
Andra menunggu di depan kamar mandi sambil memperhatikan Raphael yang masih tak
sadar. Dia mendengarkan dengan baik-baik, takut terjadi apa-apa dengan Ayatha
di dalam.
Pintu kamar mandi terbuka, melihat Ayatha yang sudah lebih kelihatan segar karena sudah
mencuci mukanya, dia memandang Andra yang dengan setia menunggunya di depan
pintu.
" Terima kasih," kata Ayatha mulai bisa tersenyum
" Sama-sama, " kata Andra, dia kembali berjalan di belakang Ayatha, menjaganya.
Ayatha kembali ketempat duduknya, Andra pun begitu, mereka hanya diam saja, Ayatha
kembali memandang Raphael, mengelus kepalanya, memandangi anaknya yang terlihat
damai tertidur.
" Kapan ulang tahunnya? "kata Andra
" Desember, tanggal 19, " kata Ayatha melihat Andra dengan senyuman
" Maafkan aku tidak menemanimu saat itu, " kata Andra
" Tidak apa-apa, aku juga tidak terlalu menjaga diri dengan baik saat mengandungnya,
beberapa kali mencoba bunuh diri, saat pertama kali melihatnya, saat melihat
matanya yang sangat mirip denganmu, aku berjanji dalam hati akan hidup dengan
baik untuk menjaganya, " kata Ayatha melihat Andra sedikit, lalu kembali
ke Raphael
Andra mendengar itu hatinya sedikit tersentuh, apa hanya hal ini yang bisa membuat
mereka berkumpul bertiga seperti ini? Ayah, Ibu dan anak berkumpul bersama, Andra
ingin sekali berkumpul seperti ini setiap saat, ada di sisi Ayatha dan Raphael
selamanya, menjaga mereka, namun...
Andra memalingkan wajahnya dari Ayatha dan Raphael, dia sudah tidak bisa lagi
memaksa, begini saja sudah cukup.
" Kapan kau tahu aku masih hidup? " kata Ayatha menatap Andra, Andra lalu melihat Ayatha.
" Mungkin 2 atau 3 tahun yang lalu, aku kurang ingat, " kata Andra
" Owh... Jessy mengatakan kalian sebelumnya ingin menikah? " kata Ayatha, Andra
hanya tesenyum kecut
" Yah... tadinya aku kira kau sudah meninggal, Ibu ingin aku menikah dan sangat menyukai
Jessy, jadi aku memutuskan untuk membahagiakan Ibu, tapi 1 minggu sebelum
acara, aku memutuskan semuanya karena aku tahu kau masih hidup, tapi tidak bisa
tahu kau di mana, Maxi tidak memberitahuku, " kata Andra memberikan
penjelasan
" Lalu kau mencariku? "kata Ayatha menatap serius ke Andra
" Iya, saat acara pernikahan Wayren dan Risa, aku mendapat namamu dari ponsel Nanny,
haha... sedikit lucu, aku mencarimu 3 tahun ini, ternyata orang terdekatku
mengetahui di mana keberadaanmu, " kata Andra tertawa menertawai dirinya
sendiri
Ayatha menatap Andra dengan kasihan, sebenarnya mereka berdua sungguh kasihan, mencari
dan hidup menderita selama 5 tahun, namun ternyata mereka di bohongi oleh
orang-orang terdekat mereka sendiri.
" Wayren dan Risa menikah? " kata Ayatha yang mencoba mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
" Ya, baru beberapa minggu yang lalu, " kata Andra tersenyum
" Wah, bagaimana bisa? " kata Ayatha tersenyum senang, dia tidak tahu kalau
wayren dan risa punya hubungan.
" Yah... aku juga heran, bagaimana Wayren bisa serius dan berkotminmen dengan Risa, "
kata Andra hampir tertawa, suasana jadi menghangat
" Aku merindukan mereka terkadang, tapi tidak bisa pulang, " kata Ayatha
" Kenapa? " kata Andra
" aku takut jika pulang, penyakit mentalku akan kambuh karena tidak bisa menerima
kepergianmu, " kata Ayatha menatap Andra dalam, menerima tatapan itu, hati
Andra sakit.
Suasana hening, Andra tak bisa menjawab apapun, Ayatha pun hanya memandang Andra.
Mereka tidak berbicara, namun ada rasa yang timbul dari keduanya.
Pintu ruangan terbuka, membuat kaget Andra dan Ayatha, mereka lalu kembali lagi
kedunia nyata. Randi masuk sambil membawa sebuah tas.
" hai, maaf mengganggu, " kata Randi tersenyum
" Owh, tidak apa-apa, " kata Ayatha salah tingkah, Randi mendekati Ayatha, wajah Andra
tampak suram
" Ini bajumu, gantilah, bersihkan dirimu, " kata Randi
" Baiklah, terima kasih, " kata Ayatha, dia mengambil tas dari tangan Randi, berdiri
sedikit, dia sudah sedikit bertenaga, tidak seperti tadi. Berjalan menuju kamar
mandi.
