
Ayatha bangun kesiangan hari itu, dia melihat Raphael sudah tidak ada di sampingnya,
dia mengerutkan dahinya, ehm… kemana Raphael?. Dia melihat kesekeliling rumahnya,
tidak ada orang di sana.
Ayatha kemarin baru saja sampai, di rumah ini tidak ada siapa-siapa? bahkan pelayan
pun tidak ada, menyadari itu, Ayatha langsung bangun, melihat kesekeliling
lagi, namun Raphael tidak ada, dia membuka pintu kamar mandinya, namun Raphael
juga tidak ada, Ayatha langsung panik, membuka pintu, melihat rumahnya,
jangan-jangan Raphael terjatuh di tangga atau yang paling parah dia menghilang.
Ayatha mulai panik sekali, dia mencari ke sekitar rumah, ke halaman belakang, setiap ruangan dia
masuki, namun Raphael tidak ada, kepalanya langsung pusing, kemana dia?.
" Andra? " teriaknya
Namun Raphael tidak menjawab sama sekali, tidak ada suara kecilnya memanggil ibu, tidak
ada langkah kakinya yang berlari ke arah Ayatha, dia lalu membuka pintu utama,
pintu itu tidak terkunci, dia ingat kemarin dia mengunci pintu itu, tapi sekarang kenapa terbuka?
Dia berlari, melihat ke seluruh tempat, di halaman depan, tidak ada tanda-tanda dari Raphael juga
"Andra? " kata Ayatha panik, air matanya mulai mengalir, dia melihat kearah jalan di depan, di sana juga tampak sepi sekali, hanya beberpa mobil yang terparkir.
Hujan mulai turun, namun Ayatha masih saja mencari Raphael mengelilingi perumahan itu, dia
seperti orang gila mencari Raphael, dimana dia? Ayatha memperhatikan taman yang
ada di perumahan itu, jangan-jangan Raphael pergi kesana, Raphael anak yang
pintar, selalu ingin tahu, terkadang keingin tahuannya tidak bisa di bendungnya,
hujan semakin lebat, namun tidak menghentikan langkah Ayatha, dia bahkan lupa
memakai alas kakinya, yang ada di bayangannya sekarang Raphael sedang meringkuk
dalam hujan dan ketakutan, ada lagi ketakutannya yang paling besar, jangan
sampai Raphael di culik orang, dia lalu merasa menyesal pulang kemari.
" Andra? " teriaknya mengelilingi taman itu, namun taman itu sepi, tentu saja saat ini turun hujan, sekarang rasanya
__ADS_1
dunia ini berhenti berputar dan runtuh, kenapa nasibnya selalu begini? Apa sih salahnya?.
" Andra? " kata Ayatha lagi, dia menangis dalam rintik hujan, berjongkok dan memeluk lututnya. Dingin nya air hujan dan udara sudah tidak di gubrisnya, yang dipikirannya sekarang kemana Raphael? Menyalahkan dirinya sendiri karena pulang ke negara ini.
" Andra? " katanya lirih dengan suara bergetar, bergetar menahan cemas, juga dinginnya air yang mengenai tubuhnya.
Tiba-tiba air hujan berhenti, dia merasakan seseorang ada di sampingnya, Ayatha menatapnya, sedikit terkejut, dia melihat Andra di sana.
" Apa kau tidak tahu, kena hujan di cuaca begini akan sakit? " kata Andra dengan suara dinginnya, Ayatha menatap Andra sedih.
" Di mana Andra? " kata Ayatha menatap Andra
" Aku di sini, " kata Andra seadannya, Ayatha kesal melihat Andra, tapi benar juga, dia hanya menanyakan dimana Andra?
" Bukan kau, aku menanyakan Raphael? " kata Ayatha dengan suara yang meninggi karena panik
Andra menatap Ayatha.
" Memangnya dia ke mana? Kenapa bisa hilang? " kata Andra menatap bibir Ayatha yang sudah membiru kedinginan
" Aku tidak tahu, saat aku bangun dia sudah tidak ada… " kata Ayatha, dia menatap Andra masih dengan keadaan sangat panik
" Kau ini, bagaimana bisa menjaga anak tapi tidak tahu dia ada di mana? " kata Andra menatap Ayatha, suaranya juga meninggi
" Aku juga tidak tahu, biasanya Raphael selalu di dekatku, tapi pagi ini dia tidak ada, aku mencarinya di mana-mana namun dia tidak ada, " kata Ayatha, dia menangis tersedu-sedu.
