
Andra baru pulang dari kantornya pukul 1 siang, dia masuk kerumahnya, Ayatha
menyambutnya, membantu Andra membukakan jasnya lalu membawakan jasnya.
" Inginmakan dulu? Aku yang menyediakan makanannya, Ibu, Raphael dan Risa sudah
makan," Kata Ayatha
" Baiklah, bagaimana dengan mu? Sudah makan? " kata Andra tersenyum menatap Ayatha.
"Belum, aku menunggu mu pulang, " kata Ayatha
" Ayo makan, aku akan usahakan pulang lebih cepat ya, tapi kalau aku pulang sangat
larut jangan menungguku, aku tidak mau kau sakit, " kata Andra
" Baiklah," kata Ayatha
Andra dan Ayatha duduk di ruang makan, makanan sudah di siapkan, Ayatha mengambil beberapa makanan untuk Andra, setelah itu dia baru makan. Saat Andra makan, Raphael melihat ayahnya langsung berlari kearahnya.
" Ayah, selamat datang," kata Raphael
memberikan salam pada ayahnya.
"Terima kasih, Raphael sudah makan," kata Andra memperhatikan anaknya, menghentikan makannya.
" Sudah Ayah," kata Raphael.
" Anak pintar, nanti kita akan pergi ke rumah Paman Maxi ya," kata Andra lagi.
" Rapha, biarkan ayah makan dulu ya, Rapha bermain dengan suster dulu ya, " kata Ayatha
" Baik Ibu," kata Raphael tersenyum lucu, dia lalu pergi bersama penjaganya. Andra kembali melanjutkan makannya.
Setelah mereka makan, Ayatha menyiapkan Raphael dahulu, memakaikannya jaket, membuat Raphael nyaman karena diluar udara terasa dingin. Setelah menyiapkan Raphael, Ayatha membantu Andra
menyiapkan diri, menyiapkan bajunya saat Andra selesai mandi. Andra menatap
istrinya penuh rasa sayang, memeluknya dari belakang dengan erat.
"Bersiaplah, aku bisa sendiri, " kata Andra
" Ini kan tugasku sebagai istri, " kata Ayatha tersenyum
" Aku benar-benar beruntung memilikimu, " kata Andra
"Baiklah, aku akan siap-siap dulu, kakak pasti sudah menunggu"
" Iya"
Ayatha menyiapkan dirinya, berdandan sedikit agar tak terlalu pucat, lalu keluar melihat Andra sedang bermain dengan Raphael.
" Sudah selesai? " Kata Andra
" Ya," kata Ayatha
" Rapha, ayo, kita pergi," kata Andra
" Baik Ayah, " kata Raphael sangat senang.
Andra mendudukan Raphael di car seatnya di balakang, Ayatha melihat beberapa barang
__ADS_1
di belakang mobil.
" Apa itu? " Kata Ayatha
" Memberi beberapa bingkisan untuk di bawa kerumah kakak, ini pertama kali kita
datang setelah menikah, harus membawa barang-barang, " kata Andra, Ayatha tersenyum, Andra benar-benar mengerti bagaimana harus memperlakukan keluarganya.
Andra membuka pintu mobil untuk Ayatha, Ayatha duduk, lalu Andra masuk.
" Ehm, ini nanti berikan pada Liam, " kata Andra memberikan amplop
pada Ayatha
" Baiklah," kata Ayatha tersenyum
" Rapha sudah siap? " Kata Andra
menatap Raphael dari spion tengah
" Sudah, ayo Ayah ke rumah Paman Maxi" kata Raphael sangat semangat
" Ayo," kata Andra dengan tingkahnya, membuat Ayatha tertawa, dia hanya memandang istrinya. Perjalan kerumah Maxi memakan waktu 30 menit, setelah sampai, Ayatha turun, Andra masih menurunkan Raphael dari car seatnya.
" Selamat datang Tuan dan Nona, Tuan Maxi dan Nyonya Christine sudah menunggu Anda, " kata kepala pelayan menyambut mereka
" Terima kasih Bibi, owh ya,
tolong ada beberapa barang di belakang mobil untuk Kakak," kata Ayatha
" Baiklah, saya akan membawanya ke dalam, " kata Kepala Pelayan tersebut.
" Terima kasih, " kata Ayatha
" Selena, selamat datang, akh..kangen sekali, " kata Christine memeluk Ayatha erat sekali.
