Meadow

Meadow
Apa tidak sakit?


__ADS_3

Hari beranjak malam saat mereka masih di sana.


" Sudah mulai gelap, kau mau melakukan apa lagi? " kata wayren menatap lembut pada Risa


" Apa yah? Ehm... " kata Risa melihat ke sekeliling, Wayren yang dari tadi melihat tingkah Risa yang ke anak-anakan, jadi terus tersenyum, sebelumnya dia sangat tidak menyukai wanita yang manja dan keanakan, dia suka tipe seperti Ayatha yang pendiam, yang misterius dan susah untuk di dapatkan. Namun melihat Risa, rasanya ternyata gadis seperti dia lucu juga.


" Terima kasih," kata Wayren menatap Risa lembut


Mendengar itu, Risa terdiam, matanya menatap dalam mata Wayren, tidak ada kejahilan di sana, matanya sangat indah, hitam pekat dan jernih. Kembali, detak jantungnya seperti memburu.


Tiba-tiba lampu di tempat itu hidup, banyak lampu-lampu kecil membuat suasana tambah indah.


" Aku ingin makan mie instan yang sangat pedas, " kata Risa memalingkan wajah pada Wayren


" Baiklah, ayo, " kata Wayren


" Ayo, " kata Risa sedikit gusar


Tidak, jangan suka dengan Wayren, jelas dia sudah tahu siapa yang di sukai oleh Wayren, kalau dia menyukai Wayren, sama saja dengan patah hati yang di bayar tunai di muka.


Risa berjalan keluar dari pasar malam itu.


" Di dekat sini ada warung mie instan yang enak sekali, ayo, " kata risa menuju mobilnya


" Kau bilang tempatnya dekat kan? Bagaimana kalau kita jalan saja ?" kata Wayren

__ADS_1


Risa tertegun, dia tidak mau berjalan sebenarnya, bukan karena capek, tapi kalau berjalan, dia harus berjalan dekat dengan Wayren, dia takut jantungnya akan meledak nantinya.


" Baiklah, " kata Risa tidak bisa menolak


Mereka berjalan, Risa berjalan pelan di samping Wayren, Wayren juga tampak menyesuikan langkahnya agar Risa tidak terlalu terburu-buru jalannya.


Suasana hening, Risa mencoba memenangkan dirinya.


" Apakah tidak sakit? " kata Wayren pada Risa tiba-tiba


" Apanya?" tanya Risa bingung


" Kau? Aku bisa lihat dari matamu, waktu itu, saat aku menanyakan orang yang kau sukai adalahh Kakakku, kau bilang tidak, tapi matamu mengatakan yang lain," kata Wayren


Risa tertegun, Wayren sampai memperhatikannya seperti itu. Iya kemarin memang hatinya sedikit sakit mengetahui kenyataan, cinta pertamanya ternyata di cintai oleh sahabatnya.


" Yah... orang yang kau suka menyukai orang lain, aku tahu sakitnya, tapi kau..." kata Wayren menatap Risa, Risa juga menatapnya.


" Aku kenapa?"


" Kau tetap seperti itu, dengan wajahmu yang ceria, apa kau selalu menyembunyikan seluruh perasaanmu dengan wajah ceria itu?"


" Tidak juga, kadang aku juga bisa menangis, aku kan juga manusia, " kata Risa


" Bukankah ini kesempatanmu?"

__ADS_1


" Kesempatan apa? "


" Untuk mendapatkan Kakakku, " kata Wayren, mendengarkan itu, entah kenapa hati Risa malah tidak enak.


" Apa kau kira aku orang yang licik? " kata Risa menatap Wayren, Wayren yang sedang memperhatikan Risa pun mengerutkan dahi


" Kenapa?"


" Aku bukan orang seperti itu, awalnya aku memang menyukai Kak Andra, tapi begitu tahu Ayatha juga menyukainya, aku mencoba mengikhlaskannya, lagi pula Kak Andra juga sepertinya menyukai Ayatha, kalau aku memaksakan rasa itu, aku akan kehilangan segalanya, seorang sahabat, dan orang yang aku sukai juga akan menjauhiku, dengan begini, aku tetap mendapatkan sahabatku, dan sekarang aku mendapatkan seorang Kakak, " kata rrsa lagi dengan lembut melihat jalan aspal yang berkilau karena pantulan cahaya lampu jalan.


Wayren terdiam, dia berhenti sejenak, benar kata Risa, dengan memaksakan rasa, apa yang sekarang di dapat oleh Wayren, tidak ada, Ayatha akan menikah dengan orang lain. Wanita itu juga sekarang jadi kelihatan sungkan padanya. Apakah sekarang waktunya yang tepat untuk melepaskan?


" kenapa?" kata Risa menatap Wayren


" Tidak apa-apa, ayo, aku sudah lapar, mie instan itu apa benar-benar enak?"


" Iya, enak banget, kita bisa makan sampe muka kita kebas saking pedasnya, " kata Risa dengan gayanya, Wayren kembali tersenyum


" Kalau begitu, cepatlah, aku tidak sabar lagi," kata Wayren berjalan dengan kecepatan normalnya


" Kakiku kan pedek, jangan seperti itu jalannya, " kata Risa


" Makanya jangan terlalu banyak makan gula-gula, kau terlihat cebol "


" Siapa yang kau bilang cebol"

__ADS_1


" Kau, " kata Wayren tersenyum melihat Risa yang ada di depannya


Risa hanya memasang wajah kesal, namun setelah itu langsung tersenyum, akhirnya Wayren kembali lagi seperti biasanya.


__ADS_2