
Andra melajukan mobilnya langsung menuju ke rumah, dia melajukan mobilnya dengan
cepat, banyak sekali pertanyaan dan kemungkinan yang mucul di pikirannya, dia
tak akan tenang jika ini tidak di pecahkan.
Tak lama, mereka akhirnya sampai di rumah, Andra berjalan cepat memasuki rumahnya, Wayren mengikutinya dari belakang.
" Selamat siang Tuan Andra
dan Tuan Wayren " kata Kepala
Pelayan yang kaget melihat kedua tuannya sudah pulang jam segini.
" Aku ingin bertemu Nanny, " kata Andra
" Nyonya Besar ada di halaman belakang, " kata Bibi Han
Andra segera menuju ke kebun belakang, sedangkan Wayren tertahan ketika Risa memanggilnya.
" Kenapa kaupulang sangat cepat hari ini? " kata Risa, Wayren hanya melihat Risa, dia lalu menarik Risa ke kebun belakang, di sana dia lihat nannynya sedang duduk sendiri, Andra
sudah mendekatinya, lalu duduk di sampingnya, tak lama Wayren dan Risa juga
duduk, Risa bingung dengan keadaan ini.
Nanny yang sedang menikmati tehnya sambil melihat bunga-bunga langsung kaget melihat
kedatangan Andra, tak lama dia kaget melihat Wayren yang duduk di sampingnya, Risa
juga ada di sana. Siang begini kenapa mereka ada di sini? pikir Nanny.
" Ada apa ini? Kenapa kalian mengelilingiku tiba-tiba? " kata Nanny kaget.
" Nanny, kami ingin bertanya padamu, " kata Wayren tersenyum aneh, Nanny
sedikit terganggu dengan senyum Wayren itu.
" Bertanya apa? " kata Nanny menatap Wayren
" Siapa Selena Medison? " kata Andra berat, Nanny langsungkaget menatap Andra, dia terlihat seperti maling yang tertangkap basah, sangatgugup dan bingung menjawab, bahkan tergagap.
" Dia... dia... dia ehm... salah satu temanku, dari mana kau dapatkan namanya? " kata Nanny mencari alasan
" Kemarin aku lihat dia mengerimkan pesan untukmu, " kata Andra
" Aduh, bodohnya aku, " kata Nanny
seperti sangat menyesal
" Nanny, jangan bermain-main, ayo katakan yang sebenarnya? Siapa dia? " kata Wayren menatap Nanny dengan tajam, membuat nannynya takut, dua cucunya seperti mengintimidasinya. Nanny
menelan ludah..
Risa yang ada di sana juga bingung, siapa Selena Medison?, Medison? Jangan-jangan...
" Apakah dia Ayatha ? " kata Risa keceplosan, dia memang tidak bisa menyimpan apapun di kepalanya.
Andra dan Wayren balik melihat Risa, Nanny bertambah gugup, sekarang 3 orang itu memandangnya dengan pandangan menuntut.
Dia menarik napasnya panjang, lalu mengehembuskannya, Wayren, Risa dan Andra masih menatapnya dengan serius.
" Dia memang Ayatha, " kata Nanny jelas.
Andra tersentak, memundurkan badannya hingga bersandar di kursi, di hatinya terasa
lega, senang, namun juga terasa bingung, semua jadi satu, perasaannya sekarang
tidak menentu, akhirnya dia tahu di mana Ayatha sekarang.
__ADS_1
Wayren dan Risa pun kaget, bagaimana bisa? Ternyata yang dicari selama ini, malah keluarga sendiri yang menyembunyikannya.
" Kenapa kau menyembunyikannya dari kami Nanny, kau tahu kakak mencarinya terus menerus bagai orang gila, " kata Risa lembut namum membuat Nanny merasa
bersalah, Nanny nya melihat Andra yang masih terlihat syok.
" Maafkan aku Andra, ini aku lakukan untuk kebaikan kalian berdua, " kata nannya
" Bagaimana bisa ini untuk kebaikan kami berdua, Nanny tahu aku mencarinya seperti orang gila, 5 tahun, itu bukan main-main, " kata Andra menatap nannynya, mencoba menahan emosinya, dia tidak ingin marah pada nannynya, tapi persaan
kesal itu pasti ada...
" Maafkan aku, " kata Nanny tampak sedih, Andra menjadi merasa bersalah
" Bagaimana kabarnya sekarang? Bagaimana ini bisa terjadi? " kata Andra mencoba melembutkan nada suaranya, nannynya menatap Andra lekat-lekat, memandangnya dengan sedih.
" Ayatha baik-baik saja sekarang, menjalaninya hidupnya dengan baik, aku menemukannya saat di Kanada, Maxi
mengirimnya kesana untuk melakukan perawatan lebih lanjut, saat aku
menemukannya, dia sangat kacau, tidak bisa bicara, hanya menatap kosong, benar-benar
seperti mayat hidup... Maxi menceritakan semuanya padaku, membuat aku setuju
untuk tetap menyembunyikan Ayatha, sebagai gantinya aku di perbolehkan untuk
terus berhubungan dengannya, " Kata nannynya, Andra mendengar kata-kata nannynya tampak suram, dia sendiri di sana.. dia tahu rasanya, menganggap Andra sudah mati, pasti hidupnya sangat suram...sama seperti yang di alami Andra dulu.
