Meadow

Meadow
Awalnya aku marah, sekarang aku senang


__ADS_3

Andra menunggu di depan kamar mandi sambil memperhatikan Raphael yang masih tak


sadar. Dia mendengarkan dengan baik-baik, takut terjadi apa-apa dengan Ayatha


di dalam.


Pintu kamar mandi terbuka, melihat Ayatha yang sudah lebih kelihatan segar karena sudah


mencuci mukanya, dia memandang Andra yang dengan setia menunggunya di depan


pintu.


" Terima kasih," kata Ayatha mulai bisa tersenyum


" Sama-sama, " kata Andra, dia kembali berjalan di belakang Ayatha, menjaganya.


Ayatha kembali ketempat duduknya, Andra pun begitu, mereka hanya diam saja, Ayatha


kembali memandang Raphael, mengelus kepalanya, memandangi anaknya yang terlihat


damai tertidur.


" Kapan ulang tahunnya? "kata Andra


" Desember, tanggal 19, " kata Ayatha melihat Andra dengan senyuman


" Maafkan aku tidak menemanimu saat itu, " kata Andra


" Tidak apa-apa, aku juga tidak terlalu menjaga diri dengan baik saat mengandungnya,


beberapa kali mencoba bunuh diri, saat pertama kali melihatnya, saat melihat


matanya yang sangat mirip denganmu, aku berjanji dalam hati akan hidup dengan


baik untuk menjaganya, " kata Ayatha melihat Andra sedikit, lalu kembali


ke Raphael


Andra mendengar itu hatinya sedikit tersentuh, apa hanya hal ini yang bisa membuat


mereka berkumpul bertiga seperti ini? Ayah, Ibu dan anak berkumpul bersama, Andra


ingin sekali berkumpul seperti ini setiap saat, ada di sisi Ayatha dan Raphael


selamanya, menjaga mereka, namun...


Andra memalingkan wajahnya dari Ayatha dan Raphael, dia sudah tidak bisa lagi


memaksa, begini saja sudah cukup.


" Kapan kau tahu aku masih hidup? " kata Ayatha menatap Andra, Andra lalu melihat Ayatha.


" Mungkin 2 atau 3 tahun yang lalu, aku kurang ingat, " kata Andra


" Owh... Jessy mengatakan kalian sebelumnya ingin menikah? " kata Ayatha, Andra


hanya tesenyum kecut


" Yah... tadinya aku kira kau sudah meninggal, Ibu ingin aku menikah dan sangat menyukai


Jessy, jadi aku memutuskan untuk membahagiakan Ibu, tapi 1 minggu sebelum


acara, aku memutuskan semuanya karena aku tahu kau masih hidup, tapi tidak bisa


tahu kau di mana, Maxi tidak memberitahuku, " kata Andra memberikan


penjelasan


" Lalu kau mencariku? "kata Ayatha menatap serius ke Andra


" Iya, saat acara pernikahan Wayren dan Risa, aku mendapat namamu dari ponsel Nanny,


haha... sedikit lucu, aku mencarimu 3 tahun ini, ternyata orang terdekatku


mengetahui di mana keberadaanmu, " kata Andra tertawa menertawai dirinya


sendiri


Ayatha menatap Andra dengan kasihan, sebenarnya mereka berdua sungguh kasihan, mencari


dan hidup menderita selama 5 tahun, namun ternyata mereka di bohongi oleh


orang-orang terdekat mereka sendiri.


" Wayren dan Risa menikah? " kata Ayatha yang mencoba mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


" Ya, baru beberapa minggu yang lalu, " kata Andra tersenyum


" Wah, bagaimana bisa? " kata Ayatha tersenyum senang, dia tidak tahu kalau


wayren dan risa punya hubungan.


" Yah... aku juga heran, bagaimana Wayren bisa serius dan berkotminmen dengan Risa, "


kata Andra hampir tertawa, suasana jadi menghangat


" Aku merindukan mereka terkadang, tapi tidak bisa pulang, " kata Ayatha


" Kenapa? " kata Andra


" aku takut jika pulang, penyakit mentalku akan kambuh karena tidak bisa menerima


kepergianmu, " kata Ayatha menatap Andra dalam, menerima tatapan itu, hati


Andra sakit.


Suasana hening, Andra tak bisa menjawab apapun, Ayatha pun hanya memandang Andra.


Mereka tidak berbicara, namun ada rasa yang timbul dari keduanya.


Pintu ruangan terbuka, membuat kaget Andra dan Ayatha, mereka lalu kembali lagi


kedunia nyata. Randi masuk sambil membawa sebuah tas.


" hai, maaf mengganggu, " kata Randi tersenyum


" Owh, tidak apa-apa, " kata Ayatha salah tingkah, Randi mendekati Ayatha, wajah Andra


tampak suram


" Ini bajumu, gantilah, bersihkan dirimu, " kata Randi


" Baiklah, terima kasih, " kata Ayatha, dia mengambil tas dari tangan Randi, berdiri


sedikit, dia sudah sedikit bertenaga, tidak seperti tadi. Berjalan menuju kamar


mandi.


