Meadow

Meadow
Selalu menjaga walaupun jauh


__ADS_3

Nyonya Renata tinggal disana seharian, melihat bagaimana Ayatha menjaga Andra, dia sedikit


terkejut Ayatha bisa memaksa Andra untuk makan sup ikan, makanan itu dari dulu


tidak pernah disukai oleh Andra. tapi Nyonya Renata sangat senang... ternyata


memang hanya Ayatha yang bisa membuat Andra bahagia.


Nyonya Renata duduk di sofa, tidak ingin melihat luka Andra yang sedang di ganti perbannya,


dia memang tidak bisa melihat luka. Ayatha juga, dia merasa tidak tega.


" Nyonya, anda tidak makan malam? " kata Ayatha menyapa Nyonya Renata yang sedang


membaca buku


" Oh, benar juga, jika di sini kita tidak ingat waktu, " kata Nyonya Renata


tersenyum


" Anda ingin makan apa?, akan ku suruh pengawal untuk membelikannya, " kata Ayatha


lagi


" Bagaimana jika temani aku makan di luar, sambil mengobrol sebentar ? " kata Nyonya Renata


Ayatha tersenyum


" Baiklah, aku akan bicara dengan Andra, setelah itu kita akan makan di luar, " kata Ayatha


tersenyum


Ayatha masuk ke bagian kamar rawat Andra, mengatakan akan pergi keluar dengan Nyonya Renata,


awalnya Andra sedikit ragu, namun dia mengizinkan setelah Ayatha mengatakan dia


akan membawa pengawal.


Ayatha dan Nyonya Renata keluar, dua pengawal mengikuti mereka. Mereka sebenarnya tidak makan


jauh, hanya di sekitaran rumah sakit. Nyonya Renata memesan beberapa macam


makanan, Ayatha hanya mengikuti saja.


" Senang bertemu denganmu lagi Ayatha, " kata Nyonya Renata masih dengan senyumnya


yang anggun.


" Saya juga, " kata Ayatha


" Sudah berapa lama? 2 tahun ya? " kata Nyonya Renata


" Iya "


" Bagaimana sekolahmu di sana? " kata Nyonya Renata, Ayatha sedikit kaget, kenapa semua


orang bisa tahu dia disana

__ADS_1


" Sudah selesai, maka dari itu saya pulang"


" Bagus lah "


Makanan mereka mulai berdatangan, menghentikan pembicaraan mereka.


" Mari kita makan dulu, " kata Nyonya Renata


" Baik," kata Ayatha


Untung saja dia sudah belajar table manner disana, jadi dia tidak terlalu gugup makan


dengan Nyonya Renata, mereka hanya diam, sampai semua makanan mereka habis.


" Aku sudah lama tidak melihat Andra begitu senang dan bersemangat, " kata Nyonya


Renata


Ayatha hanya mengulas senyum sedikit


" Apa kau tahu? 2 tahun ini Andra mengawasimu, menyediakan beberapa orang di


tempatmu, memastikan semuanya kebutuhanmu terpenuhi disana, mereka melaporkan


segala sesuatu yang terjadi padamu, bahkan dia pernah kesana beberapa kali,


mengawasimu langsung, " kata Nyonya Renata lembut menatap Ayatha


Ayatha terkejut, jadi selama ini, Andra selalu ada untuknya? Pikirannya berputar, saat


diluar negeri itu memang dia merasa selalu beruntung, jika tiba-tiba dia


menabrak pagar saat belajar mengemudi, tiba-tiba banyak orang yang membantunya,


dia kira memang orang disana sangat baik, tapi ternyata itu semua gara-gara Andra?.


" Ayatha... aku minta maaf, " kata Nyonya Renata, ada nada sedih di suaranya, Ayatha


menatap Nyonya Renata


" Maaf untuk apa Nyonya? " kata Ayatha


" Maaf untuk yang dulu pernah memintamu menjauhi Andra, aku salah... aku juga


mendukung Andra untuk bertunagan dengan Nadine, keputusanku itu salah... hanya


kau yang bisa membuat Andra bahagia, " kata Nyonya Renata lagi


Ayatha terdiam..


" Jika ada di hatimu meragukan cinta Andra padamu, aku harap kau menghapusnya, Andra


benar-benar mencintaimu, raganya memang bertuangan dengan nadine, tapi dari


dulu hingga sekarang, cinta dan jiwanya hanya padamu, " kata Nyonya Renata


memegan tangan Ayatha dengan lembut

__ADS_1


Ayatha tersenyum, menatap Nyonya Renata


" Aku tidak meragukan apapun dari nya, " kata Ayatha


Nyonya Renata tersenyum lega, dia masih berpikir Ayatha mungkin masih ragu karena Andra


pernah membuatnya patah hati, mendengar kata-kata Ayatha, Nyonya Renata merasa


senang dan tenang. Dia tidak ingin lagi Andra menderita seperti yang di


laluinya 2 tahun ini.


Nyonya Renata banyak bercerita, tentang bagaimana Andra saat kecil, merasa senang karna


akhirnya dia mau makan sup ikan, dan yang lain, hingga tak terasa waktu


berputar, mereka kembali ke kamar Andra.


Andra melihat kearah Ayatha dan ibunya, dia masih sibuk dengan laptopnya, mengejakan


beberapa hal.


" Lihatlah, saat sakit saja masih mengerjakan pekerjaan, " Nyonya Renata sedikit


mengadu pada Ayatha, Andra sedikit mengerutkan dahinya melihat tingkah ibunya.


" Benar, kemarikan laptopnya, sudah malam kau harus tidur, " kata Ayatha lagi.


Andra tambah penasaran, kenapa ibunya dan Ayatha menjadi sangat dekat, seperti


bersekongkol.


" Ada apa dengan kalian? "kata Andra menatap ibunya dan Ayatha, namun dia senang


ibunya bisa dekat dengan Ayatha.


" Tidak ada, ayo tidur, Ibu juga akan tidur disini, kalian belum menikah, tidak pantas


tidur berduaan, " kata Nyonya Renata duduk di tempat tidur yang memang


tersedia di sana.


Andra tersenyum mendengar perkataan ibunya, hatinya terasa bahagia.


" Aku akan tidur di sofa, " kata Ayatha


" Tidak perlu, tidurlah bersama Ibu, aku dari dulu ingin punya anak perempuan yang bisa


menemaniku tidur, namun tidak penah kesampaian, " kata Nyonya Renata


Andra masih terdiam, mengerutkan dahinya dengan heran, sejak kapan ibunya begitu dekat


dengan Ayatha, dan sejak kapan Ayatha memanggil ibunya, ibu? Namun Andra tak


menanyakan, dia sudah cukup senang mengetahui hal itu... Andra segera


merebahkan diri, melihat kesamping, Ayatha dan ibunya berbaring dalam 1 ranjang

__ADS_1


yang sama, dia tersenyum tak lama tertidur.


__ADS_2