Meadow

Meadow
Sepertinya kita salah memulainya


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan jam 3 sore, hari ini Wayren yang menyetir, Andra duduk di sampingnya, sedangkan Ayatha duduk di belakang.


" Baik lah, mari kita pulang! " kata Wayren semangat sambil melihat Ayatha dari kaca spionnya, Ayatha yang tahu kelakuan w


Wayren hanya membalaskanya dengan senyuman?


Hening....tak satu pun dari mereka berbicara, Wayren fokus melihat jalanan dengan sesekali melihat Ayatha dari kaca mobilnya, Andra hanya diam menikmati perjalannya.


Ayatha dari tadi mencoba menahan dirinya untuk tidak tertidur karena terbuai dengan perjalanan, akhirnya tertidur juga di bangku belakang. Wayren yang melihat Ayatha dari kaca mobilnya tersenyum manis.


" Kenapa kau tersenyum? " kata Andra yang melihat senyuman adiknya


" Tidak, hanya ada pemandangan yang lucu, " kata Wayren,


Andra segera melirik ke arah Ayatha yang tertidur


" Dia?" kata Andra


" Yups... Mungkin dia kecapekan," kata Wayren tak bisa berhenti tersenyum.


" Dia bangun terlalu cepat tadi pagi, " kata Andra datar sambil melihat kedepan.


" Eh? Darimana kau tahu?" kata Wayren penasaran


" Tadi pagi, aku melihatnya sudah menyiapkan sarapan, " kata Andra.


" Owh, gitu, dia jadi tambah manis, " kata Wayren tersenyum lebar


" Sudahlah fokus dengan jalan, " kata Andra.


" Kenapa ini ? " kata Wayren dan tiba-tiba mobil yang mereka kendarai berhenti.


" Hey, Wayren, jangan becanda saat gini. " kata Andra yang juga kaget karena mobilnya berhenti tiba-tiba


" Aku enggak bercanda, " kata Wayren


" Kau mengisi bensinnya? " kata Andra


" Tentu, liat aja nih masih full, sebentar aku akan memeriksanya dulu, " kata Wayren keluar dan cepat membuka kap mobil


Andra segera turun untuk melihat adiknya yang kelihatan kebingunggan.


" Gimana? " kata Andra


" Di Amerika, kau pernah belajar mesin? " tanya Wayren yang bingung melihat mesin mobilnya, karena biasanya dia tidak pernah menangani mobilnya sendiri, biasanya selalu ada pelayan yang stand by jika dia butuh sesuatu. hari ini karna ibu mereka pergi... mereka memutuskan untuk pulang hanya bertiga, para pengawal dan supir pulang duluan tadi pagi.


" Tidak. " kata Andra singkat


" Ah... Aku akan bilang pada Ayah, kau juga harus belajar tentang mesin, " kata Wayren menutup kap mesinnya.


" Kenapa harus aku, bagaimana dengan mu? " kata Andra melihat Wayren yang kebingungan


" Aku kan tidak suka belajar, paling tidak nanti anak ku harus belajar mesin, " kata Wayren melihat sekitar.


Mereka berhenti masih di daerah pantai, hanya ada jalan raya yang sepi, di kanan hanya ada tanah kosong, sedangkan di sebelah kiri hanya ada pantai.


" Ahh... Tidak ada sinyal, " kata Wayren melihat handphonenya


"Aku juga, " kata ndra menunjukkan handphone nya.


" Gimana nih... Mau minta tolong siapa? " kata Wayren


" Entah lah, aku juga tidak tau kita dimana sekarang "


" Mungkin ini masih daerah pantai selatan "


" Ya sudah lah.. Kita tunggu saja orang yang lewat "


Wayren dan Andra menunggu di luar mobil, mereka duduk di kap mobilnya, tak lama sebuah mobil melintas, Wayren segera mencegat mobil itu, mobil itu segera berhenti.


" Ada yang bisa saya bantu anak muda?, karena saya ingin segera secepatnya sampai ke kota " kata Seorang Bapak setengah baya yang tampak tergesa-gesa


" Mobil kami mogok, bisa minta tolong? " kata Wayren.


" Jika menolong memperbaiki mobil Anda, maaf saya tidak bisa, tapi memberi tumpangan 1 orang mungkin saya bisa, karna saya benar-benar buru-buru, " kata Bapak itu


" Ya sudah, pergi cari bantuan, setelah itu suruh seseorang menjemput kami, jika aku yang pergi aku tidak tahu daerah apa ini? " kata Andra


" Benarkah? Baiklah, jaga dia baik-baik," kata Wayren yang segera naik ke dalam mobil.


" Baiklah, hati-hati dan cepat cari bantuan, " kata Andra.

