
Risa duduk di kamarnya, badannya terasa tidak enak, sudah hampir beberapa hari dia
meraskan hal seperti ini, tadi juga saat makan dia sangat berselera melihatnya
, namun saat memakannya dia malah mual.
Wayren masuk melihat istrinya duduk termenung, Wayren duduk di sampingnya. Risa menatap Wayren,
entah kenapa dia sedikit terganggu dengan bau badan Wayren yang sebenarnya
wangi, terlalu wangi membuatnya mual.
" Ada apa? "kata Wayren menatap Risa yang wajahnya tidak enak melihat Wayren
Risa tidak mengatakan apa-apa lalu bergegas ke kamar mandi. Dia sepertinya sedang sakit,
ingin muntah namun tidak ada yang keluar. Wayren sedikit cemas, dia mengetuk
pintu kamar mandi.
" Kau kenapa? Sakit? " kata Wayren cemas
" Jangan masuk, aku mual mencium baumu, " kata Risa dari dalam, Wayren
terkejut, bau apa? Dia sangat wangi, kenapa jadi bau, biasanya juga Risa tidak
pernah mempermasalahkan wanginya yang seperti ini.
" Jika sakit, ayo ke dokter, " kata Wayren
" Aku tidak sakit, hanya tidak suka baumu, " kata Risa
Wayren masih mengerutkan dahi...
" Lalu aku harus bagaimana? "kata Wayren
" Pergilah... ehm, tanggal berapa sekarang? "kata Risa bertanya
" 14, memangnya ada apa sih? "kata Wayren
yang tidak pernah bisa penasaran.
Risa menatap kaca, tanggal 14, seharusnya dia datang bulan tangal 6, berarti dia sudah telat
8 hari, apa jangan-jangan?. Dia membuka pintu, Wayren masih di situ, melihat Wayren
Risa lalu menutup hidungnya, membuat Wayren sedikit bingung plus kesal.
" Kau ini? Aku tidak bau apa-apa,"kata Wayren
" Aku telat 8 hari, " kata Risa pada suaminya, tapi karena hidungnya di tutup, suaranya sengau, Wayren jadi
tidak jelas mendengarnya.
__ADS_1
" Apa? Kau jangan menutup hidungmu, aku tidak bisa mendengarnya jelas, "kata Wayren
" Aku telat 8 minggu! " kata Risa kesal, dia membuka hidungnya. Tapi begitu mencium wangi yang ada di tubuh Wayren, dia langsung mual dan masuk kedalam kamar mandi lagi.
Wayren terdiam, kalau Risa telat bukannya tandanya... dia membuka pintu kamar mandinya,
melihat Risa yang ingin muntah, namun tidak bisa, melihat Wayren, Risa bertambah mual.
" Apa kau hamil? " kata Wayren
" Entah, aku belum memeriksanya, " kata Risa
" Kalau begitu ayo periksa sekarang, " kata Wayren menarik Risa, namun dia baru sadar,
tidak boleh menarik Risa seperti itu, kalau dia benar hamil, Wayren takut membuat kandungan Risa bermasalah. Jadi dia melepaskan Risa.
" Kalau pakai masker bisa tidak? "kata Wayren
" Aku tidak tahu, aku mual jika melihatmu, " kata Risa, Wayren sedikit kesal.
" Kau ini, pakai ini, " kata Wayren mengambil masker di tempat penyimpananya, Wayren memakaikan maser itu dengan hati-hati.
" Bagaimana? " kata Wayren, Risa mencoba bernapas, awalnya dia takut, takut bernapas dan mencium wangi tubuh Wayren dia akan mual lagi, karena mualnya sangat tidak tertahan, tapi menggunakan masker itu, rasa
mualnya sedikit berkurang, walaupun tidak semuanya hilang.
" Lumanyan, "kata Risa
Wayren tersenyum
" Ok, aku akan bersiap-siap, " kata Risa
" Tidak perlu, sekarang kita pergi saja, " kata Wayren
" Dengan penampilanku dan wajahku begini kita keluar, " kata Risa
" Kau kan pakai masker, hanya matamu saja yang terlihat, bajumu juga ok, tak perlu di ganti,
sudah jangan banyak mengulur waktu, ayo, " kata Wayren membukakan pintu, mau tak mau Risa keluar, dan Wayren juga.
Saat menuju keluar, Wayren melihat ibunya sedang bermain dengan Raphael.
" Ibu aku keluar dulu dengan Risa," kata Wayren
" Baiklah, ehm...apa kau sakit Risa? " kata Nyonya Renata
" Hanya sedikit kurang enak badan mu, aku keluar dulu ya, Raphael, bibi keluar dulu ya, " kata Risa
melambaikan tangan dengan manis, Raphael menghampiri.
" Paman, Bibi, hati-hati di jalan ya, " kata Raphael dengan gemas
" Kau benar-benar mirip ayahmu ya," kata Wayren mengelus kepala
__ADS_1
keponakannya dengan senang
" Iya,wajahnya mirip, " kata Risa
" Bukan cuma wajahnya, dulu waktu Andra kecil, dia juga sangat sopan seperti Raphael," kata Wayren
tertawa.
" Bagaimana dengan mu? " kata Risa
" Yah, kau tau sendiri bagaimana aku? Owh, iya Raphael, suka mainan apa? Paman akan
membelikannya," kata Wayren tersenyum, semua orang pasti terpikat pesona Raphael, bahkan Wayren saja
menyukainya.
" Aku suka main bola, tapi bola ku sudah banyak, Paman boleh membelikan ku mainan apapun, aku pasti akan suka dengan mainan yang Paman berikan,"kata Raphael
" Wow, kau benar-benar penahluk hati, aku rasa dia akan lebih banyak mendapatkan wanita
dari pada Andra, " kata Wayren kagum
" Dia masih anak-anak, jangan berbicara begitu, "kata Risa
" Owh, iya benar... Paman akan segera membelikannya, " kata Wayren
" Terima kasih Paman, " kata Raphael memberikan salam formal
" Wah, anak ini,"kata Wayren
" Kita jadi pergi? "kata Risa lagi sepertinya dia mulai mual lagi
" Owh, iya, hampir lupa, paman pergi dulu ya, " kata Wayren
Wayren dan Risa langsung masuk kedalam mobil, di dalam mobil Risa tampak tidak nyaman.
"Ada apa? " kata Wayren
" Mobil ini rasanya bau sekali, pengap, " kata Risa
" Kau sudah memakai masker, masa masih terasa "
" Bisa buka saja jendelanya? "kata Risa
memelas
" Baiklah, " kata Wayren
Setelah Risa merasa sudah lebih nyaman, Wayren lalu melajukan mobilnya ke rumah sakit
terdekat. Mereka membuat janji dengan dokter kandungan, selama menunggu Wayren
tampak gugup, Risa menatap suaminya lucu, yang akan hamil dia, kenapa Wayren
__ADS_1
yang tampak sangat gugup, Wayren memengang tangan Risa terus menerus.