Meadow

Meadow
Jangan bekerja lagi


__ADS_3

Andra tidak ke kantor hari ini, setelah kejadian tadi, dia benar-benar merasa butuh sendiri. Dia hanya berdiam diri di kamarnya. Hatinya kacau, sangat kacau.


 


 


Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk.


 


 


" Siapa?" kata Andra


 


 


" Saya Tuan Muda, saya hanya ingin mengatakan bahwa ada Tuan Muda Medison di luar, " suara Bibi Moi


 


 


Andra langsung bangun dari tempat tidurnya, lalu dengan cepat membuka pintunya.


 


 


" Di mana dia?" kata Andra serius, membuat Bibi Moi bingung


 


 


" Di halaman belakang Tuan, dia ingin bertemu dengan Ayatha, " kata Bibi Moi


 


 


" Aku yang akan menemuinya, " kata Andra


 


 


Andra segera keluar dan menuju ke taman belakang rumannya, disana dia melihat Maxi sedang berdiri membelakanginya.


 


 


" Max, " sapa Andra tegas, Maxi lalu melihat kearah Andra


 


 


" Oh, Andra, aku kira kau sedang di kantor, " kata Maxi


 


 


" Tidak, bagaimana denganmu? Sedang apa di sini?" kata Andra mencoba tenang


 

__ADS_1


 


" Aku hanya ingin bertemu dengan Ayatha, " kata Maxi


 


 


" Aku rasa kau tidak perlu bertemu dengan nya, "kata Andra dingin ,entah kenapa dia mengatakan hal itu.


 


 


Maxi terdiam, dia lalu tersenyum tipis.


 


 


" Aku tahu kau tidak menyukaiku dari awal dan kau adalah majikannya, tapi kau harus menerima, aku adalah calon suaminya, " kata Maxi meninggalkan sikap ramahnya.


 


 


Mendengar itu Andra terdiam.


 


 


" Aku tidak tahu hubungan kalian sebelumnya, tapi mulai sekarang lepaskan dia, sekarang biar aku yang akan membuat dia menjadi cinderlela, " kata Maxi


 


 


 


 


Ayatha terhenti ketika melihat Andra ada di sana, Andra sedang berbicara dengan Maxi, Ayatha hampir kembali, namun ternyata Maxi sudah melihatnya.


 


 


Andra masih terdiam, dia menatap Maxi tajam, begitu juga Maxi, namun dengan cepat Maxi bisa melihat Ayatha di belakang Andra, dia segera tersenyum, melihat senyuman Maxi, Andra tahu Ayatha sedang di belakangnya.


 


 


Andra mencoba untuk tidak melihat ke belakang. Dia hanya membuang pandangannya.


 


 


" Permisi, aku harus menemui tunanganku, " kata Maxi tersenyum sedikit sinis pada Andra. Lalu pergi meninggalkan Andra yang terdiam sendiri.


 


 


Andra tidak tahu harus bagaimana, hatinya sakit...


 

__ADS_1


 


Ayatha tersenyum seadanya melihat kearah Maxi, Maxi juga membalas senyuman Ayatha.


 


 


" Kau sakit?" kata Maxi


 


 


" Oh, tidak, hanya kurang istirahat, " kata Ayatha seadanya


 


 


" Bisakah kau berhenti menjadi pelayanan di sini? , kau pasti sangat lelah" kata Maxi dengan tatapan cemas


 


 


" Aku tidak apa-apa, " kata Ayatha


 


 


" Lagipula kita akan menikah, malam ini, aku akan menemui Nyonya Renata, " kata Maxi


 


 


" Untuk apa?" tanya Ayatha


 


 


" Meminta izin untuk menikah denganmu, bagaimana pun sekarang yang bertanggung jawab padamu adalah dia, maka dari itu aku akan meminta izin padanya dan juga mengatakan kau akan berhenti, aku sudah menyiapkan sebuah rumah untuk mu, aku mau kau mulai tinggal di sana, " kata Maxi menjelaskan


 


 


" Rumah? Untuk ku?" kata Ayatha kaget


 


 


" Iya, aku tidak akan izinkan calon istri ku bekerja seperti ini, dan tinggal di sini, aku tidak mau kau berubah pikiran, " kata Maxi melirik sebentar kearah Andra yang masih berdiri tegak disana, dia seperti memastikan Andra mendengar hal itu.


 


 


Ayatha hanya tersenyum, dia tidak tahu harus apa, menikah dengan Maxi adalah jalan satu-satunya untuk menjauh dari Andra, lagi pula Maxi adalah pria yang di pilihan ayahnya.


 


 


Pasti Maxi adalah pria terbaik yang bisa di dapatkan oleh Ayatha, dan dia juga harus membalas budi, karena selama ini dia bisa hidup karena Maxi juga

__ADS_1


 


 


__ADS_2