Meadow

Meadow
Aku sudah menemukan pangeranku


__ADS_3

Ayatha memandangi ponselnya, sudah lama sejak dia bekerja di rumah nyonya renata dia


tidak pernah lagi menggunakannya, hari ini adalah hari liburnya, Ayatha


mengaktifkan handphonenya dan seketika beberapa pesan masuk ke handphonenya, Ayatha tersenyum membaca pesan yang ternyata dari Risa, benar-benar gadis yang lucu , pikir Ayatha.


" Halo, " kata Ayatha saat menelepon Risa


“ Ayatha? Kau kah itu, ini bener-bener kau?” jawab Risa sangat antusias


" Iya " kata Ayatha


“ Kau sangat jahat, sudah berapa lama kau tidak menghubungi ku, aku sudah menghubungimu berulang kali, tapi nomormu sudah tidak aktif, bagaimana keadaan mu?”


" Aku baik, maaf baru bisa menghubungimu sekarang," kata Ayatha


“ Apakah pekerjaanmu menyenangkan? Mereka tidak membuatmu sedih kan? Apakah mereka melarang kau memakai handphone? Aku punya banyak hal yang ingin aku cerita kan padamu”


" Baiklah, hari ini aku libur... " Kata Ayatha belum sempat Ayatha menyelesaikan kata katanya, Risa langsung memotongnya.


“ Kau libur?! Kau harus bertemu dengan ku, harus! Berjanjilah “


" Baiklah, " kata Ayatha tersenyum


“ Aku tunggu di rumah persembunyian yah,” kata Risa


" Baiklah, " kata Ayatha segera memasukkan handphonenya lalu bersiap-siap


Andra berjalan ke ruang tengah rumahnya, suasana masih sangat sepi, tidak biasanya


dia tidak melihat Ayatha berdiri di dekat kamarnya, dia sedikit penasaran namun


tidak terlalu mengambil pusing.


" Selamat pagi Tuan Muda, " kata Bibi Moi memberi salam.


" Pagi Bibi, " kata Andra memberikan senyumannya


" Hey, Pagi kak... Kau lihat Ayatha? " Kata Wayren yang sudah siap dengan baju


sekolahnya.


" Tidak.. Hari ini kau ke sekolah? " kata Andra


" Aku sudah terkena panggilan 2 kali, 1 x lagi panggilan akan sampai pada Ayah,


menyebalkan sekali, di mana dia yah? " kata Wayren.


" Entah lah, " kata Andra.


" Ayatha hari ini sedang libur Tuan dan tadi pagi dia sudah izin untuk pergi, "


kata Bibi Moi menerangkan.


" Apa? Kenapa dia tidak bilang dulu pada ku? " Kata Wayren kesal.


" Dia juga tidak bicara apapun padaku, " kata Andra mencoba memberi tahu adiknya.


" Aku harus mencarinya, " kata Wayren kesal.

__ADS_1


" Kau harus kesekolah, kau ingat, aku ada dirumah, akan ku kabari jika dia sudah


pulang, " kata Andra mengurungkan niat Wayren.


" Baiklah, jangan lupa mengabariku, aku pergi dulu, " kata Wayren meninggalkan


kakaknya.


Andra menatap kepergian Wayren, lalu dia kembali ke ruang mambaca kamarnya.


Ayatha duduk di salah satu kedai es krim yang menurut Risa adalah tempat yang menjual es krim terenak di dunia, dia mematap jendela jauh melihat jalanan yang sepi.


" Hey, apa yang sedang kau lihat? " Kata Risa sambil membawa es krimnya.


" Eh..tidak ada," kata Ayatha tersenyum.


" Bagimana? Apakah pekerjaanmu menyenangkan? " kata Risa


" Ehm... cukup menyenangkan, keluarga itu baik, " kata Ayatha sekedarnya


" Apa keluarga itu punya anak laki-laki yang tampan? " Tanya Risa dengan


semangat ciri khas gayanya.


" Yah.. Nyonya itu punya anak laki-laki kembar, " kata Ayatha tersenyum melihat tingkah Risa


" Wow! Itu pasti menyenangkan sekali, " kata Risa


" Bagaimana denganmu? Bukannya seharusnya hari ini kau sekolah? " Kata Ayatha penasaran


" Aku bolos, tentu untukmu, kau sudah begitu lama tidak menghubungiku, lalu aku


" Benarkah?"


