
Christine terdiam... namun matanya sangat marah.
" Ayatha!! Kau tahu siapa dia!! Dia yang membuat orang tuamu meninggal!!" kata Christine tidak tahan lagi, dia berteriak sekencang-kecangnya.
Membuat seluruh yang ada di pernikahan itu terdiam, Maxi menatap Christine tidak percaya...
Ayatha terdiam...apa yang baru di dengarnya? Maxi? Yang menyebabkan ayah dan ibu meninggal? Pikir Ayatha sambil menatap Maxi tak percaya, tak berkedip. Kabut kembali menyelimuti matanya, menatap lekat pada Maxi, Maxi juga melihatnya, di mengeleng dengan pelan...mencoba mengatakan 'jangan percaya'.
" Aku punya buktinya, " kata Andra lagi
Semua perhatian kembali ke Andra, di segera menyerahkan sebuah map yang dari tadi ada di tangannya.
Sebuah catatan dari kepolisian, Andra segera menyerahkan dokumen itu pada Ayatha, Ayatha menatap Maxi lagi sebelum membuka dokumen itu, dia melihatnya...foto kedua orang tuanya, foto Maxi, mobil yang di kendarai mereka...dan penyebab kematian...semua lengkap tertulis.
" Orang tuamu bekerja di tempat keluarga Maxi, saat Maxi masih berumur 13 tahun, dia meminta ayahmu untuk menemaninya belajar menyetir, ayahmu menolak namun Maxi terus memaksanya, ayahmu akhirnya mengizinkannya. Maxi mengandarai mobilnya ke lajur cepat, dan kecelakaan itu terjadi, naasnya, ibu juga ikut saat itu...ibu meninggal di tempat, sedangkan ayahmu sempat dilarikan ke rumah sakit, di sana kakek Maxi berjanji akan menjagamu sebelum ayahmu meninggal, karena itu keluarga medison membiayai hidupmu, karena itu memang tanggung jawab mereka..." kata Andra menjelaskan, menatap lekat pada Maxi, lalu melihat kearah Ayatha yang masih syok.
"Benarkan? " kata Christine puas
Ayatha tidak sanggup lagi, kepalanya pusing, semua yang ada disana terasa berputar, dan semuanya terasa gelap.
Andra segera menangkap tubuh Ayatha yang terjatuh, Wayren dan Risa juga langsung membantu Andra. Sedangkan Maxi masih terdiam, trauma yang selama ini dipendamnya keluar kembali.
Andra mengendong Ayatha yang pingsan, menatap Maxi dengan tatapan dingin, lalu pergi meninggalkannya, Maxi tampak ingin mengejar Andra, namun Wayren segera menghadangnya.
" Aku rasa, pernikahan kalian sudah berakhir, " kata Wayren tajam
Maxi terdiam, dia mengigit bibirnya, tangannya mengepal... hanya bisa melihat Andra membawa istrinya pergi dari sana.
Andra membawa Ayatha ke hotel yang ada di dekat rumah Maxi, dia langsung meletakan tubuh Ayatha di atas ranjang, dia menatap wajah Ayatha dengan kasihan. Risa yang dari tadi mengikuti mereka lansung memegang tangan Ayatha.
Gadis ini sungguh kasihan, sejak kecil di tinggal oleh orang tuanya, keluarganya, bahkan sahabatnya. Hidup sendiri sejak kecil, kehilangan rumah waRisan keluarganya, harus bekerja keras untuk itu semua, lalu jatuh cinta pada pria yang tidak tepat..sekarang dia menikah dengan pria yang membohonginya dan ternyata pria itu lah alasan kenapa ayah dan ibunya meninggal. Apakah hidup bisa lebih kejam lagi padanya?.
Wayren menyusul ke hotel itu setelah Risa mengirim lokasi mereka padanya. Saat dia sampai, Ayatha masih pingsan, Andra duduk di sofa dekat ranjang Ayatha, Risa masih memegang tangan Ayatha, dia terlihat menangis.
" Apa dia tidak apa-apa?" kata wayen cemas melihat keadaan Ayatha
" Aku rasa tidak apa-apa, dia hanya butuh istirahat," kata Andra.
__ADS_1
" Iya, dia sudah tidak tidur 2 hari ini, dia banyak menangis, " kata Risa lagi.
