Meadow

Meadow
Hidup begini saja sudah indah.


__ADS_3

" Tuan,saya tak sangka anda suka wanita yang cantik dan kecil, saya akan menyediakan wanita seperti Nona ini jika anda inginkan, " kata Tuan Barron tersenyum genit pada Ayatha.


Dia mungkin mengira Ayatha adalah gadis penghibur untuk Andra, karena setau Tuan Barron Andra tak punya kekasih sama sekali. Dia kira semua pria seperti dia yang memuja


kecantikan wanita-wanita.


Ayatha melihat Tuan Barron dengan tekukan di dahi, Andra kesal, dia menatap Tuan Barron


dengan marah


" Apa maksud perkataanmu? Kau tidak tau dia siapa? " Kata Andra marah, dia sampai


mengeprak meja.


Tuan Barron yang bertubuh tambun itu kaget, lalu menatap Ayatha.


" Dia adalah putri keluarga Medison, dan sekarang dia adalah istriku! Kau harus minta


maaf padanya! " Kata Andra


keras, Tuan Barron tambah kaget, bagaimana tuan Andra yang dingin sekali ini, tiba-tiba punya istri? Dan siapa tadi? Keluarga Medison? Tuan Barron benar-benar


salah berbicara.


Ayathamemegang tangan Andra, Andra menoleh pada istrinya, Ayatha tersenyum lembut, berusaha meredakan emosi suaminya, Andra yang mengerti itu langsung memperbaiki jas yang dia pakai, lalu duduk.


" Tuan Andra, Nyonya, saya sungguh tidak tahu, saya sangat minta maaf kepada Anda berdua, " kata Tuan Barron dengan hormat setengah badan, Andra masih kesal. Ayatha hanya memperhatikan Tuan Barron


" Lain kali jangan pernah menyamakan orang-orang seperti Anda, " kata Andra tegas


" Baik Tuan, tapi saya mohon, jangan batalkan kontrak kita, " kata Tuan Barron memelas


" Bagaimana?" Kata Andra bertanya pada Ayatha.


Ayatha hanyatersenyum, Andra tau apa pemikiran istrinya


" Inihari pernikahan ku, walau kau sudah merusaknya, akan ku maafkan, kotrak kita


akan tetap berjalan, tapi aku tidak ingin ada kesalahan seperti ini lagi, aku


minta Anda keluarsekarang, " kata Andra


dingin


" Baik Tuan, " kata Tuan Barron secepat kilat berdiri dan pergi dari sana.


Andra hanya memperhatikan Tuan Barron yang pergi dari sana. Ayatha tersenyum, menurutnya ini kejadian yang cukup lucu.


" Kenapa tertawa?" Kata Ayatha


" Hanya terasa lucu, apakah banyak klienmu menawarimu wanita seperti itu? " Kata Ayatha


" Ada beberapa," kata Andra, moodnya sudah rusak


" Lalu? Apa mereka cantik? " Kata Ayatha mengerutkan dahi.


" Pasti," kata Andra menatap wajah Ayatha, dia tahu Ayatha pasti kesal


" Lalu kau apakan wanita- wanita itu? " Kata Ayatha lagi.


" Menurutmu? " Kata Andra,


Ayatha kesal, di melemparkan wajahnya ke danau lagi. Di belakangnya Andra tersenyum.

__ADS_1


" Kalau orang secantik dan sebaik jessy saja aku tidak punya nafsu, menurutmu aku akan


bernafsu dengan wanita penggoda seperti itu? " Kata Andra memeluk Ayatha lagi.


Ayatha tersenyum mendengar kata-kata Andra, Andra mencium bibir Ayatha sekejab.


" Aku akan mengumumkan pernikahan kita nanti agar orang-orang tahu kita sudah menikah, " kata Andra


" Pasti itu akan jadi berita besar, Tuan Andra yang sangat dingin itu tiba-tiba saja menikah, akan lebih syok jika mereka tahu kau sudah punya anak berumur 4 tahun," kata Ayatha sedikit bercanda pada Andra


" Haha..biarlah, aku tidak peduli, ehm..aku memikirkan ini beberapa hari yang


lalu, " kata Andra lagi


" Apa? "


" Raphael seharusnya sudah sekolah bukan? "


" Ya, di sana dia memang aku masukkan ke playschool "


" Owh, aku rasa dia harus melanjutkannya lagi "


