
Maxi dudukdi kantornya, Petinggi
polisi yang kemarin membantunya duduk di depannya.
" Sedikitsulit, lawanmu kali ini orang yang punya pengaruh lebih di mana-mana," kata Petinggi
polisi itu
" Aku tahu, Tuan Ray memang memiliki banyak akses dimana-mana, " kata Maxi berpikir
" Kami sedangmembuat tim rahasia yang dapat di percaya untuk bisa menemukan pelakunya, dari situ kita akan mendapatkan petunjuk, " kata Petinggi polisi itu
" Ya, laksanakan, aku sangat berhutang budi padamu, " kata Maxi
" Jangan seperti itu, kita sudah seperti saudara, aku akan melakukan yang terbaik untuk adikmu "
" Baiklah, berikan aku kabar jika sudah mendapatkan mereka, rahasiakan saja, biar semua tidak curiga, jika mereka sudah mengaku siapa yang menyuruh mereka, baru kita akan mengeksposnya, " kata Maxi lagi
" Ok, kalau begitu, aku permisi dulu," kata petinggi polisi itu lalu berjalan keluar dari ruangan Maxi
Dia memang orang yang tenang, orang yang tidak akan menyakiti siapapun, namun jika ada salah seorang terdekatnya yang terluka, dia tidak akan berhenti sampai orang
itu mendapatkan pembalasan.
___________________________________________
Andra keluar, berbicara pada seorang pengawal.
" Aku ingin tahu hasil pemeriksaanku kemarin, bisakah aku meminta meneleponnya
sekarang?" kata Andra dengan dingin
Pengawal itu menatap Andra, lalu Andra memberikan kartu nama jaremy pada pengawal itu, pengawal itu melihat dengan seksama, lalu mulai menekan nomor itu.
“ Halo, Dokter Jeremy di sini?” suara Jeremy terdengar, pengawal itu lalu
memberikan handphonenya pada Andra, suara handphone di loudspeaker.
" Halo, aku Andra, " kata Andra menjawab telepon Jeremy
“ Oh, ya Andra, ” kata Jeremy
" aku ingin tahu hasil dari pemeriksaanku kemarin, di sampingku ada penjaga, aku
ingin mereka mendengar apakah aku harus ke sana atau tidak? " kata Andra
“ Tentu, datang lah besok, jam 2 tepat, tolong beri tahu penjagamu bahwa pengambilan hasil tidak dapat di wakilkan,” kata Jeremy yang tahu maksud dari Andra
" Baiklah, " kata Andra
Dia menyerahkan handphone pada pengawalnya.
" Catat itu di jadwalku," kata
Andra dingin
" Baik, " kata pengawal itu
Andra lalu masuk keruangannya, dia lalu tersenyum, tidak sabar menunggu besok untuk menemui Ayatha lagi.
____________________________________________
Risa sedang ada di rumahnya, membaca beberapa buku dan bermalas-malasan. Handphonenya berdering, nama Wayren tertera disana,
" Halo? " Kata Risa
“ Kau ada di mana? ” kata Wayren
" Di rumah persembunyianku,” kata Risa
sedikit penasaran
“ Buka pintu rumahmu sekarang, ” kata Wayren memerintah, Risa melihat handphonennya, namun dia segera menuju ke pintu keluar, dia membuka pintu, melihat
kesekeliling, lalu menangkap sosok Wayren yang sedang berlari menujunya, Risa
kaget, begitu Wayren sampai dia langsung masuk dan menutup pintunya dengan
cepat.
" Apa yang terjadi? " Kata Risa
yang kaget melihat kelakuan Wayren
" Srttt... " Kata Wayren memberikan gestur untuk diam, Risa mengerti, Wayren melihat keluar dari jendela, Risa juga ikut, mereka melihat 4 orang penjaga yang biasa bersama Wayren sedang kebingungan melihat Wayren.
Setelah mereka pergi, Wayren baru kelihatan lega.
