Meadow

Meadow
Baiklah, ayo menikah


__ADS_3

" Akan ku pikirkan, " kata Ayatha seadanya


Andra kesal dengan jawaban Ayatha, dia merasa di gantung seperti ini...


" Jawablah sekarang, jangan mempermainkan perasaanku, " kata Andra menatap Ayatha


dengan serius


" Aku tidak mempermainkan perasaanmu, aku hanya ingin berpikir "


" Berpikir tentang apa? Kau takut tentang Raphael, kalau memang takut kenapa pulang? "


" Kau ini, terlalu memaksa "


" Tentu,kalau soal tentang dirimu aku akan memaksa, mulai sekarang, kau kembali padaku, " kata Andra tidak ingin lagi kehilangan Ayatha


Ayatha memandang Andra, lalu tersenyum...


" Kenapa tersenyum? " kata Andra


" Aku rasa dulu kita pernah juga begini, kau memutuskan kita pacaran di dalam mobil juga kan, lalu beberapa hari kemudian, kau malah bertungan dengan Nadine, " kata Ayatha mengenang

__ADS_1


" Kali ini aku tidak akan bertunangan dengan siapapun kecuali dengan mu, tidak… kita langsung menikah saja," kata Andra menatap Ayatha


" Menikah bukan hal yang mudah, " kata Ayatha lagi


" Tidak ada yang bilang itu mudah, tapi setidaknya kita bersama, menjalaninya bersama, itu yang akan membuatnya lebih berarti, " kata Andra


" Aku akan memikirkannya, " kata Ayatha lagi


Andra menatap Ayatha kesal sekali, tidak ingin menjawab kata-kata Ayatha, lalu melajukan mobilnya ke tempat makan.


Sesampainya di tempat makan, wajah Andra masih tidak enak di lihat, dingin dan penuh emosi, dia masih kesal. Ayatha hanya tesenyum tipis melihatnya, Ayatha ingin membuka mobil, namun Andra membuka pintunya duluan, Ayatha menatap Andra, walaupun sedang marah, Andra tidak lupa memperlakukan Ayatha dengan semestinya, membuat Ayatha sedikit tersentuh.


Dia menatap Andra, Andra hanya mengacuhkannya, mereka berjalan bersampingan, handphone Ayatha berbunyi, memunculkan pesan dari hanna yang menanyakan kabarnya, karena terlalu fokus membalas pesan itu, Ayatha tidak melihat kearah jalan, dia hampir saja menabrak orang yang berjalan berlawanan dengannya sebelum Andra menarik barunya. Ayatha kaget, Andra merangkul bahunya sambil berjalan.


Sesampainya di tempat makan, Andra menarik kursi untuk Ayatha duduk,lalu dia duduk, namun wajahnya masih saja kesal, mungkin karena sudah terlalu sering berpisah, membuat Andra jadi sangat pemaksa, ingin memiliki Ayatha seutuhnya lagi.


Andra dan Ayatha memesan beberapa makan untuk mereka, tidak ada yang berbicara setelahnya, Andra hanya mengarahkan pandangannya ke bawah, tapi wajahnya masih kesal, Ayatha jadi lucu karena melihat wajah Andra yang begitu, membuat Ayatha tersenyum.


" Kenapa tersenyum? " kata Andra


Ayatha menatap Andra dengan lembut, sangat lembut dengan penuh kasih sayang, sehingga hati Andra luluh karenanya,

__ADS_1


" Baiklah, mari menikah, " kata Ayatha lembut


Andra memandang Ayatha dengan pandangan tidak percaya, dia tersenyum senang, sangat sumrigah, rasanya dia


ingin memeluk Ayatha sekarang.


" Tapi katanya ingin berpikir? " kata Andra jaim


" Aku hanya ingin berpikir, tidak mengatakan harus berpikir 1 harian kan? " kata Ayatha


" Baiklah, terima kasih, " kata Andra senang, dia bangkit lalu mencium dahi Ayatha, Andra kembali duduk


" Jangan mencium dahi wanita manapun lagi ya dengan alasan apapun, " kata Ayatha dengan wajah cemberut


yang di buat-buat


" Aku tidak bisa janji itu, " kata Andra, Ayatha mengerutkan dahinya


" Maksudmu? "kata Ayatha


" Yah, aku tidak bisa janji, karena aku pasti ingin mencium dahi anak perempuan kita nanti, " kata Andra tersenyum lebar, membuat Ayatha tertawa, kenapa sekarang Andra pintar sekali mengoda,

__ADS_1


Makan mereka tak lama datang, mereka langsung makan dengan aura bahagia yang terpancar.


Akhirnya begitu lama berpisah..bisa kembali lagi bersama.


__ADS_2