
Risa duduk di salah satu cafe di dekat kampus Wayren, setelah bergantian dengan hanna dia
minta izin untuk keluar menemui Wayren. Di wajahnya tampak kesedihan,
memikirkan Ayatha saja sudah begitu sedih, bagaimana jika mengalaminya.
Wayren datang tak lama kemudian, di belakangnya ada 4 orang pengawal, Risa menatapnya dengan aneh. Wayren lalu duduk di dekatnya.
" Apa kalian juga ingin makan bersama ku? Berjagalah agak jauh, " kata Wayren kesal
Pegawalnya mengambil jarak, namun masih di dekat Wayren. Wayren tampak malas melihat pengawal-pengawal itu, sangat menganggu.
" Hai, apa kabarmu? " kata Wayren
melihat Risa
" Baik, sekarang pengawalmu sangat banyak, " kata Risa
" Ayahku melakukan ini agar aku tidak berontak," kata Wayren kesal
" Ayahmu sangat menakutkan ya? " kata Risa
lagi
" Entahlah, aku tidak tahu kenapa bisa punya Ayah seperti itu? " kata Wayren
" Ehm... aku tadi sudah bertemu Ayatha, " kata Risa sedikit mengecilkan suaranya, takut pengawal itu mengedengarnya.
" Benarkah? Bagaimana keadaanya? " kata Wayren juga ikut mengecilkan suara.
" Sudah membaik, namun masih belum bisa berjalan, " kata Risa
Wayren terdiam... bagaimana ayahnya bisa membuat seorang gadis seperti itu?, dia memang lebih kejam dari iblis, pikir Wayren.
Handphone Risa berdering, namun Risa tidak mengangkatnya, Wayren melihat ke hanphonenya, hanya angka tanpa nama, setelah panggilan itu mati, dia bisa melihat ada 34 panggilan tidak terjawab.
" Kenapa banyak sekali panggilan tidak terjawabnya? " kata Wayren menatap Risa
" Itu hanya pria aneh dari kampusku, dia selalu meneleponku terus menerus, " kata Risa tampak tak suka
" Kalau tidak suka kenapa memberikan nomor handphonemu padanya? " kata Wayren seperti mengintrogasi
" Aku tidak memberikannya, dia mendapatkannya entah dari mana, aku sudah memblock nomornya, tapi dia akan menelepon dengan nomor yang lain, selalu seperti itu," kata Risa kesal
" Ganti saja nomor teleponmu, " kata Wayren
" Inginnya, tapi nomor itu nomor lama, banyak sekali yang bertautan dengan nomor handphone itu, " kata Risa
Wayren tampak tak suka, lalu handphone Risa kembali berdering. Risa membiarkannya, namun Wayren merasa terganggu, mengambil handphone Risa, lalu
menangkatnya, Risa ingin mencegahnya namun tidak sempat.
" Hei, jangan lagi menelepon Risa, dia pacarku, dan aku tidak suka kau meneleponnya terus, kalau kau tetap meneleponnya, kau akan menyesal," kata Wayren.
Risa menatap Wayren dengan heran, kenapa dia mengaku-ngaku pacar Risa? .
Wayren menutup sambungan telepon itu, menyerahkan handphone pada Risa dengan tatapan kesal.
" Beritahu aku jika dia meneleponmu lagi, " kata Wayren
" Baiklah. " kata Risa
Lalu mereka mulai berbincang, banyak sekali terutama tentang sekolah mereka dulu. Tak lama, tiba-tiba seseorang datang.
" Risa?" kata kata pria itu
Risa kaget, itu Lional, pria yang dari tadi meneleponnya, kenapa dia ada di sini?
" Lional? "kata Risa
__ADS_1
" Siapa dia? " kata Wayren.
Lional pria keturunan, wajahnya sangat bule, dia menatap Wayren dengan sangat tajam, Wayren pun begitu.
" Sedang apa kau di sini?"kata Risa
" Risa aku bisa jelaskan padamu, aku ingin menjelaskan hubungan kita, " kata Lional
Wayren menatap Risa, hubungan? Maksdunya apa? Wayren menatap Risa dengan tatapan dinginnya, Risa jadi salah tingkah.
" Risa ikutlah dengan ku, " kata Lional menarik tangan Risa, karena tenaga Lional
begitu besar, Risa tertarik, namun Wayren juga menarik tangan Risa yang
satunya.
" Risa tidak akan ke mana-mana? " kata Wayren
Pemandangan itu sangat menarik perhatian semua orang, Lional menarik Risa, Risa juga di tarik oleh Wayren, Risa jadi bingung, menatap Lional dan Wayren bergantian.
Wayren berjalan ke arah Lional dengan wajah kesalnya, menatap tajam, begitu
juga Lional.
" Ayo selesaikan di luar, " kata Wayren
" Baiklah, " kata Lional menerima tantangan Wayren.
" Kalian jangan ikut campur," kata
Wayren mengatakan pada pengawalnya. Pengawalnya mengerti.
Lional jalan duluan keluar, di ikuti oleh Wayren lalu Risa dan pengawalya.
" Kalian jaga saja Nona Risa," kata Wayren
" Baik Tuan, " katapengawal itu , mereka lalu membentuk formasi, 2 di depan Risa, dan 2 di
Wayren menarik lengan kemejanya ke atas, bersiap mengahadapi Lional, beberapa menit
kemudian, Lional terkapar di tanah. Dia tidak bisa lagi bangun. Wayen mengelap
bibirnya yang berdarah, namun selain itu dia tidak terluka apapun.