__ADS_1
" Kau melarikan diri dari mereka, " kata Risa
" Iya, mereka selalu mengikutiku, kalau begitu akan susah bertemu denganmu, " kata Wayren menatap Risa lembut
" Kau melarikan diri dari mereka karena ingin bertemu dengan ku? " Kata Risa tak percaya, tapi hatinya senang
" Iya, aku kan pacarmu, tentu hal yang biasa jika ingin bertemu denganmu, " kata Wayren
lagi
Risa tak menjawab, tapi dia hanya senyum-senyum sumringah
" Ada apa dengan mu? Senyum senyum sendiri," kata Wayren
" Tidak apa-apa," kata
Risa masih sumringah
" Aku lapar, apa di rumahmu ada makanan? " Kata Wayren lagi
" Yahh... aku baru saja menghabiskannya, jadi disini tidak ada makanan, " kata Risa lagi dengan gayanya
" Kau ini perempuan atau apa? Masa di rumah tidak ada makanan, " kata Wayren
" Aku kan tidak tahu kau mau datang, makanya aku habiskan, " kata Risa
" Baiklah, kalau begitu ayo makan di luar," kata Wayren
" Kau mengajakku kencan? " kata Risa semangat, Wayren mengerutkan Dahinya
" Iya, bersiaplah," kata Wayren lucu melihat tingkah pacarnya, dia belum pernah melihat wanita seperti dia. Risa senang sekali, dia benar-benar senang hingga salah tingkah, Wayren benar-benar tidak bisa menahan tawanya.
Risa keluar, dia sudah berganti pakaian, Risa adalah wanita yang manis, mengunakan jaket dan celana jeans, dia juga mengikat rambutnya menjadi dua, dia terlihat sangat
imut,Membuat Wayren menatapnya terus menerus, Risa jadi salah tingkah.
" Apa kah terlalu kekanak-kanakan? " Kata Risa
" Tidak, ehm..kau terilhat imut "
" Benarkah, aku jadi malu"
Wayren kembali tersenyum, dia tidak pernah berpikir akan punya pacar seperti Risa ini.
" Owh iya, ini," kata
" Apa ini? " Kata Wayren melihat jaket
itu, itu jaket pria
" Jaket, aku takut pengawalmu masih mencarimu, " kata Risa
" Ini kan jaket pria, bagaimana kau bisa punya? " kata Wayren cemburu
" Itu punya adikku, " kata Risa
" Kau tidak bilang kau punya adik laki-laki, " kata Wayren
" Benarkah? Rasanya aku pernah bilang dulu, " kata Risa
" Ehm...atau aku yang lupa, " kata Wayren memakai jaket jeansitu, lalu
memakai hoodienya. Dia mencoba membuka pintunya lalu melihat ke sekitar, Risa
juga ikut melihat dengan gayanya.
Setelah aman, Wayren melangkah keluar, Risa mengunci rumahnya, Wayren menunggu Risa
mengunci rumahnya, setelah Risa selesai, dia berjalan di samping Wayren, mereka
terlihat canggung, walaupun pernah jalan bersama sebelumnya tapi sekarang
status mereka berbeda.
Mereka berjalan dalam hening, Wayren menyesuaikan langkahnya dengan Risa agar Risa tidak terburu-buru mengejarnya, Wayren memandang Risa yang kikuk.
" Kau belum pernah kencan? " Kata Wayren
" Belum, kau kan pacar pertamaku, " kata Risa pelan
Wayren tertawa kecil, lalu dia mengenggam tangan Risa. Risa kaget melihat Wayren.Wayren tampak cuek saja, Risa lalu tersenyum.
" Kemana kita akan makan? " Kata Wayren
" Kau ingin makan apa? " Kata Risa lagi
" Ehm...kau selalu punya tempat makan yang enak, bawa saja aku ke salah satunya," kata
__ADS_1
Wayren lembut
" Baiklah, ayo makan ramen, aku sudah ngidam makan ramen dari semalam, " kata Risa semangat dan sumringah
" Lain kali jika ingin makan sesuatu, bilang saja padaku, nanti aku akan menemanimu
makan, " kata Wayren mengenggam erat tangan Risa
" Benarkah? Kapan pun? " Kata Risa manja
" Iya kapanpun, aku akan menemanimu, " kata Wayren tersenyum manis pada Risa, Risa tersipu malu memeluk di lengan Wayren dengan erat, Wayren melepas tangannya,
lalu merangkul Risa hingga badan nya menempel kebadan Wayren, membuat pipi Risa bersemu merah.
