Meadow

Meadow
Ayatha kenapa kau tidak menemuiku pagi ini?


__ADS_3

Wayren mesuk kekamar Ibunya, suasana pagi yang tampak cerah namun temaram itu tidak digubrisnya, Wayren dari tadi mencari Ayatha yang entah kemana, dia berjalan menuju balkon ibunya, dia tahu ibunya pasti ada di sana.


" Ibu... dimana Ayatha?" tanya Wayren begitu melihat ibunya yang sedang sarapan pagi bersama Andra.


" Dasar anak tidak sopan..bukannya mengucapkan selamat pagi pada ibu, kau malah bertanya buru-buru seperti itu, " kata Nyonya Renata menyindir anaknya sambil menyerumput tehnya.


Andra menatap adiknya dengan tatapan bertanya, mengapa adiknya begitu kebingungan mencari ayatha? Namun dia tak ingin bertanya, mencoba untuk menutupi rasa penasarannya.


" Pagi Ibu, " kata Wayren yang tahu sifat ibunya yang memang sedikit jahil.


" Nah... Duduk lah, kenapa kau mencari Ayatha?" kata Nyonya Renata sambil melihat Wayren yang segera mengikuti perintahnya.


" Tidak...dia seharusnya menyiapkan sarapanku pagi ini, jadi aku mencarinya, " kata Wayren acuh tak acuh menjawab ibunya.


" Dia sudah membuatkannya, Itu di sana, " kata Nyonya Renata menunjuk makanan di sebuah troli makanan.


" Owh... Ehm... Jadi dia di mana? " kata Wayren sambil melihat makanan yang di bawa pegawai hotel di depannya.


" Dia sedang menyiapkan barang-barang ibu, ibu harus terbang ke Tokyo pagi ini, a


Andra sudah lama tidak kesini, jadi kau harus menemani kakakmu di sini sampai sore, " kata Nyonya Renata.


" Tokyo? Kenapa tiba-tiba sekali, " kata Wayren kaget.


" Kau harus terbisa dan siap dengan semua hal yang terjadi tiba-tiba, tidak boleh bertanya kenapa? " kata Nyonya Renata menatap anaknya dengan serius.


" Ah... Itu aturan hidup Ayah, Ibu, dan Kakak, aku tidak termasuk, " kata Wayren acuh tak acuh.


" Mau tidak mau kau harus menerima nama mu, Wayren... Sekarang jangan terlalu banyak bermain, " kata Nyonya Renata menghela nafasnya melihat tingkah Wayren.


" Sudahlah Ibu, kita sudah banyak membicarakan hal ini kan, aku menyerahkan seluruhnya pada Kakak, toh, selama ini yang di tempah menjadi seorang Tadder adalah Kakak, " kata Wayren menatap Andra.


Andra hanya memandang adiknya, dia hanya menghela nafasnya.


" Sudah Bu, Adik kecil masih ingin bermain-main, suatu hari dia pasti mengerti, " kata Andra tersenyum menenangkan Ibuunya yang tampak gelisah melihat reaksi Wayren.


" Nyonya, helicopter Anda sudah siap, pesawat jet Anda juga sudah menunggu Anda di bandara " kata Assisten jang menghadap Nyonya Renata.


" Baiklah... Ibu harus bersiap-siap sekarang " kata Nyonya Renata bangkit.


" Baiklah... Mau aku antar, Bu? " kata Andra.


" Tidak perlu... Ibu harus cepat, Nikmati saja sarapan kalian dan jaga Adik kecilmu ini selama Ibu pergi, " kata Nyonya Renata.


" Aku bukan anak kecil, lagi pula seharusnya aku yang menjaga Kakak, karna dia sudah lama tidak di sini, " kata Wayren kesal.


" Baiklah Bu, " kata Andra sambil tertawa melihat reaksi adiknya.

__ADS_1


" Kau tetap anak kecil jika kau tidak mendengarkan Ibu, " kata Nyonya Renata sambil berlalu pergi, membuat Wayren tidak sempat menjawab, dia hanya terlihat kesal.


" Kau tidak mau makan? " kata Andra menegur adiknya yang masih kesal, dia kesal karena tidak menemukan Ayatha dan kesal karena kakaknya bersekongkol dengan Ibunya.


" Eh, tentu aku mau makan, ini pesananku, " kata Wayren segera menarikmakanannya sambil melihat kearah Andra.


" Owh, kirain kalau kau tidak mau, aku mau, " kata Andra sambil tersenyum-senyum menggoda adiknya.


" Bukankah kau sudah makan? " kata Wayren yang masih kesal menatap kakaknya.


" Yah, Aku pikir jika kau tidak ingin makan, bukankah sayang jika di buang? "


" Siapa yang ingin membuangnya, ini dibuat untukku, bukan untukmu, " kata Wayren langsung memakan makanannya.


" Selamat pagi Tuan Muda dan Tuan Muda Wayren " kata Ayatha.


" Pagi. " kata Andra tersenyum


" Ayatha... Kenapa kau tidak mendatangiku pagi ini? " kata Wayren tampak kesal.


