Meadow

Meadow
Malam ini aku temani ya


__ADS_3

Andra dan Ayatha berjalan di sekitar rumah, menyusuri jalan yang sepi dan sedikit gelap, membuat


bintang-bintang lebih indah, Ayatha menatapnya...hatinya saat ini sangat hangat


dan nyaman, benar dia sudah menemukan tempat hatinya pulang.


" Dulu, saat aku tahu kau meninggal, setiap malam memandang langit, menerka, yang mana kau jika jadi bintang, " kata Ayatha tersenyum


" Lalu yang mana aku? " Kata Andra menatap wajah Ayatha yang menerawang jauh


" Entah, aku tidak pernah menemukan bintang yang cocok dengan mu," kata Ayatha menatap Andra.


" Kenapa? " Kata Andra sendu


" Kau itu terlalu bersinar, saat aku menemukan bintang yang menurutku bersinar terang, esoknya dia sudah redup, aku jadi harus mencari yang lain...tidak pernah menemukan yang cocok, " kata Ayatha lagi


" Itu karena aku belum meninggal, aku di sini, masih bertahan untuk mu," kata Andra memeluk Ayatha dari belakang.


" Aku akan menyesal jika dulu aku benar-benar membunuh diriku sendiri," kata Ayatha, dia melihat guratan di tangan kirinya, Andra juga memperhatikannya, dia tersenyum getir.


" Hidupmu dulu pasti sangat berat ya? " Kata Andra memandang mata indah Ayatha


" Hanya seperti kehilangan setengah nyawa, tidak punya tujuan untuk hidup," kata Ayatha.


" Maafkan aku, tidak ada di sana," kata Andra getir.


" Aku yakin kau juga begitu kan? " Kata Ayatha


"Hmm, " kata Andra menjawab, mengetatkan pelukannya, dia belum sempat melepaskan rasa rindunya


pada Ayatha. Memeluknya lama... Hanya memandang ke ribuan bintang yang bertaburan malam itu.


" Ayatha, " kata Andra melepaskan pelukannya walaupun dia enggan


" Yah? " kata Ayatha berbalik menghadap Andra, Andra menatapnya serius namun lembut


" Aku tahu ini bukan moment romantis seperti yang di lakukan Randi, tapi… will you marry me?" Kata Andra, dia berlutut di depan Ayatha, Ayatha kaget, mundur selangkah, tak lama dia tersenyum terharu.


" Kau sedang apa melakukan hal begini? " Kata Ayatha tak habis pikir

__ADS_1


" Ini akan menjadi kenangan, apa jawabanmu? " Kata Andra


" Bangkit lah dulu, di sana kotor, " kata Ayatha


Andra bangkit mengikuti kata-kata Ayatha. Ayatha memandang Andra, sangat lembut bahkan bisa melelehkan apapun. Hati Ayatha hangat dan manis, momen seperti ini rasanya sudah telalu lama dia inginkan.


" Baiklah, aku akan menikah dengan mu, " kata Ayatha tersenyum, Andra senang, dia lalu memasangkan cincin berlian ketangan Ayatha. Ayatha juga senang, cincin itu memantulkan cahaya membuatnya tampak begitu indah. Andra kembali memeluk Ayatha dalam-dalam.


Mereka berdiri di sana lebih lama, hanya menatap bintang-bintang, merasakan hangatnya pelukan bersama. Setelah malam semakin larut dan udara semakin dingin, mereka kembali ke dalam rumah, sudah sepi, Nyonya Renata sepertinya sudah membawa Raphael ke kamar, Risa dan Wayren juga sudah tidak tampak batang hidungnya.


" Ehm... Di mana kamar tidurku? " Kata Ayatha.


" Tidurlah bersama ku, " kata Andra


" Apa? Nanti kalau ibu tau bukannya itu tidak sopan? Kita kan belum menikah, aku tidur


di kamar tamu saja, " Kata Ayatha menatap Andra


" Tapi kan kita akan menikah, " kata Andra kecewa


" Haha, tidak baik begitu, baiklah... selamat malam tuan Andra," kata Ayatha. Dia tahu di mana kamar tamu, Ayatha berjalan meninggalkan Andra, tapi Andra mengikutinya.


" Tidak bisa, ini rumahmu, akan sangat tidak sopan jika begini," kata Ayatha tersenyum, membuka pintu lalu masuk, Andra memperhatikannya saja.


"Sudah sana, istirahat lah..." usir Ayatha


"Baik-baik, selamat malam," kata Andra meninggalkan Ayatha.


