
Ayatha sedang ada di restauran malam itu, dia memastikan semua makanan dan minuman
sesuai standart hotel itu, memastikan semua kepuasan tamu-tamunya.
" Ayatha, " kata Keenan yang senang melihat Ayatha disana, Ayatha memutar bola
matanya, menunjukan dia malas meladeni Keenan malam ini.
" Ada apa?" kata Ayatha, namun perhatian Keenan malah menuju ke arah yang lain.
" Oh, Tuan Andra, jadi anda memutuskan untuk menginap di sini? sudah ku bilang banyak hal yang menarik di sini bukan? " kata Keenan yang melihat Andra yang datang
ke restauran itu
Ayatha terdiam, dia melihat Andra di sana, apakah dia sedang bermimpi, kenapa dia ada
di sini, Ayatha tidak bisa menutupi matanya yang kaget, Keenan yang melihat
tingkah Ayatha mengerutkan dahinya, dia juga melihat Andra yang juga menatap Ayatha
terdiam.
" Hei, ada apa dengan mu?" kata Keenan
" Aku harus pergi, " kata Ayatha segera ingin lari dari sana, namun dengan cepat
Keenan menangkap tangan Ayatha, membuat Andra menatap Keenan dengan dingin.
" Kau mau ke mana? Kau selalu saja pergi dari ku, " kata Keenan
" Keenan, lepaskan, jangan keterlaluan, " kata Ayatha kesal
" Aku hanya ingin mengenalkanmu dengan bosku, " kata Keenan yang suka melihat
wajah kesal Ayatha
Ayatha menatap Keenan dengan marah, dia berhenti berontak, akan sangat lucu dilihat
orang jika begini, namun Ayatha tidak bisa menutupi kegugupannya. Kenapa bisa
__ADS_1
bertermu lagi di sini, padahal Ayatha pikir, dia menjauh dari kota agar tidak
bertemu lagi dengan Andra.
" Kami sudah saling mengenal, " kata Andra dingin
" Wah, benarkah? Kenapa semua orang mengenalmu? Hanya aku saja yang baru mengenalmu,
" kata Keenan masih memegang tangan Ayatha.
" Bisa kah kau lepaskan tanganku sekarang? " kata Ayatha lagi
" Oh, iya, sorry " kata Keenan seadanya
Ayatha memengang tangannya yang terasa lumayan sakit karena tadi dia berontak, Andra
masih menatapnya dengan tatapan suram, Ayatha hanya mengalihkan pandangannya
ketempat yang lain, tak berani menatap Andra lama-lama, suasana langsung
berubah cangung, Keenan merasakan itu, namun dia suka membuat Ayatha seperti
" Karena kalian sudah mengenal, mari makan bersama, " kata Keenan lagi
" Aku tidak ingin makan, " kata Ayatha
" Tidak boleh, lihat lah kau kurus sekali, bagaimana nanti mau melahirkan anak-anak
seperti ini? " kata Keenan merangkul Ayatha, memaksanya membawanya ke
sebuah meja,
Andra yang melihat itu mengepalkan tangannya, dia cemburu, sangat cemburu, urat-urat di
tangannya bahkan terlihat sekali, namun dia mencoba tenang.
" Duduklah di sini, " kata Keenan memaksa Ayatha untuk duduk, emosi Ayatha juga sudah
sampai di ubun-ubun, laki-laki ini terlalu pemaksa...
__ADS_1
Ayatha duduk di depan Andra, sedangkan Keenan duduk di kursi di dekat mereka, sehingga
mereka duduk membentuk segitiga.
" So, bagaimana kalian bisa bertemu? Tidak aku sangka, gadis seperti mu bisa memiliki
kenalan orang-orang hebat, " kata Keenan menatap Ayatha yang sangat kesal
sekarang
" Itu bukan urusanmu, " kata Ayatha sekenanya saja
" Benar juga, kalian tidak ingin memesan makanan? " kata Keenan lagi
" Aku kan sudah bilang aku tidak ingin makan, " kata Ayatha lagi
Andra menatap Ayatha, gadis ini memang Ayatha, namun melihat sifat dan perbuatannya,
dia jauh sekali dari Ayatha yang dulu, Ayatha yang ini terlalu frontal, dia
mengatakan apapun yang ada di pikirannya, benarkah dia Ayatha?
" Baiklah, aku tidak akan memaksamu lagi , pergilah kalau kau mau, " kata Keenan
lagi, Ayatha memandang Keenan dengan sangat kesal, dia ingin sekali mencekik
Keenan sekarang, lalu dia berdiri dan pergi begitu saja.
" Sepertinya hubungan kalian tidak baik ya? " kata Keenan melirik kearah Andra
Andra hanya menatapnya dengan tajam, berucap dengan dingin....
" Tuan Keenan, saya rasa anda terlalu ingin tahu urusan orang lain, selamat malam
" Andra berdiri dan meninggalkan Keenan
Keenan mengerutkan dahi, ada apa dengan semua orang malam ini? Kenapa semua orang
marah-marah padanya, pikir Keenan sambil meminum minumannya.
__ADS_1