Ayatha terdiam, untuk apa sekarang dia berbicara dengan Andra, tidak ada gunannya? Ayatha kesal karena disaat ini Andra malah memarahinya, bukan membantunya mencari Raphael. Dia menatap Andra dengan marah.
" Kalau tidak ingin membantuku, aku akan mencari anakku sendiri, " kata Ayatha kesal, lalu dia segera meninggalkan Andra, Andra lalu menarik tangan Ayatha.
" Jangan bilang dia anakmu, dia anakku juga, " kata suara Andra melembut
" Bisakah kau melepaskanku sekarang, aku ingin mencari Raphael, "kata Ayatha menatap Andra.
" Dia bersamaku, " kata Andra lagi menatap Ayatha dalam-dalam.
Ayatha terdiam, dia menatap Andra tidak habis pikir, iya…Ayatha pun saking paniknya tidak berpikir kenapa tiba-tiba Andra ada disini? Dia makin kesal Andra seolah mempermainkannya
" Kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi? Aku mencarinya kemana-kemana seperti orang gila,
kenapa kau tega? " kata Ayatha menangis saking kesalnya
" Aku bukan bermaksud seperti itu, Pengawalku melihat Raphael yang sudah
berjalan-jalan sendiri pagi-pagi di rumah sendiri, mereka takut terjadi apa-apa
pada Raphael jika dibiarkan sendiri, lalu menghubungiku, karena dulu ada orang
yang aku suruh menjagamu di rumah itu, dia punya kunci rumahmu, aku menemui Raphael,
__ADS_1
dia mengatakan dia lapar, lalu aku mengajaknya makan, saat kembali kau sudah di sini, " kata Andra menjawab pertanyaan Ayatha, dia juga kesal di tuduh seperti itu.
Ayatha menatap Andra, Andra tidak pernah berbohong, tidak untuk hal seperti ini, maka dari itu Ayatha merasa sedikit bersalah, ini memang salahnya tidur telalu lelap karena kecapekan.
Andra juga memandang Ayatha, melihat Ayatha yang mengigil, dia membuka jasnya,
memakaikannya ke Ayatha, seketika tubuh Ayatha di selimuti hangatnya tubuh Andra.
" Kau memata-mataiku lagi? " kata Ayatha nada bicaranya mulai melembut, Andra menatap Ayatha dengan lembut.
" Iya, " kata Andra singkat
" Sejak kapan? "kata Ayatha lagi
" Sejak di Indonesia, " kata Andra lagi
Ayatha tertegun, Andra selalu begitu, jika dia tidak bisa bersama Ayatha, dia selalu saja memata-matainya, selalu menjaganya terus menerus.
" Kenapa? " kata Ayatha
" Kalian yang terpenting bagiku sekarang, aku tidak ingin kalian kenapa-kenapa, aku takut
tidak bisa mengetahui keadaan kalian, aku tidak bisa tidur jika tidak tahu kalau kalian tidur dengan baik. Walaupun ada yang menjagamu dan Raphael, aku tidak bisa melepas kalian," kata Andra mentap Ayatha,
hati Ayatha menjadi hangat, walaupun badannya sekarangnya terasa dingin karena habis terguyuh hujan.
" Sampai kapan kau akan memata-mataiku? " kata Ayatha lagi
" Selamanya, sampai aku tidak bisa lagi mendengarkan kabarmu lagi, selama aku tahu dimana
kalian, aku akan selalu menjaga kalian, maka dari itu, aku mohon padamu jangan pergi kemana aku tidak bisa menemukan mu lagi, " kata Andra, hati Ayatha makin menghangat.
" Jadi kau tahu aku pulang? " kata Ayatha lembut sekali
" Tentu, " kata Andra lagi tersenyum
Ayatha terus memandangi Andra, dia sangat tersentuh dengan hal ini, selalu saja… Ayatha
sudah menyuruh Andra untuk meyerah, walaupun dia katakan dia menyerah, tapi tetap saja Andra perduli padanya.
Angin berhembus kencang, Ayatha mengigil lebih kuat. Andra mengetahui hal itu lalu langsung memeluk tubuh Ayatha. Ayatha tentu kaget.
" Bajumu nanti basah, " kata Ayatha
" Tidak apa-apa, sepertinya kita harus kembali, nanti kamu sakit, " kata Andra
" Iya, " kata Andra
Andra tetap memanyungi Ayatha, memeluknya dengan satu tangan, membimbingnya kembali ke rumah.
__ADS_1