
Sudah 3 hari Ayatha tinggal dirumah ini, rumahnya besar untuk dia tinggali sendiri, dan dia hanya tinggal bersama 2 orang pelayan yang siap membantunya.
Hari- hari terasa embosankan karena biasanya di rumah Nyonya Renata banyak yang bisa dia kerjakan.
Hari ini dia hanya duduk sendiri di ruang tengah, tidak tahu ingin melakukan apa, walaupun Maxi bilang dia bisa melalakukan apapun, shopping, jalan-jalan, namun Ayatha bukan wanita yang suka begitu.
Saat dia melamun, tiba-tiba handphonenya berdering, dari Maxi.
" Halo, " kata Ayatha
" Halo, kau sedang apa? " kata Maxi lembut.
" Tidak ada, " kata Ayatha
" Ayo keluar makan siang, sekalian aku akan mengenalkan mu dengan keluargaku, " kata Maxi
" Eh... baiklah, " kata Ayatha sedikit tegang
" Aku akan menjemputmu, pakailah gaun yang aku berikan, " kata Maxi
" Iya, " kata Ayatha seadanya
" tenanglah, aku pastikan mereka akan menyukaimu, " kata Maxi lembut membuat Ayatha tenang.
Ayatha langsung bersiap-siap, dia mengunakan dress dengan warna biru langit dengan luaran lace berbunga pink dan putih. Dress itu sangat pas dengan badan Ayatha, Ayatha tidak menggunakan make up, hanya sedikit pewarna bibir, setelah menata rambut nya dibantu oleh pelayan, Ayatha tampak sangat cantik.
" Nona, Tuan Maxi telah menunggu anda di bawah, " kata pelayan memberitahu Ayatha
" Baiklah, " kata Ayatha
Dia melihat sederet sepatu yang telah di belikan oleh Maxi sebelumnya, namun Ayatha kurang menyukainya, dia lalu melihat kearah kotak sepatu, sepetu itu dulu di berikan oleh Andra padanya, dia lalu mengambilnya, dan segera memakainya. Setelah itu dia langsung turun untuk menemui Maxi yang menunggu di ruang tengah.
Maxi langsung berdiri begitu melihat Ayatha, dia sampai tidak bisa menyembunyikan wajah kagumnya. Walaupun tidak menggukan make up, Ayatha memang dari sananya sudah cantik, bentuk wajahnya, kulitnya yang putih halus, terutama wajah polosnya. Siapapun akan menyukainya...
" Kau cantik sekali, " kata Maxi menyerahkan tangannya untuk di gandeng oleh Ayatha
" Terima kasih, " kata Ayatha tersenyum.
__ADS_1
" Baiklah, kita berangkat, " kata Maxi masih tidak bisa melepaskan padangan dari Ayatha.
Ayatha dan Maxi pergi kesebuah restauran di sebuah hotel, dilihat dari namanya, ini punya keluarga Maxi.
Restaurannya berada dilantai 9 gedung itu, Ayatha mengenggam tangan Maxi lebih ketat membuat Maxi melihatnya. Maxi hanya melihat wajah Ayatha yang kelihatan tengang, dia menepuk beberapa kali punggung tangan Ayatha.
" Selamat siang Ayah dan Ibu, " kata Maxi ketika mereka mendekati sebuah meja.
Seorang pria yang cukup berumur berdiri, wajahnya ramah, terlihat jejak-jejak ketampanan masih terlihat jelas di wajahnya. Dia menyungingkan senyum lebar melihat Ayatha.
Di sebelahnya ada seorang wanita, mungkin usianya baru 40 an, seumuran dengan Nyonya Renata, dia juga terlihat anggun, dia tersenyum pada Ayatha.
" Selamat siang, wah, ini kah Ayatha? " kata Tuan Leon pada Maxi, Tuan Leon ' memandangi Ayatha dengan senyum merekah.
" Benar, " kata Maxi memandang Ayatha
" Ah, pasangan yang cocok, " kata Nyonya Wenni dengan senyuman
" Baiklah, silahkan duduk, " kata Tuan Leon mempersilahkan
" Ayatha, apa kau ingat saya ?" kata Tuan Leon lagi
Ayatha menatap wajah Tuan Leon lekat-lekat, namun dia tidak bisa mengingat apapun, setaunya dulu dia hanya ingat ada seorang pria tua dan seorang anak laki-laki, namun Tuan Leon tidak pernah di lihatnya.
" Maaf saya tidak bisa mengingat Tuan, " kata Ayatha sungkan
" Ah, jangan panggil saya Tuan, kau calon menantu kami, panggil saja aku Ayah, " kata Tuan Leon
" Benar, terasa sungkan jika memanggil Tuan dan Nyonya, kau boleh memanggil aku Ibu, " kata Nyonya Wenni lembut membuat hati Ayatha menjadi hangat.
" Baik lah, " kata Ayatha tersenyum
" Selamat siang semuanya, " kata seseorang wanita tiba-tiba menyapa.
Semua perhatian langsung tertuju padanya, Ayatha melihat seorang gadis, mungkin usianya sama dengan Ayatha, berjalan menuju mereka, wajahnya cantik, tubuhnya tinggi dan langsing, rambutnya sebahu tergelar sangat indah.
__ADS_1
Maxi menyambut adik tirinya dengan senyuman hangat. dia sampai refleks berdiri
" Selamat siang Kakak, " kata Hanna memberikan ciuman pipi pada kakaknya
" Selamat siang, dari mana saja kau ?" kata Maxi
" Les piano, bukannya Kakak yang membuat begitu banyak les untuk ku?" kata Hanna
" Baiklah, perkenalkan calon kakak iparmu, " kata Maxi tersenyum
Ayatha berdiri dan tersenyum, Hanna melihatnya lekat-lekat...
" Oh, ini yang namanya Ayatha, " kata Hanna memeluk Ayatha dengan hangat
Ayatha cukup kaget dengan reaksi Hanna, namun dia hanya tersenyum,
" Baiklah semua sudah berkumpul, mari kita mulai makan siangnya, " kata Tuan Leon
Lalu semua berjalan seperti biasa, setelah makan siang mereka tinggal sebentar untuk berbincang.
" Kakak, bukannya Ayatha tinggal di perumahan dekat dengan tempat les piano ku, apakah aku bisa tinggal bersama dengannya?, rumah itu juga cukup besar, pasti Ayatha kesepian tinggal disana sendirian, " kata Hanna memandang kakaknya
" Bagaimana menurutmu ?" kata Maxi melihat kearah Ayatha
" Iya, tidak masalah, " kata Ayatha melihat Hanna
" Benar kah? Wah… aku tidak perlu lagi bangun pagi hanya untuk pergi ke les, " kata Hanna tertawa.
Hanna masih sekolah, namun dia mengambil home schooling, sehingga dia tidak perlu pergi sekolah. Selain itu dia sering ke rumah sakit untuk melakukan beberapa pekerjaan disana.
" Belajarlah yang baik agar kau bisa bekerja dengan baik, " kata Maxi menatap lembut adiknya
" Siap kakakku tersayang, " kata Hanna
Maxi hanya tersenyum manis pada adiknya, Ayatha sedikit merasa janggal melihat senyuman Maxi, seperti penuh makna di dalamnya.
__ADS_1