Ayatha tersenyum lucu melihat wajah kecewa Andra, dia lalu menutup pintunya, melangkah ke kamar mandi, sedikit membersihkan diri, lalu membuka bajunya, memakai baju tidur yang sudah di sediakan di sana, sepertinya ini baju baru milik Nyonya Renata.


Ayatha lalu naik keranjangnya, berusaha untuk tidur, dia pun tertidur... Dia sudah terbiasa tidur dengan Raphael, begitu anaknya tidak ada, rasanya ada yang kurang, tidur sendiri di ranjang seperti ini, membuatnya gelisah. Ayatha memutar mutar tubuhnya, mencoba tidur dengan lelap, namun tetap saja gelisah.


Ayatha memutar lagi tubuhnya, saat dia samar melihat seseorang di sampingnya, karna masih ingin tidur dia tidak terlalu memperhatikannya, mungkin juga otaknya lambat memproses itu, ketika dia sadar, dia membuka matanya lebar-lebar, menangkap sosok Andra yang ada di sampingnya. Ayatha kaget namun tak bereaksi. Hanya melihat wajah Andra yang tampan dan damai saat tidur.


" Tidurmu gelisah sekali, " kata Andra matanya tertutup namun dia berkata-kata


" Iya, tidak terbiasa tidur sendiri," kata Ayatha memandang calon suaminya


" Karena itu aku temani ya," kata Andra membuka matanya yang hitam itu

__ADS_1


" Terkadang kau keras kepala juga ya," kata Ayatha tersenyum


" Kalau kau tidak ingin tidur di kamarku, aku saja yang tidur di kamar tamu bersamamu, " kata Andra menatap Ayatha lembut, wajah mereka dekat, saling mengamati wajah masing-masing.


Sesaat semua hening, mereka hanya saling menatap, menikmati waktu mereka yang begitu intim, mereka saling mencintai dari dulu, namun untuk berduan seperti ini rasanya sangat jarang terjadi.


"Aku menyesal dari awal tidak menghabiskan waktu lebih banyak denganmu," kata Andra menatap Ayatha lekat-lekat


" Waktu kita berdua sangat sedikit ya," kata Ayatha tersenyum


" Iya, sekarang aku akan memberikan seluruh waktuku untuk mu, " kata Andra lagi.


" Baiklah, sudah kau ucapkan, jangan diingkari," kata Ayatha.


" Tentu."


Andra mendekati tubuh Ayatha, memeluknya di dalam selimut, sekarang mereka sangat dekat, jantung Ayatha berdegup keras, rasanya sangat hangat dan nyaman dalam pelukan Andra. Kehangatan itu menjalar di sekujur tubuhnya.


" Ehm... Mari beri ibu cucu perempuan," kata Andra


" Heh? Apa? " Kata Ayatha memastikan, takut di salah dengar, tapi Andra tidak menjawab, dia langsung mencium bibir Ayatha dengan sangat dalam, lidahnya bermain di dalam mulut Ayatha, membuat Ayatha sedikit susah bernapas, di dalam matanya tampak kilatan nafsu. Ayatha hanya bisa menatap mata Andra.


Tangan Andra pun mulai aktif, menyusur inchi demi inchi tubuh Ayatha, membuat tubuh Ayatha menegang, sekarang rasa hangat di tubuhnya langsung berubah menjadi rasa panas yang sangat, membuat Ayatha tidak tahan. Andra menatap wajah Ayatha yang sudah merona merah, Ayatha sangat malu, namun hal itu yang membuat Ayatha sangat menggoda, membuat Andra makin ganas.


Andra memperlakukan Ayatha dengan sangat lembut, membuat Ayatha begitu nyaman menerima perlakuan Andra, saat Andra ingin memasukkanya, Ayatha menatap Andra dengan ragu.


" Kenapa? " Kata Andra


" Aku takut, ini di rumahmu," kata Ayatha


" Tenang lah, tidak akan ada yang mendengar, tenang saja ya," kata Andra menatap Ayatha


Ayatha menangguk, wajahnya terasa sangat panas, dia mengigit bibirnya sedikit, terasa sakit.


" Sakit? " Kata Andra


Ayatha hanya mengangguk, Andra berhenti, berusaha membuat Ayatha nyaman dengan menciumnya, melakukannya begitu saja lalu mereka mencapai puncaknya bersama-sama..


Setelah itu mereka tidur dengan pulas, tidur dengan berpelukan sepanjang malam.

__ADS_1


__ADS_2