" Iya sih, aku sedang mencari sekolah yang cocok untuknya "


" Kita punya sekolah, kenapa tidak memasukkannya disana saja? Sekolah kita merupakan sekolah nomor 1 disini "


" Aku kurang setuju dia di sana"


" Kenapa? "


" Kalau orang tahu dia keluarga Tadder, dia akan mendapat perlakukan khusus, aku takut


dia jadi anak yang manja, tak bisa mandiri karena seluruh keinginannya di penuhi "


" Yah, tentu, pasti dia mendapatkan perlakuan khusus, aku bahkan ingin memberikannya


" Aku tidak suka Raphael diperlakukan begitu, dia akan ketakutan melihat pengawal-pengawal di sekitarnya,


merasa tidak bebas yang ada dia akan menjadi anak yang pemberontak, " kata Ayatha


" Ehm, aku tidak memikirkannya sampai sana, bagaimana di keluargamu, kalian punya


sekolah? " Kata Andra


" Tidak kakak tidak punya sekokah, jika punya disana juga dia akan di spesialkan, kita


cari sekolah yang lain saja, yang sama baiknya," kata Ayatha


" Baiklah, tapi soal penjaga aku akan tetap memberikannya, mungkin hanya berjaga


memata-matainya, kau tahukan ayahku masih bisa melakukan apapun, " kata Andra


Ayatha terdiam, dia berpikir sejenak, lalu dia mengangguk.


" Baiklah, ayo kita pulang, mungkin Raphael sudah menunggu kita," kata Andra.


" Ya, baiklah, " kata Ayatha.


Setelah membayar, mereka lalu menuju kerumah. Di perjalanan, handphone Ayatha


berdering, dia melihat sekilas, Maxi. Andra pun melihatnya.


" Halo " kata Ayatha

__ADS_1


" Halo, bagaimana kabarmu ? "  kata Maxi


" Baik Kak, bagaimana kabarmu? " Kata Ayatha


" Baik juga, aku menelepon mengatakan


bahwa Christine dan Liam sudah


sampai di sini, " kata Maxi


" Benarkah? Wah itu kabar bahagia, aku kira mereka akan sampai beberapa hari


lagi, besok aku akan kesana bertemu dengan mereka," kata Ayatha senang


" Aku juga terkejut, Christine sengaja tak memberitahuku kalau dia dan Liam datang, " kata Maxi


" Dia ingin membuat kejutan untukmu, dan berhasil kan?" Kata Ayatha


" Yah, sangat berhasil, aku jadi harus


membatalkan semua pekerjaanku, "  kata Maxi


" Haha, tidak apa-apa kak, keluarga nomor satu, " kata Ayatha tertawa kecil


 " Baiklah, datanglah besok, kami menunggu "  kata Maxi


" Ehm..kakak.." kata Ayatha, dia memandang Andra yang dari tadi memperhatikannya.


 " Ada apa?  "  kata Maxi menangkap perubahan nada dari Ayatha


" Aku sudah menikah dengan Andra, " kata Ayatha memberi tahu kakaknya


 " Apa?! Bagaimana bisa? Kapan kalian


menikah? "  kata Maxi kaget


" Tadi pagi, besok akan aku jelaskan, " kata Ayatha menatap Andra, Andra


hanya merespon dengan senyuman.


 " Baiklah, besok aku benar-benar


menunggumu, " kata Maxi


lagi


" Iya kak, sampai ketemu besok, " kata Ayatha, sambungan telepon itu putus.


" Besok aku akan menemui kakak, " kata Ayatha memberitahu suaminya.


" Ya, tunggu aku, kita kesana sama-sama, setelah menikah aku memang harus bertemu


keluargamu kan? Apa lagi kita menikah dengan tiba-tiba, " kata Andra


" Tapi bagaimana perkerjaanmu? " Kata Ayatha


" Kan aku sudah janji, setelah menikah akan memberikan waktuku untukmu, sekarang aku


menepatinya, lagi pula di sana ada Wayren, itu perusahaannya, bukan perusahaan ku, " kata Andra tersenyum


" Ya, baiklah, besok aku akan menunggumu, " kata Ayatha


" Iya, " kata Andra,

__ADS_1


Ayatha menyenderkan dirinya kembali ke Andra, Andra langsung memeluknya. Hidup


begini saja sudah indah


__ADS_2