Suasana sedikit canggung di antara kedua pria ini, Randi melihat Andra, dia lalu


dan keluar dengan Randi.


" Ayo bicara, " kata Randi tersenyum


" Baiklah, " kata Andra dengan suara berat


Mereka pergi keluar dari rumah sakit itu, mencari tempat yang tepat untuk berbicara. Awalnya


terasa canggung, karena Andra dan Randi hanya melihat saja, tidak ada dari


mereka yang berbicara duluan.


" Kau tahu, pertama kali aku bertemu Selena? " kata Randi memutuskan untuk berbicara,


karena memang dia yang mengajak Andra kesana.


Andra hanya terdiam, sedikit menaikkan sudut bibirnya, sebenarnya dia tidak ingin


mendengarnya, karena pasti akan menyakitkan.


" Saat itu aku sedang di pantai, memotret beberapa hal untuk pekerjaan, tapi aku malah


terpaku dengan nya, dia saat itu sedang bermain dengan Andra, usianya masih 2


tahun, sangat lucu, lucu sekali, awalnya aku takut mendekatinya karena aku


pikir Selena sudah punya suami, tapi entah kenapa aku mendekatinya, dan


ternyata dia sendiri, " kata Randi terlihat menerawang


Andra hanya mendengarkannya... tidak mengeluarkan ekspresi apapun.


" Yah, kami jadi dekat, sebenarnya aku yang selalu mendekat, Selena tidak menerimaku


untuk waktu yang lama, 2 tahun berjuang, dia baru bisa menerima keberadaanku,


kau tahu kan Selena wanita yang sangat susah di dekati, " kata Randi


menjelaskan


Andra tersenyum sedikit..

__ADS_1


" Iya, " kata Andra


" Dia bercerita katanya kau sudah meninggal, kenapa sekarang kau bisa ada di sini? "kata


Randi


" Saat kami terakhir bertemu, kami mengalami kecelakaan, aku koma beberapa bulan, dan


saat bangun, seluruh orang mengatakan Ayatha sudah meninggal, aku baru tahu dia


masih hidup setelah 2 tahun menganggapnya meninggal, dan baru beberapa hari


yang lalu aku tahu dia ada di sini, dan juga tahu tentang Raphael " kata Andra


menatap Randi yang juga serius menatapnya


" Wow, jadi di antara kalian saling menganggap kalau salah satu dari kalian sudah


meninggal? " kata Randi kaget


" Iya. " kata Andra tersenyum getir


" Awalnya aku benar-benar marah padamu, meninggalkan seorang wanita dengan keadaan


mengandung seperti itu, namun sekarang aku senang, " kata Randi


" Senang?" kata Andra bingung


" Ya, mengetahui bahwa kau begitu mencintainya, " kata Randi


Andra sedikit bingung dengan Randi, tapi Randi hanya tersenyum


" Kami akan menikah sepulang dari bali, " kata Randi lagi


" Selamat. " kata Andra, mulutnya mengatakan itu, tapi hatinya berdarah


" Ya... " kata Randi, ada kilatan kesuraman di matanya


" Ehm... " kata Andra bingung ingin merespon apa


" Selena tidak pernah mencintaiku, dia selalu mencintaimu, dia tidak pernah


mengijinkanku untuk mendekatinya, kami sudah1 tahun bersama, menciumnya saja


aku belum pernah, " kata Randi sedikit tersenyum


Andra memperhatikan Randi lagi.


" Kau tahu, kita saingan yang paling akur di dunia yang aku tahu, " kata Randi


tertawa


Andra mencoba mengikuti tawa Randi, namun ternyata tidak bisa.


" Baiklah, aku hanya ingin mengobrol denganmu, sepertinya kita harus kembali, kalau tidak Selena


pasti kesepian, "kata Randi memulai berdiri, melangkah kembali ke rumah


sakit


Andra sedikit bingung melihat kelakukan dari Randi, dia tidak bisa menebak arah


pikiran Randi. Dia lalu bangkit dan mengikuti Randi.


Di tengah jalan, Randi berpura-pura handphonenya berdering.


" Halo, owh, iya aku lupa, aku akan ke sana, " kata Randi sedikit keras membuat Andra


bisa mendengar kata-katanya.


Andra terhenti melihat tingkah Randi.


" Ehm...aku punya janji yang tidak bisa di batalkan, bisa tolong bilang kepada selena,


aku harus pergi sekarang, " kata Randi tersenyum


" Baiklah,akan aku sampaikan, " kata Andra


" Ok,pergilah, mungkin selena membutuhkanmu, " kata Randi


" Ok, " kata Andra, dia lalu meninggalkan Randi,


Senyum Randi pupus, dia matanya suram, dia menatap Andra yang menjauh, sepertinya dia memang


harus di takdirkan sendiri, pikirnya, berbalik lalu tersenyum pergi.

__ADS_1


__ADS_2