" Iya, Oh iya... Kau tahu sesuatu, " kata Risa dengan semangat


" Tidak "


" Tentu saja, aku belum mengatakannya, kau tahu aku akhirnya bertemu dengan pageran


impianku! Pria idamanku, " kata Risa sangat sangat bersemangat dengan gaya


yang cendrumg lebay


" Benarkah?, siapa dia?" Tanya Ayatha ikut bahagia


" Entah, aku juga baru sekali bertemu dia di sekolah, " kata Risa


" E...bagaimana bisa kau menyukainya namun baru sekali bertemu? " kata Ayatha


" Yah, namanya juga cinta pandangan pertama," kata Risa senyum senyum sendiri


" Bagaimana dia? " Kata Ayatha


" Dia tinggi... Matanya indah, kulitnya putih, wajahnya sangat tampan, dia benar


benar sempurna, kau tahu..dia juga tersenyum padaku, senyumnya sangat menawan, benar- benar pangeranku, " kata Risa mendiskripsikannya.


Mendengar cerita Risa, tiba-tiba wajah Andra terngiang di pikirannya, eh..kenapa aku

__ADS_1


malah memikirkan Andra, pikir Ayatha. Ayatha segera membuangkan pikirannya


tentang Andra jauh-jauh, sambil mendengarkan Risa yang tidak hentinya bercerita tentang pria yang di lihatnya di sekolah.


Andra duduk sendiri di ruang bacanya, beberapa kali dia mencoba konsen untuk membaca bacaannya namun ntah mengapa dia lebih tertarik untuk terus melihat jam


rumahnya. Sudah hampir sore dan Ayatha belum pulang juga, ntah bagaimana dia


sedikit merasa khawatir dengan Ayatha. Dia kembali melihat jam dan segera


menutup bukunya lalu keluar kamarnya.


Andra berjalan menuju  dapur, mencoba melihat apakah Ayatha sudah ada di kamarnya atau tidak, dia berjalan perlahan menuju kamar para pelayan. Bibi Moi pernah


memberitahu Andra dimana kamar Ayatha. Andra berhenti di depan sebuah kamar


yang tertutup rapat. Dia sedikit ragu untuk membuka pintunya, namun dia coba


menyakinkan dirinya. Di bukanya perlahan kamar Ayatha, gelap dan kecil. Dia tidak


pernah menyangka kamar Ayatha yang begitu kecil, ada perasaan tidak enak, dia


kembali menutup kamar Ayatha perlahan, lalu pergi meninggalkannya.


" Ayatha belum pulang Tuan, " kata Bibi Moi memberitahu Andra saat Andra menemuinya


di ruang tamu.


" Aku ingin berjalan keluar sebentar, " kata Andra berjalan keluar rumahnya


Dia berjalan keluar gerbang dan berjalan menuju ke depan jalan raya, jalanan tampak sepi, dia beberapa kali melihat ke beberapa arah, seperti menunggu sesuatu, namun dia


jalan tampak sepi, beberapa saat dia disana sampai akhirnya dia kembali ke


rumah.


Ayatha masih menunggu di halte bis, hari ini yang menunggu sangat banyak, ada beberapa ibu muda yang kelihatan membawa anak-anak balitanya, mereka kelihatan asik


mengobrol, Ayatha hanya memperhatikan, lalu matanya tertuju pada seorang anak,


mungkin umurnya baru 3 tahun, dia sedang mengejar bola yang tadi di pengangnya,


Ayatha hanya melihatnya, namun lama kelamaan anak itu terus mengejar bola yang


sudah mengelinding ke jalan raya dan ada beberapa mobil yang menuju ke arah


anak itu.


" Awas!!! " teriak Ayatha berlari kearah anak itu, lalu memeluknya sebelum sebuah


mobil menghatamnya, mobil itu menabrak Ayatha walaupun mobil itu sudah mecoba


berhenti


Semua orang berteriak, sayup-sayup antara sadar dan tidak Ayatha melihat ibu anak itu


mengambil anaknya yang menangis sangat kuat, dia bisa mendengar beberapa orang


menanyakan keadaannya sebelum semuanya gelap.

__ADS_1


__ADS_2