Meadow

Meadow
Ada apa dengan mereka malam ini?


__ADS_3

Ayatha sedang ada di restauran malam itu, dia memastikan semua makanan dan minuman


sesuai standart hotel itu, memastikan semua kepuasan tamu-tamunya.


" Ayatha, " kata Keenan yang senang melihat Ayatha disana, Ayatha memutar bola


matanya, menunjukan dia malas meladeni Keenan malam ini.


" Ada apa?" kata Ayatha, namun perhatian Keenan malah menuju ke arah yang lain.


" Oh, Tuan Andra, jadi anda memutuskan untuk menginap di sini? sudah ku bilang banyak hal yang menarik di sini bukan? " kata Keenan yang melihat Andra yang datang


ke restauran itu


Ayatha terdiam, dia melihat Andra di sana, apakah dia sedang bermimpi, kenapa dia ada


di sini, Ayatha tidak bisa menutupi matanya yang kaget, Keenan yang melihat


tingkah Ayatha mengerutkan dahinya, dia juga melihat Andra yang juga menatap Ayatha


terdiam.


" Hei, ada apa dengan mu?" kata Keenan


" Aku harus pergi, " kata Ayatha segera ingin lari dari sana, namun dengan cepat


Keenan menangkap tangan Ayatha, membuat Andra menatap Keenan dengan dingin.


" Kau mau ke mana? Kau selalu saja pergi dari ku, " kata Keenan


" Keenan, lepaskan, jangan keterlaluan, " kata Ayatha kesal


" Aku hanya ingin mengenalkanmu dengan bosku, " kata Keenan yang suka melihat


wajah kesal Ayatha


Ayatha menatap Keenan dengan marah, dia berhenti berontak, akan sangat lucu dilihat


orang jika begini, namun Ayatha tidak bisa menutupi kegugupannya. Kenapa bisa

__ADS_1


bertermu lagi di sini, padahal Ayatha pikir, dia menjauh dari kota agar tidak


bertemu lagi dengan Andra.


" Kami sudah saling mengenal, " kata Andra dingin


" Wah, benarkah? Kenapa semua orang mengenalmu? Hanya aku saja yang baru mengenalmu,


" kata Keenan masih memegang tangan Ayatha.


" Bisa kah kau lepaskan tanganku sekarang? " kata Ayatha lagi


" Oh, iya, sorry " kata Keenan seadanya


Ayatha memengang tangannya yang terasa lumayan sakit karena tadi dia berontak, Andra


masih menatapnya dengan tatapan suram, Ayatha hanya mengalihkan pandangannya


ketempat yang lain, tak berani menatap Andra lama-lama, suasana langsung


berubah cangung, Keenan merasakan itu, namun dia suka membuat Ayatha seperti


" Karena kalian sudah mengenal, mari makan bersama, " kata Keenan lagi


" Aku tidak ingin makan, " kata Ayatha


" Tidak boleh, lihat lah kau kurus sekali, bagaimana nanti mau melahirkan anak-anak


seperti ini? " kata Keenan merangkul Ayatha, memaksanya membawanya ke


sebuah meja,


Andra yang melihat itu mengepalkan tangannya, dia cemburu, sangat cemburu, urat-urat di


tangannya bahkan terlihat sekali, namun dia mencoba tenang.


" Duduklah di sini, " kata Keenan memaksa Ayatha untuk duduk, emosi Ayatha juga sudah


sampai di ubun-ubun, laki-laki ini terlalu pemaksa...

__ADS_1


Ayatha duduk di depan Andra, sedangkan Keenan duduk di kursi di dekat mereka, sehingga


mereka duduk membentuk segitiga.


" So, bagaimana kalian bisa bertemu? Tidak aku sangka, gadis seperti mu bisa memiliki


kenalan orang-orang hebat, " kata Keenan menatap Ayatha yang sangat kesal


sekarang


" Itu bukan urusanmu, " kata Ayatha sekenanya saja


" Benar juga, kalian tidak ingin memesan makanan? " kata Keenan lagi


" Aku kan sudah bilang aku tidak ingin makan, " kata Ayatha lagi


Andra menatap Ayatha, gadis ini memang Ayatha, namun melihat sifat dan perbuatannya,


dia jauh sekali dari Ayatha yang dulu, Ayatha yang ini terlalu frontal, dia


mengatakan apapun yang ada di pikirannya, benarkah dia Ayatha?


" Baiklah, aku tidak akan memaksamu lagi , pergilah kalau kau mau, " kata Keenan


lagi, Ayatha memandang Keenan dengan sangat kesal, dia ingin sekali mencekik


Keenan sekarang, lalu dia berdiri dan pergi begitu saja.


" Sepertinya hubungan kalian tidak baik ya? " kata Keenan melirik kearah Andra


Andra hanya menatapnya dengan tajam, berucap dengan dingin....


" Tuan Keenan, saya rasa anda terlalu ingin tahu urusan orang lain, selamat malam


" Andra berdiri dan meninggalkan Keenan


Keenan mengerutkan dahi, ada apa dengan semua orang malam ini? Kenapa semua orang


marah-marah padanya, pikir Keenan sambil meminum minumannya.

__ADS_1


__ADS_2