" Eh... Maaf tuan, tadi Nyonya menyuruh saya untuk membereskan semua barang karena Nyonya ingin segera pulang Tuan Wayren, jadi saya tidak bisa mendatangi Anda pagi ini, " kata Ayatha menjelaskan


" Seharusnya kau tetap menemuiku, " kata Wayren masih kesal


" Maaf Tuan, " kata Ayatha sebenarnya kebingungan melihat sikap Eayren.


____________________________________________


" Hati-hati di sini yah, " kata Nyonya Renata sebelum memasuki halikopternya.


" Iya Bu, Ibu juga hati-hati, " kata Andra tersenyum pada ibunya.


" Baiklah, Ibu pergi, " kata Nyonya Renata


Helicopter itu segera terbang dan segera menghilang dikejauhan


" So... Sekarang apa yang ingin kau lakukan? " kata Wayren menatap Andra.


" Aku hanya ingin berkeliling, " kata Andra


" Baiklah, Aku akan tinggal di kamar, " kata Wayren


" Ok.. Ehm... Jadi Ayatha? " kata Andra melihat Ayatha yang berdiri dari kejauhan, Namun belum sempat dia melanjutkan, Wayren segera memotong kata-katanya


" Ayatha akan bersamaku..kau pasti ingin menikmati jalan-jalanmu sendiri, " kata Wayren


" Baiklah, " kata andra.

__ADS_1


" Baiklah, " kata wWyren segera meninggalkan Andra sendiri


Andra melihat Wayren yang mendekati Ayatha, berbicara dengan Ayatha, dan melihat Wayren pergi bersama Ayatha. Dia terus memperhatikannya sambil dengan diam dan wajah dinginnya. Sekejap dia segera memalingkan wajahnya, melihat pemandangan sekitar, lalu mulai berjalan pergi.


Ayatha menyiapkan teh untuk Wayren yang sedang berdiri melihat ke arah laut, dia memandang jauh dan terpaku.


" Ini tuan, " kata Ayatha memberikan teh pada Wayren.


" Terima kasih, " kata wayren


" Sama-sama Tuan Wayren "


" Panggil Wayren saja, lihat lautnya sangat indah kan, " kata Wayren tersenyum manis pada Ayatha


" Iya, " kata Ayatha juga melihat kearah laut


.


" Kau pernah ke pantai Ayatha? " kata Wayren


" Tidak Weyren, " kata Ayatha sungkan


" Ha!! Kau sudah pandai sekarang... Sudah bisa memanggilku Wayren, " kata Wayren


sambil menatap Ayatha... Ayatha hanya tersenyum membalas kelakuan Wayren.


" Aku juga sudah lama sekali tidak ke pantai, " kata Wayren.


" Kenapa? " tanya Ayatha, untuk seorang Tuan Muda yang memiliki segalanya, bukankah mudah bagi Wayren untuk pergi kesemua pantai yang dia inginkan.


" Kau harus ingat ini, " kata Wayren serius, membuat Ayatha langsung gugup


" Iya ? "


" Aku tidak bisa pergi kepantai, bahkan seumur hidupku mungkin, karena aku tidak bisa terkena air laut dari kecil, jika terkena, aku bisa gatal-gatal dan sesak napas, aku pernah hampir terbunuh gara-gara itu, " kata Wayren menatap serius pada Ayatha


" Iya tuan," kata Ayatha serius


" So... Kau memanggilku dengan Tuan lagi, " kata Wayren tertawa nakal.


Ayatha baru sadar dia sedang dijahili oleh Wayren, Ayatha segera membuang wajahnya karena kesal. Dari balkon dia melihat sesosok pria yang sedang berdiri di pinggiran pantai, hatinya langsung berdetak kencang melihat sosok itu, Ayatha tahu benar siapa itu.


Andra sedang berdiri di pinggir pantai terdiam, pantai yang masih sepi dengan pasir putih yang bersih, air laut bersautan, membuat suara bagaikan musik, langit yang biru tanpa awan membuatnya menyatu di ujung dengan laut. Hari yang indah untuk melihat laut, kakinya menyentuh pasir putih, air laut yang hangat namun tidak bisa membuat hatinya hangat.


Dia tidak tahu apa yang dipikirkan, Semalaman dia terjaga gara-gara memikirkan Yosa, dan sekarang dia tidak tahu apa yang dipikirkannya. Tiba -tiba dia teringat kerjadian semalam, ketika membuka matanya, wajah pertama yang dilihatnya adalah wajah Ayatha, dia tidak tahu, kenapa perasaannya menjadi kacau, kenapa dia malah mengingat wajah Ayatha sekarang, sedangkan dia sendiri masih tidak bisa melepaskan rasa pada Yosa.


Andra bingung, dia melempar batu pantai yang diambilnya, membuangnya jauh.

__ADS_1


Berusaha meluapkan rasanya, namun semua sia-sia. Perasaan tidak menentu itu tetap terasa. Andra menarik nafasnya panjang, mencoba menenangkan dirinya, melihat kesekitar, saat dia melihat keatas, dia bisa melihatnya, seseorang yang dari tadi menggangu pikirannya, dia sedang berdiri, berbicara dengan adiknya, dia hanya menatapnya, perasaannya sedikit tenang. Lalu dia tersenyum dan memalingkan wajahnya.


__ADS_2