
Hari ini Ayatha hanya tinggal saja di rumah, dia memasak untuk makan siang Raphael, 2 orang
pelayan dan seorang suster untuk menjaga Raphael sudah datang, Maxi yang
menyuruh mereka untuk membantu Ayatha.
Ayatha sedang memotong-motong sayuran ketika mendengar handphonenya berdering, dia
lansung melihatnya, nama Andra ada disana, Ayatha tersenyum lalu mengangkat teleponnya.
" Halo? " kata Ayatha
“ Sedang apa? ” kata Ayatha
" Sedang memasak makan siang untuk Raphael, kau sudah makan siang? " kata Ayatha
“ Belum, masih banyak pekerjaan, aku akan makan setelah selesai memimpin rapat nanti, ” kata Andra
" Jangan telat makan, jagalah kesehatanmu, " kata Ayatha lembut
Andra yang mendengar perhatian dari Ayatha merasa sangat senang, sudah lama dia tidak
pernah di perhatikan seperti ini.
" Baiklah, owh, iya, aku ingin mengajak kalian nanti malam makan di rumah, " kata Andra
__ADS_1
“ Ehm…apa itu tidak apa-apa? ” Kata Ayatha
" Tentu, lagi pula apa kau tidak kangen dengan Risa? Dia sudah menikah dengan Wayren, mereka tinggal di rumah," kata Andra
“ Owh, iya, benarkah? Baiklah, ” kata Ayatha sumringah
" Aku akan menjemput kalian pukul 06.00 nanti, " kata Andra
“ Baiklah, ” kata Ayatha
" Aku harus memimpin rapat, aku mencintaimu, " kata Andra lembut, Ayatha mendengarnya terdiam sejenak, perasaanya sangat nyaman dan bahagia, dia tidak percaya akan mendengarkan kata itu lagi dari Andra.
“ Aku juga mencintaimu, ” kata Ayatha membalas.
Andra menekan bel rumah Ayatha, seorang pelayan membukanya.
" Selamat malam Tuan, ingin bertemu dengan siapa? " kata Pelayan itu
" Nona Ayatha, " kata Andra
" Sudah Bibi, aku mengenalnya, " kata Ayatha yang baru turun dari lantai 2, Raphael yang melihat ayahnya langsung berlari kearah Andra.
" Ayah, " katanya, Andra mengendong anaknya.
" Bagaimana kabar anak Ayah hari ini? "kata Andra menatap putranya.
__ADS_1
" Baik, *lo*ok Ayah, Ibu cantik kali, " kata Raphael menunjuk ibunya.
Andra menatap Ayatha yang berjalan anggun dengan dress warna tosca dan putihnya, warna tosca itu cocok sekali di pakainya, membuat kulitnya yang putih tambah cerah, rambutnya yang panjang di tatanya dengan baik, jika dia berjalan sendirian, pasti semua orang tidak akan mengira dia sudah punya anak berumur 5 tahun. Pantas saja Randi bisa tergila-gila padanya.
" Iya, Ibu cantik sekali malam ini, " kata Andra mengatakannya pada Ayatha, membuat Ayatha tersipu malu
" Apakah kita sudah bisa berangkat? "kata Ayatha meletakkan rambutnya kebelakang telinganya.
" Ya, ayo kita pergi, " kata Andra tersenyum, lalu melihat Raphael
" Yee!! Lets go, " kata Raphael senang bisa pergi bersama ayahnya.
Andra meletakkan Raphael di belakang, duduk di car seatnya, Andra dengan cekatan memposisikan Raphael hingga nyaman di car seatnya, dia juga menyediakan beberapa mainan untuk Raphael, membuat Raphael sangat senang, Ayatha memperhatikannya saja. Setelah selesai dengan Raphael, Andra tidak lupa membukakan pintu untuk Ayatha. Ayatha masuk sambil tersenyum, Andra kemudian duduk di kursi kemudinya.
" Sejak kapan kau bisa memasang *c*ar seat seperti itu? " kata Ayatha
" Tadi siang, aku pikir Raphael pasti memerlukannya, jadi aku membelinya, saat di tempat itu, mereka mengajariku bagaimana memasang dan memakainya, ternyata sangat berguna, " kata Andra, Ayatha memandang Andra dengan kagum, hatinya terasa sangat hangat, Andra begitu perhatian, bahkan pada detail-detail yang kecil.
" Baiklah, ayo kita berangkat, " kata Andra memposisikan spion tengahnya kearah Raphael agar dia tetap bsia memperhatikan Raphael.
" Ayo," kata Raphael semangat.
Andra tertawa melihat tingkah anaknya, sedangkan Ayatha tersenyum sumringah melihat Andra,
dia benar-benar ayah yang baik.
__ADS_1