
Hari berlalu, sudah hampir seminggu Ayatha tinggal di kota ini, dan masih sama, Ayatha masih tinggal di tempat Risa, dia mulai pesimis... pekerjaan yang cocok untuk orang sepertinya sepertinya tidak ada di kota sebesar ini.
Walaupun Risa tiap hari memberinya semangat tapi dia tetap saja tidak bisa semangat seperti yang lalu-lalu.
Siang ini Ayatha berjalan entah dimana, Ayatha tidak tahu nama tempatnya, seperti biasa Ayatha mencari tempat yang membutuhkan tenaga kerja, tapi walaupun sudah jauh dia berjalan, tetap saja tidak ada tempat yang membutuhkannya.
Ayatha berjalan lunglai, lemas...saat tiba-tiba seseorang berlari di depannya dengan kencang dan tanpa bisa di hindari menabraknya dengan sangat keras. Ayatha langsung terjatuh terduduk, sakit sekali rasanya...pria itu menjatuhkan tas wanita disampingnya.
" Hey, nona... ambil tas itu, " teriak 2 orang yang sepertinya mengejar pria yang menabrak Ayatha.
Ayatha dan pria yang menabraknya langsung berebut tas yang terjatuh itu, akhirnya mereka jadi saling tarik menarik.
" Lepaskan, cepat!!" bentak Pria itu padanya marah, tapi Ayatha malah menariknya lagi, dia kelihatan ketakutan saat melihat 2 orang itu semangkin dekat, dia melihat Ayatha dengan sinis lalu melepaskan tas itu dan pergi dengan begitu saja.
" Dasar, dia lari lagi, " kata 2 orang itu, salah satunya menolong Ayatha untuk bangkit, tapi karena kaki Ayatha terluka jadi dia susah untuk bangkit.
" Bagaimana?," kata seorang Wanita yang sangat anggun tiba-tiba muncul di belakang.
" Maafkan kami nyonya, pencurinya tidak dapat kami tangkap, tetapi tas nyonya kami dapat, Nona ini yang menolong kami mendapatkan tas anda Nyonya, " kata Dua orang yang berbaju jas hitam ini pada Wanita angun itu. Ayatha hanya diam saja sambil membersihkan sedikit pasir di tangannya.
__ADS_1
" Kamu terjatuh?, " tanya Nyonya itu sambil memegang tangan Ayatha yang sedikit lecet.
" Tidak apa-apa Nyonya, " kata Ayatha padanya.
" Bisa kah kamu ikut dengan Saya sebentar, " kata Nyonya itu dengan sangat sopan, sebenarnya Ayatha harus kembali melanjutkan perjalanan, tapi karena Nyonya ini mengajaknya dengan sangat sopan, Ayatha jadi tidak berani membantahnya.
" Baik nyonya," kata Ayatha.
Mereka berjalan sebentar, lalu nyonya itu mengajaknya kesebuah restauran yang sangat mewah, dekorasinya saja sangat bagus, orang orang yang ada disana pun terlihat dari kalangan atas, Ayatha jadi minder berada disini. Nyonya itu mengajaknya duduk dan mereka berbincang.
" Bagaimana? Masih sakit?," kata Nyonya itu pada Ayatha.
" Owh, baguslah... terima kasih sudah menolong saya," kata Nyonya itu sangat anggun membuat Ayatha tertegun.
" Iya nyonya" kata Ayatha takut salah berbicara.
" Siapa namamu?" kata Nyonya itu lagi
" Saya Ayatha, Nyonya" kata Ayatha mencoba sesopan mungkin.
__ADS_1
" Ayatha? Nama yang bagus, " kata Nyonya itu.
" iya Nyonya"
" Owh iya... sebagai tanda terima kasih saya, apa ini cukup?," kata Nyonya itu menyodorkan beberapa uang di meja. Ayatha terdiam, kenapa Nyonya ini memberikan uang?
" Tidak Nyonya, maafkan saya, tapi saya tidak bisa menerimannya, saya tulus menolong n
Nyonya" kata Ayatha sambil menyodorkan uang itu kembali.
" Apakah kurang? Saya tidak tahu berapa yang harus saya berikan," kata Nyonya itu malah terlihat sungkan.
" Bukan nyonya, maaf, tapi saya tidak bisa menerima apapun dari Nyonya, maaf Nyonya, saya sedang ada keperluan, bolehkah saya pergi duluan?," kata Ayatha pada nyonya itu sesopan mungkin agar Nyonya itu tidak tersinggung.
" Benarkah?, " kata Nyonya itu.
" Iya nyonya, maafkan saya, tapi saya permisi dulu nyonya, sampai ketemu kembali Nyonya," kata Ayatha sambil memberikan salam lalu beranjak pergi. Nyonya itu hanya menatap Ayatha dengan heran.
Ayatha berjalan kembali, kakinya terasa sakit, mungkin karena aku jatuh terduduk, makanya seperti ini. Apa aku harus pulang saja ya? Pikirnya, tapi dengan cepat Ayatha tepis, ini sudah seminggu, Ayatha tidak mau lagi merepotkan siapa-siapa, dan Ayatha sudah sangat menyusahkan Risa seminggu ini, walaupun dia selalu mengatakan sebenarnya dia yang beruntung karena mendapat teman dan bisa lebih berlama-lama di tempat persembunyiannya. Jadi Ayatha putuskan untuk mencari pekerjaan lagi. Semangat!! Teriaknya dalam hati.
__ADS_1