__ADS_1


Wayren hanya mengangguk dan tersenyum, mereka segera pergi, Andra hanya memandang mobil itu pergi dan segera kembali ke mobil, saat menutup pintu mobil, Ayatha terbangun, Ayatha segera kebingungan, kenapa mereka berhenti di sini,saat melihat kedepan, hanya ada Andra, di mana Wayren? Pikir Ayatha.


" Sudah bangun?" kata Andra melihat Ayatha.


" Iya Tuan, " kata Ayatha yang gugup


karena seharusnya dia tidak tertidur.


" Ini, minumlah..." kata Andra memberikan minuman pada Ayatha


" Terima kasih Tuan, "


" Kita mogok disini, Wayren sedang mencari bantuan, jadi kita harus menunggu di sini, "


" Iya Tuan, " kata Ayatha sungkan


" Aku ingin ke pantai, kau mau ikut?"


" Baik Tuan "


Andra segera turun dan menuju pantai , Ayatha segra mengikutinya, Andra berdiri di dekat pantai, Ayatha berdiri dibelakangnya.


" Kau pernah ke pantai? " kata Andra


" Belum pernah Tuan " kata Ayatha yang sedikit kaget karena pertanyaan Andra sama dengan pertanyaan Wayren tadi.


" Pantai indah jika sore hari, "kata Andra memandang jauh


" Iya tuan " kata Ayatha sungkan


" Tidak perlu terlalu sungkan, kau bisa menanggil Wayren, kau boleh memanggilku Andra, lagi pula kita pernah menjadi teman sekelas walau sebentar, " kata Andra tersenyum.


Ayatha langsung terdiam.. Dia langsung tersipu, wajahnya terasa panas, dia berpikir ini mungkin karena matahari yang menyengat wajahnya. Tapi dadanya yang berdegap kencang karena senyuman Andra yang baru kali ini untukknya, dia tidak tahu kenapa. Mungkin hanya karena dia tidak terbiasa melihat Andra tersenyum padanya.


" Hey, kemarilah, " kata Andra menyuruh Ayatha segera mendekat.


" Baiklah, " kata Ayatha mendekat, berdiri di samping Andra.


" Lihatlah...kau belum pernah ke pantaikan?"


" Iya "


" Eh...begitu ya? " kata Ayatha bingung harus berbicara apa


" Kau tahu, Yosa juga sangat menyukai pantai... Kami pernah bolos sekolah hanya untuk pergi ke pantai, " kata Andra


menerawang jauh melihat kenangannya, bersama Yosa.


" Benarkah?" kata Ayatha.


" Ya, membujuknya sangat susah, kau tahu dia sangat suka dengan sekolah, makanya hal itu sangat mengejutkan saat dia setuju untuk bolos hanya sekedar ke pantai dekat kota " kata Andra tersenyum penuh arti, Ayatha memperhatikannya.


" Aku tidak pernah tahu Yosa menyukai pantai, " kata Ayatha.


" Benarkah? Dia tidak pernah cerita? " kata Andra kedengaran kaget, padahal seperti cerita Yosa, Ayatha adalah sahabat terbaikknya, dia sebarusnya tahu kesukaan Yosa.


" Yosa gadis yang hebat, dia selalu tahu semua tentangku, namun dia tidak pernah mengeluh apapun padaku, dia selalu jadi pendengar yang baik, lagi pula saat dia pindah ke sini, kami mulai jarang berkomunikasi " kata Ayatha menjelaskan


" Owh... Begitu "


" Yosa pasti sangat bahagia sekarang, " kata Ayatha tersenyum sambil melihat kearah Andra.


" Kenapa?" tanya Andra


" Karena setiap hari dia selalu di kenang oleh seseorang yang benar-benar mencintainya dan menyanyanginya, sekarang dia pasti sedang tersenyum mendengar cerita Anda, " kata Ayatha


" Benarkah? " kata Andra tersenyum bahagia


" Iya, aku rasa begitu, " kata Ayatha juga tersenyum


" Bagus sekali jika begitu, " kata Andra.


" Iya "


Suasana kembali hening, hanya debur ombak yang terdengar, Andra hanya diam menatap pantai, sedangkan Ayatha hanya memandang Andra dari belakang.


" Hey... Eehhmm.." kata Andra memecahkan keheningan, membuat Ayatha kaget karena dia sedang melihat Andra.


" Eh.. Iya Tuan, " kata Ayatha


" Sepertinya kita salah memulainya "

__ADS_1


" Maaf Tuan maksudnya? " kata Ayatha.


" Mari kita mulai dari awal, sepertinya kita sudah salah memulainya, nama ku Fitzandra Tadder" kata Andra menyodorkan tangannya dan tersenyum manis.


