Meadow

Meadow
Aku Nadine, Tunangan Andra


__ADS_3

Nadine terdiam di kamarnya, tangannya mengepal tanda menahan emosi, wajahnya juga menunjukan hal yang sama, dia baru saja mendapat kiriman foto Andra dan Ayatha


yang sedang berciuman di mobil Andra. Hatinya terasa terbakar, panas dan sakit.


Bagaimana bisa Andra mengkhianati cintanya? Pantas saja sekarang dia sangat


berbeda, gadis itu pasti telah mengodanya! Aku yakin itu, Andra tak mungkin


melakukan itu jika tidak gadis itu duluan, mengambil kesempatan saat aku tidak


ada disamping Andra, pikir Nadine geram.


" Aku ingin bertemu wanita ini sekarang, " kata Nadine pada asistennya


" Baik Nona, " kata asisten itu membukakan pintu untuk Nadine, Nadine lalu


keluar.


Ayatha sudah pulang ke rumah, dia senang bisa kembali kesana, para pelayan juga begitu, Yesi dan Maya memeluknya, mereka juga mengatakan sekarang hanna tidak di izinkan lagi tinggal di sana. Mereka sangat bersyukur karena itu.


Saat sedang berbincang-bincang tiba-tiba terdengar suara bel pintu, Maya segera membukakan pintu.


" Maaf Nona, anda mencari siapa? " Tanya Maya


" Nona Ayatha apakah ada di rumah? " kata Nadine mencoba sesopan mungkin


" Baiklah, silahkan masuk, saya akan panggilkan Nona Ayatha, " kata Maya


Maya mempersilahkan Nadine masuk, dia duduk di ruang tamu, lalu dia memberitahukan kepada Ayatha, Ayatha langsung menuju ke ruang tamu, dia tidak mengenal Nadine.


" Maaf, Anda siapa? " Tanya Ayatha menatap Nadine, Nadine langsung berdiri


mendekat ke arah Ayatha, mengamati Ayatha dari atas sampai bawah dengan matanya


yang setajam elang, seperti siap menghabisi Ayatha secepatnya.


Tanpa ada angin mau pun hujan, tamparan keras Nadine mendarat di pipi Ayatha, Ayatha yang terkejut tidak menghindar sama sekali, tamparan itu keras, sangat keras hingga


suara tamparan itu mengema, bibir Ayatha sobek di sudutnya, membuat darah


menetes di sela-selanya.


" Apa yang kau lakukan? " Tanya Maxi tiba-tiba datang, dia sebenarnya memang

__ADS_1


ingin bertemu dengan Ayatha hari ini, ingin menanyakan tentang kabarnya dan


karna mendengar dia sudah kembali kerumah, Maxi sangat senang dan memutuskan


datang, namun dia terkejut melihat Ayatha di tampar seperti itu.


Nadine terdiam melihat Maxi yang menatap tajam padanya, Ayatha masih terdiam memegangi pipinya.


" Hei, kau tidak apa-apa? Bibir mu terluka Ayatha, " kata Maxi melihat wajah Ayatha


yang pucat dan bibirnya yang berdarah.


" Apa kau tidak punya sopan santun Nona? " Kata Maxi lagi manatap Nadine dengan


emosi


" Dia lah yang tidak punya sopan santun, mengoda dan merebut tunangan orang, dia


lebih rendah dari hewan, " kata Nadine emosi


" Jaga bicaramu nona, dia tidak mungkin seperti itu, dan kami juga tidak mengenal anda, " kata Maxi juga emosi melihat kelakuan Nadine, Ayatha di peluknya dengan


1 tangan


" Namaku Nadine, aku calon tunangan Andra," kata Nadine menatap tajam pada Ayatha.


bertunangan dengan Andra, dia cantik sekali.


" Aku hanya ingin memperingatkan, jangan coba-coba merebut Andra dariku, atau dia


akan tahu rasanya karna bermain-main denganku, " kata Nadine


Lalu Nadine pergi dari situ, Ayatha gemetar.. Maxi bisa melihat Ayatha yang ketakutan.


" Sudah aku ada disini, kita obati lukamu dulu ya, " kata Maxi mengiring Ayatha


masuk ke ruang tengah.


Maya mengambilkan kotak p3k yang di minta Maxi.


" Kemari, mendekatlah, aku akan mengobatinya, " kata Maxi, Ayatha memandang Maxi, dia mendekat, Maxi dengan hati-hati dan serius mengoleskan obat di luka Ayatha, selembut mungkin dia takut Ayatha akan kesakitan, melihat perlakuan Maxi, Ayatha hanya bisa memandangnya.


" Jangan memandangiku begitu,kau membuatku gugup, " kata Maxi tersenyum

__ADS_1


manis


" Terima kasih Kak, " kata Ayatha


" Kan sudah aku bilang jangan ada kata terima kasih, " kata Maxi tersenyum manis


sekali


" Baiklah Kak, " kata Ayatha membalas senyuman Maxi


" Ayatha, gadis itu tunangan Andra? " Tanya Maxi


Ayatha menunduk, menyembunyikan sorot matanya yang suram. Dia hanya mengangguk pelan. Maxi terdiam, Maxi tahu Ayatha menyukai Andra, namun kalau begini, sudah pasti Ayatha akan tersakiti.


" Apa yang dikatakan Andra tentang hubungan kalian? " Kata Maxi serius


" Ehm, maksudnya Kak? " Kata Ayatha


" Aku tidak akan mengizinkan Andra mempermainkan perasaanmu, jika memang dia ingin bersama mu, dia harus meninggalkan tunangannya, namun jika tidak.. aku tidak akan memaafkannya karena membuat mu terluka, " kata Maxi lagi


Ayatha terdiam, kemarin Andra bilang dia akan memperjuangkan hubungannya dengan Ayatha, tapi sekarang Ayatha tiba tiba merasa tidak bisa berharap banyak... Mungkin


jika Andra memilih Nadine, Ayatha akan mengerti.


" Aku tidak apa-apa Kak, " kata Ayatha mencoba menenangkan Maxi yang kelihatan


masih sedikit emosi, melihat respon Ayatha, Maxi hanya tersenyum


" Tahu begini, aku tidak akan setuju bercerai dengamu, " kata Maxi menatap Ayatha


dengan tatapan dalam, Ayatha terasa terperangkap disana. Lalu Maxi tertawa.


" Tenang lah, aku cuma becanda, aku kangen masakanmu, mau kah kau memasak makanan untuk ku, " kata Maxi


" Tentu Kak, " kata Ayatha


" Baik lah, aku tunggu di sini yah, hari ini aku udah membatalkan semua jadwalku demi


bisa makan masakmu, " kata Maxi mengoda


" Yang benar?, Baiklah aku akan masak yang spesial "


" Iya aku akan menunggu, " kata Maxi sambil melihat Ayatha yang menghilang di

__ADS_1


balik tembok, dia lalu tersenyum kecut, Dia serius, dia serius tidak ingin


menceraikan Ayatha sekarang.


__ADS_2