
Ayatha hanya berdiri di depan kamar Andra, seperti yang biasa dia lakukan, hari ini rumah terasa sangat sepi, biasanya ada Wayren yang membuat rumah ini ramai, jika seperti ini, rasanya Ayatha sedikit merindukan candaan Wayren, pikir Ayatha sambil menunduk memainkan jarinya.
" Kau merindukan ku? " kata Wayren tiba-tiba ada di depan Ayatha, Ayatha kaget.
Bagaimana Wayren bisa di depannya bertepatan dengan saat Ayatha memikirkannya.
" Eh.. Tuan Muda Wayren," kata Ayatha dengan wajah kaget.
" Aku sangat merindukan mu," kata Wayren sambil meletakkan dahinya di bahu Ayatha.
Ayatha yang di perlakukan seperti itu oleh Wayren, langsung terdiam, berdiri mematung. Dia tidak tahu harus melakukan apa.
" Kau tahu hari ku sangat berat, aku bertemu seorang wanita yang gila," kata Wayren terus dengan posisinya, Ayatha tetap mematung, dia sangat gugup...karna bahkan nafas Wayren pun dia bisa mendengarnya.
Andra keluar dari kamar saat dia melihat Wayren yang sedang meletakkan dahinya pada pundak Ayatha, Ayatha yang melihat Andra datang langsung bertambah gugup, dia bingung harus melakukan apa, dia mau menolak Wayren tapi dia tidak bisa, namun rasanya tidak enak ketika Andra melihat dia seperti ini, Ayatha jadi salah tingkah. Andra hanya melihat apa yang terjadi.
" Sore Tuan," kata Ayatha pelan kepada Andra
Wayren segera mengangkat kepalanya, di raut wajahnya tampak seperti sudah terganggu karena kedatangan Andra, Andra mengerutkan dahi melihat ekspresi Wayren.
" Kau sudah pulang? " kata Andra
" Yap, ehm., aku lelah, aku mau istirahat dulu," kata Wayren tampak acuh tak acuh
" Baiklah " kata Andra tetap mengerutkan dahinya
" Aku akan secepatnya menemuimu," kata Wayren sambil tersenyum manis pada Ayatha, Ayatha hanya bisa menatap Wayren dengan tidak percaya.
Wayren segera melangkah pergi tanpa melihat Andra sama sekali, Andra hanya menatap kepergian Wayren, Ayatha menatap kearah Andra, seketika pandangan mereka bertemu, Andra hanya sedikit tersenyum, lalu kembali masuk kedalam kamarnya.
Ayatha hanya bisa terdiam, dia melihat Andra sampai dia menutup pintu, lalu setelah itu dia melihat kearah Wayren pergi. Dia merasa tidak enak berada diantara kedua kakak beradik ini.
Andra penasaran dengan kelakuan adiknya, mengapa Wayren seperti tidak ingin bertemu dengannya, Andra
tahu pasti sifat adiknya bagaimana, dia selalu seperti itu jika dia marah pada Andra.
Tapi kali ini dia ingin tahu kenapa Wayren tampak marah padanya?, dia segera bangkit dari kursi tempat biasa dia membaca. Berjalan keluar kamar lalu memuju kamar Wayren.
Wayren baru saja bersiap setelah mandi saat pintunya diketuk, dia mengerutkan dahi, penasaran siapa yang mengetuk pintu kamarnya? Mungkinkah Ayatha? Pikirnya
" Masuk, " kata Wayren penasaran
__ADS_1
Andra membuka pintunya melihat Wayren sedang membereskan bajunya, Wayren melihat sekilas pada Andra, lalu dia kembali membereskan bajunya. Andra hanya berdiri menatap Wayren.
" Ada apa?" Kata Wayren yang tahu maksud kakaknya.
" Seharusnya aku yang bertanya, ada apa?" Kata Andra pada adiknya.
" Tidak ada," kata Wayren santai sambil melihat Andra
" Aku tahu sifatmu, aku bisa membaca pikiranmu, " Kata Andra serius
" Kalau kau bisa membaca pikiranku, bukannya kau seharusnya tahu? Untuk apa bertanya lagi, " kata Wayren
acuh
" Kenapa? Kau selalu seperti itu jika kau marah padaku," kata Andra
" Kalau kau merasa begitu, yah sudah., aku marah padamu," kata Wayren menatap Andra serius.
" Kenapa? Apa tentang Ayatha? " Kata Andra serius
Wayren menatap Andra lebih serius namun dia hanya diam, lalu mengalihkan pandangannya dengan menggulung lengan bajunya. Dia tidak ingin membahas Ayatha dengan Andra, karena dia takut dia tidak bisa menahan emosinya.
