Meadow

Meadow
Dia hanya memamfaatkanmu.


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan jam 1 malam, Ayatha terduduk di dapur, seperti biasa dia tidak bisa tertidur, dia hanya diam, tadi saat selesai makan malam, Bibi Moi sudah memberikan semua penjelasan apa yang harus dilakukkannya di sana, Bibi Moi juga sudah membantunya untuk berkemas. Namun Ayatha tetap cemas tidak bisa melakukan hal dengan benar.


" Hah... Pusing sekali, " katanya sambil meletakkan kepalanya diatas meja.


Tiba- Tiba pintu dapur terbuka... Ayatha masih malas mengangkat kepalanya, paling itu Wayren yang ingin makan mie instan lagi.


" Maaf tuan wayren, tapi mie instannya habis " kata Ayatha berdiri. Namun Ayatha sangat terkejut saat melihat siapa yang ada di depannya. Andra berdiri di depannya, Ayatha hampir tidak percaya, kenapa dia disini? Pikir Ayatha


" Maafkan saya Tuan, saya pikir tadi Tuan Muda Wayren " kata Ayatha yang langsung gugup, apa lagi Andra memandangnya.


" Aku hanya ingin mengambil minum, aku juga tidak tahu kau belum tidur, bisakah kau buatkan aku teh camomile? " kata Andra dengan wajah dinginnya.


" Baik Tuan, " kata Ayatha segera membuatkan teh untuk Andra, Andra segera duduk di bangku meja dapur.


" Wayren sering kesini malam- malam? " kata Andra tiba-tiba


" Eh... Iya Tuan, " kata Ayatha lagi


" Dia makan mie instan? Kau mengajarinya? " kata Andra datar, Ayatha segera mengerutkan wajahnya, aduhh...gawat, pikirnya.


" Maaf tuan, Tuan Muda Wayren yang mengambil mie instan saat saya memasaknnya, " kata Ayatha mencoba tidak salah menjawab dan segera memberikan teh pada Andra.


" Owh... Apa yang sudah kau buat? Sampai dia seperti itu? " kata Andra tiba-tiba, Ayatha hanya terdiam saja, dia bingung apa yang sedang ditanyakan oleh Andra.


Andra melihat Ayatha dingin, menunggu apa yang akan di jawab oleh Ayatha, Andra teringat dengan peristiwa tadi yang di lihatnya di balkon, Wayren tidak pernah berbuat seperti itu apa lagi dengan seorang pelayan, dia berpikir bahwa Ayatha sudah membuat Wayren berubah. Tapi entah kenapa dia tidak suka kalau Ayatha merubah adiknya.


" Maksudnya Tuan? " kata Ayatha yang memang tidak terlalu mengerti apa yang ditanyakan oleh Andra.


" Lebih baik kau jangan terlalu banyak mengikuti permintaanya, itu akan membantu, selamat malam, " kata Andra segera pergi meninggalkan Ayatha yang kebingungan, bukannya tadi dia yang selalu tidak keberatan jika Wayren meminjam Ayatha, jadi kenapa sekarang dia menyuruh agar Ayatha tidak menuruti semua permintaan Wayren, Dia makin tidak mengerti dengan Andra. Ada apa dengan dua tuan muda ini? pikirnya.


____________________________________________


Pagi- pagi sekali mereka akhirnya pergi, Nyonya Renata dan Ayatha pergi dengan satu mobil, sedangkan Wayren dan Andra memutuskan membawa mobil mereka sendiri mengikuti mobil ibunya dari belakang.


Di tengah perjalanan Wayren dan Andra hanya mendengarkan lagu, Andra yang menyetir, sedangkan Wayren hanya duduk menikmati perjalanan.

__ADS_1


" Kenapa tiba- tiba kau ingin ikut? " kata Andra melirik kearah adiknya menutup wajahnya dengan topinya.


" Bukannya semalam aku sudah mengatakannya? " kata Wayren melihat kakaknya.


" Kau ingat, kita kembar, aku bahkan bisa membaca pikiranmu, " kata Andra


" Benar kah? Kapan kau jadi cenayang?" kata Wayren.


" Pasti gara-gara Ayatha, benar? " kata Andra lagi.


" Wow... Kenapa aku tidak bisa membaca pikiran mu? Kenapa cuma kau saja yang bisa membaca pikiran ku, " kata Wayren melirik kakaknya.


" Sudah lah..serius, " kata Andra serius.


" Wah..sekarang kakak ingin serius, ehm.. Kalau iya kenapa? " kata Wayren menatap kakaknya dingin, dia teringat apa yang terjadi pada Andra dan Ayatha kemarin, dia tidak ingin lagi mengingatnya, apa lagi membahasnya dengan kakaknya.