" Aku juga kangen kakak ipar, apa kabar? " Kata Ayatha
" Baik sekali, " kata Christine, lalu dia melihat kearah Andra, dia tersenyum
" Apa kabar Andra? Aku salut padamu, kau bisa membawa Selena lagi kemari, " kata Christine senang
" Aku baik Kak, terima kasih, " kata Andra
" Terasa aneh jika dipanggil Kakak olehmu, " kata Christine
" Selamat datang, kalian sudah makan? " kata Maxi menyambut mereka, dia merangkul istrinya
" Sudah, " kata Ayatha
" Paman! Dimana adik Liam? " kata Raphael
" Raphael, Paman sangat
kangen padamu, " kata Maxi mengendong Raphael.
" Andra jangan cemburu ya, Raphael itu anak pertama bagi Maxi, mereka sangat dekat, " kata Christine menjelaskan, Andra hanya tersenyum sambil mengangguk.
" Ah, masih saja seperti Andra yang dulu, sangat berwibawa, " kata Christine lagi
" Tuan, Nyonya, ini dari Tuan dan Nona, " kata kepala pelayan membawa
__ADS_1
bingkisan yang tadi dibawa oleh Andra, terdapat banyak buah-buahan kualitas
terbaik dan minuman yang terbaik pula.
" Wah, apa ini? " kata Maxi
" Ini tanda penghormatanku pada Anda, " kata Andra memberikan penghormatan
" Haha..Aku sekarang benar-benar merasa seperti habis menikahkan anak perempuanku
sendiri, " kata Maxi dengan tawa bahagianya.
Christine dan Ayatha tertawa, Andra hanya tersenyum. Mereka akhirnya masuk kedalam ruang tengah, di sana terdapat banyak sofa, Christine duduk besama Ayatha, sedangkan Andra di ajak Maxi keruang kerjanya.
" Jadi benar kalian sudah menikah? " Kata Christine penasaran
" Iya, kemarin, " kata Ayatha tersenyum
" Wah, aku lega sekali, akhirnya kalian menikah, dengan semua rintangan itu, akhirnya kalian bersatu juga ya, " kata Christine
Ayatha hanya tersenyum manis. Tak lama suster datang membawa Liam di belakangnya Raphael seperti menjaganya. Anak yang baru berumur 1 tahun itu datang dengan lincahnya, tubuhnya montok dan lucu.
" Wah, sini, mama di sini, " kata Christine,
Liam dengan gembira mendekati ibunya, Christine mengendongnya, Ayatha tertawa
gemas.
" Halo, Liam... Kangen bibi tidak? Owh iya, ini dari kami terutama dari Andra, ini pertama kalinya dia bertemu Liam, jadi dia menyuruhku menyerahkan ini," Kata
Ayatha bermain dengan Liam
" Wah apa ini? Tidak perlu repot-repot, " kata Christine kaget
" Aku tahu Liam tak mungkin ke kurangan, tapi hanya sekedar tradisi, " kata Ayatha
" Haha.. terima kasih Paman dan Tante, kami seharusnya juga memberikan sesuatu buat kalian yang baru menikah, nanti akan ku serahkan bersama Maxi, " kata Christine
, Ayatha hanya tersenyum.
" Dedek Liam sudah punya banyak gigi, jariku di gigit, " kata Raphael mengadu
" Yang benar? Aduh.... Maafkan adik Liam ya kakak Raphael." kata Christine dengan muka
simpatinya
" Jari Raphael tidak apa-apa kan? Tidak memarahi Liam kan? " Kata Ayatha
" No, Raphael tidak marah. " kata Raphael
menatap ibunya dengan lembut
" Kau memang anak termanis yang pernah ku kenal, " kata Christine mengelus pipi Raphael,
sedangkan Liam menangis, dia tampak gelisah di pelukan ibunya.
" Aduh, Liam tidak bisa diam, " kata Christine lagi melihat anaknya, Christine bertubuh kurus, sedikit terlihat kesusahan mengatur Liam yang mulai berontak.
" Sini, mungkin dia kangen bibinya, " kata Ayatha, Ayatha lalu mengendong Liam, Liam tampan, matanya bulat mirip ibunya, hidungnya mancung, kulitnya seputih salju.
Begitu Ayatha mengendongnya, Liam berhenti berontak, tangisnya hanya sebentar, lalu dia
__ADS_1
memandangi Ayatha, diam saja.. lama-lama matanya mulai sayu...