" Jadi Nanny juga menyakinkan pada Ayatha bahwa aku sudah meninggal? " Kata Andra tak bisa percaya
" Maafkan aku, itu memang perjanjiannya, aku juga yang memberikan nama Selena
padanya agar kau tidak bisa menemukannya " kata Nanny
" Bagaimana bisa? Nanny aku tidak percaya kau melakukan ini semua, kau tau dia
tak percaya hingga tak tahu harus apa pada nannynya
" Ayatha sangat mencintaimu, bahkan beberapa kali ingin bunuh diri, tapi untungnya
usahanya selalu dapat di gagalkan, kalau tidak... " kata Nanny tampak sedih, namun
tersenyum sedikit
" Kalau tidak kenapa? " kata Wayren
penasaran
" Andra pasti kehilangan Ayatha dan anakmu " kata Nanny menatap Andra
Andra tercengang, kaget bukan kepalang, rasanya ada kilat yang menyambarnya. Dunianya tiba-tiba hening... masih tidak bisa di percayai olehnya...
Bukan hanya Andra yang kaget, Wayren dan Risa pun kaget..anak?
" Apa maksudmu? " kata Andra masih tercengang
" Andra, kau seorang ayah... saat Ayatha
masih di rawat, dokter menemukan ternyata Ayatha sedang hamil " kata nannynya tersenyum
Andra tidak percaya, masih tidak bisa percaya, napasnya terasa terhenti, sesak sekali hingga tak bisa bernapas, dia bangkit lalu ,berjalan sedikit menjauh, mencoba
menahan emosiya, memegangi kepalanya, kepalanya sangat sakit, dia seorang ayah?
Sekarang dia adalah seorang ayah?? Dia lalu membayangkan, bagaimana sakitnya Ayatha,
di tinggalkan oleh sesorang yang dia cintai, dan menjalaninya dengan keadaan
hamil, menjalaninya kehamilan sendirian, menanggung beban begitu begitu
__ADS_1
banyak, Andra rasanya ingin teriak sekarang.
" Jadi... bagaimana dengan anak itu?" kata Wayren
" Dia juga hidup dengan baik, umurnya sekarang 4 tahunan lebih, hampir 5 tahun, dia
punya mata yang sangat mirip dengan Andra, anak yang sangat pintar, sangat
lucu, selalu ingin dekat denganku, " kata Nanny tersenyum bahagia, dia bersyukur bisa melihat cicitnya... Andra hanya mendengarkan saja.
" Benarkah? Pasti sangat tampan, siapa namanya? " kata Risa tersenyum senang.
" Iya,sangat tampan, namanya... Andra " kata Nannynya sedikit tercekat.
Andra berbalik menatap Nannynya tajam saat mengatahui nama anaknya. Wajahnya masih
menunujukkan ketidak percayaan.
" Ayatha memberikan nama itu agar bisa mengenangmu, " kata Nannynya menatap Andra penuh perasaan.
" Di mana mereka sekarang? " kata Andra penuh emosi
" Seharusnya mereka ada di Jakarta sekarang, " kata Nanny menatap Andra
Andra langsung menelepon Pak Wang.
" Pak Wang, sediakan semua keperluanku untuk pergi ke Jakarta sekarang! "kata Andra
kata Andra dengan penuh emosi
" Baik Tuan. " kata Pak Wang
Andra segera mematikan teleponnya, lalu melangkah masuk ke dalam rumah.
" Andra... bagi Ayatha dan anaknya, kau sudah meninggal," kata Nannynya, membuat Andra
menghentikan langkahnya
" Aku belum meninggal, aku akan menemuinya dan anakku, " kata Andra berat...rasanya dadanya akan meledak, terasa sangat sesak hingga tidak bisa lagi bernapas.
" Dia sudah punya seseorang di sana, " kata Nanny
Andra gemetar, tubuhnya terasa kaku mendengar kata-kata Nanny, tiba-tiba rasanya
dunia ini ingin runtuh, hatinya sangat sakit, sakit sekali, jantungnya serasa
tercabik-cabik... bagaimana bisa Ayatha memiliki seseorang? Dia di sini, dia
masih hidup? Kenapa?... dia merasa lemas di sekujur tubuhnya, hingga tidak bisa
lagi berdiri... dia sudah tidak tahan... lalu dia jatuh bersujud.
Semua yang ada di sana kaget, Wayren segera menuju ketempat kakaknya, menahannya, Wayren bisa mengerti sakit yang di rasakan oleh Andra, dia pasti sangat sedih, mendengar keadaan Ayatha, dan mengetahui dia memiliki seorang anak saja sudah sangat menguncang dirinya, apalagi mengetahui wanita yang di tunggunya sudah
memilki seseorang, pasti dia sangat terpukul sekali.
" Andra, lepaskan lah Ayatha, " kata Nanny lirih, Andra menatap nannynya dengan
matanya yang memerah dan basah.
" Aku tidak akan melepaskan mereka, " kata Andra, dari matanya terlihat kemantapan, keseriusan, dan ketegasan.
" Akan ku kirimkan alamatnya padamu, " kata Nanny tersenyum
" Baiklah, "kata Andra
Andra berusaha bangkit, namun sedikit susah, Wayren membantunya, lalu dia pergi
meninggalkan rumah itu, sesegera mungkin ingin pergi menemui Ayatha.
__ADS_1