" Apa yang kau lakukan jika malam hari bersamanya di dapur "


" Apakah itu penting, kau sudah mulai terdengar seperti ayah, " kata Wayren sedikit aneh dan kesal karena di cecar pertanyaan.


" Apa dia mengodamu? "


" Lebih baik kau tidak terlalu dekat dengannya, aku tidak mau kau dimanfaatkan olehnya "


Semalam Andra terpikir kenapa Wayren bisa begitu berubah? apakah mungkin Ayatha memanfaatkan Wayren dan mengodanya agar mendapatkan uang untuk menebus rumahnya? Namun Ayatha sepertinya bukan seseorang seperti itu, tapi juga dia belum mengenal Ayatha dengan baik.


" Apa masalahmu? Kenapa kau berpikir seperti itu, " kata Wayren bertanya-tanya.


" Aku hanya tidak suka di mendekati mu" kata Andra, Wayren menatap kakaknya serius, Andra hanya fokus dengan pekerjaannya.


" Kau tidak suka dia mendekati ku, atau kau tidak suka aku mendekatinya? " kata Wayren.


Andra terkejut mendengar pertanyaan adiknya, dia sendiri tidak tahu, apakah dia tidak suka adiknya mendekati Ayatha, atau Ayatha yang mendekati adiknya.


" Maksudmu? " kata Andra hanya mencoba menutupi kebingungannya.

__ADS_1


" Apa kau juga menyukainya? " kata Wayren serius.


Andra terdiam, dia benar - benar terkejut mendengar pertanyaan adiknya.


" Tidak...aku hanya tidak ingin dia memanfatkanmu, " balas Andra serius.


" Kau sepertinya yakin sekali... Sudahlah, jangan berpikir yang tidak-tidak.. Aku mau tidur saja, " kata Wayren menutup wajahnya dengan topinya.


Andra sedikit kesal... Tidak tahu kenapa? Apa karena adiknya tidak mendengarkannya,atau karena yang lain?


Ayatha menginjakkan kakinya di depan hotel mewah, dia tidak pernah melihat hotel seindah ini, daerah selatan adalah daerah pantai yang sangat indah, laut berwarna biru langsung berada di belakang hotel, benar-benar membuat Ayatha kagum.


" Akhirnya sampai juga, " kata Wayren menghampiri Ayatha.


" Iya Tuan Muda Wayren, " kata Ayatha yang kaget tiba- tiba Wayren menghampirinya, Ayatha juga melihat Andra, tetap dengan tatapan dingin, dia hanya melewati Ayatha mendekati ibunya.


" Ibu, lelah? " kata Andra dengan senyum yang manis, Ayatha hanya melihat dengan heran, kenapa setiap Andra melihatnya, dia selalu terlihat sinis dan dingin, tapi dia langsung berubah jika dia bertemu dengan orang lain. Apakah Andra sangat membenci ku?kata hati Ayatha.


" Tidak, bagaimana dengan mu? Kau sudah berkendara sangat jauh, seharusnya kamu membawa supir saja, " kata Nyonya Renata sambil menatap Andra.


" Tidak ibu, Mari " kata Andra menyerahkan lengannya lalu Byonya Renata tersenyum dan segera menggandeng tangan Andra.


" Apa yang sedang kau lihat? " kata Wayren tiba-tiba.


" Eh... Tidak Tuan Muda Wayren " kata Ayatha segera karena kaget


" Kau melihat kakakku? " kata w


Wayren terlihat serius, Ayatha langsung kaget, kenapa dia bisa tahu?


" Eh..tidak Tuan, ehm.. Maaf Tuan Wayren, saya masuk dulu, Tuan Muda dan Nyonya sudah masuk, " kata Ayatha segera menghilangkan kegugupannya.


Wayren hanya melihat Ayatha yang berjalan meninggalkannya mengikuti kakak dan ibunya. Wayren tetap berdiri melihat hingga mereka masuk kedalam hotel tersebut.


" Ya, Kau memang memandangnya, " kata Wayren pada dirinya sendiri datar dan dengan wajah serius. Lalu dia ikut masuk kedalam hotel.

__ADS_1


" Dari mana saja kau? " kata Andra yang langsung menghampiri Wayren saat dia masuk.


" Merenggangkan otot, di mana kamar ku? " kata Wayren hanya melewati kakaknya tanpa memperdulikan Andra, Andra hanya memandang adiknya dengan bingung melihat adiknya hanya berjalan begitu saja meninggalkannya.


__ADS_2