
Nyonya Renata tinggal disana seharian, melihat bagaimana Ayatha menjaga Andra, dia sedikit
terkejut Ayatha bisa memaksa Andra untuk makan sup ikan, makanan itu dari dulu
tidak pernah disukai oleh Andra. tapi Nyonya Renata sangat senang... ternyata
memang hanya Ayatha yang bisa membuat Andra bahagia.
Nyonya Renata duduk di sofa, tidak ingin melihat luka Andra yang sedang di ganti perbannya,
dia memang tidak bisa melihat luka. Ayatha juga, dia merasa tidak tega.
" Nyonya, anda tidak makan malam? " kata Ayatha menyapa Nyonya Renata yang sedang
membaca buku
" Oh, benar juga, jika di sini kita tidak ingat waktu, " kata Nyonya Renata
tersenyum
" Anda ingin makan apa?, akan ku suruh pengawal untuk membelikannya, " kata Ayatha
lagi
" Bagaimana jika temani aku makan di luar, sambil mengobrol sebentar ? " kata Nyonya Renata
Ayatha tersenyum
" Baiklah, aku akan bicara dengan Andra, setelah itu kita akan makan di luar, " kata Ayatha
tersenyum
Ayatha masuk ke bagian kamar rawat Andra, mengatakan akan pergi keluar dengan Nyonya Renata,
awalnya Andra sedikit ragu, namun dia mengizinkan setelah Ayatha mengatakan dia
akan membawa pengawal.
Ayatha dan Nyonya Renata keluar, dua pengawal mengikuti mereka. Mereka sebenarnya tidak makan
jauh, hanya di sekitaran rumah sakit. Nyonya Renata memesan beberapa macam
makanan, Ayatha hanya mengikuti saja.
" Senang bertemu denganmu lagi Ayatha, " kata Nyonya Renata masih dengan senyumnya
yang anggun.
" Saya juga, " kata Ayatha
" Sudah berapa lama? 2 tahun ya? " kata Nyonya Renata
" Iya "
" Bagaimana sekolahmu di sana? " kata Nyonya Renata, Ayatha sedikit kaget, kenapa semua
orang bisa tahu dia disana
__ADS_1
" Sudah selesai, maka dari itu saya pulang"
" Bagus lah "
Makanan mereka mulai berdatangan, menghentikan pembicaraan mereka.
" Mari kita makan dulu, " kata Nyonya Renata
" Baik," kata Ayatha
Untung saja dia sudah belajar table manner disana, jadi dia tidak terlalu gugup makan
dengan Nyonya Renata, mereka hanya diam, sampai semua makanan mereka habis.
" Aku sudah lama tidak melihat Andra begitu senang dan bersemangat, " kata Nyonya
Renata
Ayatha hanya mengulas senyum sedikit
" Apa kau tahu? 2 tahun ini Andra mengawasimu, menyediakan beberapa orang di
tempatmu, memastikan semuanya kebutuhanmu terpenuhi disana, mereka melaporkan
segala sesuatu yang terjadi padamu, bahkan dia pernah kesana beberapa kali,
mengawasimu langsung, " kata Nyonya Renata lembut menatap Ayatha
Ayatha terkejut, jadi selama ini, Andra selalu ada untuknya? Pikirannya berputar, saat
diluar negeri itu memang dia merasa selalu beruntung, jika tiba-tiba dia
menabrak pagar saat belajar mengemudi, tiba-tiba banyak orang yang membantunya,
dia kira memang orang disana sangat baik, tapi ternyata itu semua gara-gara Andra?.
" Ayatha... aku minta maaf, " kata Nyonya Renata, ada nada sedih di suaranya, Ayatha
menatap Nyonya Renata
" Maaf untuk apa Nyonya? " kata Ayatha
" Maaf untuk yang dulu pernah memintamu menjauhi Andra, aku salah... aku juga
mendukung Andra untuk bertunagan dengan Nadine, keputusanku itu salah... hanya
kau yang bisa membuat Andra bahagia, " kata Nyonya Renata lagi
Ayatha terdiam..
" Jika ada di hatimu meragukan cinta Andra padamu, aku harap kau menghapusnya, Andra
benar-benar mencintaimu, raganya memang bertuangan dengan nadine, tapi dari
dulu hingga sekarang, cinta dan jiwanya hanya padamu, " kata Nyonya Renata
memegan tangan Ayatha dengan lembut
__ADS_1
Ayatha tersenyum, menatap Nyonya Renata
" Aku tidak meragukan apapun dari nya, " kata Ayatha
Nyonya Renata tersenyum lega, dia masih berpikir Ayatha mungkin masih ragu karena Andra
pernah membuatnya patah hati, mendengar kata-kata Ayatha, Nyonya Renata merasa
senang dan tenang. Dia tidak ingin lagi Andra menderita seperti yang di
laluinya 2 tahun ini.
Nyonya Renata banyak bercerita, tentang bagaimana Andra saat kecil, merasa senang karna
akhirnya dia mau makan sup ikan, dan yang lain, hingga tak terasa waktu
berputar, mereka kembali ke kamar Andra.
Andra melihat kearah Ayatha dan ibunya, dia masih sibuk dengan laptopnya, mengejakan
beberapa hal.
" Lihatlah, saat sakit saja masih mengerjakan pekerjaan, " Nyonya Renata sedikit
mengadu pada Ayatha, Andra sedikit mengerutkan dahinya melihat tingkah ibunya.
" Benar, kemarikan laptopnya, sudah malam kau harus tidur, " kata Ayatha lagi.
Andra tambah penasaran, kenapa ibunya dan Ayatha menjadi sangat dekat, seperti
bersekongkol.
" Ada apa dengan kalian? "kata Andra menatap ibunya dan Ayatha, namun dia senang
ibunya bisa dekat dengan Ayatha.
" Tidak ada, ayo tidur, Ibu juga akan tidur disini, kalian belum menikah, tidak pantas
tidur berduaan, " kata Nyonya Renata duduk di tempat tidur yang memang
tersedia di sana.
Andra tersenyum mendengar perkataan ibunya, hatinya terasa bahagia.
" Aku akan tidur di sofa, " kata Ayatha
" Tidak perlu, tidurlah bersama Ibu, aku dari dulu ingin punya anak perempuan yang bisa
menemaniku tidur, namun tidak penah kesampaian, " kata Nyonya Renata
Andra masih terdiam, mengerutkan dahinya dengan heran, sejak kapan ibunya begitu dekat
dengan Ayatha, dan sejak kapan Ayatha memanggil ibunya, ibu? Namun Andra tak
menanyakan, dia sudah cukup senang mengetahui hal itu... Andra segera
merebahkan diri, melihat kesamping, Ayatha dan ibunya berbaring dalam 1 ranjang
__ADS_1
yang sama, dia tersenyum tak lama tertidur.