" Eh... Namaku Ayatha" kata ayatha canggung menyambut tangan Andra, jantung nya berdebar kencang, dinginnya tangan andra tidak bisa meredam rasa panas yang menjalar diseluruh tubuhnya, andra tersenyum tambah lebar.


" Baiklah... Ayo berjalan-jalan, sepertinya kita masih lama dijemput " kata Andra


" Baik Tuan" kata Andra


" Andra, panggil aja Andra " kata andra segera berjalan


Andra segera berjalan menyusuri pantai, Ayatha hanya melihat Andra dari belakang, dia memegang tangannya yang tadi bersalaman dengan Andra, masih terasa dingin tangannya, Jantungnya masih berdebar, wangi tubuh Andra yang semerbak diterbangkan angin pantai dihirup dalam oleh Ayatha.


" Bagaimana denganmu Ayatha, kau pernah menyukai seseorang? " kata Andra


Ayatha terdiam, dia kaget apa yang ditanyakan Andra. Menyukai seseorang? Sepertinya tidak, Ayatha belum pernah menyukai siapapun dalam hidupnya, bahkan bagaimana rasanya menyukai seseorang, Ayatha pun tidak tahu.


" Bagaimana?" kata Andra berhenti dan memalingkan wajahnya kearah Ayatha yang terpaku


" Sepertinya tidak pernah, " kata Ayatha sambil menggeleng.


" Benarkah? Kau tidak pernah dekat dengan seorang pria, " kata Andra


" Iya, ehm... Apakah jeremy termasuk? " tanya Ayatha


" Jeremy? Siapa dia? " kata Andra segera


melanjutkan perjalannya menyusuri pantai


" Dia satu-satunya teman cowok yang pernah dekat dengan ku dan Yosa, dia temen kecil kami " kata Ayatha sambil melihat ombak-ombak yang bergulungan


" Benarkah? Kenapa Yosa tidak pernah cerita tentang Jeremy? " kata Andra sambil mengerutkan dahinya.


" Jeremy pindah dari desa saat kelas 2 smp, jadi mungkin Yosa sudah lupa "


" Owh, jadi kalian dekat?"


" Tidak juga, kami hanya selalu bersama"


" Bagaimana dia dengan Yosa? "


" Aku tidak tahu, yang aku tahu, Jeremy adalah cinta pertama Yosa " kata Ayatha polos


" Benar kah? " kata Andra berhenti dan segera melihat Ayatha


" Iya, tapi itu hanya cinta anak anak, mungkin jika Yosa disini dia tidak akan ingat lagi, " kata Ayatha.


" Cinta pertama yah... Sepertinya aku ingin bertemu dia, " kata Andra tersenyum


" Sejak dia pindah kami tidak pernah mendengar beritanya, lagi pula sekarang seseorang yang disukainya Yosa sekarang adalah Anda, " kata Ayatha tersenyum


Andra kembali berjalan, dia diam, hening... Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.


" Sebenarnya Yosa tidak pernah mengatakan bahwa dia menyukaiku, " kata Andra lagi, memandang Ayatha dan tersenyum lembut.


" Benarkah? " kata Ayatha


" Yup... Kami hanya dekat, aku bahkan tidak tahu perasaannya pada ku, aku tidak sempat bertanya bagaimana perasaannya dengan ku? " kata Andra dengan wajah yang tampak sedih.


" Yosa pasti menyukai Anda, aku tahu bagaimana dia, " kata Ayatha mencoba menenangkan Andra.


" Aku harap begitu, ternyata menyenangkan juga punya teman yang bisa diajak bicara " kata Andra


" Tuan Muda! " Teriak seseorang dari kejauhan


Andra dan Ayatha segera melihat kearah suara berasal, ada seorang yang melambaikan tangan di samping mobil yang sudah terparkir.


" Yap... Sepertinya jemputan kita sudah datang, ayo " kata Andra


" Baik Tuan, " kata Ayatha.


Andra berjalan menuju kearah pria yang menunggu di pinggir jalan, Ayatha mengikutinya dari belakang.


" Maaf Tuan Muda, saya lama, " kata pria itu memberikan salam pada Andra


" Tidak apa-apa, di mana Wayren?" tanya Andra.


" Tuan Muda Wayren masih dalam perjalanan Tuan, tadi Tuan Muda Wayren menelepon saya untuk menjemput Anda di sini, saya langsung kemari tuan, mobil Tuan akan di urus oleh yang lain nanti, " kata Pria itu menjelaskan


" Owh, baiklah, " kata Andra segera masuk kedalam mobil yang sudah di buka pintunya, begitu dia masuk, pria itu langsung menutup pintunya, Ayatha juga segera menuju bagian depan mobil.

__ADS_1


__ADS_2