" Menangis? kenapa? " Kata Andra
" Iya, dia sangat tersiksa setelah mengatakan hal tentang mengoda kalian saat di rumah sakit, " kata Risa keceplosan
Andra terdiam... Kalau dia begitu tersiksa? Kenapa harus mengatakan hal seperti itu?
" Ke mana saja kau? Lama sekali." kata Wayren memukul bahu kakaknya kecil
" Urusannya tidak semudah itu." kata Andra tersenyum
" Aku kira kau kabur ke Belanda karena patah hati," kata Wayren
" Aku kan sudah janji... pasti aku penuhi, " kata Andra lagi menatap Ayatha, matanya suram, Risa bisa menangkap itu.
" Yah, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali, tapi sekarang kita sedang membawa istri orang, apakah ini tidak apa-apa ?" kata Wayren
Sekitar 2 jam, Ayatha akhirnya sadar, kepalanya masih pusing, dia menatap ke arah langit-langit hotel itu, dia tidak ingat apapun, dia hanya ingat saat itu dia menikah dan... Andra datang...
Ayatha lansung terduduk, Risa dan Wayren kaget melihat Ayatha yang teduduk.
" Ayatha kau sudah sadar, " kata Risa memeluk sahabatnya. Ayatha yang di peluk itu terdiam, Wayren bisa melihat wajah Ayatha yang tampak linglung, seperti kebingungan, malah Risa yang kembali menangis.
" Kenapa aku di sini?" kata Ayatha
" Kau pingsan saat tahu Maxi yang membuat orang tuamu meninggal, Kak Andra membawamu ke sini," kata Risa lagi sambil menghapus air matanya.
" Andra?" kata Ayatha melihat kesekeliling, namun dia tidak melihatnya
" Andra sedang ada urusan ke kantor mendadak, jadi dia harus pergi, " kata Wayren.
" Oh, aku ingin ganti baju, bisakah kau membantuku, " kata Ayatha lagi.
__ADS_1
Risa dan Wayren sedikit khawatir dengan Ayatha, dia tampak biasa saja, sesekali terlihat linglung, orang biasanya akan menangis ataupun sedih mengetahui ini, namun Ayatha malah seperti ini.
Ayatha turun dari ranjanganya, menyingkap sedikit gaunnya, bekas jahitannya masih berwarna merah muda, wayen dapat melihatnya, dia mengigit bibirnya, gadis ini terlalu tegar, pikirnya.
" Aku akan menuggu di luar" kata wayen lagi menahan emosinya.
Risa membantu Ayatha melepas gaun pengantinnya, Ayatha tampak kecil dan kurus sekali, kenapa dia baru sadar kalau sekarang Ayatha begitu kurus.
" Kau kurus sekali," kata Risa melihat pantulan badan Ayatha di cermin, Ayatha segera memakai jas mandi yang di sediakan disana...
" Aku tidak apa-apa, aku mandi dulu ya," kata Ayatha
.
" Baiklah," kata Risa, dia menunggu di luar kamar mandi.
Pintu di ketuk, Risa segera membukanya, dia melihat Wayren.
" Ini, dia pasti tidak punya pakaian ganti, pakai ini saja, " kata Wayren menyerahkan kantong belanjaan pada Risa
" Terima kasih," kata Risa menutup pintunya
Wayren ternyata orang yang sangat perhatian, dia bahkan memikirkan tentang pakaian Ayatha, pikirnya. Tak lama Ayatha keluar dari kamar mandi dengan jas mandinya.
" Ini, Wayren membelikannya tadi, " kata Risa.
" Oh, terima kasih, " kata Ayatha menerimanya.
Ayatha memakai baju kaos dan celana panjang yang diberikan oleh Wayren, sedikit kebesaran, namun nyaman. Ayatha keluar dari kamar mandi.
" Apa Wayren masih menunggu di luar?"tanya Ayatha
" Iya, aku suruh masuk ya?" tanya Risa
" Iya." kata Ayatha.
Wayren segera masuk ketika Risa membukakan pintu untuknya, melihat Ayatha yang sekarang seperti ini, Wayren sedikit mengernyitkan dahi, dia sangat kurus, lebih kurus dari yang dulu sering di lihatnya. Wayren jadi kasihan melihatnya. Namun Ayatha hanya tersenyum...
__ADS_1