, aku


tidak akan melarang, " kata Maxi lagi.


" Ok, kalau begitu, " kata Ayatha senang, memandang Andra, Andra hanya tersenyum.


" Aku ingin mengobrol dengan kalian lebih lama, tapi aku harus pergi sekarang, aku harus


pergi keluar negeri nanti malam, pekerjaan ini benar-benar menyita waktuku, " kata Maxi


" Iya, aku mengerti, hati-hati di jalan," kata Andra tersenyum


" Iya, sekali lagi tolong jaga adikku dengan baik, " kata Maxi


Andra mengangguk, Maxi berdiri, Ayatha kembali berdiri memeluk kakaknya sebentar.


" Jaga diri dan kesehatan baik-baik, jangan kelelahan karena mengurusi pernikahan, nanti malah


sakit saat menikah," kata Maxi begitu perhatian pada adiknya.


" Baik Kakak, " kata Ayatha manja, Andra berdiri di sampingnya


" Aku pergi dulu, " kata Maxi melihat Ayatha dan Andra, lalu dia keluar.


Setelah Maxi keluar, Ayatha dan Andra tertawa, akhirnya mereka mendapat restu, rasanya

__ADS_1


sangat lega dan senang, Andra memluk Ayatha erat sekali. langkah pertama telah


di lewati, tinggal melangkah ke langkah berikutnya.


__ADS_2