
Pagi-pagi sekali semua sudah sibuk, Nyonya Renata ternyata akan kembali sebentar lagi, seluruh pelayan berbaris di pintu masuk menunggunya. Begitu juga Ayatha, kepalanya sedikit berat karena tidak tidur dan terus menangis.
Dia segera bergegas kedepan, saat menuju kesana, dia melihat Andra berjalan kearahnya, dia langsung membuang wajahnya, wajah Andra langsung suram melihat keadaan itu, namun dia diam saja dan segera menuju ruang tamu, tak lama Wayren bergabung. Wajah Wayren juga tampak kusut. Wayren melihat kesekeliling melihat Ayatha, dia ada di depan, wajah gadis itu terlihat pucat, lingkar matanya terlihat menghitam, pasti dia menangis semalaman, pikir Wayren.
" Apa kabarmu?" kata Andra menyapa adiknya
" Tidak baik, " kata Wayren seadanya.
" Sekolah hari ini?"
" Inginnya tidak, tapi aku harus, kau juga, bukannya harus ke kantor ?" kata Wayren menatap kakaknya yang masih memakai pakaian casual.
" Iya, tapi mungkin nanti siang " kata Andra
" Tolong jangan ganggu dia, kali ini, aku serius. " kata Wayren menatap kakaknya
" Aku tidak akan menganggunya, kau tenang saja, " kata Andra.
" Hei, apa yang sedang kalian bicarakan" kata Nanny yang baru datang bersama Bibi Moi
" Oh, Nanny masih di sini? Aku kira Nanny sudah pergi " kata Wayren menyambut nannynya
" Anak ini memang mau aku pergi ya? Tenang saja aku akan pergi setelah acara ulang tahun kalian nanti, "kata Nanny
Setelah itu terdengar serempak para pelayan memberi sambutan pada Nyonya Renata, dia pulang sendiri, tidak kelihatan tuan ray bersamanya.
" Selamat pagi, senang sekali melihat kalian semua di sini" kata Nyonya Renata memeluk anak-anaknya
" Selamat datang Ibu, apa kabar?" kata Andra
" Cukup lelah, bagaimana kabar kalian? Bagaimana kabar Ibu?" kata Nyonya Renata memeluk Nyonya Besar
" Aku sehat, " kata Nyonya Besar tersenyum
" Aku sudah harus sekolah, senang melihat Ibu pulang, " kata Wayren seadanya, membuat Nyonya Renata dan Nyonya Besar agak kebingungan, Wayren segera berjalan keluar
Saat dia keluar, dia mendekati Ayatha.
" Kau sakit? " kata Wayren
" Tidak, aku tidak apa-apa Tuan, " kata Ayatha
" Istirahatlah jika bisa, aku akan menemuimu setelah pulang sekolah, " kata Wayren lagi
" Baik, " kata Ayatha memberikan salam, namun matanya kelihatan suram, tidak seperti biasanya, Wayren hanya bisa tersenyum kecut, lalu pergi dengan mobilnya.
" Ada apa dengan anak itu? " Tanya Nanny yang agak bingung
" Wayren hanya punya beberapa masalah," kata Andra
" Anak itu bisa stress juga ya? " kata Nanny lagi
" Tentu Nanny, Ibu, sebaiknya Ibu istirahat, aku akan menyuruh Ayatha membuatkan teh untuk Ibu, " kata Andra
" Baiklah, " kata Nyonya Renata, Nyonya Renata langsung masuk bersama Nanny
Andra melihat ke depan, melihat di mana Ayatha berada, dia memasukkan kedua tangannya ke dalam kantung celannya, dia ingin berbicara dengan Ayatha, menanyakan keadaannya, tapi sepertinya itu bukan hal yang baik. Seorang pelayan lewat di depan Andra
__ADS_1
" Sselamat pagi Tuan Muda," kata pelayan itu
" Oh, bisakah kau bilang pada Ayatha untuk menyediakan teh untuk Ibu ku," kata Andra.
" Baik Tuan," kata pelayan tersebut,
Andra berbalik dan kembali kekamarnya.
Pelayan itu segera memberitahukan permintaan Andra, Ayatha segera membuatkan teh kesukaan Nyonya Renata, dan langsung mengantarkannya, Ayatha terus berjalan, lalu dia segera mengetuk pintu kamar itu.
" Masuk, " kata Andra, Ayatha segera membuka pintu, dia melihat Andra di ruang kerjanya, Ayatha baru sadar, dia harusnya mengantarkan teh ini ke kamar Nyonya Renata, tapi entah kenapa dia malah ke kamar Andra, Andra hanya melihat Ayatha dengan dahi berkerut.
" Maaf tuan, saya salah, " kata Ayatha kaget melihat Andra, dia segera ingin menutup pintu
" Ayatha, tehnya letakkan saja di sini, sepertinya ibu juga sudah beristirahat, " kata Andra
Ayatha masuk dengan sungkan, sebenarnya dia berdoa hari ini jangan sampai berurusan dengan Andra,tapi dia malah melakukan kesalahan dengan mendatangi kamar Andra.
Ayatha meletakkan teh itu segera
" Ini tuan, saya permisi dulu," kata Ayatha cepat, dia takut dia tidak bisa mengontrol dirinya kalau terlalu lama dekat dengan Andra.
" Ayatha, " panggil Andra
" Iya Tuan? " kata Ayatha berbalik lagi, tapi dia hanya menunduk, tidak ingin melihat Andra, Andra yang melihat kelakuan Ayatha mengurungkan niatnya.