" Benar kah gara-gara dia? " Tanya Andra lagi membuat Wayren jadi kesal, dia tidak bisa lagi menutupi rasa
" Iya," kata Wayren
" Apa masalahnya? " Kata Andra lembut karena Andra tahu jika Wayren kesal, dia harus bicara lembut padanya
agar semuanya bisa selesai.
" Apa kau menyukainya? " tanya Wayren lebih tenang...namun tetap menatap Andra dengan serius
" Apa? " kata Andra mengerutkan dahi
Ayatha baru saja selesai menyiapkan makan malam untuk kedua Tuan mudanya, namun beberapa saat dia menunggu, Wayren dan Andra tidak muncul juga. Ayatha melihat kesekeliling dia juga tidak menemukan tanda-tanda mereka. Ayatha berpikir, mungkin lebih baik memanggil mereka.
Ayatha berjalan kearah kamar Wayren, karena kamar Wayren yang lebih dekat dari ruang makan. Dia mencoba mengetuk bagian luar kamar Wayren, namun tidak ada jawaban, dia kembali mengetuk sambil mengerutkan dahinya. Biasanya Wayren selalu cepat membuka pintunya.
Apakah Wayren ketiduran? Apa dia harus melihat kedalam?
Ayatha dengan sedikit penasaran, mencoba membuka pintu kamar Wayren, ternyata kamar Wayren sedang tidak terkunci sehingga Ayatha dengan mudah membukanya.
__ADS_1
Tapi sepertinya tidak baik, jika masuk ke kamar Wayren, pikir Ayatha. Ayatha segera akan menutup kamarnya, sebelum dia mendengar suara dari kamar Wayren.
" Apa aku harus mengulangnya lagi, apakah kau menyukai Ayatha? " Kata Wayren sedikit agak keras kepada Andra.
" Kenapa kau bertanya seperti itu? " Tanya Andra kaget kenapa Wayren bisa berpikiran dia menyukai Ayatha.
" Jawab saja pertanyaan ku," kata Wayren kesal
" Kau sudah tahu jawabanku," kata Andra
" Hanya jawab saja yang jelas," kata Wayren tambah kesal
Wayren dan Andra saling bertatapan, wajah Andra hanya diam dan datar, sedangkan Wayren terlihat
kesal karena kakaknya tidak langsung menjawa apa pertanyaannya.
" Tidak." kata Andra
Wayren terdiam, begitu juga Ayatha... Hatinya tiba-tiba terasa sakit sekali, Air matanya tiba-tiba mengalir, dia bahkan heran kenapa dia menangis, Ayatha segera menghapus air matanya lalu segera pergi begitu saja. Dia tidak ingin lagi mendengar apapun.
" Apa kau serius? " Kata Wayren pada kakaknya
" Apa aku tampak kurang serius, bagaimana menurutmu? kau yang lebih tahu," kata Andra enteng saja.. Wayren menatap Andra dalam-dalam...yah, Andra serius, juga tidak menutupi apa-apa, Wayren tahu betul bagaimana jika Andra sedang serius dengan sesuatu.
" Hah, ini sangat memusingkan, " kata Wayren dengan frustasi
" Kenapa? kau tinggal menjaganya seperti yang kau katakan beberapa hari yang lalu ," kata Andra
Wayren menatap kakaknya, dia melihat dalam...lalu tak lama tersenyum kecut...dia tahu keadaanya tidak semudah yang dikatakan Andra.
" Aku akan menjaganya., walaupun bukan aku yang di inginkannya," kata Wayren lirih
" Maksudmu?" Kata Andra mengerutkan dahi
" Dia menyukai orang lain," kata Wayren mencoba tersenyum
" Siapa? " Kata Andra mengerutkan dahi, dia tidak tahu bahwa Ayatha menyukai seseorang, dia jadi penasaran dengan orang yang disukai Ayatha, apakah Jeremy? Atau... Maxi? Kenapa tiba-tiba dia sangat ingin tahu.
" Kau akan tahu, tapi apapun itu bagaimana pun, siapapun yang dia suka, aku tidak akan biarkan dia membuatnya
terluka, ingat itu," kata Wayren menatap Andra dengan sangat-sangat serius, lalu meninggalkan kakaknya sendiri di kamarnya.
__ADS_1
Andra hanya terdiam, dia tidak terlalu berpikir perkataan Wayren barusan, dipikirannya sekarang, siapa kira- kira orang yang disukai oleh Ayatha., jangan-jangan, dia menyukai Maxi, entah mengapa ada perasaan tidak suka muncul, ini pasti gara-gara Andra sejak awal tidak menyukai Maxi,Pikirnya