Suasana sedikit canggung di antara kedua pria ini, Randi melihat Andra, dia lalu
dan keluar dengan Randi.
" Ayo bicara, " kata Randi tersenyum
" Baiklah, " kata Andra dengan suara berat
Mereka pergi keluar dari rumah sakit itu, mencari tempat yang tepat untuk berbicara. Awalnya
terasa canggung, karena Andra dan Randi hanya melihat saja, tidak ada dari
mereka yang berbicara duluan.
" Kau tahu, pertama kali aku bertemu Selena? " kata Randi memutuskan untuk berbicara,
karena memang dia yang mengajak Andra kesana.
Andra hanya terdiam, sedikit menaikkan sudut bibirnya, sebenarnya dia tidak ingin
mendengarnya, karena pasti akan menyakitkan.
" Saat itu aku sedang di pantai, memotret beberapa hal untuk pekerjaan, tapi aku malah
terpaku dengan nya, dia saat itu sedang bermain dengan Andra, usianya masih 2
tahun, sangat lucu, lucu sekali, awalnya aku takut mendekatinya karena aku
pikir Selena sudah punya suami, tapi entah kenapa aku mendekatinya, dan
ternyata dia sendiri, " kata Randi terlihat menerawang
Andra hanya mendengarkannya... tidak mengeluarkan ekspresi apapun.
" Yah, kami jadi dekat, sebenarnya aku yang selalu mendekat, Selena tidak menerimaku
untuk waktu yang lama, 2 tahun berjuang, dia baru bisa menerima keberadaanku,
kau tahu kan Selena wanita yang sangat susah di dekati, " kata Randi
menjelaskan
Andra tersenyum sedikit..
__ADS_1
" Iya, " kata Andra
" Dia bercerita katanya kau sudah meninggal, kenapa sekarang kau bisa ada di sini? "kata
Randi
" Saat kami terakhir bertemu, kami mengalami kecelakaan, aku koma beberapa bulan, dan
saat bangun, seluruh orang mengatakan Ayatha sudah meninggal, aku baru tahu dia
masih hidup setelah 2 tahun menganggapnya meninggal, dan baru beberapa hari
yang lalu aku tahu dia ada di sini, dan juga tahu tentang Raphael " kata Andra
menatap Randi yang juga serius menatapnya
" Wow, jadi di antara kalian saling menganggap kalau salah satu dari kalian sudah
meninggal? " kata Randi kaget
" Iya. " kata Andra tersenyum getir
" Awalnya aku benar-benar marah padamu, meninggalkan seorang wanita dengan keadaan
mengandung seperti itu, namun sekarang aku senang, " kata Randi
" Senang?" kata Andra bingung
" Ya, mengetahui bahwa kau begitu mencintainya, " kata Randi
Andra sedikit bingung dengan Randi, tapi Randi hanya tersenyum
" Kami akan menikah sepulang dari bali, " kata Randi lagi
" Selamat. " kata Andra, mulutnya mengatakan itu, tapi hatinya berdarah
" Ya... " kata Randi, ada kilatan kesuraman di matanya
" Ehm... " kata Andra bingung ingin merespon apa
" Selena tidak pernah mencintaiku, dia selalu mencintaimu, dia tidak pernah
mengijinkanku untuk mendekatinya, kami sudah1 tahun bersama, menciumnya saja
aku belum pernah, " kata Randi sedikit tersenyum
Andra memperhatikan Randi lagi.
" Kau tahu, kita saingan yang paling akur di dunia yang aku tahu, " kata Randi
tertawa
Andra mencoba mengikuti tawa Randi, namun ternyata tidak bisa.
" Baiklah, aku hanya ingin mengobrol denganmu, sepertinya kita harus kembali, kalau tidak Selena
pasti kesepian, "kata Randi memulai berdiri, melangkah kembali ke rumah
sakit
Andra sedikit bingung melihat kelakukan dari Randi, dia tidak bisa menebak arah
pikiran Randi. Dia lalu bangkit dan mengikuti Randi.
Di tengah jalan, Randi berpura-pura handphonenya berdering.
" Halo, owh, iya aku lupa, aku akan ke sana, " kata Randi sedikit keras membuat Andra
bisa mendengar kata-katanya.
Andra terhenti melihat tingkah Randi.
" Ehm...aku punya janji yang tidak bisa di batalkan, bisa tolong bilang kepada selena,
aku harus pergi sekarang, " kata Randi tersenyum
" Baiklah,akan aku sampaikan, " kata Andra
" Ok,pergilah, mungkin selena membutuhkanmu, " kata Randi
" Ok, " kata Andra, dia lalu meninggalkan Randi,
Senyum Randi pupus, dia matanya suram, dia menatap Andra yang menjauh, sepertinya dia memang
harus di takdirkan sendiri, pikirnya, berbalik lalu tersenyum pergi.
__ADS_1