" Istirahatnya, sepertinya kau kurang sehat, " kata Andra
Benar kata Andra, dia memang butuh istirahat karena dia sangat pusing sekarang. Dengan gontai dia menuju kamarnya, dan dengan cepat terbenam dalam buaian.
--------------------------------
Wayren baru saja pulang sekolah, dia melihat sekitar tapi Ayatha tidak ada, kemana lagi anak ini? Pikirnya.
" Bibi Moi, di mana Ayatha? " Tanya Wayren ketika dia melihat Bibi Moi
" Oh, Ayatha sedang beristirahat Tuan, Tuan Andra menyuruhnya untuk libur hari ini, " kata Bibi Moi
" Ok, baiklah, bagaimana dengan Ibuku dan Nanny?" kata Wayren
" Nyonya dan Nyonya Besar sedang ada di taman belakang Tuan "
" Baiklah, aku ke sana, " kata Wayren menuju ke taman belakang
Di sana Nyonya Renata dan Nanny sepertinya sedang ngobrol bersama, mereka tampak tertawa kecil.
" Selamat sore Ibu dan Nanny, " kata Wayren menyapa ibu dan nannynya
" Oh, kau sudah pulang, kemarilah temani Ibu dan Nannymu minum teh, " kata Nyonya Renata, Wayren segera menuruti keinginan ibunya.
" Bagaimana kabar Ibu sekarang? " kata Wayren menuangkan teh kecangkirnya.
" Baik, dan kau? Apakah sekarang sekolah sangat menyenangkan? " kata Nyonya Renata
" Tidak terlalu buruk, " kata Wayren seadanya
__ADS_1
" Ibumu dan aku sedang membicarakan tentang acara ulang tahun kalian," kata Nanny
" Acara ulang tahun? Come on Bu, aku dan kakak kan sudah dewasa sekarang, " kata Wayren
" Yah, Ibu berpikir untuk membuatnya, agar kau dan kakakmu lebih mengenal kolega kita, " kata Nyonya Renata
" Aku tidak suka acara seperti itu, kalau kakak mau silahkan buat untuk dia saja, lagi pula aku harus ikut acara ini, " kata Wayren menyerahkan selembar kertas kepada ibunya, Nyonya Renata mengernyitkan dahi membaca surat itu
" Kau yakin ikut acara ini besok? Ini acara 'lebih dekat dengan alam', "
" Yakin" kata Wayren
" Kau tidak pernah tertarik dengan acara seperti ini? Kenapa sekarang ingin pergi"
" Ini tahun terakhirku sekolah, setidaknya 1 kali dalam hidup aku ikut acara beginian," jelas Wayren
" Baiklah, kalau gitu kita batalkan saja, kakakmu juga pasti sibuk dengan urusan kantornya, " kata Nyonya Renata
" Iya, kalau begitu aku harus siap-siap dulu untuk besok, bye Ibu, bye Nanny, " kata Wayren kembali masuk ke dalam rumahnya.
Dia tidak menuju kamarnya, dia segera menuju ke arah kamar Ayatha. Di depan pintu, dia mengetuk pintu Ayatha. Tak lama Ayatha membuka pintu itu, terlihat wajah Ayatha sudah sedikit lumayan cerah.
" Selamat sore Tuan Muda Wayren, " kata Ayatha yang kaget melihat Wayren di depan pintu kamarnya.
" Apa kau sudah baik-baik saja? " kata Wayren melihat Ayatha
" Sudah lebih baik " kata Ayatha mencoba tersenyum
" Baiklah, aku butuh bantuanmu," kata Wayren menarik Ayatha. Dia segera membawa Ayatha menuju ke kamarnya, saat menuju kamarnya Wayren melihat Andra yang baru saja pulang, namun seperti tidak peduli, Wayren tetap menarik Ayatha menuju kamarnya, Ayatha juga sempat bertemu pandang dengan Andra sebelum dia menunduk membuang pandangannya.
Andra mengarah ke taman belakang setelah diberitahu bahwa Ibu dan Nannynya sedang di sana.
" Selamat sore Ibu dan Nanny" kata Andra menyapa ibu dan nannynya
" Wah, selamat datang Andra, kau sudah pulang? Bagaimana dengan pekerjaanmu? Pasti melelahkan, kemarilah, duduk bersama kami," kata Nyonya Renata berdiri dan memberikan pelukan hangat pada Andra.
" Semuanya berjalan baik, perusahan juga baik, " kata Andra duduk disamping ibunya.
" Baguslah kalau begitu, kau sudah bekerja dengan baik, Nanny senang sekali, " kata Nanny melemparkan senyum indahnya
" Apa ini? "kata Andra melihat secarik kertas di mejanya
" Oh, itu formulir kegiatan sekolah Wayren, " kata Nyonya Renata
" Kegiatan ' lebih dekat dengan alam'?" kata Andra mengernyitkan dahi, dia tahu benar adiknya tidak pernah tertarik dengan acara seperti itu.
" Iya, besok dia akan pergi ke sana 3 hari, jadi seperti kami tidak bisa membuat acara ulang tahun kalian, " kata Nyonya Renata
" Yang benar Bu? Wayren akan ikut acara ini?" Tanya Andra kaget
" Ibu juga kaget, kenapa anak itu tiba-tiba sangat berubah seperti itu?" kata Nyonya Renata
" Benar, aku rasa anak itu sudah mulai mengerti kedudukannya di keluarga ini, sehingga dia tidak malas lagi, " kata Nanny sambil menyerumput tehnya.
" Mungkin saja, " kata Andra masih penasaran, apa ada kaitannya dengan kejadian semalam? Pikir Andra
__ADS_1