Tiba- tiba Wayren menarik Risa masuk ke dalam sempit di dekat mereka, membuat Risa kaget, Wayren bersender di dinding, Risa dia peluk di depannya.
" Ada apa? " Kata Risa
" Aku melihat pengawalku, " kata Wayren sedikit panik
" Benarkah? " Kata Risa, dia jadi panik, melihat sedikit, dan benar, pengawal itu sebentar lagi akan mendekat pada mereka.
"Benar mereka susah dekat," kata Risa,
" Aku rasa kalau kita di sini pasti
akan terlihat," kata Wayren mengamati gang kecil tempat mereka bersembunyi, hanya gang kecil yang ujungnya buntu, kalaupun lari pasti tetap ketahuan,kalau lari sekarang sudah terlambat.
Risa juga panik, melihat wajah Wayren yang bingung dan terlihat mencari cara. Risa
mendengar suara pengawal Wayren mendekat, ntah apa yang dipikirkannya, dia
berjinjit, langsung memegang pipi Wayren, mengarahkan wajahnya agar mendekat
dengannya, lalu bibirnya menyentuh bibir Wayren, Wayren tentu kaget dengan yang
di lakukan oleh Risa, dia tidak pernah di cium wanita duluan, melihat insiatif Risa
ini tentu dia kaget, namun ciuman itu lama-lama bisa di nikmatinya, membuat Wayren memeluk Risa, Risa juga kaget apa yang sudah di lakukannya, tapi saat bibirnya
menyentuh bibir Wayren yang hangat, rasanya seluruh badannya jadi tersengat listrik.
Wayren menekan tubuh Risa ke depan, membuat Risa jadi menempel ke dinding yang satunya, Wayren menciumnya dengan dalam, semakin lama semakin ganas, membuat napas mereka terpacu.
Pengawal Wayren lewat, melihat kesegala arah, namun hanya melihat dua kekasih yang saling berciuman, melihat itu mereka canggung, lalu pergi cepat dari sana
" Anak muda zaman sekarang bisa berciuman di mana aja ya? " kata salah satu pengawal yang melihat hal itu.
Setelah para pengawal itu lewat, Risa melepaskan ciumannya, menatap Wayren yang menatapnya dalam-dalam, Risa jadi malu, wajahnya sangat merah, Wayren juga pura-pura melihat pengawalnya, itu ciuman terlama dan terpanas yang pernah di lakukanya, rasanya sangat nikmat, apa karena dilakukan dengan hati? Pikir Wayren.
"Mereka sudah pergi? " Kata Risa
bertanya, wajahnya masih sangat merah
" Iya, sudah, " kata Wayren
" Ehm... ayo makan aku juga lapar," kata Risa mengalihkan pembicaraan, dia takut Wayren menanyakan tentang ciuman itu lagi.
" Baiklah, " kata Wayren, masih menatap Risa sepenuh hati, sekarang dia tidak lapar lagi, tapi lapar akan bibir tipis Risa. Dia ingin mencium Risa lagi namum Risa langsung pergi keluar, membuat Wayren menekan bibirnya.
" Ayo," kata Risa lagi
" Baiklah, " kata Wayren
lagi mengikuti pacarnya yang jalan duluan.
Tak lama mereka sampai juga di tempat itu, tempatnya tak begitu lebar, namun sangat
ramai, Wayren sebenarnya tidak suka tempat ramai seperti ini, dari dulu tak suka, tapi demi Risa dia selalu bisa mengesampingkan hal ini. Palayan langsung mendatangi Risa, Wayren berdiri di depan Risa, wajahnya terlihat cuek.
" Apakah ada tempat untuk 2 orang? " kata Risa
" Ada, namun bisa kah menunggu sebentar, kami sedang menyiapkannya," kata
pelayan itu
" Baiklah," kata Risa, pelayan itu langsung pergi, Risa menatap Wayren
" Kata mereka tunggu sebentar," kata Risa
" Baiklah," kata Wayren
" Kau tidak apa-apa kan menunggu? Atau kita cari restauran yang lain saja," Kata Risa sungkan
" Tidak perlu, kau kan sangat ingin makan di sini, aku bisa menunggu," kata Wayren
lembut membuat jantung Risa ingin copot rasanya.
__ADS_1