" Jangan pernah menganggu Risa lagi, dia milikku, apapun hubunganmu dengan Risa belumnya, aku tidak perduli, sekarang dia wanitaku," kata Wayren memperingatkan Lional yang menahan sakit di perutnya karena pukulan Wayren yang telak.
Wayren meninggalkan Lional, mendekati Risa yang terlihat syok karena melihat Wayren
dan Lional berkelahi.
" Panggilkan ambulans untuknya," kata Wayren memerintahkan pengawalnya.
Pengawal itu langsung menghubungi ambulans.
" Kau!, ikut aku, " kata Wayren menatap Risa, menarik tangannya, masuk kedalam cafe lagi.
Risa masih ter cengang, melihat kelakuan Wayren, dia lalu memesan es batu untuk mengompres luka di bibir Wayren yang cukup parah.
" Apa hubunganmu dengannya? " kata Wayren
menatap Risa dengan tajam
" Ehm... itu sedikit rumit di jelaskan, " kata Risa
Wayren dan Risa memang bersahabat, Wayren masih punya rasa dengan Ayatha, tapi dia juga merasakan peduli yang sangat pada Risa, selama 2 tahun ini walaupun Risa jauh, Wayren tetap berhubungan dengannya. Tidak interns memang, namun cukup tahu kehidupan masing-masing, dan kabar dunia...
" Jangan bertele-tele, katakan saja? " kata Wayren, entah kenapa dia merasa tak rela
jika Risa bersama pria lain.
__ADS_1
" Aku dan Lional teman sekampus, dia dari awal sering membantuku, penyusuaian di sana bagiku cukup sulit, lalu kami
sering bersama, " kata Risa menceritakan, Wayren menatapnya dengan serius namun tatapannya sedikit suram.
" Lalu? " kata Wayren lembut
" Yah, mungkin sedikit lebih dekat dari pada teman, namun tidak berapa lama, dia malah
berpacaran dengan wanita lain," kata Risa
" Haha... jadi kau menyukainya? Kenapa kau tidak mengatakannya, aku jadi merasa bersalah memukulnya tadi," kata Wayren tertawa menutupi kekecewaannya.
" Tidak juga, aku rasa aku tidak menyukainya, hanya terbawa suasana," kata Risa lagi
Wayren terdiam, dia tidak mengerti Risa wanita yang bagaimana? Bagaimana bisa dekat dengan orang lain karena terbawa suasana,gadis ini aneh.
" Bagaimana bisa dekat dengan pria karena terbawa suasana? " kata Wayren
" Lional dulunya sangat peduli, sangat baik, di saat aku butuh, dia selalu ada... jadi
yah begitu aku jadi terbawa suasana, saat dia bilang dia punya pacar aku juga tidak merasakan sakit, hanya kehilangan teman saja, lalu aku menjauh, tapi Lional
tiba-tiba bilang dia menyukaiku, bukannya pacarnya," kata Risa
" Pria macam apa seperti itu? Kau juga, bisa-bisanya sepeti itu juga terbawa suasana ,di luar negeri, semua orang bisa sangat dekat, bahkan jika seseorang punya kekasih mereka bisa bersama wanita lain, hubungan mereka sangat terbuka, " kata Wayren lagi
" Yah, aku kan mau di perlakukan baik oleh seorang pria, ingin ada yang memperhatikan, di beri perhatian seperti itu, aku tentu baper, aku kan ingin punya pacar, " kata Risa
lagi dengan mengecilkan suaranya yang terakhir
Wayren melihat Risa dengan lembut, tertawa tipis, gadis ini masih sama lugunya seperti
terakhir mereka bertemu.
" Kalau begitu jadilah pacarku, " kata Wayren menatap Risa
Risa kaget, melihat ke arah Wayren,
wajahnya serius, tapi Risa tahu sifat Wayren yang suka menjahili orang. Wayren
juga tidak tahu kenapa dia mengatakan hal itu, tapi dia senang.
" Kau? Tapi... " kata Risa ragu
" Mau jadi pacarku? Ya atau tidak, itu saja jawabannya, " kata Wayren dengan serius.
Risa mengigit bibirnya.
" Baiklah, " kata Risa
" Jawabannya cuma iya atau tidak? " kata Wayren lagi memaksa
" iya, aku mau jadi pacarmu, " kata Risa lagi
Wayren tersenyum lembut, ada perasaan senang di hatinya.
" Ok, fix, kita pacaran, " kata Wayren
Risa menatap Wayren, kenapa seperti ini, tidak ada bunga, tidak ada kata-kata manis, hanya seperti ini, tapi entah kenapa Risa malah senang dengan keadaan ini.
" Hal pertama yang kau harus tahu, aku orang yang pecemburu, tidak suka wanita ku dekat
dengan pria lain, jadi jangan coba untuk dekat dengan pria lain, " kata Wayren serius
" Baiklah, kau juga," kata
Risa
" Sejak aku bersamamu, tidak akan ada lagi wanita lain, " kata Wayren menatap Risa, Risa
__ADS_1
terasa hanyut dalam pandangan Wayren, kata-katanya walaupun tidak lembut, cukup
membuat Risa terharu.